Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Nawala Visual

KONSEP NARATIF DALAM FILM DOKUMENTER PEKAK KUKURUYUK Emilika Budi Lestari
Jurnal Nawala Visual Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Nawala Visual Mei 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/nawalavisual.v1i1.3

Abstract

Documentary movie that present reality in various ways and are made for various purposes. Social, political and cultural life mostly inspiresthe documentary. The concept of documentary movie is to build a storyline based on the reality. Documentary movie are made according to certain versions based on the reality. Various techniques can be used to convey information and convince the audience about the situation and conditions in the movie. Unlike fiction films that have a clear narrative structure, documentary films do not have a narrative structure. The main key to a documentary is the presentation of facts. Documentary films relate to real people, figures, events and locations. The style of storytelling in documentaries is non-narrative because documentaries do not contain the composition of the stories in them. In the documentary film Pekak Kukuruyuk, it can be seen that the narrative concept that was built from this film is the concept of realism (real), which is to build a storyline based on reality. Where this concept is opposite to experimental films that have the concept of formalism (abstract). This film was made through a direct recording method when the event actually took place and inserted several reconstructions and interviews in it.
PERANCANGAN VIDEO CLASS PLAYBACK UNTUK MAHASISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNA RUNGU) DI SEKOLAH TINGGI DESAIN BALI Ni Putu Emilika Budi Lestari; I Komang Angga Maha Putra
Jurnal Nawala Visual Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Nawala Visual Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/nawalavisual.v2i1.76

Abstract

Setiap penduduk negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang sama, begitu pula dengan penyandang disabilitas. Pemerintah juga sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 46 Tahun 2017 sebagai langkah strategis untuk memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam mendapatkan pendidikan khususnya di pendidikan tinggi. Sekolah Tinggi Desain Bali sebagai kampus desain yang berbasis teknologi juga mendapatkan mahasiswa berkebutuhan khusus, yaitu tuna rungu selama dua tahun terakhir ini. Mahasiswa tuna rungu ini memiliki antusiasme yang tinggi dalam menerima pembelajaran, namun pada pelaksanaan proses pembelajaran khususnya mata kuliah praktikum dengan menggunakan alat dan komputer masih memerlukan inovasi agar mahasiswa tuna rungu ini dapat menyerap dan menerima pembelajaran dengan cepat, tepat dan efektif. Oleh karena itu dirancanglah model inovasi pembelajaran yaitu video class playback dengan mengedepankan konsep pembelajaran yang bersifat berulang, mobile, dan mengedepankan kemudahan mahasiswa berkebutuhan khusus dalam mempelajari suatu materi. Setelah dipraktekkan kepada mahasiswa tuna rungu, dampak positif yang didapat adalah terlihat adanya peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar mahasiswa berkebutuhan khusus yang dapat dilihat dari antusiasme mereka menerima pembelajaran di kelas serta penerimaan dan pemahaman mereka terhadap tugas-tugas yang diberikan. Sehingga kedua model pembelajaran ini dirasa efektif.
PENGGUNAAN KONSEP RIP-OFF PADA DESAIN PAKAIAN PRODUK KAMENGSKI Ni Putu Emilika Budi Lestari; Priskilla Caroline Kusuma
Jurnal Nawala Visual Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Nawala Visual Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/nawalavisual.v2i2.115

Abstract

Logo sebagai identitas sebuah perusahaan memiliki peranan besar bagi perusahaan. Untuk mengingat akan eksistensi dari sebuah perusahaan, logo seringkali disisipkan pada berbagai media promosi, misalnya pakaian. Namun, seiring perkembangan zaman logo yang digunakan pada pakaian tidak hanya logo perusahaan itu sendiri melainkan logo perusahaan lain yang terkenal dan di plesetkan. Peggunaan konsep seperti ini dinamakan Rip-Off. Hal ini terjadi karena brand yang digunakan sebagai desain memiliki nilai-nilai ekuitas merek yang berpengaruh pada nilai jual dan kebanggaan tersendiri saat mengenakan pakaian yang mengandung unsur ­brand ternama. Namun, dalam kaitannya dengan perlindungan hak kekayaan intelektual, maka penggunaan logo perusahaan pada setiap desain Rip-Off dapat digunakan jika sudah mendapat izin yang sah dari pemilik logo tersebut. Oleh karena itu, penulis mengangkat permasalahan ini sebagai studi kasus melalui penelitian yang dimana tujuan dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman mengenai konsep Rip-Off secara umum, serta mengetahui pelanggaran dalam memproduksi pakaian dengan konsep Rip-Off. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, yaitu penulis melakukan wawancara dan mengkaji literatur yang bersumber dari internet. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan konsep Rip-Off ini secara teori bisa saja dikatakan melanggar hukum apabila pemilik logo menggugat dan dapat mengecoh konsumen.
MEMBANGUN DIGITAL MARKETING YANG EFEKTIF PADA PRODUK LOKAL (su-re.co) Emilika Budi Lestari; Ngurah Adhi Santosa; Ni Ketut Netri Andiyani
Jurnal Nawala Visual Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Nawala Visual Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/nawalavisual.v3i1.186

Abstract

In digital marketing on social media the role of layout in digital marketing on social media plays an important aspect but not in su-re.co. However, su-re.co has not implemented a good layout, yet. This is because the layout of Instagram feeds has not arranged properly, because the company's content combines with activities, product sales, and video testimonials. Therefore, the author uses qualitative method, which is a method that examines the problem in case of case. In addition, the author provides a graphic design theory for a digital marketing. This theory will explain in detail what design theory is right to use. For the results of their own research, the authors found several sample feeds for social media content that could be applied. This aims to further develop creative ideas in designing a digital marketing on su-re.co and can be known by everyone with interesting visuals, simple, unique and varied both in providing content and explanation of activities by the company for the natures and the farmers in Indonesia.
STRATEGI BISNIS USAHA KECIL DI MASA PANDEMI MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL I Gusti Agung Sinta Prema Candra; Ni Putu Emilika Budi Lestari
Jurnal Nawala Visual Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Nawala Visual Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/nawalavisual.v3i1.187

Abstract

In 2020, the whole world is hit by a disaster, namely a COVID-19 outbreak, this has caused many people to lose their livelihoods, and has caused an economic crisis around the world. Likewise with small businesses started by business people. Many small businesses have experienced a decrease in income due to this outbreak, where people save a lot to survive, but on the other hand there are some small businesses that have experienced an increase in turnover during the pandemic, because they apply the theory of digital marketing which makes their business turnover increase. even during a pandemic like now. The theory of digital marketing is very important to know by all business people who have small or large businesses because the impact that can be generated from marketing products online is said to be effective and much cheaper compared to offline marketing, for example with brochures and others. Advertising online is also very effective because on social media there are already segregation of consumer interests, so it is very easy for us as business people to determine the market according to the products or services we have. This research was conducted because many business people still do not understand how to market their wares through social media, the purpose of this research is that small business people who read this can understand how to market their products with digital marketing theory and can increase business turnover.