Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGAWASAN PROGRAM K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA PEKANBARU T. Ira Handayani; Sufian Hamim; Admiral Admiral; Raden Imam Al Hafis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11944

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam perlindungan tenaga kerja yang bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Keberhasilan implementasi K3 tidak hanya bergantung pada kepatuhan perusahaan, tetapi juga pada efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengawasan program K3 pada Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pejabat Dinas Tenaga Kerja, pengawas ketenagakerjaan, pihak perusahaan, dan pekerja. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan analisis efektivitas mengacu pada teori Duncan dalam Steers yang meliputi dimensi goal attainment, integration, dan adaptation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan program K3 pada Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru telah berjalan cukup efektif. Pada dimensi goal attainment, pengawasan mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi K3. Pada dimensi integration, koordinasi dan pembinaan antara Dinas Tenaga Kerja dan perusahaan telah terlaksana dengan baik meskipun penyebaran informasi kepada seluruh pekerja masih perlu ditingkatkan. Pada dimensi adaptation, pengawasan berbasis risiko telah diterapkan, namun masih terkendala keterbatasan jumlah pengawas, anggaran, dan sarana pendukung. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas pengawas, peningkatan frekuensi inspeksi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan K3 di Kota Pekanbaru.
ANALISIS PENGARUH DAMPAK KETERLAMBATAN PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK DAERAH DI UPT SAMSAT KOTA PEKANBARU Hilma Rusdi; Sufian Hamim; Admiral Admiral; Raden Imam Al Hafis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak keterlambatan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor terhadap penerimaan pajak daerah di Kantor Samsat Kota Pekanbaru. Pajak Kendaraan Bermotor merupakan sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PPN) dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembiayaan pembangunan daerah. Namun, banyak wajib pajak masih mengalami keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor, yang berpotensi berdampak pada penerimaan pajak daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang dibagikan kepada wajib pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Kota Pekanbaru. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi sederhana untuk menentukan hubungan dan pengaruh keterlambatan pembayaran pajak terhadap penerimaan pajak daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor berdampak signifikan terhadap penerimaan pajak daerah di Kantor Samsat Kota Pekanbaru. Semakin tinggi tingkat keterlambatan pembayaran oleh wajib pajak, semakin rendah efektivitas penerimaan pajak daerah. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan pembayaran meliputi rendahnya kesadaran wajib pajak, situasi ekonomi masyarakat, kurangnya pemahaman tentang sanksi pajak, dan minimnya sosialisasi dari pihak terkait.
Analisis Efektivitas Organisasi Pada Badan Pusat Statistik Kota Dumai Tamara Indah Natalia; Sufian Hamim; Dia Meirina Suri; Raden Imam Al Hafis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines organizational effectiveness at the Central Statistics Agency (Badan Pusat Statistik/BPS) of Dumai Municipality, a vertical government institution responsible for producing official statistics at the city level. As a small unit with only twenty-four employees serving an entire municipality comprising seven districts, BPS Dumai faces a structural tension between an expanding statistical mandate and limited human resources. This research aims to describe and analyze the organization's effectiveness through five dimensions developed by Steers (1985) and Gibson, Ivancevich, and Donnelly (2011): production, efficiency, employee satisfaction, adaptability, and development. A descriptive qualitative method with a case-study design was applied, relying on documentary analysis of the agency's official Performance Accountability Report for fiscal year 2023, its 2020-2024 Strategic Plan, and its annual Performance Agreement, interpreted through the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldana (2014). The findings indicate that BPS Dumai achieved an overall performance attainment of 100.34 percent in 2023, with budget absorption reaching 99.25 percent and the best Budget Execution Quality Index among all BPS units in Riau Province. However, beneath these formal indicators lie persistent vulnerabilities: heavy reliance on a small permanent workforce, declining respondent cooperation in data collection, fragmented data-processing systems, and the absence of competency-based workforce planning. The study concludes that organizational effectiveness in a statistical vertical agency cannot be inferred solely from quantitative output achievement, but must also account for adaptive capacity and human-resource sustainability as preconditions for long-term institutional resilience.
EVALUASI KINERJA PEMERINTAH KOTA PEKANBARU BERBASIS PERSEPSI MASYARAKAT HAYATUN NUFUS; SUFIAN HAMIM; Rosmayani Rosmayani; Raden Imam Al hafis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12018

