Claim Missing Document
Check
Articles

Found 114 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Analisis Kelelahan Propeler KP-505 B-Series dengan Variasi Jumlah Blade pada Kapal Kontainer 3600 TEUs Rizki Aziz Radyantama; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.09 KB)

Abstract

Transportasi laut membutuhkan sistem penggerak. Bentuknya pun bermacam-macam: layar, paddle wheel, water jet, hingga yang paling umum ialah baling-baling atau biasa dikenal dengan propeler. Pada proses pembuatannya, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kekuatan dan umur kelelahannya. Penelitian ini membandingkan gaya dorong dan torsi, serta umur kelelahan propeler KP-505 B-Series dengan variasi jumlah daun sebanyak 3 daun, 4 daun, dan 5 daun. Serta variasi masa pelayaran 150 hari, 200 hari, dan 300 hari. Analisis dilakukan dengan software berbasis CFD. Hasil pada penelitian ini menunjukkan perbedaan nilai thrust dan torsi pada masing-masing variasi, dimana hasil optimal terdapat pada variasi 5 daun dengan nilai thrust sebesar 81,16 N, dan torsi 2,92 N.m. Kemudian, untuk umur kelelahan terpendek, terdapat pada variasi propeler dengan 3 daun dan masa pelayaran 300 hari, dimana stress yang terjadi sebesar 3,85 MPa dengan masa pakai selama 8,70 tahun saja.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI TANK TOP AKIBAT PERPINDAHAN POSISI DARI GENERATOR SET PADA KAPAL ACCOMODATION WORK BARGE ( AWB ) 5640 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Achmad Nurochman; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.356 KB)

