Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Pada Keluarga Penderita TB Paru Terhadap Pencegahan Resiko Menular Di Huta III Tanjung Pasir Kec Tanah Jawa Kab. Simalungun Norong Perangin-Angin, Riska Wani Putri Perangin-Angin, Lismawati, Armeysa Sembiring
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.729

Abstract

Penyakit Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik negara maju maupun negara berkembang (Depkes, 2007). Penyakit TB paru adalah termasuk penyakit kronis karena rentang penyembuhan yang memerlukan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 6-8 bulan selain pengobatannya yang berlangsung lama obat-obatan yang diberikan juga terbilang cukup banyak sehingga penderita merasa bosan untuk mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Penyakit TB Paru ini pada dasarnya bisa di sembuhkan dengan cara patuh minum obat secara teratur, salah satunya dengan cara minum obat selama enam sampai delapan bulan secara teratur. Namun kebanyakan dari masyarakat khususnya penderita TB Paru tidak patuh minum obat, berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 10 september 2019 ditemukan 4 dari 6 orang penderita di huta III tanjung pasir Tulangan, mereka mengatakan merasa bosan minum obat, dan dari pihak keluarga mengatakan adanya keterbatasan keluarga dalam mengingatkan penderita TB paru untuk patuh minum obat secara teratur dikarenakan masing-masing anggota mempunyai aktivitas tersendiri, misalnya istri yang ikut serta mencari nafkah (bekerja). Indonesia merupakan urutan ketiga penderita TBC paru terbanyak di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah penderita sekitar 10% dari total jumlah penderita di dunia (DepKes RI 2007). Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan penderita TBC yang cukup besar dari tahun ke tahun. Tahun 2010 tercatat total kasus TBC sebanyak 36.352 kasus. Tahun 2011 tercatat total kasus TBC sebanyak 37.236 kasus. Sementara untuk hasil pengobatan dan kasus yang diobati pada tahun 2010 yang hasilnya diketahui pada tahun 2011, pasien yang disembuhkan sebanyak 19.568 (88 %), yang gagal disembuhkan 146 dan yang putus berobat sebanyak
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYUSUNAN MENU SEIMBANG PADA IBU BALITA USIA 3-5 TAHUN DALAM PENCEGAHAN DINI STUNTING DI PUSKESMAS RAYA PEMATANGSIANTAR Shanty Maria Lissanora Fernanda; Norong Perangin-angin; Yohanna Adelina Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i4.174

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi kepada ibu balita mengenai kebutuhan Gizi pada anak untuk penanganan dan pencegahan stunting yang memberikan pengaruh pada pertumbuhan anak yang akan menurunkan angka stunting. Kaum ibu yang berada di wilayah desa Kubang Jaya merupakan bagian dari sasaran untuk dilakukan penyuluhan mengenai MP-ASI dikarenakan masih terdapat beberapa anak yang berusia 0 -24 bulan. Tujuan umum Untuk memberikan Pendidikan Kesehatan masyarakat dalam penyusunan menu seimbang pada ibu balita 3-5 tahun dalam pencegahan dini stunting di puskesmas raya pematangsiantar. serta meningkatkan pemahaman dan cara menjaga kesehatan pada ibu balita di puskesmas raya pematangsiantar. Hasil kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang penyusunan menu seimbang pada ibu balita di puskesmas raya Pematangsiantar
Edukasi Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Padakeluarga Yang Memiliki Anak Dengan Penyakit Asma Dalam Rangka Hut Kartika Di Korem 022/Pt Pematangsiantar Riska Wani; Julwansa Julwansa; Norong Perangin-angin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.775 KB)

