Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh AKtivator, Konsekuensi dan Behaviour Base Safety Terhadap Perilaku Aman Di PT. Industri Kapal Indonesia Makassar Muhammad Rifo Rianto; Nurhaedar Jafar; Muhammad Ikhtiar; Arman; Haeruddin; Nurmiati Muchlis
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1061

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan kerja dapat terjadi akibat dari perilaku yang tidak aman atau unsafe action sehingga perilaku aman dalam berkerja adalah tindakan yang dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Dalam pembentukan perilaku dapat dilakukan dengan beberapa intervensi perilaku yakni adalah activator, konsekuensi dan behaviour base safety. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 50 dan analisis data menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara parsial activator terhadap perilaku aman dengan nilai thitung (2,159) > ttabel (2.01290) dan tingkat signifikansi 0,036 < 0.05, dan tidak terdapat pengaruh secara parsial konsekuensi terhadap perilaku aman dengan nilai thitung (0.590) < ttabel (2.01290) dan tingkat signifikansi 0,558 > 0.05, serta tidak terdapat pengaruh secara parsial behaviour base safety terhadap perilaku aman dengan nilai thitung (0.897) < ttabel (2.01290) dengan tingkat signifikansi 0,374 > 0.05. Kesimpulan: Penerapan activator seperti manajemen, prosedur, peraturan K3 dan pengetahuan serta persepsi berpengaruh secara signifikan dalam pembentukan perilaku aman namun konsekuensi dan behavioral base safety tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku aman pekerja.
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Terapi Antiretroviral (ARV) pada Pengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar Tahun 2022 Juniarti Djumadi; Fatmah Afrianty Gobel; Arman Arman
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1193

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan penggunaan obat ARV memberikan dampak positif bagi kesehatan individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terapi antiretroviral (ARV) pada pengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar tahun 2022. Metode: Metode penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengidap HIV/AIDS yang terapi ARV di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar sebanyak 80 pasien dengan menggunakan total sampling. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara pengetahuan terapi ARV (ρ=0,624), efek samping obat (ρ=0,018), jaminan kesehatan (ρ=0,001), akses layanan kesehatan (ρ= ρ=0,340), dukungan keluarga (ρ=0,000), dan dukungan teman sebaya (ρ=0,051) dengan kepatuhan terapi ARV pada pengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar tahun 2022. Hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan terapi ARV pada pengidap HIV/AIDS adalah dukungan keluarga dengan OR=124,533 (95% CI: 9,504-1631,745) dan nilai ρ=0,000. Kesimpulan: dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara efek samping obat, jaminan kesehatan, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan terapi ARV pada pengidap HIV/AIDS, sedangkan pengetahuan terapi ARV, akses layanan kesehatan, dan dukungan teman sebaya tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan terapi ARV pada pengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar tahun 2022.
Kerjasama Dalam Unit dan Keterbukaan Komunikasi terhadap Persepsi Pelaporan Kesalahan Medis oleh Tenaga Kesehatan di RSUD Bantaeng Andi Hartawan; Suharni A. Fachrin; Arman
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v1i2.251

