Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan Menggunakan Metode Audiovisual dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Merawat Anak dengan Stunting Fadyllah, Muhammad Ilham; Prasetyo, Yoyok Bekti
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 16 No.1 Januari 2021
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.16.1.23-30

Abstract

Background: Mother's knowledge is an important aspect to overcome stunting among children. Audiovisual health education is the best strategy to increase maternal knowledge. This study aimed to analyze the effects of health education using audiovisual methods in improving mothers' ability to care for children with stunting.Method: Data obtained from relevant databases. A systematic search for studies on health education using audiovisual media to increase mothers' knowledge in caring for children with stunting. The data was collected by searching for data based on article data published on the Scopus search, PubMed, Science Direct, Wiley Online Library. Articles screened using PRISM (Preferred. Reporting Items for Systematic. Reviews and Meta-analyses). The report is analyzed using the Nvivo software package version 12 plus (QSR International Inc., Burlington, MA, the USA with a matrix framework).Results: The use of audiovisuals in health education can increase mothers' knowledge in caring for children with chronic nutrition or stunting. The audiovisual information about stunting was delivered in some methods, such as education classes, TV commercials, health education, and online video. The video duration was about 5-6 minutes.
Evaluasi Kesejahteraan Sekolah dengan Pendekatan Model Sekolah Sejahtera di SMP 24 Malang Prasetyo, Yoyok Bekti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i1.1559

Abstract

One of model that can be developed on school health programs is The School Well-being Model. Indicators prosperous school includes four dimensions: school conditions (having), social relationships (loving), the mean self-fullfiment (being), and health status. This study aims to evaluate the condition of SMP 24 Malang based welfare indicators of The School Well¬being Model. Descriptive research design was to determine the school prosper with school welfare conditions. Data collection using the School Health Promotion Survey (SHPS). The condition of SMP 24 Malang is a dusty (73.3%) and noise (61.9%). There are difficulties in doing the task group students (71.3%) and interact with friends (55.5%). There are difficulties in preparing for the exam students (51.8%) and homework (32.8%). Perceived health problems in the past month is feeling tired and weak (42.1%), headache (36.8%) and, insomnia (23.9%). Health promotion schools that need it suggests the hearing conversation program, counseling programs, measures to reduce physical and psychological stress.Salah satu model yang dapat dikembangkan pada program kesehatan sekolah adalah Model Sekolah Sejahtera (The School Well-being Model). Indikator sekolah sejahtera meliputi empat dimensi yaitu: school condition (having), social relationship (loving), mean self-fullfiment (being), dan health status. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi kesejahteraan SMP 24 Malang berdasarkan indikator Model Sekolah Sejahtera. Desain penelitian adalah deskriptif untuk menentukan sekolah sejahtera dengan Kondisi kesejahteraan sekolah. Pengumpulan data menggunakan Survei Promosi Kesehatan Sekolah (School Health Promotion Survey/SHPS). Kondisi sekolah di SMP 24 Malang adalah berdebu (73,3%) dan suara bising (61,9%). Ada kesulitan siswa dalam mengerjakan tugas kelompok (71,3%) dan berinteraksi dengan teman (55,5%). Ada kesulitan siswa dalam mempersiapkan ujian (51,8%) dan mengerjakan pekerjaan rumah (PR) (32,8%). Masalah kesehatan yang dirasakan dalam sebulan terakhir adalah merasa lelah dan lemas (42,1%), sakit kepala (36,8%), sulit tidur (23,9%). Promosi kesehatan sekolah yang perlu disarankan adalah hearing conversation program, program konseling, tindakan untuk mengurangi stres fisik dan psikologis.
TANTANGAN DAN FENOMENA RENDAHNYA PELATIHAN KADER KESEHATAN MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Bekti Prasetyo, Yoyok; Zuriah, Nurul; Susilo, Joko
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 telah ditetapkan sebagai bencana nasional non alam. Menghadapi pandemi ini memerlukan Kerjasama mulitisektor. Universitas Muhammadiyah Malang melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) melakukan pengabdian masyarakat bekersama dengan salah satu desa wisata Pujon Kidul di wilayah Kabupaten Malang. Desa Pujon Kidul memiliki asset wisata yagn dikelola mandiri melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMD) dengan melakukan pemberdayaan potensi masyarakat local. Pandemi Covid-19 membuat asset wisata ini menjadi tutup dan saat ini tengah berjuang untuk membuka lagi asset wisata ini dengan menerapkan protocol kesehatan. Penguatan sumber daya manusia menjadi aspek penting untuk diperhatikan dalam menghadapi pandemi covid-19. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan kader kesehatan. Pelatihan yang dilakukan tentu saja beradaptasi dengan kondisi saat ini dengan platform daring. Artikel ini akan mengulas terkait tantangan pengabdian masyarakat khususnya pelatihan kader kesehatan di masa pandemi dan rendahnya dan bahkan belum pernah ada pelatihan kader kesehatan dalam mencegah dan mengendalikan covid-19 di Indonesia.
A Systematic Review of the Parenting, Feeding, Behavior, Family, and Nutrition for Children with Avoidant Restrictive Food Intake Disorder (ARFID) Yoyok Bekti Prasetyo; Salahudin; Nurlailatul Masruroh; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melliza
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 3 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i3.15985

