Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI EKSPERIMEN PANEL SURYA DENGAN KOLEKTOR PEMANAS UDARA Mega Lazuardi Umar; Prabuditya Bhisma Wisnu Wardana; Asmar Finali; Agung Fauzi Hanafi; Rizqi Ilmal Yaqin
Jurnal Teknologi Terapan Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v7i2.335

Abstract

Solar panel is popular renewable energy technology because it is environmentally friendly, zero emissions, and environmentally clean.  However, the energy conversion value from solar radiation to electricity is quiet small, more than 70% of solar radiation is discharged into heat energy.  Therefore, a heat collector is needed to take advantage of the heat dissipation from solar panel. In this study, an air heat collector is placed at the bottom of the panel to indicating the potential energy, electrical efficiency and heat efficiency. It was found that solar panels with air heat collectors were able to increase the electrical efficiency of solar panels by 0.70%. The daily primary total energy efficiency value of solar panels with a heat collector is 17.47% higher than a solar panel without a collector. In the future, the results of this research can be a reference for academics and industry to develop their renewable energy potential.
Studi Eksperimental Performa Burner Biomassa Berbahan Bakar Arang Kayu dan Batok Kelapa sebagai Tungku Hemat Energi Ramah Lingkungan Prabuditya Bhisma Wisnu Wardhana; Agung Fauzi Hanafi; Asmar Finali Finali; Mega Lazuardi Umar
Journal of Mechanical Engineering Vol 5, No 2 (2021): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v5i2.5332

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan penyediaan energi. Kebutuhan ini tidak sejalan dengan cadangan sumber energi minyak bumi dan gas yang semakin menipis. Untuk itu perlu dikembangkan sumber energi alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan. Bahan bakar yang digunakan adalah arang kayu dan limbah tempurung kelapa. Jenis bahan bakar ini dipilih karena ketersediaanya yang melimpah, harga yang ekonomis dan nilai kalor yang cukup tinggi. Material tungku menggunakan pelat baja karbon rendah dengan ketebalan 3 mm. Suplai udara pada burner menggunakan bantuan blower ukuran 2 inchi. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan bukaan intake blower untuk mencari pengaruh debit udara terhadap karakteristik pembakaran. Pembakaran pada burner arang kayu menghasilkan temperatur flame tertinggi 675°C pada debit udara 0,020 m3/s. Sedangkan burner arang kayu dan batok kelapa menghasilkan temperatur flame tertinggi 700°C pada debit udara 0,020 m3/s. Jumlah suplai udara mempengaruhi proses pembakaran dan temperatur nyala api. Semakin tinggi suplai udara, temperatur nyala api cenderung menurun.
PENGARUH VARIASI KECEPATAN SPINDEL DAN KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN STAINLESS STEEL AISI 304 PADA PROSES FRAIS KONVENSIONAL DENGAN METODE TAGUCHI Agus Hari Cahyono; Nely Ana Mufarida; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 1, No 2 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i2.2197

Abstract

Proses pemesinan frais adalah proses pemesinan yang dilakukan dengan cara memotong atau menyayat benda kerja menggunakan alat potong bermata banyak yang berputar. Setiap permukaan benda kerja yang telah mengalami proses pemesinan frais akan menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang berbeda. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari parameter pemotongan serta mengetahui kombinasi yang optimal dari parameter pemotongan tersebut agar menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang kecil. Pada penelitian ini parameter pemotongan yang digunakan adalah kecepatan spindel dengan variasai 600 rpm; 860 rpm; 960 rpm dan kedalaman pemakanan dengan variasi 0,1 mm; 0,3 mm; 0,5 mm, sedangkan proses frais yang dilakukan adalah proses frais vertikal dengan menggunakan mesin frais konvensional pada material Stainless Steel AISI 304 dan menggunakan pisau frais jari berbahan dasar HSS (High Speed Steel) dengan diameter 12 mm dan jumlah mata pisau 4 flute. Dari hasil analisa data menggunakan metode Taguchi dapat diketahui nilai kekasaran permukaan paling besar terdapat pada parameter pemotongan kecepatan spindel 600 rpm dan kedalaman pemakanan 0,5 yaitu 2,259 ìm, sedangkan nilai kekasaran permukaan paling kecil terdapat pada pada parameter pemotongan kecepatan spindel 960 rpm dan kedalaman pemakanan 0,1 mm yaitu 1,137 ìm, sehingga kombinasi yang optimal dari parameter pemotongan adalah kecepatan spindel sebesar 960 rpm dan kedalaman pemakanan sebesar 0,1 mm.
Pengaruh Prosentase Infill pada Proses 3D Printing FDM terhadap Sifat Mekanik Rochmad Eko Prasetyaning Utomo; Agung Fauzi Hanafi; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 6, No 1 (2021): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v6i1.4337

