Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

IDENTIFIKASI TUMBUHAN HUTAN BERKHASIAT OBAT TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT SUKU DAYAK MERATUS Junaedi Junaedi; Arfa Agustina Rezekiah; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11984

Abstract

The use of medicinal plants is one of a form of interaction between the community and the forest. Community involvement is needed in conservation activities. This study aims to identify types of medicinal plants, plant parts used, processing, and utilization of medicinal plants by the community in Haratai Village. The method used in data collection using purposive sampling method and interviews with a total of 7 respondents. The data collected includes the characteristics of the respondents and the classification of the use of medicinal plants. The results showed that the community used 27 species from 31 families of medicinal plants that had been identified. The Zingiberaceae family is the most commonly used. Most of the medicinal plants are processed by boiling, and the way to use medicinal plants is to drink them.Identifikasi tumbuhan obat yaitu salah satu bentuk interaksi antara masyarakat dan hutan. Dalam kegiatan konservasi, masyarakat sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan obat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, pengolahan, dan pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat di Desa Haratai. Pengumpulan data dilakukan secara purposive sampling dan waancara dengan jumlah 7 responden. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik dari responden serta klasifikasi pemanfaatan terhadap tumbuhan obat. Hasil yang didapat selama penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menggunakan 27 spesies dari 31 famili tumbuhan obat yang telah teridentifikasi. Keluarga Zingiberaceae adalah yang paling umum digunakan. Sebagian besar tumbuhan obat diolah secara direbus, serta dengan cara diminum untuk pemanfaatan tumbuhan obatnya.
PENILAIAN POTENSI DAYA TARIK EKOWISATA PANTAI TANJUNG DEWA KECAMATAN PANYIPATAN KABUPATEN TANAH LAUT Tania Agustiana; Fonny Rianawati; Daniel Itta
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11021

Abstract

This research was conducted at Tanjung Dewa Beach located in Tanjung Dewa Village, a beach known only as a pier to get to Datu Island, and an assessment of the natural potential of the beach has not been identified. The status of land ownership that is still owned by individuals (privately) and there is no management intervention from the government makes Tanjung Dewa Beach less developed into a natural tourist attraction area. This study was conducted to identify the potential of Tanjung Dewa Beach's natural resources. The method used in this study is direct observation and interview techniques with a qualitative descriptive analysis approach in collecting data on the potential of Tanjung Dewa Beach. The landscape potential assessment used the Bureau of Land Management method and got a score of 24 with high potential. The potential for tourist attraction uses the Puspar method of Gadjah Mada University, and gets a score of 31 which is potentially low. Assessment of biodiversity using the Fandeli method, assessment of flora biodiversity on Tanjung Dewa Beach gets a scale of 4 which means good and there are 25 species. Assessment on fauna using interviews, direct observation, and citing research journals, the overall results of fauna get 24 species with a scale of 5 which means very good.Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Tanjung Dewa yang berlokasi di Desa Tanjung Dewa, pantai yang dikenal hanya sebagai dermaga untuk menuju ke Pulau Datu, dan penilaian tentang potensi alam pantai tersebut belum teridentifikasi. Status kepemilikan lahan yang masih dimiliki perorangan (pribadi) serta belum ada campur tangan kepengelolaan dari pemerintah membuat Pantai Tanjung Dewa menjadi kurang berkembang menjadi kawasan objek wisata alam. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya alam Pantai Tanjung Dewa. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik pengamatan langsung dan wawancara dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dalam pengambilan data potensi yang dimiliki Pantai Tanjung Dewa. Penilaian potensi lanskap menggunakan metode Bureau of Land Management dan mendapatkan skor 24 yang berpotensi tinggi. Potensi daya tarik wisata menggunakan metode Puspar Universitas Gadjah Mada, dan mendapatkan skor 31 yang berpotensi rendah. Penilaian keanekaragaman hayati menggunakan metode Fandeli, penilaian keanekaragaman hayati flora di Pantai Tanjung Dewa mendapatkan skala 4 yang artinya baik dan terdapat 25 jenis. Penilaian pada fauna menggunakan metode wawancara, pengamatan secara langsung, dan mengutip jurnal penelitian, hasil keseluruhan fauna mendapatkan 24 jenis dengan skala 5 yang artinya sangat baik.
DAMPAK PENGEMBANGAN PANTAI TANJUNG DEWA TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT Shofiah Shofiah; Muhammad Naparin; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11037