Abstract

Objective: Parenting is an essential factor in causing ARFID. A good understanding of parenting, feeding,behavior, family, and nutrition can provide better care. The present study aimed to investigate parenting,feeding, action, family, and food in children with ARFID.Review: Relevant database for systematic search of ARFID studies.Result: The review results found that there were five important themes in the case of children with ARFID.The five themes include parenting, feeding, behavior, family, and nutrition. There is a relatively strongrelationship, namely the relationship between parenting-feeding, parenting-behavior, parenting-family,parenting-nutritional sequentially (r = 0.72; r = 0.66; r = 0.59; r = 0.59 ).Conclusion: Important factors that must be understood by families and the health care team in providingcare for ARFID children include: parenting, feeding, behavior, family, and nutrition. A good understandingof these factors can be used as guidelines for providing nursing care in children with ARFID.
INTEGRASI TEORI DAN MODEL FAMILY-CENTERED NURSING, COMMUNITY AS PARTNER, DAN PROMOSI KESEHATAN TANNAHILL’S: PADA AGREGAT BALITA SULIT MAKAN Yoyok Bekti Prasetyo
Saintika Medika Vol. 5 No. 2 (2009): Juli 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v5i2.1045

Abstract

Integrasi konsep ini memberikan acuan bagaimana sebuah peningkatan kualitas dilakukan, meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan anak yang mengalami gangguan sulit makan, melakukan perlindungan terhadap lingkungan dan mewujudkan hal yang potensial menjadi pembelajaran organisasi. Model ini juga dapat digunakan dalam membuat strategi implementasi seperti memberikan pendidikan pada keluarga pada area yang relevan dalam upaya promosi kesehatan seperti pendidikan, komunikasi, manajemen dan ketrampilan psikososial; meningkatkan kualitas informasi program komunikasi dan pendidikan ketrampilan memberikan latihan kepada keluarga dengan anak yang mengalami gangguan sulit makan. Tannahill’s model menggambarkan bahwa upaya promosi kesehatan terdiri dari tiga aktivitas yang saling terkait meliputi; pendidikan kesehatan, pencegahan, dan perlindungan kesehatan (Tannahill, 1990). Kata kunci: family centered nursing, community as partner, Tannahill’s models, anak dengan gangguan sulit makan
MATAHARI HOMECARE SEBAGAI TEROBOSAN BISNIS DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Yoyok Bekti Prasetyo; Thontowi Djauhari; Kumboyono .; Rahmad Rosadi; Anggraini Dwi Kurnia
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1388

Abstract

Yoyok Bekti Prasetyo1, Thontowi Djauhari2, Kumboyono3, Rahmad Rosadi4,& Anggraini Dwi Kurnia51,4,5 Jurusan Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, 2Fakultas Kedokteran,Universitas Muhammadiyah Malang3 Jurusan Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas BrawijayaEmail: yybekti_pras@yahoo.com, tdjauhari@yahoo.comABSTRAKMatahari homecare sebagai agensi pelayanan kesehatan dirumah bertujuan meningkatkan,mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan tingkat kemandirian danmeminimalkan akibat dari penyakit merupakan bisnis baru dibidang kesehatan yang hadir di UniversitasMuhammadiyah Malang. Pendekatan improvements in revision to existing product dilaksanakan untukmelakukan perbaikan pada sistem pengelolaan pelayanan homecare guna meningkatkan produksipada usaha ini. Pelayanan utama yang diberikan adalah perawatan luka (wound care) meliputi perawatanluka pasca operasi dan perawatan luka gangren Diabetes Mellitus serta perawatan rehabilitasi pascastroke. Program ini akan semakin eksis dengan akan berdirinya rumah sakit di UMM.Kata kunci: homecare, pasca stroke, luka gangren
PENERAPAN FAMILY-CENTER NURSING THEORY PADA KASUS KELUARGA DENGAN BALITA SULIT MAKAN (STUDI KASUS) Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.54 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.409