Abstract

Accomodation Work Barge atau disingkat AWB adalah kapal tongkang kerja yang tidak memiliki alat penggerak sendiri. Untuk memenuhi semua kebutuhan kelistrikan di dalam kapal menggunakan Generator Set sebagai sumber daya utamanya. Pada kapal AWB 5640 DWT telah dilakukan perubahan posisi atau tata letak dari Generator Set yang ada. Karena perpindahan posisi dari Generator Set ini, maka akan menimbulkan beban yang berbeda pada konstruksi Pondasi dan Tank Top kapal tersebut. Dalam kasus ini, maka diperlukan analisa kekuatan untuk menjamin bahwa pondasi dari Generator Set dan konstruksi Tank Top dibawahnya mencukupi persyaratan yang diijinkan. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga linear statis dengan jenis analisa structural. Hasil analisa berupa tegangan von Mises pada beberapa kondisi pembebanan, yaitu kondisi normal, kondisi sagging, dan kondisi hogging. Untuk membantu penulis dalam menganalisa kekuatan, penulis menggunakan alat bantu software berbasis metode elemen hingga dengan membuat dua model yaitu model konstruksi lama dan konstruksi baru pada program MSC Patran dan dianalisa pada program MSC Nastran. Tegangan von Misses terbesar yang tejadi pada konstruksi lama adalah sebesar 104 MPa pada kondisi Sagging 1 dan Sagging 2 dengan deformasi maksimal 3,09 mm. Sedangkan pada konstruksi baru nilai tegangan maksimalnya adalah 104 MPa pada kondisi Sagging 1 dan Sagging 2 dan deformasi maksimalnya 3,96 mm. Dari analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kedua konstruksi sama – sama bagus karena nilai tegangan maksimal dari hasil analisa masih dibawah tegangan ijin BKI sebesar 190 MPa.
Analisa Kelelahan Konstruksi Bracket Windlass Terhadap Beban Kerja Studi Kasus Kapal Tanker 17500 LTDW Dengan Metode Elemen Hingga Imam Cahyadi; Hartono Yudo; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia maritime Bracket merupakan salahsatu hal yang penting untuk menahan beban kerja dari mesin salah satunya adalah windlass. Fatigue strength merupakan salah satu factor penting dalam operasional kapal.penelitian ini bertujuan unntuk mengetahui perkiraan umur konstruksi dari pondasi windlass dengan mengacu pada Common Structur Rules (CSR) dimana minimal 25 tahun sebagai batas minimum umur yang di perbolehkan.analisa berupa analisa fatigue dengan berupa beban operasional dari windlass dengan metode elemen hingga guna mengetahui letak titik hotspot stress dan letak kegagalan terbesar berdasarkan variasi dari tebal pelat.dari hasil simulasi yang telah dilakukan di dapatkan tegangan yang terjadi pada pondasi variasi T1 dengan nilai σ max 2,07 x 10 8 Pa,  σ min 112.33 Pa dengan siklus terpendek sebesar 22571 Cycle  ,Variasi 1 σ max 2,02 x 10 8 Pa dan  σ min 107,03 Pa dengan siklus terpendek sebesar 24639 Cycle   ,Variasi T2 σ max 2,00 x 10 8 Pa dan σ min 112,15 Pa dengan siklus terpendek sebesar 25619 Cycle,Variasi T3 σ max 1,95 x 10 8 Pa dan σ min 103,14 Pa dengan siklus terpendek sebesar 27904 Cycle,Untuk menghitung umur kelelahan dalam tahun,menggunakan metode Commulative Fatigue Damage dan di dapatkan umur variasi T1 21,668 tahun variasi T2 26,88 tahun variasi T3 29,58 tahun dan variasi T4 36,48, sehingga untuk memenuhi kriteria dari CSR pelat harus diganti ketebalanya minimal 18 mm.Dalam dunia maritime Bracket merupakan salahsatu hal yang penting untuk menahan beban kerja dari mesin salah satunya adalah windlass. Fatigue strength merupakan salah satu factor penting dalam operasional kapal.penelitian ini bertujuan unntuk mengetahui perkiraan umur konstruksi dari pondasi windlass dengan mengacu pada Common Structur Rules (CSR) dimana minimal 25 tahun sebagai batas minimum umur yang di perbolehkan.analisa berupa analisa fatigue dengan berupa beban operasional dari windlass dengan metode elemen hingga guna mengetahui letak titik hotspot stress dan letak kegagalan terbesar berdasarkan variasi dari tebal pelat.dari hasil simulasi yang telah dilakukan di dapatkan tegangan yang terjadi pada pondasi variasi T1 dengan nilai σ max 2,07 x 10 8 Pa,  σ min 112.33 Pa dengan siklus terpendek sebesar 22571 Cycle  ,Variasi 1 σ max 2,02 x 10 8 Pa dan  σ min 107,03 Pa dengan siklus terpendek sebesar 24639 Cycle   ,Variasi T2 σ max 2,00 x 10 8 Pa dan σ min 112,15 Pa dengan siklus terpendek sebesar 25619 Cycle,Variasi T3 σ max 1,95 x 10 8 Pa dan σ min 103,14 Pa dengan siklus terpendek sebesar 27904 Cycle,Untuk menghitung umur kelelahan dalam tahun,menggunakan metode Commulative Fatigue Damage dan di dapatkan umur variasi T1 21,668 tahun variasi T2 26,88 tahun variasi T3 29,58 tahun dan variasi T4 36,48, sehingga untuk memenuhi kriteria dari CSR pelat harus diganti ketebalanya minimal 18 mm.
Analisa Kekuatan Struktur Kapal Crew Boat Setelah Dikonversi Menjadi Passenger Boat Akibat Penambahan Panjang Pada Deck Kapal Karen Octa Angelica; Hartono Yudo; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kekayaan alam. Dengan potensi yang dimiliki Indonesia, maka dibutuhkan sarana untuk menunjang keberlangsungan di setiap bidang yang ada. Bidang pariwisata dan bidang industri minyak dan gas saat ini sangat diperhatikan. Kondisi minyak dan gas sedang menurun dan wisata bahari mulai banyak diminati masyarakat saat ini. MF. Horizon Star merupakan Crew boat (CB) yang dikonversi menjadi Passenger ship (PS) dengan DWT 154 ton karena kondisi industri minyak dan gas yang turun dan menyebabkan banyak  Crew Boat tidak beroperasi. Hasil konversi kapal mengalami penambahan panjang dan penambahan muatan. Sehingga perlu dilakukan analisis kekuatan kapal sebelum dan sesudah dikonversi untuk mengetahui seberapa besar tegangan maksimum yang terjadi akibat  perubahan penambahan panjang kapal dan kapasitas muatan kapal tersebut terhadap keamanan dan keselamatan kapal dengan metode elemen hingga dibantu dengan software perkapalan. Penambahan panjang pada kapal setelah dikonversi mempengaruhi tegangan yang terjadi pada kapal. Dari hasil analisa, tegangan maksimal yang terjadi pada Crew Boat saat air tenang sebesar 12,1 N/mm2, sagging sebesar -33,9 N/mm2, hogging 21,2 N/mm2. Tegangan maksimal yang terjadi pada Passanger Ship saat air tenang sebesar 19,4 N/mm2, sagging sebesar -42,8 N/mm2, hogging 29,5 N/mm2. Tegangan maksimum terbesar terjadi pada kapal setelah dikonversi yaitu -42,8 N/mm2 dengan nilai safety factor 4,1 yang masih memenuhi kriteria BKI yaitu tidak lebih dari 175 N/mm2. 
STUDI ANALISA STRUKTUR LAMBUNG SEMI SUBMERSIBLE HEAVY LIFT VESSEL 30.000 TON MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD Egar Haneshananta Sihombing; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.646 KB)