Abstract

The performance of local governments is a key indicator for assessing the quality of public services and the implementation of good governance principles. This study aims to evaluate the performance of the Pekanbaru City Government based on public perceptions. A descriptive quantitative approach was employed, using public perception survey data analyzed through tabulation and descriptive interpretation. The findings indicate that respondents’ perceptions of public service performance, service institutions, service governance, and the overall performance of the Pekanbaru City Government are generally dominated by positive assessments. However, several aspects still require serious attention, particularly government performance in the economic and infrastructure sectors. Therefore, this study recommends that the Pekanbaru City Government not only maintain its positive achievements in basic public services but also strengthen the governance of economic and infrastructure policies and enhance public communication to ensure that the benefits of development are more widely and equitably experienced by the community.
EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN (PATEN) DI KECAMATAN RUMBAI BARAT KOTA PEKANBARU Novika Hesti Ariyantie; Sufian Hamim; Raden Imam Al HAfis; Dia Meirina Suri
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12019

Abstract

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelaksanaan PATEN di Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori efektivitas organisasi Steers yang meliputi pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PATEN telah berjalan efektif, ditandai dengan tercapainya tujuan pelayanan, koordinasi yang baik antaraparatur, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebijakan. Faktor pendukung meliputi kesiapan aparatur, kejelasan prosedur, dan komitmen pelayanan, sedangkan kendala utama berupa hambatan teknis pada beberapa jenis layanan yang memengaruhi waktu penyelesaian.
Implementasi Kebijakan Diversifikasi Pangan Lokal Dan Preferensi Konsumsi Umbi-Umbian Pada Generasi Muda Kota Pekanbaru Esti Handayani; Sufian Hamim; Raden Iman Al Hafis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12024

Abstract

Diversifikasi atau penganekaragaman pangan lokal merupakan salah satu upaya dalam mendukung ketahanan pangan dengan cara mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu komoditas pangan saja terutama untuk konsumsi beras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan diversifikasi pangan lokal terhadap preferensi konsumsi umbi-umbian pada generasi muda di Kota Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan di kawasan kuliner Jalan Cut Nyak Dhien Kota Pekanbaru pada bulan Mei sampai dengan. Juni 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan rata-rata skor untuk mengukur persepsi responden terhadap implementasi kebijakan diversifikasi pangan lokal dan analisis persentase untuk mengetahui preferensi konsumsi umbi-umbian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi generasi muda terhadap implementasi kebijakan diversifikasi pangan lokal berada pada kategori setuju dengan rata-rata skor sebesar 3,20. Responden menilai bahwa diversifikasi pangan penting dalam mendukung ketahanan pangan di Kota Pekanbaru, namun promosi dan inovasi pangan lokal masih perlu ditingkatkan. Preferensi konsumsi umbi-umbian pada generasi muda tergolong cukup baik, terutama terhadap produk olahan umbi-umbian yang dikemas secara modern dan menarik. Sebanyak 88,33% responden tertarik membeli produk pangan lokal dengan kemasan modern dan 86,67% tertarik mencoba produk kekinian berbahan dasar umbi-umbian. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan diversifikasi pangan lokal perlu didukung oleh inovasi produk dan strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik generasi muda. Meskipun pemerintah telah mengimplementasikan kebijakan diversifikasi pangan melalui beberapa program ketahanan pangan, tingkat konsumsi pangan lokal khususnya umbi-umbian pada generasi muda perkotaan masih relatif rendah dibandingkan pangan berbasis beras dan gandum. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan dan perilaku konsumsi masyarakat yang perlu dikaji lebih lanjut.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Komunitas (Community-Based Tourism) Di Kabupaten Kepulauan Meranti Dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal Fuad Akbar; Sufian Hamim; Rosmayani Rosmayani; Raden Imam Al Hafis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi pariwisata yang unik, mulai dari ekowisata mangrove, wisata bahari, hingga festival budaya seperti Cian Cui (Perang Air). Namun, kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat lokal masih belum optimal akibat berbagai tantangan geografis dan tata kelola. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata berbasis komunitas (Community-Based Tourism/CBT) di Kabupaten Kepulauan Meranti guna mengakselerasi perekonomian masyarakat tempatan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBT di Kepulauan Meranti mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), menciptakan lapsangan kerja baru, dan menekan angka pengangguran. Namun, akselerasi wisata ini masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur aksesibilitas pulau, amenitas standar, serta minimnya literasi digital marketing pengelola. Penelitian ini merekomendasikan model kolaborasi pentahelix yang mengintegrasikan peran instansi pemerintah daerah, akademisi, swasta, komunitas, dan media untuk mengoptimalkan potensi wisata Meranti secara berkelanjutan.
Transformasi Digital Pengelolaan Aset Desa Melalui SIPADES di Desa Sebangar Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis Siti Kurniasih; Sufian Hamim; Dia Meirina Suri; Raden Imam Al Hafis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12177

