Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam Ansori, Teguh
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v3i2.4539

Abstract

This article aims to describe the concept and implementation of community empowerment in the context of Islamic economics. Community empowerment has an important impact in achieving the sustainable development goals, and a better understanding of. Community empowerment is a solution to the inequality and powerlessness felt by some people by the oppression of the powerful. Western economies provide no answer to this powerlessness. In an economic perspective, Islam provides a solid foundation to guide empowerment efforts. This research method is qualitative descriptive taken from several literatures. This research explores relevant Islamic economic principles, community empowerment implementation strategies, and their impact on economic and social well-being. The results of this study show that community empowerment in an Islamic perspective must use several instruments, namely zakat, infak, shodaqah, and waqf.
Dakwah sebagai Pendorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan di Masyarakat Ansori, Teguh
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.6232

Abstract

This research aims to understand the relationship between da'wah and economic development, the basic concept of development, and sustainable economic development. Currently, da'wah is often seen only as an activity to spread religious teachings, not as an effort to improve people's welfare, even though there are still inequalities in development, especially in the economic aspect. The method used in this study is Library Research, which utilizes various literature to collect data from relevant sources, such as journals, books, books, and certain writings. In the perspective of Islam, da'wah is not only limited to ritual and spiritual aspects, but also covers various aspects of life, including economics. Islam emphasizes that the well-being of society involves more than just worship of Allah; It is also related to how individuals and communities can live decently, prosperously, and fairly. Da'wah and economic development influence each other and can strengthen each other. In addition, education and the dissemination of religious values play an important role in increasing public awareness and knowledge. Development aims to improve the standard of living of the community to be better and prosperous, it is expected to meet the economic, social, and environmental needs of the current community without sacrificing the capabilities of future generations
Sekolah Balita sebagai Upaya Pendampingan Pengentasan Gizi Buruk pada Balita di Kelurahan Bulak Banteng Surabaya Muchlashin, Anif; Ansori, Teguh
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 2 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v1i2.330

Abstract

The purpose of this study is to improve the nutritional status of toddlers whose status is still at the threshold below the red line (BGM - Bawah Garis Merah) and malnutrition that mostly caused by parenting practices that do not meet health standards. Child feeding, food menu presentation, and environmental hygiene were among several factors that cause the occurrence of BGM and malnutrition in toddlers in Bulak Banteng village of Kenjeran District, Surabaya City. In this program, the researchers used the Participatory Action Research (PAR) social research method that consists of three interconnected words (participation, research and action). In the process, researchers come with nutritionists, Posyandu cadres, and toddlers’ mothers who are affected by malnutrition. The first program creates study groups to make it easier to organize and research together, called Toddler School "Anak Aktif Ceria". The results obtained indicate that there is an increase in knowledge of toddlers’ mothers and as expectedly an increase in body weight as concrete evidence that parents are implementing the knowledge gained through the toddler school. Keywords: malnutrition, parenting, toddlers’ mother, toddlers’ nutrition, toddler school Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan status gizi balita yang statusnya masih di ambang batas di bawah garis merah (BGM - Bawah Garis Merah) dan gizi buruk yang sebagian besar disebabkan oleh praktik pengasuhan yang tidak memenuhi standar kesehatan. Pemberian makanan anak, penyajian menu makanan, dan kebersihan lingkungan adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya BGM dan gizi buruk pada balita di desa Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Dalam program ini, para peneliti menggunakan metode penelitian sosial Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari tiga kata yang saling berhubungan (partisipasi, penelitian dan tindakan). Dalam prosesnya, peneliti datang dengan ahli gizi, kader Posyandu, dan ibu balita yang terkena gizi buruk. Program pertama menciptakan kelompok belajar untuk membuatnya lebih mudah untuk mengatur dan meneliti bersama, yang disebut Sekolah Balita "Anak Aktif Ceria". Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu balita dan seperti yang diharapkan peningkatan berat badan sebagai bukti nyata bahwa orang tua menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui sekolah balita. Kata Kunci: ibu balita, malnutrisi, nutrisi balita, parenting, sekolah balita
Diversifikasi Pengelolaan Hasil Tangkap Nelayan Dusun Kaligung Pasuruan sebagai Upaya Ketahanan Ekonomi Keluarga Pesisir: Diversification of Fishermen's Catch Management in Kaligung Pasuruan Hamlet as an effort to Strengthen the Economy of Coastal Families Fitriyah, Ries Dyah; Ansori, Teguh
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i2.2093