Abstract

The sector that has the potential for development as an economic driver and development for coastal communities is tourism. One of the tourist destinations in Tanjung Dewa Beach, South Kalimantan Province, Indonesia is unique and different from general tourism due to its distinctive natural scenery such as Pulau Datu, a religious tourism site. This study aims to analyze the economic income of the community around Tanjung Dewa Beach and compare the income of the community before and after the tourism activities at Tanjung Dewa Beach. Data collection was carried out using a purposive sampling method through interviews with 90 respondents from the community of Tanjung Dewa Village using a questionnaire, and data were analyzed quantitatively using the Likert Scale method and scaling from 1-5. The result of the study shows that the community's income has increased due to the development of Tanjung Dewa Beach, which provides employment opportunities and business opportunities, thus increasing the income or earnings of the surrounding community. The development of tourism in Tanjung Dewa Beach has a significant impact on the community's income as shown by the Paired-Sample T-Test. The impact of tourism development has led to an increase in the income of the community.Sektor yang mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan yang menjadi penggerak ekonomi maupun pembangunan terhadap masyarakat pesisir yaitu pariwisata. Daerah di Indonesia yang mempunyai pesisir pantai salah satunya terdapat di Pantai Tajung Dewa Provinsi Kalimantan Selatan yang unik serta berbeda dari wisata pada umumnya karena memiliki pemandangan alam yang khas seperti Pulau Datu yang merupakan wisata religi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan ekonomi masyarakat disekitar Pantai Tanjung Dewa dan membandingkan pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah adanya aktifitas pariwisata di Pantai Tanjung Dewa. Pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling secara wawancara menggunakan kuisioner kepada 90 responden masyarakat Desa Tanjung Dewa dan observasi dan analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Skala Likert dan penskalaan 1-5. Hasil dari penelitian yaitu Pendapatan masyarakat dengan adanya pengembangan Pantai Tanjung Dewa memberikan pengaruh terhadap meningkatnya pendapatan masyarakat, seperti terbukanya lapangan pekerjaan dan peluang untuk berusaha sehingga memberikan penambahan pendapatan atau penghasilan masyarakat sekitar. Pengembangan wisata Pantai Tanjung Dewa terhadap pendapatan masyarakat yang telah dilakukan Uji Parametrik T - sampel Berpasangan bahwa adanya pengaruh yang sangat nyata terhadap pendapatan masyarakat. Pengaruh adanya pengembangan wisata ini membuat pendapatan masyarakat menjadi meningkat.
PERENCANAAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI TANJUNG DEWA DI KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Rianawati, Fonny; Asyari, Mufidah; Helmi, Muhammad; Akbari, M. Denny; Ayudila A. P., Prasasty; Muhana, Muriyani
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i2.19772

Abstract

Penelitian perencanaan sosial pengelolaan pantai Tanjung Dewa merupakan penelitian lanjutan dari penelitian potensi dan strategi pengembangan pantai Tanjung Dewa berbasis masyarakat yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang sikap, pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap pantai Tanjung Dewa. pengelolaan dan pengembangan pantai Tanjung Dewa menjadi kawasan Ekowisata yang datanya dapat dijadikan acuan dalam perencanaan sosial terkait pengelolaan berkelanjutan pantai Tanjung Dewa. Pengumpulan data dilakukan di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Data primer diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur dengan menggunakan kuesioner dan Focus Group Discussion (FGD). Selain itu, wawancara mendalam juga dilakukan terhadap masyarakat awam dan tokoh kunci (kepala desa) yang tinggal di wilayah penelitian. Hampir seluruh responden menunjukkan sikap yang baik terhadap pengembangan pantai Tanjung Dewa menjadi kawasan ekowisata. Namun tingginya sikap responden tidak dibarengi dengan perilakunya terhadap pengembangan tempat wisata tersebut, didukung oleh rendahnya pengetahuan mereka terhadap ekowisata. Perlu dilakukan sosialisasi/sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat setempat mengenai kegiatan pengembangan dan pengelolaan ekowisata di Pantai Tanjung Dewa sehingga akan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi mereka.
ANALISIS KEGUNAAN TUMBUHAN HERBA DI AREAL REKLAMASI PT ADARO INDONESIA KALIMANTAN SELATAN Rukmawati, Rukmawati; Asy'ari, Mufidah; Rianawati, Fonny
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.14393