Abstract

Kemajuan di bidang perkapalan sangatlah pesat, salah satu aspek yang paling disoroti adalah kekuatan dan ketahanan kapal. Hal ini mencakup kekuatan dan ketahanan pada saat berlayar ataupun berlabuh. Direct Strength Analysis adalah salah satu cara yang tepat untuk mengetahui kekuatan suatu struktur. Mengetahui komponeN-komponen yang paling kritis dan perlu mendapat perhatian lebih. Penelitian ini menganalisa kekuatan strutur lambung semi-submersible heavy lift vessel yang diberikan tekanan hirostatik saat kapal mengalami semi-submerged draught maksimum menggunakan FEM(Finite Elmemnt Method). Dalam proses analisa menggunakan software Msc.Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tekanan hidrostatik sebesar 133.598,5 Pa.Untuk beban muatan sebesar 20.000 ton,terjadi deformasi sebesar 11,9 cm dan tegangan maksimu sebesar 100 N/mm2 . Untuk beban muatan sebesar 25.000 ton, terjadi deformasi sebesar 11,9 cm,tegangan maksimum sebesar 128 N/mm2. Dan saat kapal diberi muatan sebesar 30.000 ton,deformasi sebesar 12,4 cm dan tegangan maksimum sebesar 218 N/mm2. Tegangan maksimal yang diterima oleh kapal tersebut masih berada dibawah nilai tegangn ijin menurut ketentuan DNV yaitu sebesar 235 N/mm2.
Analisa Pengaruh Penambahan Fin Keel terhadap Hambatan, Pola Aliran, dan Stabilitas pada Kapal Ferry Ro-Ro 1000 GT Rezky Naufal Pratama; Parlindungan Manik; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal Ferry Ro-Ro merupakan salah satu alat transportasi yang dapat diandalkan untuk melayani penumpang antar pulau karena harga tiket yang relatif murah. Untuk menjaga hal itu maka perlu adanya peningkatan kenyamanan serta keselamatan penumpang dan efisiensi bahan bakar, salah satu cara nya adalah dengan mengurangi hambatan, mengefisienkan pola aliran, serta meningkatkan stabilitas dengan meneliti penggunaan fin keel. Penelitian ini menggunakan software Maxsurf dan CFD dengan variasi tinggi dan posisi fin keel di lunas kapal dan bertujuan untuk membandingkan hambatan, kecepatan aliran, serta nilai GZ maksimum yang lalu dibandingkan dengan analisa kapal asli yang sudah ada. Hasilnya adalah kapal dengan fin keel berbagai variasi memiliki nilai hambatan 0.13%-1.32% lebih kecil dibanding dengan kapal tanpa fin keel, kecepatan aliran 0.01% lebih kecil sampai dengan 0.7% lebih besar dibanding kapal asli, serta nilai GZ maksimal 9.62%-9.81% lebih kecil dibanding kapal asli.
Analisa Teknis Papan Laminasi Serat Bambu Petung Dengan Serat Fiberglass Woven Roving Untuk Material Kulit Kapal Pani Prima Tambunan; Hartono Yudo; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dalam bidang industri mendorong pemenuhan kebutuhan akan material  dengan karakteristik tertentu, berbagai material sudah diteliti guna mendapatkan material yang lebih baik, salah satunya material komposit. Komposit memiliki keunggulan yang mudah dibentuk, ringan dan kekuatan yang tinggi, keunggulan ini mendorong komposit sebagai bahan pengganti material logam konvensional pada berbagai produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik, tekuk, impak dari material komposit berpenguat serat fiberglass dan serat bambu petung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian tarik, tekuk dan impak terhadap material komposit. Hasil yang diperoleh untuk kekuatan tarik laminasi bambu petung dan serat fiberglass yang paling tinggi ada pada variasi susunan serat bambu 7 lapis dengan serat fiberglass 6 lapis dengan hasil kuat tarik rata- rata sebesar 207.12 Mpa. Pengujian tekuk pada  variasi susunan 7 lapis dengan serat fiberglass 6 lapis diperoleh hasil kekuatan tekuk tertinggi yaitu sebesar 249.78 Mpa. Nilai pengujian impak juga berbanding lurus dengan nilai pengujian tarik dimana variasi susunan serat bambu 7 lapis dengan serat fiberglass 6 lapis memiliki kuat impak tertinggi yaitu sebesar 293.48 Kj/  Komposit serat bambu petung dengan serat fiberglass dapat digunakan sebagai material kulit kapal karena telah memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan oleh BKI.
Studi Kasus Keterlambatan Proyek Kapal Bangunan Baru Kapal Perintis Type 1200 GT Berbasis Manajemen Risiko Di PT. JMI Rizki Rizcola; Untung Budiarto; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.33 KB)