Abstract

Green mussels are the main commodity produced by kaligung fishermen who do not know the seasons and are one of the cultivation commodities of the Pasuruan Regency government. In a day Kaligung fishermen can get 10-25 Kilos of Green Mussels in season, and throughout the year it becomes the mainstay of Kaligung fishermen. The purpose of this study is to increase the income of fishing families. Capacity building of women in fishing families in improving the fisherman's economy. One of the processes carried out is the management of green mussels into nuggets that are loved by children. The assistance was carried out for two months, using a community-based participatory research (CBR) action research methodology. The use of green mussels into nuggets, can be a great attraction for Kaligung children to love local food products that come from the sea. By introducing local food, it is hoped that it can preserve green mussels and improve the economy of fishing families in Kaligung Pasuruan. Kerang hijau merupakan komoditas utama yang dihasilkan oleh nelayan kaligung yang tidak mengenal musim dan menjadi salah satu komoditas budidaya pemerintah Kabupaten Pasuruan. Dalam sehari nelayan Kaligung bisa mendapatkan 10-25 Kilo Kerang Hijau pada musimnya, dan sepanjang tahun menjadi andalan nelayan Kaligung. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga nelayan. Pengembangan kapasitas perempuan dalam keluarga nelayan dalam peningkatan ekonomi nelayan. Salah satu proses yang dilakukan adalah pengelolaan kerang hijau menjadi nugget yang di gemari anak-anak. Pendampingan dilakukan selama dua bulan, dengan menggunakan Metodologi penelitian aksi community based participatory research (CBR). Pemanfaatan kerang hijau menjadi nugget, mampu menjadi daya tarik yang luar biasa bagi anak-anak Kaligung untuk mencintai produk pangan lokal yang berasal dari laut. Dengan memperkenalkan makanan lokal, diharapkan bisa melestarikan kerang hijau dan peningkatan ekonomi keluarga nelayan di Kaligung Pasuruan.
Peran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya dalam Membentuk Keluarga Sakinah para Tunagrahita Qomariah, Siti; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 3 No. 2 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v3i2.1031

Abstract

Abstrak Desa merupakan unit pemerintahan terkecil yang mewujudkan pembangunan melalui pemberdayaan yang memiliki konsep dan tahapan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat dimulai dari komponen terkecil yaitu keluarga. Dalam kehidupan berkeluarga terdapat setiap fungsi dan tanggung jawab setiap anggota keluarga untuk mencapai kehidupan yang harmonis. Keluarga memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan perjalanan kehidupan yang berbeda pula. Maka dari itu penelitian ini membahas tentang fenomena yang ada di Dusun Tanggungrejo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo tentang masyarakat tunagrahita yang diberdayakan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Pemberdayaan ini memiliki peran dalam membentuk keluarga sakinah para tunagrahita. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan memperhatikan teori Fungsinalisme Struktural oleh Talcott Parson yang menganalogikan bahwa masyarakat seperti halnya makhuk hidup yang terus tumbuh dan melihat empat fungsi imperatif AGIL dalam menganalisis tatanan sosial. Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya di Dusun Tanggungrejo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo merupakan tempat pemberdayaan masyarakat tunagrahita dan masyarakat miskin. Kegiatan yang dilakukan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya adalah pemberdayaan di bidang keterampilan dan bidang peternakan. Masyarakat tunagrahita merupakan masyarakat yang memiliki keterbatasan intelektual yang menyebabkan mereka berada pada kondisi dibawah normal. Masyarakat tunagrahita yang ada di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya merupakan tunagrahita dengan kategori ringan dan sedang. Keluarga tunagrahita dapat memenuhi kebutuhan pokok anggota keluarga dengan penghasilan dari pemberdayaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Keluarga sakinah para tunagrahita dapat terwujud melalui pembinaan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Kata Kunci: Peran, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Keluarga sakinah Abstract The village is the smallest government unit that realizes development through empowerment which has concepts and stages aimed at the welfare of the community. In realizing the welfare of society, it can be started from the smallest component, namely the family. In family life there are every function and responsibility of each family member to achieve a harmonious life. Families have different characteristics with different life journeys. Therefore, this study discusses the phenomena that exist in the Hamlet of Responsibilities, Karangpatihan Village, Balong District, Ponorogo Regency about the mentally retarded community who are empowered through the Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya. This empowerment has a role in forming a sakinah family for the mentally retarded. This research is a qualitative research by paying attention to the theory of Structural Functionalism by Talcott Parson which makes an analogy that society is like a living being that continues to grow and sees the four imperative functions of AGIL in analyzing social order. The Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya in the Hamlet of Responsibilities, Karangpatihan Village, Balong District, Ponorogo Regency is a place for empowering mentally retarded and poor communities. Activities carried out through the Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya are empowerment in the field of skills and the field of animal husbandry. The mentally retarded community is a society that has intellectual limitations that cause them to be in a below normal condition. The mentally retarded community in the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS) is mentally retarded with mild and moderate categories. Mentally retarded families can meet the basic needs of family members with income from empowerment at the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS). The sakinah family of the mentally retarded can be realized through guidance from the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS). Keywords: Role, Social Welfare Institution, Sakinah Family
Relevansi Dakwah Permberdayaan Masyarakat Di Era Industri 4.0: The Relevance Of Community Empowerment Proselytizing In The Industrial Era 4.0 Lestari, Selly; Putri, Triska Anne; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 4 No. 1 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v4i1.1560