Abstract

Herbaceous plants are plants whose stems are not hard and woody. Herbs usually have soft stems and can live in wet places where other animals will not interfere with their growth. Herbs grow well under trees and in a variety of soil types and weather conditions. Herbaceous plants can also indicate how healthy the soil is. The purpose of this study is to Inventory understory plant species in the Reclamation Area of PT Adaro Indonesia South Kalimantan and Identify the use of understory plant species, especially herbs in the Reclamation Area of PT Adaro Indonesia South Kalimantan. The method used is using the literature study method. From the results of the study also obtained the type of utilization of the use of lower plants, especially herbs, the largest is for pharmacological use (78.4%), then followed by use as food (14.9%), animal feed (9.5%), ornamental plants / cover crop (9.5%), insecticides (8.1%), fertilizers (5.4%), crafts (2.7%), dyes (2.7%), cosmetics (5.4%), and other purposes (5.4%). Herba biasanya memiliki batang lunak dan dapat hidup di tempat basah di mana hewan lain tidak akan mengganggu pertumbuhannya. Herba tumbuh dengan baik di bawah pohon dan di berbagai jenis tanah dan kondisi cuaca. Tumbuhan herba juga dapat menunjukkan seberapa sehat tanah ditempat itu. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menginventarisasi spesies tumbuhan bawah di Areal Reklamasi PT Adaro Indonesia Kalimantan Selatan serta Mengidentifikasi penggunaan spesies tumbuhan bawah terutama herba yang ada di Areal Reklamasi PT Adaro Indonesia Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode studi pustaka. Dari hasil penelitian juga didapatkan Jenis pemanfaatan penggunaan tumbuhan bawah terutama herba terbesar adalah untuk penggunaan farmakologis (78.4%), kemudian disusul untuk penggunaan sebagai pangan (14.9%), pakan ternak (9.5%), tanaman hias/cover crop (9.5%), insektisida (8.1%), pupuk (5.4%), kerajinan (2.7%), pewarna (2.7%), kosmetik (5.4%), dan keperluan lain (5.4%).
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Di Desa Mandiangin Barat Melalui Pembuatan Pot Organik Sari, Noor Mirad; Mahdie, Muhammad Faisal; Violet; Nisa, Khairun; Rianawati, Fonny; Naparin, Muhammad; Helmi, Muhammad; Pitri, Rina Muhayah Noor; Puspita, Dian Endah; Yulicia , Zamrudhinda Minna
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No Risdamas (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. Risdamas Desember, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6iRisdamas.186

Abstract

Pot organik ramah lingkungan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan penggunaan polybag plastik. Bahan organik yang memiliki potensi besar yang dapat digunakan sebagai bahan pot organik yang dapat terurai yaitu limbah sabut kelapa dan jerami padi. Permasalahan mitra saat ini adalah Masyarakat Desa Mandiangin Barat yang berada di sekitar KHDTK ULM belum menangkap peluang usaha untuk membuat pot organik sehingga kegiatan PKM diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan pot organik, pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan pot organik dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus, bertempat di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pengetahuan dan kemampuan mitra meningkat setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Faktor pendukung kegiatan PKM adalah keinginan mitra untuk maju dan mengembangkan usaha pot organik. Luaran kegiatan berupa publikasi pada Banjarmasin Tribunnews.com, video kegiatan pada YouTube, poster dan artikel ilmiah.