Abstract

Penyakit asma merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia, baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Saat ini, penyakit asma juga sudah tidak asing lagi di masyarakat. Asma dapat diderita oleh semua lapisan masyarakat dari usia anak-anak sampai usia dewasa Hasil penelitian International Study on Asthma and Alergies in Childhood pada tahun 2008 menunjukkan, di Indonesia prevalensi gejala penyakit asma melonjak dari sebesar 4,2 persen menjadi 5,4 persen di jawa tengah 1,5 persen menjadi 2,5 persen dan di surakarta meningkat dari 1,5 persen menjadi 2 persen. Selama 20 tahun terakhir, penyakit ini cenderung meningkat dengan kasus kematian yang diprediksi akan meningkat sebesar 20 persen hingga 10 tahun mendatang. WHO memperkirakan di tahun 2015 terdapat 255 ribu penderita meninggal dunia karena asma. Asma juga salah satu diantara beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara total. Kesembuhan dari satu serangan asma tidak menjamin dalam waktu dekat akan terbebas dari ancaman serangan berikutnya. Karena asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara total, biasanya dokter merujuk penderita asma kepada fisioterapi yang dapat membantu mengatasi permasalahan yang ditimbulkan akibat asma. Fisioterapi membantu penderita asma untuk dapat tetap aktif dan mendapatkan kebugaran tubuh yang optimal. Hal inilah yang melatarbelakangi tim pengabdian untuk memberikan edukasi kesehatan tentang pertolongan pertama padakeluarga yang memiliki anak dengan penyakit asma
GAMBARAN PENGETAHUAN, KEPATUHAN MINUM OBAT, DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA KESEMBUHAN PASIEN TB PARU DI RSU IMELDA PEKERJA INDONESIA (IPI) MEDAN Bernita Silalahi; Riska Wani Eka Putri Perangin-Angin; Noradina Noradina; Norong Perangin-Angin; Meriani Siahaan; Paskah Rina Situmorang; Susi Yanti Nainggolan
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v9i1.1235

Abstract

Tuberculosis paru (TB Paru) merupakan penyakit yang di sebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau di berbagai organ tubuh lainnya yang mempunyai tekanan parsial oksigen yang tinggi (Tambrani, 2010). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, kepatuhan minum obat, dan dukungan keluarga pada kesembuhan pasien TB paru di RSU Imelda Pekerja Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan rancangan penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Populasi terdiri dari seluruh pasien TB paru yang dirawat inap di Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia (IPI) Medan tahun 2022 (Juni-agustus) sebanyak 133 orang dan sampel berjumlah 34 orang yang diperoleh menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian mayoritas pengetahuan pasien TB Paru Dengan Kategori Baik yaitu sebanyak 10 responden (29,4%) dan minoritas dengan kategori Kurang yaitu sebanyak 8 responden (23,4%). minoritas kepatuhan minum obat pasien TB Paru yang patuh sebanyak 16 orang (47,1%) dan mayoritas tidak patuh sebanyak 18 orang (52,9), dan mayoritas dukungan keluarga cukup sebanyak 15 orang (44,1%) dan minoritas dukungan keluarga baik sebanyak 13 orang (38,2%).
The Relationship Between Anxiety Level And Health Personnel Preventive Behavior In The Era Of The Covid-19 Pandemic In Padang Pasir Community Health Center, Padang City Shanty Maria Lissanora Fernanda; Azis Mangara; Riska Wani Eka Putri Perangin-angin; Norong Perangin-angin
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 02 (2023): Periode April-June, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

More than 1,500 health workers in the city of Padang have confirmed Covid-19. At the Padang Pasir Health Center from June 2020 to July 2022, there were 47 health workers and 36 family members who were confirmed to have COVID-19. Preventive behavior carried out by health workers during the Covid19 pandemic, by implementing the 3M strategy: wearing masks, maintaining distance and washing hands, implementing Infection Prevention and Control (PPI). Anxiety felt by health workers while working during the Covid-19 pandemic, decreased stamina, increased work demands and an uncomfortable work environment because many were confirmed by Covid-19. The purpose of the study, the relationship between anxiety levels and preventive behavior of health workers in the era of the Covid-19 pandemic at the Padang Pasir Public Health Center, Padang City. This type of research, quantitative with analytical descriptive method through a cross-sectional approach. The results of the study, from 83 respondents, there was the highest score on the moderate level of anxiety (26.5%) of the respondents, and the highest score on the good preventive behavior (57.8%) of the respondents. The results of the Chi-Square statistical test obtaineda p value of 0.029 (p 0.05), it is known that there is a relationship between anxiety levels and preventive behavior of health workers during the Covid-19 pandemic era at the Padang Pasir Public Health Center, Padang City. Suggestions, it is hoped that health workers carry out preventive behavior, in carrying out services, especially during the Covid-19 pandemic.
Edukasi Kesehatan Dalam Keperawatan Keluarga Tentang Hipertensi Dalam Pemberian Diet Rendah Garam Pada Lanjut Usia (Lansia) Di Puskesmas Martimbang Pematangsiantar Riska Wani Eka Putri Perangin-angin; Shanty Maria Lissanora Fernanda; Norong Perangin-angin; Azis Mangara
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1142