Abstract

Keberhasilan dari pembangunan suatu bangsa terletak dari kualitas sumber daya manusianya, baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Perkembangan zaman pada era globalisasi ini memberikan banyak dampak bagi seluruh aspek dan tatanan masyarakat yang ada. Era globalisi saat ini memberikan banyak dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak negatif dari globalisasi perlu adanya penanganan yang khusus. Salah satu penangan dari dampak globalisasi saat ini dengan dakwah pemberdayaan masyarakat. Dakwah pemberdayaan masyarakat merupakan suatu bentuk aksi nyata perubahan dan pengembangan segala bentuk potensi yang dimiliki. Potensi yang ada perlu diberdayakan secara bersama dengan tujuan pencapaian perbaikan kehidupan masyarakat. The success of a nation's development lies in the quality of its human resources, both economic, social, cultural, and political. The era of globalization has had a dramatic impact on all aspects and social order. The present global era brings many impacts, both positive and negative effects. The negative effects of globalization need special treatment. One of the handlers of today's globalization's impact with the empowerment of society. The empowering of society is a tangible action action of change and development of all forms of potential. Existing potential needs to be empowered together with the goal of improving people's lives.
Manajemen Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas: Community Based Disaster Risk Reduction Management Nurcahyo, Mugi; Setyawan, Agus; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v4i2.2071

Abstract

The background of this study states that in a community environment even though the majority of the population is Muslim and as social beings, it cannot be used as a guarantee that the community has awareness of the values ​​contained in religion or awareness in participating in disaster management, and in participating in disaster management. Environmental welfare action. The environmental community in Krajan Hamlet, Baosan Lor Village, Ngrayun District spends a lot of time earning a living and working. The impact that occurs is that society is increasingly focused on worldly so that people are negligent with religious values ​​and as social beings. In this case, the awareness of religious leaders or community leaders in the environment in the Krajan Hamlet, Baosan Lor Village, Ngrayun District has an important role as a driving force and embracing in increasing religious awareness as well as making people aware of social actions for disaster management for environmental welfare. With the existence of communities and organizations that exist or are starting to form and move in this place, it is necessary to have management of the role of religious leaders, and driving figures in embracing the community. Because the purpose of the role of religious leaders and driving figures here is to be able to bully the community in building a peaceful, religious, and peaceful environment. Based on data analysis, this research uses a qualitative approach, namely research conducted by observing and analyzing it using scientific logic. With data collection techniques carried out by researchers including observation, documentation and in-depth interviews with informants who are considered to have a conferhensive understanding of information related to the research topic being carried out.
Peran Karang Taruna Dalam Mengembangkan Taman Desa Di Desa Prajegan Kecamatan Sukorejo Ponorogo: The Role Of Karang Cadets In Developing Village Parks In Prajegan Village, Sub-District Of Sukorejo, Ponorogo Ihwanudin, Eko; Misbahuddin, Muhammad; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v5i2.3334