Abstract

Penerapan Family-Center Nursing Theory pada Kasus Keluarga dengan Balita Sulit Makan (Studi Kasus)Applying Family-Center Nursing Theory At Family Case With Children Under Five Years Old Eating Disorders (Case Study)Yoyok Bekti PrasetyoProgram Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145e-mail: yybekti_pras@yahoo.comABSTRAKMasalah sulit makan merupakan masalah yang umum terjadi pada anak usia prasekolah. Struktur peran anggota keluarga terutama ibu sangat berpengaruh terhadap gangguan sulit makan pada anak. Tujuan studi kasus untuk mengetahui diagnosa keperawatan keluarga, mengidentikasi tindakan keperawatan, melakukan evaluasi pada kasus keluarga dengan balita sulit makan. Metode yang digunakan dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga meliputi tahapan yaitu pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil berupa diagnosa keperawatan yang dapat diidentifikasi ada dua yaitu: kurang pengetahuan dan resiko gangguan nutrisi. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah aplikasi terapi modalitas (terapi perilaku, food combining), konseling dan choaching. Kesimpulan dan saran meliputi strategi intervensi meliputi penerapan terapi modalitas (food combining), terapi perilaku, konseling dan (coaching), pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kompetensi komunitas, membangun koalisi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan berbagai pihak yang potensial. Penerapan terapi modalitas food combining pada agregat balita sulit makan memerlukan modifikasi dan kombinasi dengan terapi modalitas perubahan perilaku. Pemberian menu seimbangan dan modifikasi perilaku yang maladaptif menjadi perliku adaptif akan menciptakan suatu terapi yang handal untuk mengatasi masalah sulit makan pada agregat balita.Kata kunci: gangguan sulit makan, asuhan keperawatan keluargaABSTRACTDifficult problem eat is common problem happened at age child of prasekolah. Structure role of family member especially mother very have an effect on to difficult trouble eat at child. Target of case study to know diagnosa treatment of family, treatment action mengidentikasi, evaluate at family case with difficult balita eat. Used method with approach of upbringing treatment of family cover step that is study, planning, execution, and evaluation. Result of in the form of diagnosa treatment of which can identified by there is two that is: less and trouble risk of nutrisi. Action treatment of which can conducted by is therapy application of modalitas (behavioral therapy, combining food), and konseling of choaching. Conclusion and suggestion cover intervention strategy cover applying of therapy of modalitas (combining food), behavioral therapy, and konseling ( coaching), enableness of society to reach community interest, developing coalition to reach wanted target by various potential side. Applying of therapy of modalitas combining food at aggregate of balita difficult eat to need combination and modification with therapy of modalitas change of behavior. Gift of well-balanced menu and behavioral modification which is maladaptif become my innuendo of adaptif will create an reliable therapy to overcome difficult problem eat at aggregate of balita.Keywords: eating disorder, family-center nursing
PERAN SOSIAL DAN KONSEP DIRI PADA LANSIA Yayuk Hera Saputri; Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.889 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2602