Abstract

Tingkat pelaporan kesalahan medis di Indonesia masih rendah. Pelaporan yang rendah disebabkan oleh ketidaktepatan persepsi tenaga kesehatan terhadap pelaporan kesalahan medis. Masalah ini dapat diatasi dengan penerapan budaya keselamatan pasien yang adekuat. Budaya keselamatan pasien merupakan pondasi utama dalam menuju keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kerjasama dalam unit dan keterbukaan komunikasi terhadap persepsi pelaporan kesalahan medis oleh Tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bantaeng. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cros-sectional dan besar sampel penelitian adalah 133 perawat. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner HSOPSC dari AHRQ versi Bahasa Indonesia dan kuesioner persepsi dari Beginta (2012). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang ditemukan berpengaruh terhadap persepsi pelaporan kesalahan medis adalah harapan dan tindakan promotif keselamatan oleh manajer ( p value = 0,001), perbaikan berkelanjutan ( p value = 0,001), kerjasama dalam unit ( p value = 0,000), keterbukaan komunikasi ( p value = 0,000), umpan balik dan komunikasi ( p value = 0,000), respon yang tidak menyalahkan ( p value = 0,044), penyusunan staf ( p value = 0,000). Variabel perbaikan berkelanjutan dan kerjasama dalam unit rumah sakit merupakan faktor yang paling berhubungan terhadap persepsi pelaporan kesalahan medis dengan nilai Exp (B) masing-masing yaitu 19.927. Saran dalam penelitian adalah perlu adanya sosialisasi dan pelatihan terkait pelaporan kesalahan medis serta program peningkatan Budaya keselamatan pasien untuk meningkatkan persepsi positif terhadap pelaporan kesalahan medis di rumah sakit.

Edukasi Kelompok Kader tentang Gizi Seimbang dalam Rangka Pencegahan Stunting Arman; Sumiaty umy
Window of Community Dedication Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v3i1.188

Abstract

Penelitian menunjukkan anak (6-23 bulan) yang Stunting selain memilki tingkat IQ yang lebih rendah, mereka juga memiliki penilaian lebih rendah pada psikomotor. Kader posyandu dapat berperan dalam proses alih informasi dan keterampilan kesehatan kepada masyarakat.Kabupaten Maros merupakan salah satu Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2021 dan Desa Pucak adalah salah satu desa pengabdian UMI. Tujuan PkM adalah meningkatkan pengetahuanKader posyandu tentang gizi seimbang dalam upaya pencegahan Stunting. Solusi yang ditawarkan adalah Peningkatan pengetahuan tentang Stunting dan gizi seimbang melalui metode ceramah dan pembagian Brosur. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM yaitu ceramah dan pembagian Brosur. Pelaksanaan Kegiatan PkM ini dilakukan tiga sesi yaitu 1)Pengisian pre test oleh Kader, 2)Pemberian Materi yaitu Stunting, Gizi Seimbang pada Balita dan Resep MP-ASI 6-24 Bulan, 3)Pengisian Post test oleh Kader. Kesimpulan bahwa edukasi tentang gizi seimbang dalam rangka pencegahan Stunting menunjukkan bahwa terjadi perubahan pengetahuan Kader dengan Mean atau rata-rata nilai posttest 9,3846 di mana lebih besar dari pada nilai pretest yaitu 8,2308. Diharapkan Kader dapat mengimplementasikan informasi yang diperoleh pada saat pelatihan kepada ibu baduta sehingga dapat mencegah terjadinya Stunting pada anaknya.
The Effect of Implementing Occupational Safety and Health Programs on Employee Productivity at PT. Consolidated Electric (CEPA) Power Asia Wajo District Karlyna Bte Muhammad; Yahya Thamrin; Arman A
An Idea Health Journal Vol 1 No 03 (2021): NOVEMBER
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v1i02.45

Abstract

Occupational health and safety programs have been implemented by many organizations which it is aimed to reduce or avoid risk of work accidents. The occupational health and safety management system is a systematic and comprehensive occupational health and safety management concept in a complete management system. Through the process of planning, implementing, measuring, and monitoring. This research was a quantitative research with analytical observational method through a Cross Sectional Study approach. The data was analyzed by Chi- Square test and Logistic Regression test. The sampling technique used in this study was total sampling with 40 employees as samples. The results of the study using the Chi-Square test for the P-Value measurement and monitoring variable of 0.001, the P-Value Accident Prevention variable of 0.000, the P-Value Disease Prevention variable of 0.000, the P-Value stress management variable of 0.525 and the Health Program variable. P-Value is 0.001. The conclusion in this study is based on the P-Value < 0.05, there is a relationship between the variables of measurement and supervision, accident prevention, disease prevention, and health programs on employee productivity at PT. CEPA Wajo Regency and there is no relationship between stress management variables on work productivity of employees at PT. CEPA Wajo Regency. Based on the value of Exp (B) / Odds Ratio in the multivariate analysis test using the Logistics Regression test, the accident prevention variable is the most influential factor on employee productivity at PT. CEPA, Wajo Regency with a value of 16,460. The suggestion in this research is to put more emphasis on the implementation of the OHS program by making company policies on OHS, so that all employees have a deeper awareness and knowledge of the OHS program so that they can implement the OHS program better
Analisis Program Intervensi Gizi Spesifik Pada Ibu Menyusui Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 25-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar Nabilah Zainal; Arman A; Sitti Patimah
An Idea Health Journal Vol 1 No 03 (2021): NOVEMBER
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v1i02.57