Abstract

Pengerjaan proyek pembangunan kapal bangunan baru sering terjadi keterlambatan pada jadwal akibat risiko-risiko yang berpengaruh. Maka dibutuhkan analisa risiko dan mitigasi dalam manajemen risiko proyek. Proyek pembangunan kapal perintis type 1200 GT di PT Janata Marina Indah Semarang, dalam pengerjaannya pembangunan tersebut di ketahui mengalami delay selama 40 hari dari perencanaan pembangunan selama 882 hari. Dalam penelitian ini dibutuhkan main schedule dari pembangunan kapal tersebut, kemudian dilakukan penilain risiko dengan mengidentifikasi dan verifikasi risiko pada proyek pembangunan kapal perintis 1200 GT. Dengan menggunakan metode Monte Carlo dan Software Primavare Risk Analyst,  penelitian kali ini bertujuan untuk mendapatkan hasil berupa peringkat risiko, persentase perkiraan keberhasilan suatu proyek terhadap schedule proye dan aktivitas sensitif serta mitigasi risiko atau respon terhadap proyek bangunan baru kapal perintis1200 GT. Kemudian hasil menunjukan nilai persentase keterlambatan sebesar 4,54 % dengan delay atau keterlambatan selama 40 hari dari target pembangunan yang dicapai adalah 922 hari. Serta didapakant 12 risiko yang berpengaruh dalam pengerjaan proyek pembangunan kapal baru perintis 1200 GT dengan tingkatan 1 risiko kategori ekstim, 4 risiko kategori tinggi, 4 risiko kategori sedang dan 3 risiko kategori rendah. Risiko yang paling berpengaruh pada pengerjaan proyek tersebut yaitu keterlambatan pada supply material, perbaikan atau revisi karena rekomendasi setelah pengerjaan dan kebutuhan tenaga kerja.
PERBANDINGAN KEKUATAN KONSTRUKSI LAMBUNG MONOHULL DENGAN MONOMARAN PADA KAPAL RO-RO 5000 GT Angga Pradipta; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.859 KB)

