Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penyuluhan Bahaya Merokok Di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Riska Wani Eka Putri Perangin-angin; Norong Perangin-angin
Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2025): Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Devi Tara Innovations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smoking is a social problem that has a significant impact on public health, especially for active and passive smokers. This counseling activity aims to increase public awareness about the dangers of smoking and encourage behavior change, especially among adolescents. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach in the form of community service in Tanjung Pasir Village, Tanah Jawa District, Simalungun Regency. Data was collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed using the triangulation method. The results of the counseling showed an increase in participants' understanding of the negative effects of smoking, where 85% of participants expressed a new awareness of the dangers of smoking, and 68% of those who had previously smoked wanted to reduce or quit. In addition, there is a positive impact on social behavior, such as increasing parental commitments not to smoke at home and the proposed establishment of village regulations related to the prohibition of smoking in public areas. In conclusion, this counseling is effective in increasing awareness and motivating behavior change against smoking habits. Therefore, similar activities need to be carried out on an ongoing basis by involving various parties to strengthen smoking prevention efforts, especially among adolescents.
Penyuluhan Bahaya Merokok Di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Perangin-angin, Riska Wani Eka Putri; Perangin-angin, Norong
Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2025): Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Devi Tara Innovations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smoking is a social problem that has a significant impact on public health, especially for active and passive smokers. This counseling activity aims to increase public awareness about the dangers of smoking and encourage behavior change, especially among adolescents. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach in the form of community service in Tanjung Pasir Village, Tanah Jawa District, Simalungun Regency. Data was collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed using the triangulation method. The results of the counseling showed an increase in participants' understanding of the negative effects of smoking, where 85% of participants expressed a new awareness of the dangers of smoking, and 68% of those who had previously smoked wanted to reduce or quit. In addition, there is a positive impact on social behavior, such as increasing parental commitments not to smoke at home and the proposed establishment of village regulations related to the prohibition of smoking in public areas. In conclusion, this counseling is effective in increasing awareness and motivating behavior change against smoking habits. Therefore, similar activities need to be carried out on an ongoing basis by involving various parties to strengthen smoking prevention efforts, especially among adolescents.
Edukasi Kesehatan Dalam Keperawatan Keluarga Tentang Pencegahan Stunting Dalam Pemberian Asupan Gizi Yang Cukup Pada Anak Di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Parangin-angin, Norong; Pasaribu, Yohana; Perangin-angin, Riska Wani Eka Putri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2869

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas edukasi kesehatan dalam keperawatan keluarga terhadap pencegahan stunting melalui pemberian asupan gizi yang cukup pada anak-anak di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi intervensi dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang menerima edukasi kesehatan dan kelompok kontrol yang tidak menerima edukasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan perilaku ibu dalam memberikan asupan gizi yang cukup kepada anak-anak mereka di kelompok intervensi, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dalam keperawatan keluarga dapat menjadi strategi yang efektif dalam pencegahan stunting di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan upaya edukasi kesehatan kepada masyarakat, terutama kepada ibu sebagai caregiver utama dalam keluarga, guna meningkatkan pemahaman dan penerapan praktik gizi yang sehat demi mengurangi angka kejadian stunting di wilayah tersebut.
Pendidikan Kesehatan Pada Keluarga Penderita TB Paru Terhadap Pencegahan Resiko Menular Di Huta III Tanjung Pasir Kec Tanah Jawa Kab. Simalungun Perangin-Angin, Norong; Perangin-Angin, Riska Wani Putri; Lismawati, Lismawati; Sembiring, Armeysa
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.729

