Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MENGGAMBAR BAGAN (Studi terhadap Mahasiswa Seni Rupa FBS UNM) Jalil, Jalil
JURNAL IMAJINASI Vol 3, No 6 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v3i6.9524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kemampuan mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa FBS UNM, Makassar dalam Menggambar Bagan. Data dan informasi ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan masukan bagi jurusan dalam pembinaan dan pengembangan mata kuliah Menggambar Bagan. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui pengamatan dengan menggunakan format observasi, dokumentasi, dan wawancara bebas. Analisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif-kuantitatif melalui ragam persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam Menggambar Bagan relatif rendah, yang antara lain disebabkan oleh kurangnya motivasi mereka dalam belajar/latihan menggambar. Sedangkan motivasi mahasiswa dalam Menggambar Bagan, erat hubungannya dengan potensi bakat dasar menggambar yang dimiliki. 
Ekstrakulikuler Seni Tari dalam Mempengaruhi Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Negeri 4 Rappang Syakhruni, Syakhruni; Jalil, Jalil
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study aims to answer the problem of learning dance extracurricular activities at SDN 4 Rappang and learning dance in influencing creativity in extracurricular activities at SDN 4 Rappang. This type of research is descriptive qualitative research. The subjects of this study were students who joined the extracurricular activities of SDN 4 Rappang. This research study focuses on the implementation of dance learning in extracurricular activities at SDN 4 Rappang, which includes what the material is taught, the methods used in learning dance in relation to the creativity of students' movements.  Keywords: Extracurricular Activities, Dance, Creativity
Penerapan Aliran Dekoratif dengan Tema Upacara Adat Sulawesi Selatan pada Mata Kuliah Seni Lukis Non Realis dalam Rangka Melestarikan Budaya Lokal di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Jalil, Jalil; Syakhruni, Syakhruni
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Teknik lukis dekoratif yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia adalah salah satu hasil budaya lokal yang menjadi kebiasaan dan adat istiadat yang lahir secara alamiah, berkembang, dan sudah menjadi kebiasaan. Sulawesi Selatan adalah salah satu daerah yang memiliki budaya lokal yang masih sangat kuat, terdapat pada suku besar yang menghuni wilayahnya, yaitu Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar. Kenyataan menggambarkan bahwa budaya lokal manapun seiring perkembangan waktu senantiasa mengalami perubahan bahkan pada akhirnya beberapa budaya lokal menjadi hilang. Penelitian ini adalah bentuk pelestarian budaya lokal dengan menerapkan aliran dekoratif dengan tema upacara adat Sulawesi Selatan pada mata kuliah Seni Lukis Non Realis pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa FSD UNM telah menerapkan aliran dekoratif dengan tema upacara adat Sulawesi Selatan pada mata kuliah seni lukis non realis. Ide utama dari lukisan yang dibuat oleh mahasiswa adalah upacara adat dari Sulawesi Selatan merupakan gagasan pelestarian dalam wujud respon dari berubah dan hilangnnya beberapa budaya lokal.  Kata Kunci: lukis, dekoratif, mahasiswa, non realis
Model UNIE-C (Understand, Need, Interaction, Expression - Creativity) pada Pembelajaran Tari di SMA Negeri 2 Majene Syakhruni, Syakhruni; Jalil, Jalil
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Seni tari mampu memberikan pengalaman kreatif kepada anak-anak dan harus diajarkan sebagai salah satu cara untuk mengalami dan menyatakan kembali nilai estetik yang dialami dalam kehidupan. Kenyataan di lapangan dalam kaitannya dengan pendidikan seni tari dan kreativitas siswa, bahwa secara empirik permasalahan rendahnya pengembangan kreatifitas anak didik, lebih banyak disebabkan oleh ketidakmampuan guru dalam mengelola pembelajaran seni tari untuk mengembangkan kreativitas siswanya. Model UNIE-C adalah model pembelajaran seni tari yang mengacu pada pendekatan 4 (empat) hal yaitu: understand, need, interaction, dan expression selanjutnya diakumulasi sebagai bentuk creativity. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan Model UNIE-C  pada pembelajaran tari di SMA Negeri 2 Majene. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Majene. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa pada mata pelajaran seni budaya yang merupakan informan utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pelaksanaan teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini didasarkan pada kriterium tertentu. Hasil yang didapatkan adalah gerak tari yang dikembangkan dalam model UNIE-C dibuat berdasarkan pengalaman peserta didik tanpa harus meniru gerakan tari sebagai sebuah penampilan utuh, gerakan tari yang dibuat berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakan oleh peserta didik.  Kata Kunci: tari, pembelajaran, gerak, model UNIE-C
MODEL UNIE-C PADA PEMBELAJARAN TARI Syakhruni, Syakhruni; Jalil, Jalil; Yatim, Heriyati; Satriadi, Satriadi
JURNAL PAKARENA Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v8i2.53935