Abstract

PERAN SOSIAL DAN KONSEP DIRI PADA LANSIASocial Character and Self Concept In Old Year AgeYayuk Hera Saputri1 & Yoyok Bekti Prasetyo21Perawat RS Yasmin Banyuwangi 2Departemen Keperawatan Komunitas Fakultas Ilmu Kesehatan UMM Jl. Letkol Istiqlah 80-84 Banyuwangi e-mail: 1)she_ra52@ymail.comABSTRAKPerubahan fisik dan psikososial mengakibatkan perubahan sosial pada lansia dimana kaum manula tidak dihormati atau tidak disegani tetapi hanya ditolerin sehingga mengakibatkan perubahan pada konsep dirinya terutama pada peran sosial lansia dimasyarakat. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian korelasional. Sampel pada penelitian ini adalah semua lansia yang berusia 60-75 tahun. Dengan variabel independen adalah peran sosial dan variabel dependen adalah konsep diri. Analisa data yang digunakan adalah dengan uji chi-square dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan perhitungan chi square diperoleh hasil X2 hitung (18,14) sedangkan X2 tabel (5,991) dapat disimpulkan bahwa X2 hitung > X2 tabel ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada hubungan antara peran sosial dengan konsep diri pada lansia. Adanya hubungan antara peran sosial dengan konsep diri pada lansia maka lansia selain harus selalu memerhatikan kondisi atau kesehatan mereka juga harus memahami diri sendiri dan orang lain. Dalam kehidupan lansia agar dapat tetap menjaga kondisi fisik yang sehat, maka perlu menyelaraskan kebutuhan-kebutuhan fisik dengan kondisi psikologik maupun sosial, sehingga mau tidak mau harus ada usaha untuk mengurangi kegiatan yang bersifat memforsir fisiknya. Seorang lansia harus mampu mengatur cara hidupnya dengan baik, misalnya makan, tidur, istirahat dan bekerja secara seimbang.Kata kunci: Lansia, Peran Sosial, Konsep DiriABSTRACT Physical change and psychosocial cause social change in advance age where is class of advance age is not respected or not well-thought-of but only have tolerant so that cause change in self concept especially in social character of advance age in society. Design that used in this research is research design of correlation. Sample in this research is all advance age of 60-75 years old. With independent variable is social character and dependent variable of self concept. Data analysis that used is chi-square test with standard significance 0,05. Research that found is show that calculation with chi square get result X2 count (18,14) while X2 table (5,991) inferential that X2 count > X2 tabel2 this table means is Ho is averse and HI accepted its mean there is connection between social character with self concept in advance age. The connection that existence between social character with self concept in advance ages so they must always pay attention to their condition or their health also must realize own self and another person. In advance ages life so that can permanent watch over physical condition that wells, so necessary harmonization physical needs with psychological condition also social, so they must have an effort to decrease activity that force their physical. An advance age must can regulate the life manner well, for example eats, sleep, rest and work according to balance.Key Words: Old year , Social Character, Self Concept
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN VIDEO YOGA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KESEHATAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KESEHATAN REPRODUKSINYA Evi Dwi Larasati; Henny Dwi Susanti; Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2015): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.931 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i2.2863

Abstract

Motivasi kesehatan wanita usia subur merupakan dorongan mental yang dapat tumbuh dari dalam diri wanita usia subur sendiri maupun akibat rangsangan dari luar kemudian mengakibatkan seseorang (wanita usia subur) untuk bertindak memenuhi kebutuhan akan kesehatan reproduksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan media promosi kesehatan video yoga dalam meningkatkan motivasi kesehatan wanita usia subur tentang kesehatan reproduksinya. Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperimental dan menggunakan pendekatan one group pretets-postest without Control Group Design. Subjek penelitian adalah Wanita Usia Subur (20-45 tahun) dengan populasi sebanyak 50 orang diambil dengan metode convenience sampling, tetapi yang bersedia menjadi responden sebanyak 25 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis Uji Wilcoxon dengan program SPSS, diperoleh nilai Z = -2,586 dengan taraf significancy 0,001 (p<0,05), nilai Sig. (2-tailed) d” taraf nyata (á/2) dan dapat ditarik kesimpulan H0 ditolak. Penggunaan Media Promosi Kesehatan Video Yoga Efektif Dalam Meningkatkan Motivasi Kesehatan Wanita Usia Subur Tentang Kesehatan Reproduksinya
Homecare Services’ Potential at the UMM Hospital: Analysis on the Disease Cases, Public Social and Economy Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2016): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.508 KB) | DOI: 10.22219/jk.v7i1.3921

Abstract

Limitations of the community to pay for health services in cases of degenerative diseases requires a relatively long treatment, thus impacting the ever increasing cases that require follow-up nursing home. This study aims to identify the public health problems which need at service homecare, identify the assets required to service homecare, selecting issues problems with depth analysis of the problem characteristics homecare, define service needs homecare terminology measurable factors include economy and social, formulate design service model homecare (services inside the building and outside the building). Observational method is used in this research. The results of the study identified health issues that have the potential to do homecare is wound care, antenatal care, clean cord care, palliative cases. The model of homecare services need to be developed in the form of discharge planning in RS UMM