Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MANAJEMEN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI KABUPATEN MINAHASA Pelealu, Cinthya Wanda; Kairupan, Sisca Beatrix; Pangkey, Itje
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 5, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jak2p.v5i2.68371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengksplorasi, menganalisis dan mendeksirpsikan manajemen supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah di Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian Kualitatif.  Tehnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis Data yaitu pengumpulan data, reduksi  data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukan tahapan supervisi akademik dimulai dari kegiatan perencanaan supervisi akademik melalui rapat dewan guru serta diinput pada salah satu platform yang digunakan oleh para guru se Indonesia yaitu PMM (Platform Merdeka Mengajar). Pada siklus kegiatan pra-observasi kepala sekolah dan guru melakukan percakapan. Percakapan ini merupakan percakapan yang membangun hubungan antara guru dan supervisor sebagai mitra dalam pengembangan kompetensi. Siklus kedua, observasi yang merupakan tahapan kunjungan kelas oleh supervisor untuk memantau kegiatan guru. Siklus ketiga, pasca observasi yang merupakan tahapan percakapan supervisor dan guru  terkait data hasil observasi. Pada tahap ketiga ini kepala sekolah dan guru  melakukan analisis data, umpan balik, dan membuat rencana pengembangan kompetensi guru. Berdasarkan hasil penelitian guru-guru merasa lebih siap dilaksanakan supervisi akademik setelah melalui tahapan-tahapan observasi.
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN MASYARAKAT BERBASIS ELEKTRONIK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BITUNG Rantung, Marrie Fredrieka Inwil Wulanda; Kairu, Sisca Beatrix; Pangkey, Itje
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 5, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jak2p.v5i2.68403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskirpsikan dan menganalisa bagaimana implementasi kebijakan pelayanan masyarakat berbasis elektronik melalui aplikasi Bitung Digital City di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bitung.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bitung. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pelayanan masyarakat berbasis elektronik melalui Aplikasi Bitung Digital City di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bitung belum maksimal diterapkan karena masih menghadapi berbagai tantangan diantaranya kurangnya sosialisasi kepada masyarkat, kendala infrastruktur, kesulitan penggunaan oleh masyarakat. Kemudian hasil untuk faktor Determinan dalam Penyelenggaraan Pelayanan Berbasis Elektronik yang memengaruhi keberhasilan implementasi aplikasi Bitung Digital City yaitu sikap keberpihakan implementor (pimpinan) belum menunjukkan dukungan kuat terhadap aplikasi ini dan kemitraan dan kolaborasi dengan lembaga terkait belum ada bentuk kerja sama formal yang mendukung efektivitas layanan sehingga pengelolaan hambatan sering kali hanya bersifat situasional.
Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Kotamobagu Tengku Zulfikar Adi Candra; Itje Pangkey; Devie S. R. Siwij
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SPBE melalui aplikasi SIPASTI dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan tata kelola SPBE di Kota Kotamobagu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dilapangan dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan dalam aspek regulasi, peningkatan kapasitas SDM, pelatihan yang lebih merata, dan pemberian insentif bagi admin sangat penting untuk memastikan aplikasi dapat digunakan secara optimal. Diperlukan juga sosialisasi yang lebih luas dan penyediaan anggaran yang memadai untuk mendukung implementasi SPBE yang efektif. Dengan demikian, penguatan infrastruktur, sistem keamanan data, serta integrasi antar instansi juga menjadi kunci untuk keberhasilan transformasi digital dalam pengelolaan layanan kepegawaian agar terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Standar Pelayanan Publik Dalam Pengurusan Administrasi Kependudukan Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Tomohon Priska Triska Nangka; Sisca B. Kairupan; Itje Pangkey
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6502

