Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Relationship Between Drug Information Services and the Level of Compliance in Hypertension Patients at Tuan Rondahaim Regional Hospital, Simalungun Regency in 2025 Dosma Rosita Turnip; Evi Junita Sitorus; Norong Perangin-angin
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal EduHealt, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug information services are very necessary, especially since many patients have not received adequate drug information about the drugs they are using, because incorrect use of drugs and non-compliance with taking drugs can harm patients. Patient compliance influences the success of treatment. Without patient awareness, therapy results will not be optimal, and this can even lead to treatment failure.Hypertension patients need to regularly check themselves at the hospital or independently at home periodically to monitor their condition and adjust their treatment in a timely manner for optimal healing effectiveness. Hypertension treatment aims to prevent and avoid dangerous complications. This study was descriptive with a prospective approach.In this study, the sampling technique used was nonprobability sampling with purposive sampling technique.The research instruments used were checklist sheets and questionnaires. The most respondents were in the 60-69 year age group, namely 44 respondents (44%), the most common gender classification for hypertension sufferers was female, namely 53 people (53%), the most common level of education was high school with a total of 55 people (55%), and the most common type of work was farmer with a total of 57 people (57%). Drug information services that are frequently provided are Drug Name, Dosage, How to Use and Indications, implemented 99% - 100%, Dosage Form (55%), Side effects (66%), Interactions 43%, and storage only 8%, while. Information that has not been provided is drug contraindications (0%) and drug stability (0%). The level of compliance is low with 58 respondents (58%), the level of compliance is high with 8 respondents (8%). Based on the results of the statistical test, there is a relationship using correlation, obtaining a significant value of 0.000, indicating that there is a relationship between drug information services and the level of compliance of hypertension patients
Asuhan Keperawatan dengan Implementasi Teknik Penerapan Akupresur terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Dinda Maulani Rizki Sebayang; Norong Perangin- angin
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.309

Abstract

Kemoterapi merupakan terapi dengan agen sitotoksik yang dapat menghambat pertumbuhan sel yang membelah cepat baik sel kanker ataupun sel normal dalam tubuh. Adapun tujuan melakukan kajian literature review ini yaitu untuk menelaah pengaruh jahe terhadap mual muntah pasien post kemoterapi dengan melihat dosis pemberian, dan cara pemberian. Metode yang digunakan dalam systematic literature review ini yaitu dengan metode PRISMA dengan strategi pencarian artikel yaitu Pubmed, Science Direct, Open Alex, dan Google Scholar menggunakan keyword “Ginger” dan “Nausea and Vomiting” atau “ginger” dan “chemotherapy”. Dengan jumlah artikel yang dihasilkan sebanyak 12 artikel yang menyatakan jahe efektif dalam menurunkan mual muntah pada pasien post kemoterapi. Kesimpulan: Pemberian jahe didapatkan dengan menggunakan 2 cara yakni penggunaan ekstrak jahe dengan oral dan menghirup aromaterapi. Dengan dosis yang bervariasi 0,5-1,5 g/hari yang diberikan 1-4 kali sehari selama 1-6 hari setelah pasien melakukan kemoterapi.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Bane Pematangsiantar Tahun 2026 Norong Perangin-angin; Riska Wani Perangin-angin; Romauli Pakpahan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.14016

Abstract

World Health Organization (WHO) merencanakan strategi ‘End Tuberculosis’, yang merupakan bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs), dengan satu tujuan yaitu untuk mengakhiri epidemi tuberculosis di seluruh dunia (WHO,2021). Berdasarkan data komparasi WHO tahun 2019 hingga tahun 2020 menunjukan bahwa 5 negara dengan insiden kasus TB tertinggi yaitu India (41%), Indonesia (14%), China (9%), Philipina (6%), dan Pakistan (5%). Dalam data tersebut Indonesia masih menempati urutan kedua (14%) di dunia sebagai negara yang memiliki jumlah penderita TB terbanyak setelah India (41%) (WHO, 2021). Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kuantitatif yang dilakukan dengan cara Cross Sectional. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Bane tahun 2024. Responden dengan dukungan keluarga yang baik sebanyak 20 responden (64,5%) dimana yang patuh 15 responden (48,4%), kurang patuh sebanyak 4 responden (12,9%), tidak patuh sebanyak 12 responden (38,7%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisa menggunakan uji Spearman Rho didapatkan nilai siginifikan p-value sebesar 0,000 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak, yang artinya ada hubungan duungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Bane tahun 2026