Abstract

Penyakit Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik negara maju maupun negara berkembang (Depkes, 2007). Penyakit TB paru adalah termasuk penyakit kronis karena rentang penyembuhan yang memerlukan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 6-8 bulan selain pengobatannya yang berlangsung lama obat-obatan yang diberikan juga terbilang cukup banyak sehingga penderita merasa bosan untuk mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Penyakit TB Paru ini pada dasarnya bisa di sembuhkan dengan cara patuh minum obat secara teratur, salah satunya dengan cara minum obat selama enam sampai delapan bulan secara teratur. Namun kebanyakan dari masyarakat khususnya penderita TB Paru tidak patuh minum obat, berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 10 september 2019 ditemukan 4 dari 6 orang penderita di huta III tanjung pasir Tulangan, mereka mengatakan merasa bosan minum obat, dan dari pihak keluarga mengatakan adanya keterbatasan keluarga dalam mengingatkan penderita TB paru untuk patuh minum obat secara teratur dikarenakan masing-masing anggota mempunyai aktivitas tersendiri, misalnya istri yang ikut serta mencari nafkah (bekerja). Indonesia merupakan urutan ketiga penderita TBC paru terbanyak di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah penderita sekitar 10% dari total jumlah penderita di dunia (DepKes RI 2007). Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan penderita TBC yang cukup besar dari tahun ke tahun. Tahun 2010 tercatat total kasus TBC sebanyak 36.352 kasus. Tahun 2011 tercatat total kasus TBC sebanyak 37.236 kasus. Sementara untuk hasil pengobatan dan kasus yang diobati pada tahun 2010 yang hasilnya diketahui pada tahun 2011, pasien yang disembuhkan sebanyak 19.568 (88 %), yang gagal disembuhkan 146 dan yang putus berobat sebanyak
PROMOSI KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI DAN DIARE DI DESA SIGODANG KOTA PEMATANG SIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA Parangin-Angin, Norong; Putri, Riska Wani Eka; Saragih, Tati Adriana
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v4i2.1952

Abstract

Tingkat Kecemasan Orang Tua terhadap Dampak Hospitalisasi Pada Anak di RS Efarina Pematangsiantar Norong Perangin-angin; Santi Widya Purba; Tati Adriana Saragih; Riska Wani EPP; Winda Melisa Peranginangin
Benih : Journal of Midwifery Vol. 4 No. 01 (2025): Benih : Journal of Midwifery
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/benih.v4i01.354

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki potensi besar untuk menjamin keberlangsungan kehidupan di masa depan, sehingga perlu mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal, termasuk perlindungan dari kondisi yang dapat mengganggu kesejahteraan fisik dan psikologisnya. Salah satu kondisi yang dapat menimbulkan gangguan psikologis adalah hospitalisasi, yang sering kali menjadi pengalaman menakutkan bagi anak akibat lingkungan yang asing, prosedur medis yang menyakitkan, serta perpisahan dengan orang tua. Reaksi negatif seperti kecemasan, perilaku agresif, dan ketidakkooperatifan kerap muncul selama proses perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan anak terhadap dampak hospitalisasi serta faktor-faktor yang memengaruhinya di RS Efarina Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling terhadap 30 anak yang dirawat di ruang perawatan anak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak mengalami kecemasan sedang (33,3%) dan berat (33,3%), sementara 23,3% mengalami kecemasan sangat berat dan 10% mengalami kecemasan ringan. Tidak ditemukan anak yang tidak mengalami kecemasan. Faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan meliputi usia (11–16 tahun), jenis kelamin (laki-laki), pengalaman dirawat sebelumnya, tingkat pendidikan, dan sumber informasi. Temuan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan yang holistik, tidak hanya pada aspek fisik tetapi juga psikologis, melalui intervensi seperti komunikasi terapeutik dan pendampingan emosional. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kecemasan anak selama dirawat, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Mengingat anak merupakan aset penting bagi masa depan bangsa, pengelolaan kecemasan secara efektif menjadi bagian integral dalam praktik keperawatan pediatrik yang berkualitas.
Implementasi Teknik Aromaterapi Lemon untuk Mengurangi Intensitas Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Tentara Tk Iv 01.07.01 Pematangsianta Sri Rahjiani; Norong Perangin angin
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i2.38