Abstract

The critical period for a child's growth and development called the First 1000 Days of Life is influenced by the nutritional status of the mother during breastfeeding. The nutritional problem that can occur at this time is stunting (short). One of the programs contained in the First 1000 Days of Life Movement in an effort to prevent stunting is specific nutrition intervention. The aim of this research conducted is to knowthe analysis of the specific nutrition intervention program for breastfeeding mothers onthe occurrence of stunting through infectious diseases in children 25-36 months in the work area of the Antang Community Health Center, Makassar in 2021. This research used quantitative research by using path analysis method. The populationsof this research were all children in age 25-36 months with 543 children. The samples of this research were 128 children, with the mother of the children as the respondent. The sampling technique in this study was purposive sampling. The results of this study indicate that the significance value of (1) the effect of breastfeeding counseling on the occurrence of stunting is 0.006, (2) the IMD on the incidence of stunting is 0.162, (3) exclusive breastfeeding on the incidence of stunting is 0.933, (4) the frequency of breastfeeding on the occurrence of stunting is 0.617, (5) the time giving complementary feeding to the occurrence of stunting is 0.446, (6) the effect of breastfeeding counseling on the occurrence of stunting through infectious diseases is the direct influence value 0.245, while the indirect effect value is 0.00015, (7) the effect of IMD on the occurrence of stunting through infectious diseases is the direct influence value of 0.126, while the indirect effect value is 0.00405, (8) the effect of exclusive breastfeeding on the occurrence of stunting through infectious diseases with the direct effect value is 0.010, while the indirect effect value is 0.0233, (9 ) the effect of breastfeeding on the occurrence of stunting through the direct effect is 0.045, while the value of the indirect effect is 0.0604, (10) the effect of the time giving complementary feeding to the incidence of stunting through infectious diseases with the direct effect value is 0.097 while the indirect effect is 0.01115. The conclusion of this research indicate that specific nutrition intervention program for breastfeeding mothers on stunting has not shown a reduction in stunting occurrence in the work area of the Antang Community Health Center, Makassar City. Suggestions, it is hoped that health services need to provide socialization and counseling to mothers about the importance of breastfeeding counseling, exclusive breastfeeding, early initiation of breastfeeding, the right time for giving complementary feeding for mothers.
Analisis Hubungan Stress Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal terhadap Kinerja Karyawan PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar Ika Triwati; Hardianty; Arman A
An Idea Health Journal Vol 2 No 02 (2022): JULY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v2i02.104

Abstract

This research is an analytic observational study which was examined with a cross sectional study design. The relationship between work stress and musculoskeletal complaints on the performance of employees of PT. Maruki International Indonesia Makassar has been analyzed. There are 3 variables in this study, work stress as the independent variable, musculoskeletal complaints as the intervening variable, and employee performance as the dependent variable. The results indicate that there is no significant correlation between work stress and musculoskeletal complaints measured in employees of PT. Maruki International Makassar with p value = 0.391 and correlation value of 0.087. The same results are also shown in the correlation of work stress with the performance of employees of PT. Maruki International Indonesia Makassar with p value = 0.272 and correlation value of -0.102. Therefore, it can be concluded that there is no correlation between work stress and musculoskeletal complaints on the performance of PT. Maruki International Indonesia Makassar.