Abstract

Seni tari memiliki potensi untuk memberikan pengalaman kreatif kepada anak-anak dan seharusnya diajarkan sebagai metode untuk menggambarkan kembali nilai estetik yang mereka alami dalam kehidupan. Faktanya, dalam konteks pendidikan seni tari dan kreativitas siswa, permasalahan rendahnya pengembangan kreativitas anak didik secara empiris lebih banyak disebabkan oleh kurangnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran seni tari untuk merangsang kreativitas siswa. Model UNIE-C, sebagai pendekatan pembelajaran seni tari, mencakup empat aspek: pemahaman, kebutuhan, interaksi, dan ekspresi, yang kemudian diintegrasikan sebagai bentuk kreativitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan Model UNIE-C dalam pembelajaran tari di SMA Negeri 2 Majene. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pelaksanaan penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Majene. Subjek penelitian melibatkan guru dan siswa pada mata pelajaran seni budaya sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dievaluasi berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak tari yang dikembangkan dalam Model UNIE-C dibentuk oleh pengalaman peserta didik, tanpa perlu meniru gerakan tari sebagai suatu penampilan lengkap, dan gerakan tari ini dipengaruhi oleh apa yang dilihat dan dirasakan oleh peserta didik.
Estimation of Fishing Ground Based on Distribution of Fishing Vessels and Oceanographic Factors in WPPNRI 573 Panggabean, Donwill; Sudarmo, Agnes Puspitasari; Anwar, Kasful; Jalil, Jalil; Nazzla, Rauzatul
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 6, No 1 (2023): (Juni, 2023)
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v6i1.12752

Abstract

Fisheries Management Area of Republic of Indonesia (FMARI) 573 has great potential and needs to be supported by complete and accurate information, especially fishing ground locations so that the fisheries sector can become better. This study aims to estimate the location of the fishing ground in the western of FMARI 573 based on the movement of fishing vessels carrying out fishing operations, as well as sea surface temperature (SST) conditions and chlorophyll-a concentrations. The data used is a 10 year time series of AQUA-MODIS and SNPP-VIIRS satellite images. Analysis of chlorophyll-a and SST using ArcGis, while estimation of fishing ground locations with overlay techniques between ship distribution with SST conditions and chlorophyll-a concentrations. The results showed that the average SST value was relatively higher during Transitional Season I compared to the other three seasons. The average seasonal chlorophyll-a concentration fluctuates, the maximum value occurs in the Western Season and the minimum in the East Season. The concentration and distribution of fishing vessels indicate fishing ground areas in Pangandaran waters and along the coast of Binuangeun waters and Palabuhan Ratu Bay. 
Pelatihan Tari dengan Metode BrainDance sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal di SMP Negeri 3 Pattallassang Syakhruni, Syakhruni; Jalil, Jalil
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari merupakan ekspresi yang mengandung makna mendalam dari suatu budaya. Praktik tari di sekolah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pengalaman-pengalaman kebudayaan. Kenyataan menggambarkan bahwa budaya lokal manapun seiring perkembangan waktu senantiasa mengalami perubahan bahkan pada akhirnya beberapa budaya lokal menjadi hilang. Salah satu bentuk pelatihan tari yang dapat digunakan sebagai media pelestarian budaya lokal adalah melalui braindance. Braindance adalah upaya untuk menstimulus kesiapan peserta didik dalam proses tari kreatif atau metode kreatif. Atas dasar permasalahan tersebut maka dibuatlah sebuah program kegiatan masyarakat “Pelatihan Tari dengan Metode BrainDance sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal di SMP Negeri 3 Pattallassang” dengan tujuan menjadikan pelatihan tari sebagai media pelestarian budaya lokal sehingga mempengaruhi cara pandang mereka kepada diri sendiri terhadap warisan budaya.
Kesesuaian Daerah Penangkapan Ikan di Taman Wisata Perairan (TWP) di Timur Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau Karmila, Mila; Yuliana, Ernik; Jalil, Jalil
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7042

