Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemirksaan dan Edukasi Kualitas Air Sumur Gali Sebagai Air Konsumsi di Kelurahan Timbangan Oleh Mahasiswa Kelompok 6 Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang Yudiansyah, Yudiansyah
Khidmah Vol 7 No 1 (2025): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v7i1.519

Abstract

Air merupakan bahan alam yang diperlukan untuk kehidupan manusia, hewan dan tanaman, yaitu sebagai media pengangkutan zat-zat makanan. Air juga merupakan sumber energi serta berbagai keperluan lainnya. Masalah utama yang dihadapi berkaitan dengan sumber daya air adalah kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk memastikan kualitas air sumur di kelurahan timbangan apakah layak konsumsi dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kualitas air minum merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 32 Tahun 2017. Hasil tes pH air sumur di kelurahan timbangan diketahui semua titik sampel sudah sesuai standar mutu (Peraturan Menteri Kesehatan No. 32 Tahun 2017), sedangkan nilai TDS di Kelurahan Timbangan terendah 220 mg/L dan nilai tertinggi sebesar 540 mg/L dan dari hasil edukasi, masyarakat sudah memahami akan pentingnya pengolahan air sumur sebagai air konsumsi di kelurahan Timbangan
Analisis Performansi Teknologi Dwdm Dengan Penguat Optik Hybrid Roa-Edfa Berbasis Soliton Barawasi, Tika Nadhiah; Pamukti, Brian; Yudiansyah, Yudiansyah
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan akan transmisi data berkapasitas besar dan jarak jauh mendorong penggunaan teknologi Dense wavelength division multiplexing (DWDM) dalam sistem komunikasi optik. Namun, tantangan utama pada DWDM adalah redaman dan dispersi sinyal yang terjadi seiring bertambahnya jarak transmisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performansi sistem DWDM berbasis soliton dengan kombinasi penguat optik hybrid ROA-EDFA dalam dua konfigurasi: ROA sebagai booster amplifier dan sebagai inline amplifier. Selain itu, diteliti pula pengaruh penggunaan dispersion compensation fiber (DCF) dalam meningkatkan kualitas sinyal. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak OptiSystem 7.0 dengan variasi daya laser dari -8 dBm hingga 8 dBm, serta panjang serat optik 30 km, 50 km, dan 100 km. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi ROA sebagai booster amplifier memberikan performa terbaik, terutama jika dikombinasikan dengan DCF, dengan nilai bit error rate (BER) mencapai 10⁻³⁶. Sebaliknya, penggunaan ROA sebagai inline amplifier menunjukkan penurunan kualitas sinyal pada daya rendah dan jarak jauh. Kesimpulannya, konfigurasi ROA sebagai booster amplifier dengan DCF sangat direkomendasikan untuk sistem DWDM jarak jauh. Penggunaan soliton juga terbukti efektif dalam mempertahankan kestabilan sinyal dan menekan efek dispersi dalam jaringan optik. Kata kunci— sortasi pisang, computer vision, ESP8266, teachable machine, otomasi, blynk
Prototipe Sistem Sortasi Objek Otomatis Pada Roller Belt Conveyor Berbasis Internet Of Things Fadhillah, Fadhillah; Setiawan, Dhoni Putra; Yudiansyah, Yudiansyah
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan produsen pisang terbesar ketiga di dunia, namun volume ekspornya masih sangat rendah karena belum optimalnya proses sortasi sesuai standar mutu ekspor. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini merancang sistem sortasi otomatis berbasis computer vision yang mampu mengklasifikasi kondisi fisik pisang secara real-time sebagai upaya peningkatan efisiensi sortasi pascapanen. Model klasifikasi dikembangkan menggunakan platform Teachable Machine dengan total 3.000 citra pisang yang terbagi merata antara kategori segar dan busuk. Model dilatih menggunakan arsitektur CNN selama 50 epoch dan diimplementasikan dalam format TensorFlow.js. Hasil klasifikasi dikirim ke mikrokontroler ESP8266 untuk mengontrol aktuator berupa servo motor, serta ditampilkan pada Blynk Dashboard melalui koneksi Wi-Fi untuk keperluan monitoring. Sistem diuji menggunakan 20 sampel fisik pisang dan menghasilkan akurasi klasifikasi sebesar 90%, dengan waktu respon rata-rata antara 3 hingga 5 detik. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan proses sortasi secara otomatis dan real-time. Prototipe ini dinilai berhasil mencapai tujuan penelitian sebagai solusi inovatif untuk otomasi sortasi produk hortikultura, khususnya pisang. Kata kunci— sortasi pisang, computer vision, ESP8266, teachable machine, otomasi, blynk
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN IKAN TONGKOL ABU-ABU (THUNNUS TONGGOL) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT Yudiansyah, Yudiansyah; Suyatno, Adi; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102719