Abstract

Hypertension occurs in the age group 31-44 years (31.6%), age 45-54 years (45.3%), age 55-64 years (55.2%). Of the prevalence of hypertension of 34.1%, it is known that 8.8% were diagnosed with hypertension and 13.3% of people diagnosed with hypertension did not take medication and 32.3% did not take medication regularly. This shows that most people with hypertension do not know that they have hypertension so they do not take regular medication now. Various studies have suggested that regular dietary patterns can reduce symptoms of hypertension on a regular basis and can carry out activities properly so that the elderly do not feel burdened in dealing with the disease they are experiencing. The objectives achieved are to provide understanding, understanding and provide health education in hypertension and to increase understanding in treatment regarding low-salt diet patterns and invite the community, especially the elderly around the Health Center of Martangan Pematangsiantar. There has been an increase in the knowledge or understanding of the community at the Martanding Pematangsiantar Health Center regarding various hypertension problems.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN HARGA DIRI PASIEN TB PARU DI RUMAH SAKIT TENTARA TINGKAT IV PEMATANG SIANTAR Norong perangin-angin; Julwansa Saragih; Lismawati Lismawati
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.732 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i1.781

Abstract

Individu yang menderita penyakit TB Paru sering merasa tidak berdaya, menolak, merasa bersalah, merasa rendah diri, dan menarik diri dari orang lain karena khawatir penyakit yang diderita menular kepada orang lain. Penelitian ini dilakukan di Rumah sakit Tentara Tingkat IV Pematang Siantar pada bulan bulan Agustus sampai dengan bulan desember 2022. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi korelasional yang mengkaji hubungan antara variabel. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 15 orang, teknik sampel yang digunakan accidental sampling. Skala ukur yang digunakan adalah skala likert dan cara ukur skala rasio. Tehnik pengolahan data dilakukan secara editing, coding, tabulating dengan tehnik analisa data kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga dan harga diri. Mayoritas responden yang berada pada kategori dukungan keluarga yang kurang sebanyak 6 orang (40 %), dan minoritas kategori dukungan keluarga yang baik sebanyak 4 orang (26,67 %). Mayoritas responden yang memiliki harga diri terganggu 9 orang (60 %), dan minoritas responden memiliki harga diri tidak terganggu 6 orang (40 %). Dukungan keluarga berhubungan secara positif dengan hubungan yang sedang terhadap harga diri pasien TB Paru r hitung 0,5 dengan nilai r tabel 0,027 dengan α = 0,05 maka r hitung 0,5 > r tabel 0,027 sehingga disimpulkan bahwa hipotesa dapat diterima, artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan harga diri pasien TB Paru yang dirawat Di Rumah Sakit Tentara Tingkat IV Pematang Siantar. Diharapkan kepada perawat agar melibatkan keluarga pasien aktif dalam memberikan saran dan semangat seperti memberikan reward kepada pasien TB Paru untuk mempercepat penyembuhannya, karena yang paling berperan dalam proses kesembuhannya dan harga diri pasien tidak terganggu adalah keluarga.
Children's Anxiety Levels Regarding The Impact of Hospitalization At The Army Pematang Siantar Hospital Norong Perangin-angin; Azis Mangara; Shanty Maria lissanora Fernanda; Riska Wani Eka Putri Perangin-angin; Defri Elias Simatupang
The International Science of Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June : The International Science of Health Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IV, Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ishel.v1i2.894