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Bintan Provinsi Kepulauan Riau telah ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sesuai KEPMEN-KP-18 Tahun 2022 dikelola sebagai Taman Wisata Perairan. Tujuan penelitian menganalisis kesesuaian daerah penangkapan ikan di kawasan TWP di Timur Pulau Bintan berdasarkan peta potensi penangkapan ikan, menganalisis persepsi nelayan terhadap alat tangkap ramah lingkungan menurut CCRF dan menganalisis kepatuhan nelayan terhadap penggunaan alat tangkap ramah lingkungan di kawasan TWP Timur Pulau Bintan dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakanpada bulan Maret sampai dengan Mei 2024 di Area II TWP Timur Pulau Bintan (Kecamatan Gunung Kijang). Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara menggunakan kuisioner CCRF. Analisis data menggunakan penyesusaian faktor oseanografi perairan dengan tabel kriteria kesesuaian keberadaan ikan, persepsi nelayan dianalisis menggunakan pembobotan nilai kuisioner dan kepatuhan nelayan dianlisis dengan membandingkan aturan pemerintah, data dari pihak terkait dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan peta potensi penangkapan ikan pelagis berada di sekitar Pulau Malangsama, Pulau Malang Pandan dan di Pesisir Perairan Kelurahan Kawal, selanjutnya diikuti oleh lokasi di daerah Pulau Nikoi, Pulau Beralas Pasir dan Pulau Beralas Bakau dan yang terakhir lokasi penangkapan ikan demersal adalah di Pulau Penyusuk, sedangkan untuk daerah penangkapan ikan yang memiliki potensial tertinggi untuk ikan pelagis adalah perairan yang beada di antara Pulau Malangsama, Malang Pandan dan Mangkil sedangkan prioritas kedua yaitu perairan Pulau Nikoi dan Pulau Penyusuk, sedangkan priotiras 3 berlokasi di perairan yang berada diatas Pulau Nikoi. Alat tangkap yang digunakan nelayan di Area II TWP Timur Pulau Bintan termasuk alat tangkap yang masuk dalam katagori ramah lingkungan dan nelayan memiliki tingkat kepatuhan yang sangat tinggi terhadap aturan yang ada baik terkait penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan, kepemilikan dokumen kapal dan kesesuaian jalur penangkapan ikan.
Pandangan Al-Ghazali mengenai Pendidikan Akliah (Tinjauan Teoretis Dan Filosofis) Jalil, Jalil
JURNAL PEDAGOGY Vol. 10 No. 1 (2017): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v10i1.47

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan Al-Ghazali mengenai pendidikan akliah dalam Islam. Dalam pandangannya, Islam memberikan penghargaan yang tinggi terhadap akal. Banyak dari ayat Al-Qur"Ÿan dan Hadits Nabi yang menganjurkan untuk mempergunakan akalnya dan banyak berpikir guna mengembangkan intelektualnya. Merujuk kepada ayat-ayat Al-Qur"Ÿan yang di dalamnya terdapat berbagai kata seperti dabbara, nazara, faqiha, tafakkara, Al-Ghazali aqala mengkaitkan kegunaan akal dengan kekuatan daya pikirnya. Pendekatan yang digunakan berbasis teoritis dan filosofis, dengan merujuk kepada ayat Qur"Ÿan dengan keunggulan akal dalam skala makro berpikir manusia, serta pendapat para tokoh. Hasil dari pembahasan didapatkan, bahwa akallah yang menemukan isyarat-isyarat ilmu pengetahuan yang dalam tahap selanjutnya dapat memperkokoh keimanan, keyakinan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Akal adalah sumber ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan yang dipergunakan untuk menciptakan alat-alat yang berguna dan menghadapi problem-problem manusia. Al-Ghazali menghendaki perkembangan akal, disamping ingin menjauhkan manusia dari manusia yang individualis, materialis dan pragmatis. Beliau menghendaki adanya keseimbangan antara kemajuan akal dan penghayatan spiritual, keseimbangan antara kegunaan dan kebenaran, sehingga pendidikan yang dicapai tidak hanya memiliki, tetapi juga memuat azas tanggung jawab kepada Tuhan,pencipta akal. Kata Kunci: Pendidikan, Akliah.
NILAI-NILAI LOKAL DALAM PEMBANGUNAN RUMAH TRADISIONAL BUGIS UNTUK PENDIDIKAN SENI DAN SDGs Jalil, Jalil
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.73498

Abstract

Rumah tradisional Bugis sangat penting bagi warisan budaya Indonesia, yang mencerminkan keindahan arsitektur dan nilai-nilai sosial, budaya, dan lingkungan. Di era globalisasi dan perubahan iklim, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan mendukung keberlanjutan berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Studi ini meneliti bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam membangun rumah Bugis dapat memperkaya pendidikan seni dan mendukung SDGs. Analisis ini mencakup karakteristik arsitektur Bugis, penerapan nilai-nilai budaya dalam desain, dan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Studi kualitatif ini mengadopsi pendekatan etnografi untuk memahami budaya, nilai-nilai, dan praktik sosial dalam membangun rumah tradisional Bugis. Studi ini mengungkapkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai lokal memperkaya pendidikan seni melalui pemahaman budaya. Menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam desain dan konstruksi rumah mendukung tujuan SDG seperti perlindungan lingkungan, efisiensi sumber daya, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap pelestarian budaya, pendidikan seni, dan keberlanjutan, memperkuat identitas budaya Bugis dan menjadi model global arsitektur berkelanjutan. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam membangun rumah tradisional Bugis sangat penting bagi masyarakat berkelanjutan yang penuh dengan kearifan lokal.