Abstract

Ikan tongkol abu-abu (Thunnus tonggol) merupakan salah satu komoditas perikanan pelagis yang berperan strategis dalam perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan di kawasan PPN Pemangkat. Berdasarkan data pendaratan tahun 2023, komoditas ini tercatat sebagai hasil tangkapan terbesar sehingga menjadi sumber pendapatan utama serta memberikan kontribusi penting dalam rantai nilai perikanan daerah. Dalam praktiknya, pemasaran tongkol abu-abu di tingkat produsen masih banyak melibatkan agen, yang dipengaruhi oleh hubungan keterikatan antara nelayan dan agen. Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya beragam saluran pemasaran dari nelayan hingga konsumen akhir, yang pada akhirnya menimbulkan perbedaan harga yang cukup besar di setiap tingkatan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi saluran pemasaran ikan tongkol abu-abu di PPN Pemangkat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan profitability index. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap nelayan/agen, pengumpul, dan pengecer. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga saluran pemasaran, yaitu Saluran 0, Saluran I, dan Saluran II. Secara umum, seluruh saluran dinilai efisien berdasarkan margin pemasaran dan farmer’s share, namun berdasarkan indeks profitabilitas hanya Saluran I dan II yang efisien. Saluran I dinilai paling optimal karena memberikan keuntungan yang lebih seimbang dan menguntungkan bagi nelayan.
Analisis Spasial Status Hara Tanah (N, P, K) dan pH Tanah pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Babulu Toyibulah, Yoga; Yudiansyah, Yudiansyah; Jannah, Rabiatul; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.19540.45-53

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Babulu semakin bertambah luas karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pengolahan tanah yang terus-menerus dilakukan dapat menyebabkan unsur hara dalam tanah mengalami penurunan dan ditambah dengan aplikasi pupuk oleh petani. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memetakan status hara tanah (N, P, K, dan pH) pada lahan kelapa sawit di Kecamatan Babulu. Penelitian ini dilaksanakan dengan membuat peta penggunaan lahan kelapa sawit tahun 2024 di Kecamatan Babulu. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel tanah dengan metode purpose random sampling di lahan kelapa sawit di Kecamatan Babulu dan dilakukan analisis N-total, P-tersedia, K-tersedia, dan pH di Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Pemetaan status unsur hara dibuat menggunakan metode interpolasi IDW (Inverse Distance Weighting) yang merupakan metode interpolasi berdasarkan asumsi bahwa nilai titik-titik yang tidak tersampel dapat diprediksi sebagai rata-rata tertimbang dari nilai yang diketahui. Hasil penelitian menunjukan status pH pada lahan kelapa sawit di Kecamatan Babulu terbagi menjadi masam dan sangat masam. Status N-total di Kecamatan Babulu terbagi menjadi sangat rendah, rendah, dan sedang. Status P-tersedia di Kecamatan Babulu terbagi menjadi sangat rendah, rendah, tinggi, dan sangat tinggi. Status K-tersedia di Kecamatan Babulu terbagi menjadi sedang, tinggi, dan sangat tinggi.
Improved Performance of SiDREB2-SNAP Marker in Foxtail Millet by Optimum Primer Concentration, PCR Cycle, and DNA Polymerase Specificity Wospakrik, Andrean Heskiel; Rizqullah, Ramadaniarto; Pahlevi, M Reza; Yudiansyah, Yudiansyah; Purwoko, Bambang Sapta; Suwarno, Willy Bayuardi; ARDIE, Sintho Wahyuning
Journal of Tropical Crop Science Vol. 13 No. 01 (2026): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.13.01.103-113

Abstract

Foxtail millet (Setaria italica L. Beauv.) is an emerging carbohydrate-producing crop. It is considered a climate-resilient crop due to its tolerance to abiotic stresses. Breeding for abiotic-tolerant crops requires powerful tools such as molecular markers. The single-nucleotide amplified polymorphism (SNAP) marker, developed from a single-nucleotide DNA variation at a specific location in the plant genome, is a simple yet powerful PCR-based marker widely used in phenotype-related selection. A SiDREB2-based SNAP marker was previously developed based on a base variation at the 558th base pair (an A/G transition) in the SiDREB2 gene and used to estimate the drought tolerance in foxtail millet. However, the specificity of the marker depends on technical aspects, including the type of DNA polymerase used, primer concentration, and the number of PCR cycles. Here, we reported that non-specific and false positive amplicons can be eliminated by utilizing DNA polymerase with no 3’ to 5’ proofreading activity and reducing the final primer concentration to 1.25 μM. PCR cycle number 25 yielded the optimum specificity, while increasing the cycle to 30 resulted in false positive results. Altogether, our results showed that technical optimization is necessary for improving the specificity of the SNAP marker.