Abstract

Hospitalization is a cause of stress for children and their families. However, the level of stressors related to illness and hospitalization differs according to individual children. One child considers it normal while the other child considers it a stressor. The aim of the research is to identify the level of children's anxiety regarding the impact of hospitalization at the Pematang Siantar Army Hospital . The level of children's anxiety is influenced by the seriousness of the child's illness, the presence of invasive actions on the child, hospital environmental factors, and the length of the child's treatment. This research uses a descriptive method. Sample (Hidayat, 2007, p. 32). In this study, there were 30 people who were considered to meet the sample criteria or who were considered representative. The research results showed that the majority of children experienced moderate and severe anxiety, namely 10 people (33.3%) and the minority of children experienced mild anxiety, namely 3 people (10%).
Diabetes Mellitus And The Therapeutic Potential Of Phaleria Macrocarpa Extract: A Review Azis Mangara; Shanty Maria Lisanora Fernanda; Norong Peranginangin; Riska Wani Eka Putri; Defri Elias Simatupang; Noradina Noradina; Meriani Herlina
The International Science of Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): June : The International Science of Health Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IV, Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ishel.v2i2.1144

Abstract

Background: The rising prevalence of diabetes mellitus globally necessitates the exploration of alternative treatment options. Phaleria macrocarpa, known for its traditional use in the treatment of various ailments, has garnered interest as a potential adjunctive therapy for diabetes. Objective: This review synthesizes current research on the efficacy and safety of Phaleria macrocarpa in the management of diabetes, outlining its therapeutic potential, pharmacological mechanisms, and future research directions. Methods: A comprehensive literature search was conducted, encompassing studies that investigated the effects of Phaleria macrocarpa on diabetes-related parameters in preclinical and clinical settings. Results: The collected data suggest that Phaleria macrocarpa may improve blood glucose control and insulin sensitivity. Several studies indicate a positive effect on metabolic parameters in diabetes. However, the safety profile warrants further investigation, as does the standardization of dosages. Conclusions: While preliminary findings show promise for the integration of Phaleria macrocarpa into diabetes care, extensive clinical trials are required to confirm efficacy and establish safety. Moreover, a better understanding of the plant's bioactive compounds, their mechanisms of action, and potential interactions with standard diabetes treatments is essential. The cultural importance of Phaleria macrocarpa supports its continued investigation, recognizing the need to respect and integrate traditional knowledge with contemporary medical practices.
Penyuluhan Kesehatan Teknik Relaksasi Napas Dalam Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Pasien Asma di Tanjung Mulia Hilir Yuni Shanti Ritonga; Satriani Hartalina Gultom; Norong Perangin-angin; Riska Wani Eka Putri; Defri Elias Simatupang
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 2 No. 2 (2024): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v2i2.421

Abstract

Bronchial asthma is a chronic inflammatory respiratory disease due to increased sensitivity of the airways to various stimuli. Bronchial asthma is not only a public health problem in developed countries, but also occurs in developing countries (WHO, 2016). Anxiety is a vague feeling of worry due to discomfort or fear accompanied by an autonomic response (the source is often unspecific or unknown to the individual), a feeling of worry caused by the anticipation of danger. Anxiety is a sign of increased alertness to impending danger and allows individuals to take action to face the threat (Doenges, 2015). The prevalence of anxiety disorders ranges from 6-7% of the general population (females are more prevalent than males) (Stuart, 2006). Lecturers and students from the Nursing and Nursing Study Program at Imelda University, Medan, chose to hold health education activities with the aim of helping as well as training both individuals and families regarding deep breathing exercises. This makes them aware and more diligent in practicing their breathing. The health education carried out in the courtyard of the sub-district office in Tanjung Mulia downstream began with holding talk activities and continued with outdoor counseling activities. This health education activity is of great interest to families in the community and it is hoped that it can be used as a lesson and make individuals and families more aware of the importance of deep breathing exercises to reduce anxiety in people with asthma.