Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The relationship between knowledge and attitudes toward early detection of cervical cancer among female students at Universitas Pendidikan Indonesia Hafshoh Hafshoh; Kania Rahmanisa; Kholifah Fitriani; Triska Triana; Putri Novitasari
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 11 No 1 (2026): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v11i1.4847

Abstract

Cervical cancer is one of the cancers with high incidence and mortality rates in Indonesia. Early detection is a crucial strategy to reduce cervical cancer-related mortality. Adequate knowledge regarding cervical cancer and its early detection plays an important role in shaping positive attitudes toward undergoing screening. However, awareness and participation in early detection among late adolescents, particularly female university students, remain low. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and attitudes toward early detection of cervical cancer among female students at Universitas Pendidikan Indonesia. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted in November 2024. The study involved 100 female students aged 18–24 years from Universitas Pendidikan Indonesia. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that 50% of respondents had good knowledge and 50% had poor knowledge regarding cervical cancer detection, while 79% demonstrated a positive attitude and 21% demonstrated a negative attitude toward early detection. No significant relationship was found between knowledge and attitudes toward early detection of cervical cancer (p = 0.624; p > 0.05). It can be concluded that knowledge was not associated with attitudes toward early detection of cervical cancer among female students at Universitas Pendidikan Indonesia.
ANALISIS DETERMINAN YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP KEJADIAN PREDIABETES DI TAZKIYA LEARNING CENTER Fayza Aulia Azhar; Annisa Tazkiya Muenchenia Moelyadi; Mirzani Herfina; Nisrina Khalisa Zahira; Siti Maulida; Putri Novitasari
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v11i1.6261

Abstract

Latar belakang: Pada tahun 2023, kejadian diabetes di kabupaten Bandung menduduki peringkat pertama penderita terbanyak. Risiko kejadian diabetes dapat diasosiasikan dengan angka prediabetes. Adapun faktor - faktor gaya hidup, pola makan yang kurang baik, genetik, dan komposisi tubuh mempengaruhi kejadian prediabetes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi dengan kejadian prediabetes pada pekerja usia produktif di sekolah Tazkiya Learning Center Kabupaten Bandung. Metode: Penelitian  kuantitatif  dengan  pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian didapatkan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah 27 orang. Analisis data primer dengan melakukan analisis univariat dan bivariat. Uji statistik menggunakan uji chi-square Hasil: Keseluruhan nilai p-value tiap variabel >0.05 yang menunjukan tidak adanya hubungan signifikan. IMT dengan p-value 1 (p>0.05), usia dengan p-value 0.075 (p>0.05), tekanan darah dengan p-value sebesar 0.596 (p>0,05), riwayat DM keluarga dengan p-value sebesar 1 (p>0,05), aktivitas fisik dengan p-value sebesar 0.869 (p>0,05), konsumsi buah dan sayur dengan p-value 1 (p>0.05), makanan dan minuman manis dengan p-value 0.594 (p>0.05), makanan berlemak dengan p-value 1 (p > 0.05), dan minuman berenergi dengan p-value 1 (p > 0.05). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian dan hasil uji statistik, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel yang diteliti dengan kejadian prediabetes pada pekerja usia produktif di Tazkiya Learning Center.    
Physicochemical, Organoleptic, and Nutritional Characteristics of High-Protein Instant Porridge Based on Tofu Dregs and Mackerel (Rastrelliger kanagurta L.) as a Potential High-Protein Complementary Food Ingredient Fauza, Ahdiyatul; Rosdiana, Delita Septia; Abidin, Habibah; Novitasari, Putri; Wulan, Anisa Nur; Damayanti, Safira Tri; Sianipar, Chrisdian Rosmawati
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.3.684-694

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak terjadi di Indonesia dengan prevalensi nasional sebesar 19,8% pada tahun 2024, dan berkaitan erat dengan ketidakcukupan asupan protein hewani maupun nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat organoleptik dan kandungan gizi bubur instan berbahan dasar ampas tahu dan ikan kembung (Rastrelliger kanagurta L.) sebagai bahan potensial untuk pengembangan makanan pendamping tinggi protein. Penelitian menggunakan desain eksperimental murni dengan empat formulasi (F0–F3). Uji hedonik terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, dan penampilan dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih menggunakan skala Likert 5 poin (1=sangat tidak suka, 5=sangat suka), dianalisis secara deskriptif (mean±SD) serta diuji dengan Kruskal–Wallis dilanjutkan uji lanjut Mann–Whitney bila signifikan. Analisis proksimat (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat) dilakukan pada formulasi terpilih. Skor rerata hedonik seluruh atribut dan formulasi berkisar 2,13–3,13 (skala 1–5), menunjukkan tingkat penerimaan yang secara umum berada pada rentang netral hingga agak tidak suka, bukan tingkat kesukaan yang tinggi. Hanya atribut warna yang berbeda signifikan antar formulasi (Kruskal–Wallis, p=0,007), dengan F3 dinilai signifikan lebih disukai daripada F2 (Mann–Whitney, p=0,015); tidak ditemukan perbedaan signifikan pada rasa, aroma, tekstur, maupun penampilan. Formulasi F0 (55 g ikan kembung dan 55 g ampas tahu per resep) dipilih untuk analisis proksimat karena menunjukkan profil sensori paling seimbang tanpa kelemahan kritis pada atribut apa pun, dengan persentase “suka + sangat suka” tertinggi pada rasa (43,4%) dan tekstur (60,0%) di antara keempat formulasi. Analisis proksimat F0 menunjukkan kadar air 10,24%, abu 3,54%, protein 37,80%, lemak 6,81%, dan karbohidrat 41,61%. Kandungan protein melampaui syarat minimal SNI 01-7111.1-2005 untuk MP-ASI bubuk instan (15%), dan kadar lemak memenuhi standar (6–15%), sedangkan kadar air dan abu masih melampaui batas maksimal yang direkomendasikan. Kesimpulannya, bubur instan ampas tahu dan ikan kembung merupakan bahan baku tinggi protein yang menjanjikan untuk pengembangan makanan pendamping, namun optimasi sensori, uji penerimaan langsung pada pengasuh/balita, dan kajian efikasi lebih lanjut masih diperlukan sebelum produk ini dapat dinyatakan sebagai makanan pendamping tervalidasi untuk anak stunting.