Abstract

Ponorogo merupakan sebuah kabupaten yang memilki banyak potensi yang harus dikembangkan dan lestarikan, baik potensi alam maupaun potensi budaya yang ada didaerah Ponorogo. Didesa Prajegan yang bertempat sebelah utara Kabupaten Ponorogo lebih tepatnya hapir berbatasan dengan Kabupaten Magetan, Desa Prajegan juga mempunyai potensi alam Buatan yang bagus yaitu Taman Sumringah yang berda disebelah Timurnya Kantor Kepala Desa Prajegan. Didalam sebuah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaiaman Peran Pemuda dalam membangun wisata desa, (2) Menjadikan komponen masyarakat mau dalam menawarkan ide-ide membangun wisata, (3) Strategi bagaimana pemerintah Desa dan Pemuda dalam mengembangkan objek wisata Desa. Jenis penelitian dalam skripsi ini mengunakan Penelitian Kualitatif,dengan pendekatan bagaimana Peran Pemuda Ansor dan Karang Taruna Dalam Mengembangkan Taman Desa Di Desa Prajegan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa didalam sebuah pembangunan dan pengembangan wisata peran pemuda dan masyarakat dalam melakukan pengembangan dan terus perbaikan dalam membangun wisata lebih indah dan nyaman untuk pengunjung yang datang dan akan berwisata. Dengan itulah pemuda mempunyai semangat tinggi dalam melakukan dan mengembangkan budaya yang ada Di Desa Prajegan baik budaya kesenian seperti Reog,ketroprak,Gajah, Unta dan masih banyak lagi yang menjdikan meningkatkan potensi desa menjadi lebih baik dan mempunyai daya saing tinggi terhadap yang lain,dengan itulah pemuda Ansor dan Karang Taruna harus bisa meneruskan dan melakukan perubahan menjadi yang lebih baik. Ponorogo is a district that has a lot of potential that must be developed and preserved, both natural potential and cultural potential in the Ponorogo area. In Prajegan Village, which is located in the north of Ponorogo Regency, almost directly adjacent to Magetan Regency, Prajegan Village also has good artificial natural potential, namely Sumringah Park which is located to the east of the Prajegan Village Head Office. In this research, it aims to find out (1) what is the role of youth in building village tourism, (2) making community components willing to offer ideas for building tourism, (3) strategies for how the village government and youth develop village tourism objects. The type of research in this thesis uses qualitative research, with an approach to the role of Ansor youth and youth organizations in developing village parks in Prajegan village. The results of this study indicate that in tourism development and development the role of youth and society is in developing and continuing to improve in building more beautiful and comfortable tourism for visitors who come and will travel. With that young people have high enthusiasm in carrying out and developing the culture that exists in Prajegan Village, both artistic culture such as Reog, ketroprak, elephants, camels and many more which make the village's potential better and have high competitiveness against others, with that Ansor youth and Karang Taruna must be able to continue and make changes for the better.
Penurunan Stunting Berbasis Komunitas Studi Kasus Percontohan Kalurahan Sidoluhur Kabupaten Sleman: Community-Based Stunting Reduction: A Pilot Case Study of Sidoluhur Village, Sleman Regency Teguh Ansori; Muchlashin, Anif
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v7i1.6935

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi stunting secara nasional mengalami kenaikan dari 16,4% (2022) menjadi 18% (2023), sementara Kabupaten Sleman berhasil menurunkan prevalensi dari 15% menjadi 12,4%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis strategi percepatan penurunan stunting berbasis komunitas di Kalurahan Sidoluhur, Sleman. Informan penelitian ditetapkan secara purposive, melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta keluarga berisiko stunting. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan strategi efektif dalam penanganan stunting di tingkat komunitas. Studi ini menyoroti pendekatan berbasis komunitas dalam percepatan penurunan stunting di Kalurahan Sidoluhur, Sleman. Upaya yang dilakukan melibatkan intervensi spesifik dan sensitif melalui pemantauan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pendampingan keluarga berisiko stunting, serta sinergi lintas sektoral antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Identifikasi faktor penyebab stunting di tingkat lokal memungkinkan penyusunan program berbasis bukti yang lebih efektif. Dengan optimalisasi anggaran dana kalurahan dan pendekatan berbasis komunitas, diharapkan tercipta solusi berkelanjutan untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting menuju "Jogja Bebas Stunting" melalui strategi yang tepat sasaran
The Effect Of Chatbot Use On Purchase Decisions On E-Commerce Platforms  With Consumer Trust As A Mediation Variable(Case Study of Consumer Behavior in Ponorogo Regency) Suad Fikriawan; Teguh Ansori
MONETARIUM: Journal of Economics Business and Management Vol. 2 No. 2 (2025): MONETARIUM: Journal of Economy Business and Management
Publisher : PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71155/n4nc0r46

Abstract

This study aims to analyze the influence of chatbot usage on consumer purchasing decisions on e-commerce platforms, with trust as a mediating variable. Using a quantitative approach and a case study in Ponorogo Regency, data were collected through a closed-ended questionnaire from 30 randomly selected respondents. The research instrument was tested for validity and reliability using Pearson correlation and Cronbach's Alpha, and analyzed using simple linear regression and the Sobel mediation test. The results of the study showed that chatbots had a positive and significant effect on user trust (β = 0.68; p < 0.01), and trust significantly influenced purchasing decisions (β = 0.30; p < 0.05). The mediation test showed that trust significantly mediated the relationship between chatbots and purchasing decisions (z = 2.17; p < 0.05). These results support the Stimulus–Organism–Response (S-O-R) theoretical framework, where chatbots as stimuli influence internal conditions (trust), which then drive responses in the form of purchasing decisions. These findings emphasize the importance of chatbot design that is not only technically functional, but also capable of building user trust as a psychological relationship-based digital marketing strategy.