Abstract

Penelitian ini menganalisis standar pelayanan pengurusan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) di Dinas Dukcapil Kota Tomohon menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian dari 7 informan menunjukkan bahwa pelayanan SKPWNI telah memenuhi standar pelayanan publik, namun masih terdapat beberapa kendala. Masalah utama meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur, sistem informasi yang kurang memadai, komunikasi internal yang tidak terstruktur, serta koordinasi antarinstansi yang lemah. Kendala lain termasuk keterlambatan akibat sistem antrean yang tidak efisien, masalah keabsahan dokumen, pemalsuan data identitas, serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Diperlukan perbaikan pada prosedur, koordinasi, sistem informasi, dan pelatihan petugas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Effectiveness of the Regional Government Information System (SIPD) implemented in the General Affairs Section of the Regional Secretariat of North Minahasa Regency Pinontoan, Victor R.; Pangkey, Itje; Mamonto, Fitri H.
International Journal of Information Technology and Education Vol. 4 No. 3 (2025): June 2025
Publisher : JR Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the effectiveness of the Regional Government Information System (SIPD) implementation in the General Affairs Section of the Regional Secretariat of North Minahasa Regency. SIPD, mandated by Permendagri No. 70/2019, aims to improve transparency, accountability, and efficiency in regional governance by integrating planning, budgeting, execution, reporting, and asset management processes. The primary objectives are to assess the operational performance of SIPD, identify factors inhibiting its effectiveness, and propose strategic recommendations for improvement. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews with key informants, including the Regional Secretary, Head of the General Affairs Section, Budget Treasurer, and SIPD Operators, direct observation of SIPD usage, and document analysis of SIPD reports and related regulatory frameworks. Data were analyzed following Miles and Huberman’s interactive model, encompassing data reduction, presentation, and verification through triangulation. Findings reveal that SIPD has substantially streamlined administrative and financial processes, enabling real-time access to budgetary data, reducing manual paperwork, and enhancing decision-making. However, constraints such as limited human resource capacity, intermittent infrastructural support, incomplete data integration, and resistance to change hinder optimal performance. Challenges arise from inadequate training, inconsistent internet connectivity, and unclear standard operating procedures. The study concludes that while SIPD holds significant potential for modernizing local governance, its efficacy is undermined by technical, human, and organizational barriers. Recommendations include targeted capacity-building programs, infrastructural upgrades, refinement of data protocols, and stronger leadership commitment to foster a culture of digital transformation. These measures are expected to enhance SIPD’s functionality, thereby elevating public service quality and accountability in North Minahasa Regency.
Management of Personnel Information System Application (Simpeg) in North Minahasa Regency Asiking, Ulfa Suryana; Pangkey, Itje; Mamonto, Fitri H.
International Journal of Information Technology and Education Vol. 4 No. 3 (2025): June 2025
Publisher : JR Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the management of the Personnel Information System (SIMPEG) application in North Minahasa Regency, focusing on three main aspects: human resource (HR) management, facilities and infrastructure, and budget support. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The results of the study indicate that although SIMPEG has been implemented quite well, there are several significant obstacles. First, from the HR side, there was a competency gap in operating the SIMPEG advanced module, as well as resistance from employees who still rely on manual systems. Second, facilities and infrastructure, such as network infrastructure and hardware, that are starting to become obsolete hamper system performance. Third, less flexible budget support causes delays in infrastructure rejuvenation and HR training. Based on these findings, this study recommends increasing HR capacity through continuous training and certification, improving IT infrastructure, and optimizing budget allocation to support system sustainability. With these steps, it is hoped that SIMPEG can function more effectively in supporting transparent and efficient personnel governance in North Minahasa Regency.
Peningkatan Sikap Nasionalisme Melalui Mata Pelajaran Sejarah di Kelas X DKV SMK Cokroaminoto Kotamobagu Kodarasi, Febri; Umbase, Ruth Sriana; Pangkey, Itje
Abdurrauf Science and Society Vol. 1 No. 4 (2025): Abdurrauf Science and Society
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/asoc.v1i4.324