Abstract

Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan desa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan aset desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi digital pengelolaan aset desa melalui penerapan Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES) di Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala desa, sekretaris desa, kaur keuangan, operator SIPADES, serta pihak-pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIPADES telah mendukung digitalisasi administrasi aset desa melalui pencatatan, inventarisasi, pelaporan, dan pengawasan aset yang lebih terstruktur dibandingkan sistem manual. Implementasi SIPADES juga berkontribusi terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset desa serta memudahkan penyusunan laporan aset secara lebih cepat dan akurat. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, belum optimalnya pemutakhiran data aset, serta kendala teknis dalam pengoperasian sistem. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas aparatur desa, penguatan pengawasan, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi guna mendukung pengelolaan aset desa yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, SIPADES menjadi instrumen penting dalam mewujudkan transformasi digital tata kelola aset desa yang baik.
Kesenjangan Antara Perencanaan Dan Implementasi Program Pemerintah Daerah: Review Literatur Tentang Lemahnya Monitoring Dan Evaluasi Berbasis Kinerja Muhammad Al Habib; Sufian Hamim; Raden Imam Al Hafis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The gap between planning and implementation remains a critical issue in local government program management. Many regional agencies already have planning documents, performance indicators, reporting systems, and evaluation mechanisms, yet these instruments do not always ensure that programs are implemented according to targets and produce measurable results. This article aims to analyze the pattern of gaps between planning and implementation of local government programs by positioning performance based monitoring and evaluation as the critical point. This study uses a literature review method involving 20 scientific articles and a document review of 2 official documents from the Office of Industry, Trade, Cooperatives, Small and Medium Enterprises of Riau Province. The analysis classifies findings into several themes, namely performance planning, program implementation, organizational capacity, reporting systems, digitalization, and performance evaluation. The findings show that program gaps are not only caused by weak planning, but also by limited human resource capacity, weak coordination, fragmented performance data, and evaluation practices that remain largely administrative. Monitoring and evaluation have not fully functioned as mechanisms for correction, organizational learning, and program control. This article concludes that improving local government program implementation requires stronger outcome indicators, integrated data, tiered monitoring, substantive internal evaluation, and the use of evaluation results as a basis for program improvement.
Implementasi Program Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia: Review Literatur Tentang Fragmentasi Kebijakan, Ketepatan Sasaran, Dan Evaluasi Dampak Ade Saputra; Sufian Hamim; Raden Al Hafiz; Dia Meiriana
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengentasan kemiskinan di Indonesia telah berkembang melalui berbagai skema bantuan sosial, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan intervensi berbasis rumah tangga miskin. Namun, keberadaan banyak program belum selalu berbanding lurus dengan penurunan kemiskinan yang kuat dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi program pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui tiga fokus utama, yaitu fragmentasi kebijakan, ketepatan sasaran, dan evaluasi dampak, dengan Provinsi Riau sebagai konteks penguat analisis daerah. Metode yang digunakan adalah review literatur terhadap 22 artikel jurnal open access yang membahas Program Keluarga Harapan, bantuan sosial, data terpadu kemiskinan, zakat, bantuan pangan, tata kelola program, dan evaluasi kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas program pengentasan kemiskinan tidak hanya ditentukan oleh besaran bantuan atau jumlah penerima, tetapi juga oleh keterpaduan perencanaan, kualitas data penerima, koordinasi lintas aktor, pengawasan penggunaan bantuan, dan pengukuran dampak berbasis hasil. Beberapa program terbukti mampu meningkatkan konsumsi dan meringankan beban rumah tangga miskin, tetapi dampaknya terhadap perubahan struktural, graduasi mandiri, dan penurunan kemiskinan jangka panjang masih tidak merata. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengentasan kemiskinan memerlukan integrasi antara perencanaan, implementasi, dan evaluasi program agar bantuan sosial tidak berhenti sebagai respons administratif, tetapi menjadi instrumen perubahan kesejahteraan yang lebih terarah.