Abstract

Mesin pencetak 3D merupakan salah satu perangkat yang dapat digunakan sebagai printer untuk berbagai produk tiga dimensi. Dibandingkan dengan teknologi lain, teknologi ini paling mudah untuk mencapai pencetakan 3D dan termasuk teknologi yang paling populer. Komponen atau produk yang dihasilkan mungkin tidak memiliki sifat mekanik yang lebih baik daripada proses lainnya. Oleh karena itu, perlu penelitian untuk mengoptimalkan printer 3D. Parameter ini meliputi penggunaan jenis printer, ukuran dan kapasitas yang akan dicetak, perangkat lunak pencetakan produk 3D dan berbagai perubahan dalam kecepatan proses, infill, jumlah lapisan, ketebalan dan suhu kerja. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan terhadap pengaruh presentasi infill material terhadap kekuatan material. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan bahwa produk yang dihasilkan dari proses pencetakan tiga dimensi dilakukan pada suhu ekstruder 215°C dan suhu hot bed 60°C dengan infill 100%  memiliki kekuatan tarik tertinggi, dengan nilai kekuatan tarik sebesar 27,89 N/mm2. Kesimpulan yang diperoleh bahwa produk ini memiliki sifat mekanik yang paling tinggi di antara produk lainnya.  
UJI PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK PENGELASAN STAINLESS STEEL AISI 304 MENGGUNAKAN LAS TIG (TUNGSTEN INERT GAS) DAN LAS MIG (METAL INERT GAS) DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN Fran Nur Felani; Kosjoko Kosjoko; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 1, No 2 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i2.2200

Abstract

Pengelasan adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinu. Pada penelitian ini pengelasan yang digunakan adalah las TIG (Tungsten Inert Gas) dan las MIG (Metal Inert Gas) pada material Stainless Steel AISI 304 dengan variasi media pendingin berupa oli SAE 40, air garam, dan udara bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis pengelasan dan media pendingin terhadap kekuatan tarik. Dari hasil analisa data penelitian, kekuatan tarik pada pengelasan Stainless Steel AISI 304 menggunakan las TIG (Tungsten Inert Gas) dengan variasi media pendingin udara bebas menghasilkan kekuatan tarik yang paling tinggi yaitu sebesar 590,63 N/mm2 dan kekuatan tarik dengan variasi media pendingin oli SAE 40 menghasilkan kekuatan tarik yang paling rendah yaitu sebesar 328,13 N/mm2. Sedangkan kekuatan tarik pada pengelasan Stainless Steel AISI 304 menggunakan las MIG (Metal Inert Gas) dengan variasi media pendingin air garam menghasilkan kekuatan tarik yang paling tinggi yaitu sebesar 251,25 N/mm2 dan kekuatan tarik dengan variasi media pendingin oli SAE 40 menghasilkan kekuatan tarik yang paling rendah yaitu sebesar 161,25 N/mm2
Analisis Variasi Pattern 3D Printing terhadap Kekuatan Tarik Asmar Finali; Agung Fauzi Hanafi; Rochmad Eko P.U.
J-Proteksion Vol 5, No 1 (2020): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v5i1.4320