Abstract

Rancang bangun lambung kapal merupakan hal yang penting dalam membuat kapal karena merupakan dasar perhitungan stabilitas kapal, besarnya tahanan kapal yang tentunya berdampak pada kecepatan kapal rancangan, konsumsi bahan bakar, besaran daya mesin serta draft/ sarat kapal untuk menghitung kedalaman yang diperlukan dalam kaitannya dengan kolam pelabuhan yang akan disinggahi serta kedalaman alur pelayaran yang dilalui oleh kapal tersebut. Desain monomaran merupakan desain lambung yang baru sehingga perlu dilakukan beberapa analisis dan pengujian seperti lazimnya kapal desain monohull maupun lambung kembar pada umumnnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi dan karakteristik tentang kapal tipe monomaran. Penelitian ini menganalisa kekuatan struktur Monohull dan Monomaran yang diberikan tekanan hidrostatik dan hidrodinamik sesuai dengan distribusi yang terdapat dalam Common Structural Rules mengunakan FEM. Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tegangan maksimum yang terkena tekanan hidrostatik sebesar 125 N/mm2 untuk lambung monhull dan deformasi 3,98 cm. Pada kondisi H1 dan H2 arah gelombang yang datang dari arah depan (head sea) yang menyebabkan sagging maupun hogging sebesar 77 N/mm2 untuk monohull dan 70 N/mm2 , pada kondisi F1 dan F2 arah gelombang yang datang dari arah belakang (following sea) yang menyebabkan sagging maupun hogging sebesar 136  N/mm2 untuk monohull dan 133 N/mm2 untuk Monomaran n, pada kondisi R1 dan R2 pada saat rolling maximum sebesar 136 N/mm2 untuk Monohull dan 132 N/mm2 pada untuk MonoMaran, pada kondisi P1 dan P2 pada saat pressure maximum sebesar 154 N/mm2 . dan untuk Monomaran sebesar 144 N/mm2 Tegangan maksimal tersebut masih berada dibawah nilai tegangn ijin menurut ketentuan ABS yaitu sebesar 180 N/mm2.
Rekayasa Desain Bangunan Atas Kapal Katamaran Bermaterial Plastik HDPE dan Pengaruhnya Terhadap Performance Kapal M. Haris Fikri Sulthoni; Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.7 KB)