Abstract

Sectio Caesarea (SC) merupakan persalinan bayi melalui prosedur pembedahan yang dilakukan atas indikasi medis menyebabkan potensi nyeri karena adanya pembedahan salah satu terapi nonfarmakologis yang diberikan adalah implementasi teknik aromaterapi lemon. Metode desain penelitian kuantitatif berbasis kasus dengan metodelogi deskriptif . sampel penelitian adalah dua pasien pascaoperasi caesare dari Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematangsiantar. Hail pengkajian klien mengeluh nyeri luka bekas operasi pada klien I dengan skala nyeri 6 dan klien II dengan skala nyeri 7. Intervensi dan implementasi yang diterapkan yaitu Teknik aromtaerapi lemon. Evaluasi didapatkan bahwa nyeri berkurang dengan skala nyeri pada klien I yaitu 2 dan pada klien II yaitu 3, merasa lebih nyaman. Rekomendasi untuk mengurangi keparahan nyeri pada pasien yang menjalani operasi Caesar, perawat harus mampu menggunakan Teknik aromaterapi lemon.
Implementasi Deep Breathing Exercise untuk Mengurangi Sesak pada Penderita Congestive Heart Failure (CHF) Sondang Sihombing; Norong Parangin- angin
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.54

Abstract

Congestive Heart Failure merupakan salah satu masalah kesehatan dalam sistem kardiovaskuler yang angka kejadiaannya terus meningkat. CHF adalah suatu keadaan yang progresif dengan prognosis yang buruk. Congestive Heart Failure terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh. Desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 orang responden dengan penyakit Congestive Heart Failure yang mengeluh sesak, dan nyeri dada. Studi kasus dilakukan di Ruang ICU Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematang siantar. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa sesak napas pada klien berkurang dengan melakukan pemberian teknik Deep Breathing Exercise selama 3 hari. Kesimpulan pemberian Teknik Deep Breathing Exercise dilakukan pada klien dengan Congestive Heart Failure yang mengeluh sesak dan nyeri dada efektif untuk menurunkan sesak. Diharpkan Teknik Deep Breathing Exercise dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menurunkan sesak napas pada pasien Congestive Heart Failure.
Pemberian Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Nyeri Abdomen pada Klien Gastritis di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Jamiatul Ulwani; Azis Mangara; Norong Perangin Angin
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.57

Abstract

Gastritis adalah suatu peradangan lokal dan penyebaran pada mukosa lambung menyebabkan nyeri abdomen yang dapat diatasi dengan teknik relaksasi otot progresif. Metode desain penelitian menggunakan metode study kasus, metode sampling penelitian adalah purpose sampling. Sampel penelitian 2 responden, penelitian ini melalui wawancara dan pemeriksaan fisik, dan dilakukan dengan etik penelitian yaitu Respect the person, Beneficence, Non maleficence, Justice. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan tindakan keperawatan pemberian relaksasi otot progresif selama 3 hari kepada Tn. T dan Tn. R didapatkan adanya penurunan skala nyeri Tn. T dengan 7 menjadi 2 sedangkan pada Tn. R skala nyeri 6 menjadi 2. Kesimpulan tindakan nonfarmakologis pemberian relaksasi otot progresif efektif menurunkan intensitas nyeri pada klien gastritis. Saran relaksasi otot progresif diharapkan dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menurunkan intensitas nyeri pada klien gastritis.
Implementasi Relaksasi Nafas Dalam untuk Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Apendiksitis di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Wulan Andriani Saragih; Norong Perangin-angin
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.64

Abstract

Apendiksitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis dan merupakan penyebab nyeri abdomen akut yang paling sering. Penyakit appendiksitis dapat menimbulkan nyeri karena terjadi infeksi pada apendiks. Rasa nyeri dapat di minimalisir dengan dilakukan teknik non farmakologis dengan penerapan teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan nyeri pada pasien appendiksitis. Desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel dalam penelitian sebanyak 2 responden yaitu pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada penyakit appendiksitis yang dirawat Dirumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Hasil studi kasus tentang asuhan keperawatan dengan penerapan teknik relaksasi nafas dalam pada kedua pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada penyakit appendiksitis dalam menurunkan intensitas nyeri menunjukkan teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan nyeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan nyeri. Disarankan kepada pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada penyakit appendiksitis agar dapat menerapkan teknik relaksasi nafas dalam secara bertahap sehingga hasil yang diharapkan tercapai dengan menurunnya intesitas nyeri.