Abstract

This study aims to determine and analyze the increase in nationalism attitudes through history subjects in class X students of SMK Cokroaminoto Kotamobagu. The main focus of the study includes understanding students' nationalism attitudes, the role of history teachers, obstacles faced, and efforts made to instill nationalism. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The subjects of the study were class X students and history teachers at SMK Cokroaminoto Kotamobagu. The results of the study indicate that students' nationalism attitudes still need to be improved, as seen from the low participation in activities that reflect love for the country. The role of teachers is very important in instilling nationalist values ??through history teaching methods that touch on students' emotional and intellectual aspects. The main obstacles in fostering nationalism come from the influence of globalization, foreign cultures, and lack of student discipline. Efforts made include increasing history learning activities that contain national values, strengthening the role of teachers as motivators, and involving students in activities that foster a spirit of nationalism. This study suggests that collaboration between schools and parents be strengthened in shaping students' nationalist character. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan sikap nasionalisme melalui mata pelajaran sejarah pada siswa kelas X SMK Cokroaminoto Kotamobagu. Fokus utama penelitian mencakup pemahaman tentang sikap nasionalisme siswa, peran guru sejarah, kendala yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk menanamkan nasionalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan guru sejarah di SMK Cokroaminoto Kotamobagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap nasionalisme siswa masih perlu ditingkatkan, terlihat dari rendahnya partisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang mencerminkan cinta tanah air. Peran guru sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui metode pengajaran sejarah yang menyentuh aspek emosional dan intelektual siswa. Kendala utama dalam menumbuhkan nasionalisme berasal dari pengaruh globalisasi, budaya asing, dan kurangnya kedisiplinan siswa. Upaya yang dilakukan antara lain adalah peningkatan kegiatan pembelajaran sejarah yang bermuatan nilai kebangsaan, penguatan peran guru sebagai motivator, serta melibatkan siswa dalam kegiatan yang menumbuhkan semangat nasionalisme. Penelitian ini menyarankan agar kolaborasi antara sekolah dan orang tua diperkuat dalam membentuk karakter nasionalis siswa. Kata kunci: Peningkatan,  Sikap Nasionalisme, Mata Pelajaran Sejarah
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung Domensili, Christina; Pangkey , Itje; Terry , Hetreda; Tuerah, Paulus Robert
Abdurrauf Science and Society Vol. 1 No. 4 (2025): Abdurrauf Science and Society
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/asoc.v1i4.326

Abstract

The purpose of this study was to analyze the perceptions of teachers in the implementation of the independent learning curriculum at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung and the factors that hinder the implementation of the independent learning curriculum at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. The research method used in this study is qualitative research with data collection techniques through observation, documentation, and interviews. The data sources are the principal and teachers at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. The results of the study indicate that the perceptions of teachers in the implementation of the independent learning curriculum at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung obtained positive conclusions because the teachers at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung were able to implement the independent learning curriculum and were able to adapt to the independent learning curriculum. In addition, the perceptions of teachers at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung have several indicators in the implementation of the independent learning curriculum, including: teacher perceptions of learning planning, learning implementation, assessment techniques in the independent learning curriculum and factors that hinder the implementation of the independent learning curriculum are the quality of human resources that are less than optimal, lack of teacher readiness in implementing the independent learning curriculum and the lack of training that can be followed by teachers Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang persepsi guru dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung dan faktor-faktor yang menghambat implementasi kurikulum merdeka belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data adalah kepala sekolah dan guru di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi guru dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung didapatkan kesimpulan yang positif karena guru yang ada di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung mampu menerapkan kurikulum merdeka belajar dan mampu menyesuaikan diri dengan kurikulum merdeka belajar. Selain itu juga persepsi guru di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung memiliki beberapa indikator dalam implementasi kurikulum merdeka belajar antara lain: persepsi guru terhadap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, teknik penilaian pada kurikulum merdeka belajar dan faktor–faktor yang menghambat dalam implementasi kurikulum merdeka belajar adalah mutu sumber daya manusia yang kurang maksimal, kurangnya kesiapan guru dalam implemetasi kurikulum merdeka belajar dan masih kurangnya pelatihan yang dapat diikuti oleh guru. Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka Belajar, Persepsi Guru
Pergeseran Nilai-Nilai Budaya dalam Kehidupan Masyarakat Desa Kauditan 1 Kabupaten Minahasa Utara: Kajian Tentang Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Mapalus Katuuk, Dessy Trully Caterine; Kerebungu, Ferdinand; Pangkey, Itje; Tuerah, Paulus R.
Abdurrauf Science and Society Vol. 1 No. 4 (2025): Abdurrauf Science and Society
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/asoc.v1i4.327

