Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Rubrik Berpikir Kreatif Siswa Menengah Atas dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Fitriani, Silvia; Yarmayani, Ayu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.472

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik produk pengembangan rubrik keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah matematika pada materi program linier dan mengetahui Kelayakan rubrik ketrampilan berfikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah matematika, melalui penilaian guru matematika SMA sebagai pengguna dan pertimbangan validasi (ahli). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan model pengembangan yang digunakan yaitu 4D, model pengembangan ini terdiri dari 4 tahap sesuai dengan namanya, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Karena keterbatasan waktu maka penelitian hanya dilakukan sampai pada tahap develop (pengembangan). Berdasarkan penilaian dari validator dan guru, instrumen yang dikembangkan sudah layak dan dapat diterapkan untuk siswa kelas XI IPA.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL GUNA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MTSS JAUHARUL ISLAM DI PENYENGAT OLAK KABUPATEN MUARO JAMBI Afrila, Diliza; Yarmayani, Ayu; Pamungkas, Satriyo; Syaputra, Deki; Albetris, Albetris; Siregar, Akhmad Irwansyah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sosial Humaniora Vol 3 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/abdimasekodiksosiora.v3i2.6800

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada guru MTSs Jauharul Islam di Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi tentang penyusunan modul, sehingga setelah pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) guru memiliki kemampuan untuk mengembangkan bahan ajar sendiri berupa modul. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan formal di sekolah ditentukan oleh beberapa unsur, yaitu tenaga pendidik, peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Unsur-unsur pendidikan tersebut saling berkaitan antara satu dengan lainnya, sehingga pendidikan yang berkualitas dapat terwujud. Dari beberapa unsur pendidikan tersebut yang sangat erat kaitannya dengan keberhasilan siswa adalah guru. Modul ajar merupakan suatu alat yang mana akan digunakan pada kegiatan pembelajaran berupa rancangan sesuai dengan perkembangan peserta didik.
UPAYA PEMULIHAN PEMBELAJARAN PADA PENGUATAN PROFIL PELAJAR “MEDIA PEMBELAJARAN MATERI GARIS DAN SUDUT” Yarmayani, Ayu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sosial Humaniora Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/abdimasekodiksosiora.v4i1.7196

Abstract

Pembelajaran matematika harus bermakna, artinya siswa melihat bahwa matematika penting untuk dirinya kelak karena dapat membantunya memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan demikian sebaiknya soal-soal matematika itu dimulai dari masalah-masalah yang realistik bagi siswa artinya dapat dibayangkan oleh siswa atau berkaitan dengan dunia nyata. Serangkaian kegiatan pembelajaran matematika yang dilaksanakan oleh guru diharapkan mencapai keberhasilan belajar di sekolah, keberhasilan tersebut juga di pengaruhi oleh keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Setiap kegiatan belajar yang sedang berlangsung hendaknya melibatkan seluruh siswa, sehingga siswa tersebut dapat berpartisipasi aktif dalam materi yang sedang dibicarakan. Untuk membuat siswa berpartisipasi aktif di perlukan suatu usaha yang dapat membuat suasana pembelajaran lebih menarik. Berhasil tidaknya proses pembelajaran di kelas juga ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengajar. Untuk itu guru perlu menciptakan suatu kondisi belajar yang memungkinkan siswa aktif dalam belajar sehingga minat dan motivasi untuk belajar akan meningkat. Minat dan motivasi belajar yang mendorong siswa akan terlihat pada hasil belajarnya. Salah satunya dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada aspek kognitif yang mencapai nilai ketuntasan belajar yang telah ditetapkan pada masing-masing sekolah.
KEMAMPUAN REPRESENTASI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA BELAJAR Yarmayani, Ayu
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.84

Abstract

Solving problems requires the ability to recall the information needed and represented both visually and verbally. This information is obtained, managed and recalled through a system called learning style. This research was conducted at Asy-Syifa Al-Inayah Middle School, Jambi City, with the aim of obtaining a description of student representation in solving mathematical problems. Subjects in this study were selected using purposive sampling based on visual, auditory and kinesthetic learning styles. It is hoped that this research will provide benefits in improving mathematics learning. The results of the research show that the representation of auditory students and visual students in solving mathematical problems each fulfills three indicators, while kinesthetic students only fulfill two indicators of mathematical representation. In presenting information, visual and auditory subjects each tend to present it in the form of images (geometry or number patterns) and create situations based on the problem given. Meanwhile, kinesthetic subjects tend to only create images to clarify problems and facilitate their resolution. In solving problems, both visual and auditory subjects are able to solve problems by making patterns based on the problem given and making conclusions from a pattern. It's just that auditory subjects can shorten problem solving steps by using mathematical expressions. Meanwhile, kinesthetic subjects experience problems in solving combinatorics problems, where they are unable to present images or patterns that can help solve the problem.
KEMAMPUAN REPRESENTASI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA BELAJAR Yarmayani, Ayu
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.85

Abstract

Solving problems requires the ability to recall the information needed and represented both visually and verbally. This information is obtained, managed and recalled through a system called learning style. This research was conducted at Asy-Syifa Al-Inayah Middle School, Jambi City, with the aim of obtaining a description of student representation in solving mathematical problems. Subjects in this study were selected using purposive sampling based on visual, auditory and kinesthetic learning styles. It is hoped that this research will provide benefits in improving mathematics learning. The results of the research show that the representation of auditory students and visual students in solving mathematical problems each fulfills three indicators, while kinesthetic students only fulfill two indicators of mathematical representation. In presenting information, visual and auditory subjects each tend to present it in the form of images (geometry or number patterns) and create situations based on the problem given. Meanwhile, kinesthetic subjects tend to only create images to clarify problems and facilitate their resolution. In solving problems, both visual and auditory subjects are able to solve problems by making patterns based on the problem given and making conclusions from a pattern. It's just that auditory subjects can shorten problem solving steps by using mathematical expressions. Meanwhile, kinesthetic subjects experience problems in solving combinatorics problems, where they are unable to present images or patterns that can help solve the problem.
PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 9 KOTA JAMBI Wijaya, Candra; Zulyadaini, Zulyadaini; Defitriani, Eni; yarmayani, Ayu
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v8i1.391

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh self efficacy siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 9 Kota Jambi. Selama proses pembelajaran berlangsung di sekolah faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa salah satunya, yaitu keyakinan siswa dalam mengkomunikasikan ide-ide matematis, atau disebut juga self efficacy. Self efficacy merupakan kayakinan diri yang dimiliki oleh setiap individu terhadap kemampuan yang dimilikinya dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh self efficacy terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan uji regresi linear sederhana yang bertujuan untuk mengukur pengaruh yang signifikan antara self efficacy siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 9 Kota Jambi Tahun Ajaran 2022/2023 dengan jumlah keseluruhan 108 siswa yang terbagi menjadi 3 kelas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 siswa yang terbagi menjadi 3 kelas yang diambil secara random sampling (acak). Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket dan tes uraian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS 21 terdiri dari analisis deskriptif, uji persyaratan analisis data, dan pengujian hipotesis. Uji persyaratan analisis data yang digunakan, yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linearitas.