Abstract

Bangunan atas kapal adalah salah satu bagian yang umum ada pada struktur kapal dalam bentuk bangunan yang utuh. Hal ini juga dapat meningkatkan nilai jual ekonomis kapal. Rekayasa desain bangunan atas kapal akan berpengaruh terhadap karakteristik teknik kapal, antara lain hambatan dan stabilitas. Perbedaan bentuk bangunan atas kapal akan mengindikasikan perubahan besar pada hambatan kapal terutama pada hambatan angin, serta stabilitas yang berbeda sehinngga penulis ingin menganalisa performance kapal akibat efek perekayasaan desain bangunan atas kapal. Analisa dilakukan dengan pembuatan model rekayasa tiga desain, untuk melihat desain yang paling baik. Kemudian, analisa performance kapal diketahui dengan bantuan software Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk analisa hambatan angin dan software system komputasi untuk analisa stabilitas kapal. Dari ketiga variasi desain bangunan atas kapal, nilai hambatan terendah terdapat pada model tiga dan mengalami kenaikan pada hambatan total kapal sebesar 0,045% dari hambatan sebelumnya dengan nilai sebesar 1,244 kN. Untuk nilai stabilitas paling baik didapatkan pada model 2 dan 3 dengan nilai GZ maksimal sebesar 1,279 m untuk kondisi kapal kosong dan pada kapal kondisi penuh didapatkan pada model 1 dengan nilai GZ maksimal sebesar 1,255m.
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abdurrachman Fiqri Achmad F.R. Prabowo Achmad Nurochman Ade Purnawan Adietya, Berlian Arswendo Afriandi Ginting, Afriandi Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Zakki Akbar, Ilham Fathony Alexander Martua Napitupulu Alfikri Hidayat, Alfikri Alifviar, Muhamad Riza Amhar Wahyudi Harahap, Amhar Wahyudi Aminuddin, Rahmat Ridlo Amirudin, Wilma Andi Haris Muhammad Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Andromeda, Trias Angga Pradipta Anggita Firda Renatasari Anggoro Prabu Dewanto Arfan Abdul Ghofur Ari Wibawa Budi Santosa Ary Ramadhan Asmara, I Putu Sindhu Astarry Nugroho Azzaky Alghifari, Azzaky Berlian Arswendo Adietya Bintang Nurcahyo Candra, Ronaldo David Chandra Dennis Oscha Cholik Dewa Anjar Nyawa Dhawala, Pakavy Aqshall Dwi Putra Naya, Radityo Habil Egar Haneshananta Sihombing Egar Haneshananta Sihombing Eko Sasmito Hadi Fabya, Daryl Fahrudin, Hasim Try Faiq Fachri Assaify Fakhrian, Muhamad Zaki Farobi Tetuko Pujikuncoro, Farobi Tetuko Fauzan Zakki, Ahmad Febby Ari Saputro Frastiana Ramadhan Basri Good Rindo Guna Satriananta, Mahendra Hadi, Eko Sasmito Hanung Bayu Setiawan Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri Harry Pratama, Muhammad Herman Josef Emerald Hidayat, Nur Fajar Huda, Muhammad Hafid I Made Andrean Nanda Setiawan Ighel Bryantama Putra Ihsan Aldi Prasetyo Ilham Abror Ilham Chaerul Rizqi Siregar Imam Cahyadi Imam Handhika, Imam Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Irianto, Prasetya Tomi Irvan Putera Samudera Jatmiko, Arif Budi Jaya Permana Karen Octa Angelica Khaeru Roziqin Kiryanto Kiryanto Luukfandi Lukfandi M Yaqut Zaki Aji M. Haris Fikri Sulthoni M. Harris Nubly M. Nafis Setiawan Maharani, Heslina Fifani Mahardika Adi Dewantara Mahendra Guna Satriananta Mahendra Guna Satriananta Maulana Dicky Almanda Mawahib, M Zaenal Mizyal Laudany, Mohammad Rabith Mochamad Arif Rachman Mohammad Budi Hermawan Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Muhamad Hizrian Hutama Muhammad Akbar Ferbian Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jordi Muhammad Rifqy Muhammad Wahyu Prihantoro Muhammad, Bakhtiar Nadhila Shabrina Riyanto Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nuriman, Fadli Nyawa, Dewa Anjar Ocid Mursid Pangestu, Naufal Pani Prima Tambunan Parlindungan Manik Prasetya, Angga Adi Prasetyo, Catur Fatwa Prasetyo, Emut Andi Pratama, Rezky Naufal Pujiyanto pujiyanto Putra Nur Hidayat, Wahyu Rabbi Radhiya, Rabbi Rachmat Hidayat Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Relinton B Manalu Reyanld Daniel Nicholas Manurung Rezky Naufal Pratama Richad Yunanto Riki Agustian, Riki Rinanggara, Yozar Rindo, Good Riyanto, Nadhila Shabrina Rizki Aziz Radyantama Rizki Rizcola Rohmat Bagus Sucipto Samuel Samuel Sangga Dwiki Tavarel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sarjito Jokosiworo Septaji Indrasahputra Seto Yuwantoro Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Slamet Haryo Samudro Sukanto Jatmiko Surya Ari Wardana Tanellia Soraya N Tri Admono Ucok Maruli Silalahi Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Vicky Bhaskara Sardi Wahid, Rakhmat Aizzat Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wilma Amiruddin Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yudha Adhitiya Wardhana Yudya Saddita Rokhim Yuli Prastyo