Abstract

This research examines the shift of Mapalus cultural values in the life of the people of Kauditan 1 Village, North Minahasa Regency. The focus of the research includes identification of Mapalus values, analysis of its shift, and efforts to preserve it. Qualitative research method with the determination of research subjects by purposive method. Data collection techniques are observation, interviews, documentation using qualitative analysis according to Milles and Hubberman. The research results are as follows: 1) The types of Mapalus activities that exist in the life of the Kauditan 1 Village community, namely: Mapalus activities in farming, Mapalus activities in social life: helping when there is a natural disaster, death, or accident, Mapalus activities in building houses, repairing roofs, digging wells, Mapalus activities in terms of parties, such as weddings, circumcisions, and Mapalus activities to make irrigation, bridges, and build or repair roads. 2) Mapalus culture that is considered important in the life of the community, namely: Mapalus farming, Mapalus culture in social activities such as death, marriage, and repairing public facilities or what is known as social service. 3) Shifts or changes in cultural values in Mapalus activities, namely Changes in Mapalus work replaced with money (paying services and wages), The existence of organic solidarity, which considers hiring labour more practical, The fading of the value of togetherness in society, and Changes in social behaviour, and 4) Efforts to preserve cultural values in Mapalus or mapalus activities in community life, namely: as follows: a) Providing learning mapalus values to the general public, b) Socialisation process to the community about the values of togetherness, c) Strengthening existing Mapalus or mapalus activities, and d) Reviving Mapalus or mapalus activities. Abstrak: Penelitian ini mengkaji pergeseran nilai-nilai budaya mapalus dalam kehidupan masyarakat Desa Kauditan 1 Kabupaten Minahasa Utara. Fokus penelitian meliputi identifikasi nilai-nilai Mapalus, analisis pergeserannya, dan upaya pelestariannya. Metode penelitian kualitatif dengan penentuan subyek penelitian dengan cara pusposive. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dokumentasi menggunakan analisis kualitatif menurut Milles dan Hubberman. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Jenis-jenis kegiatan mapalus yang ada dalam kehidupan masyarakat desa kauditan 1, yakni: kegiatan mapalus dalam bercocok tanam, kegiatan mapalus dalam kehidupan sosial: membantu saat ada bencana alam, kematian, atau kecelakaan, kegiatan mapalus dalam membangun rumah, memperbaiki atap, menggali sumur, kegiatan mapalus dalam hal pesta, seperti pernikahan, khitanan, dan kegiatan mapalus membuat irigasi, jembatan, dan membangun ataupun memperbaiki jalan. 2) Budaya mapalus yang dianggap penting dalam kehidupan masyarakat yakni: mapalus bercocok tanam, budaya mapalus dalam kegiatan sosial seperti kematian, pernikahan, dan memperbaiki fasilitas umum atau yang dikenal dengan kerja bakti sosial. 3) Pergeseran atau perubahan nilai-nilai budaya dalam kegiatan mapalus yakni terjadi perubahan kerja mapalus diganti dengan uang (membayar jasa dan upah), adanya solidaritas organik, yang menganggap sewa buruh lebih praktis, lunturnya nilai kebersamaan dalam masyarakat, dan perubahan perilaku sosial, dan 4) Usaha melestarikan nilai- nilai budaya dalam kegiatan mapalus atau mapalus dalam kehidupan bermasyarakat yakni: a) Pemberian pembelajaran nilai-nilai mapalus pada masyarakat umum, b) Proses sosialisasi kepada masyarakat tentang nilai-nilai kebersamaan, c) Penguatan kegiatan mapalus atau mapalus yang ada, dan d) menghidupkan kegiatan mapalus atau mapalus. Kata kunci: Pergeseran nilai, Nilai budaya, Mapalus
Peran Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Kota Bitung Joany M. Paulus; Itje Pangkey; J. E. H. Mokat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.10351

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Kota Bitung menunjukkan penurunan prevalensi stunting secara signifikan, salah satunya berkat peran aktif Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran TP-PKK dalam strategi percepatan penurunan stunting, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta menilai efektivitas edukasi yang diberikan kepada masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menggali kontribusi TP-PKK dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, kapasitas kader, dan inovasi program. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan kolaboratif dan strategis dalam intervensi stunting.