Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Prosesi Mappaturru Sayyang Sebagai Media Penghubung dalam Pertunjukan Sayyang Pattudu di Mandar Sulawesi Barat Heriyati Yatim; Andi Jamilah; Syakhruni Syakhruni
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.297 KB)

Abstract

Abstract. Sayyang Patuddu is a dancing horse in the form of performing arts carried out at certain moments in the procession of completing the completion of reading the Qur'an, weddings, commemorating the birthday of the Prophet Muhammad SAW, this show originates from Polewali Mandar, West Sulawesi. This show has been known since the 16th century during the reign of King IV of the Balanipa kingdom, namely Mara'dia Kanna Pattang Daengta Tommuane. At first a Sufi Named KH. Muhammad Thahir was known as Imam Lapeo (1838–1952). It is said that when Imam Lapeo went to Mecca he was inspired by several camels that were paraded around, around Jabal Rahmah, this inspired him so he trained a horse and became a means of motivating children in the Polewali area. Mandar asked that after completing the Qur'an he would be invited to ride a horse and be paraded around the village as a sign that the child was proficient at reading the Qur'an, this has become a cultural tradition in the Polewali Mandar area. The owner of Sayyang Patuddu did many things so that the performance in the community could be carried out properly, including diligently training his horse every night after washing it since the afternoon and resting it in the stable. This process is not easy, but the coaches are trying to make an intensive approach to create harmony and synergy between them. With a stick as a teaching aid, horses can be trained to lift their legs while nodding and shaking their heads. During performances, it is customary to listen to tambourine music (Qasidahan/Salawatan) as an accompaniment to Sayyang Patuddu at every performance. Keywords: Sayyang, Pattudu, Performance
Tari Pallake Sebagai Kearifan Lokal di Desa Ongko Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Yatim, Heriyati
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berjudul Keberadaan tari Pallake di desa Ongko Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar Provinsi  Sulawesi Barat. Bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang keberadaan tari Pallake sebagai warisan budaya yang mulai terlupakan di era modernitas saat ini, Hasil penulisan secara konseptual menghasilkan bahwa perlunya pelestarian tari tari tradisional yang ada didaerah khususnya didaerah mandar Sulawesi barat. Dari keberadaan tari Pallake ini maka masalah penelitian dirumuskan bagaimana keberadaan tari Pallake di desa Ongko Kecamatan Campalagian Polewali Mandar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data, studi Pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dari penari Pallake, pemusik, pemangku adat, pemerhati budaya dan budayawan . Hasil penelitian dapat disimpulkan bawa, tari Pallake masih eksis hingga saat ini  Hasil ini menunjukan bahwa tari Pallake merupakan tari yang di sakralkan dan merupakan simbol pemersatu dalam mengemban rasa solidaritas persaudaraan, keberadaan tari Pallake di desa Ongko campalagian Polewali Mandar masih dapat kita temui sampai sekarang ini yang keberadaannya masih terlihat di pertunjukan pesta perkawinan, acara sunatan, hajatan dan upacara adat lainnya, juga diprogramkan diacara tahunan yang dilakukan oleh masyarakat setempat sebagai sarana pelestarian budaya dari sisi perkembangannya telah menyesuaikan dengan kondisi saat ini dimana fungsi dan perannya telah mengalami perkembangan sesuai tuntutan zaman yang berubah.  Kata Kunci: Tari, Pallake, Kearifan Lokal