Abstract

Perangkat 3D Printer yang berfungsi sebagai pencetak macam-macam produk. Dibandingkan dengan teknologi yang lain, teknologi 3D printer paling mudah untuk mencapai pencetakan bentuk bervolume dan saat ini termasuk teknologi yang cukup populer. Namun, sifat mekanis dari produk yang dihasilkan kemungkinan tidak lebih baik dari proses pencetakan lainnya. Oleh karena itu, perlu banyak penelitian untuk mengurangi kelemahan teknologi printing 3D yang bertujuan untuk menemukan parameter terbaik. Parameter ini meliputi penggunaan jenis printer, suhu, jenis filamen, persentase pengisi, perangkat lunak pencetakan produk 3D dan bentuk pola (pattern) yang digunakan. Jenis filamen yang umum digunakan adalah ABS, PLA dan PETG. Untuk jenis PLA+ paling mudah diaplikasikan karena karakteristik yang stabil. Sedangkan pattern yang bisa diaplikasikan produk 3D printing adalah rectalinier, grid, triangular, wiggle dan honeycomb. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa produk yang dihasilkan dari proses pencetakan tiga dimensi yang dilakukan pada variasi pola rectilinier, triangular, honeycomb. Hasilnya kekuatan tarik tertinggi dimiliki spesimen dengan pola triangular, dengan nilai rata-rata kekuatan tarik sebesar 29,01 N/mm2, dengan standar spesimen uji tarik D638.
PERBANDINGAN CDI STANDAR DAN CDI VARIASI TERHADAP PERFORMA MOTOR 4 TAK 100 CC Ikhfan Tri Wahyulianto Putra; Nely Ana Mufarida; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 2, No 2 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i2.2225

Abstract

Motor bakar torak bensin merupakan mesin pembangkit tenaga yang mengubah bahan bakar bensin menjadi tenaga panas dan akhirnya menjadi tenaga mekanik. Pada saat awal sepeda motor mulai diproduksi sistem pengapian pada motor bensin menggunakan sistem pengapian konvensional (platina). Sistem pengapian sepeda motor sekarang kebanyakan menggunakan system pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignation) yang memiliki karakteristik lebih baik di bandingkan dengan system pengapian konvensional.Sistem pengapian merupakan sistem yang sangat penting pada speda motor. Metode eksperimental adalah metode yang digunakan untuk menguji pengaruh dari suatu perlakuan atau desain baru dengan cara membandingkan desain tersebut dengan desain tanpa perlakuan sebagai kontrol atau pembanding.melakukan pengambilan data torsi dan daya dan pengaruh bahan bakar terhadap performa motor 4 tak 100 cc tersebut dilakukan dengan proses dial Test.
ANALISA HASIL PENGELASAN SMAW (SHIELDED METAL ARC WELDING) DAN GTAW (GAS TUNGSTEN ARC WELDING) DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN STAINLESS STEEL AISI 304 Yuslih Lakum; Nely Ana Mufarida; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 1, No 2 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i2.2199

Abstract

eknologi pengelasan merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu proses manufaktur karena pengelasan memegang peranan penting dalam setiap rekayasa logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin terhadap nilai kekerasan Stainless Steel AISI 304 hasil pengelasan SMAW dan pengelasan GTAW pada daerah logam induk, logam las dan HAZ. Pada penelitian ini pengelasan yang dilakukan adalah pengelasan SMAW menggunakan elektroda E308-16 Ø 3,2 mm dan GTAW menggunakan elektroda ER308L Ø 3,2 mm pada material Stainless Steel AISI 304 dengan sambungan pengelasan berbentuk kampuh V tunggal dengan sudut kampuh 60° dan variasi media pendingin yang digunakan adalah coolant, oli SAE 40 dan udara. Dari hasil penelitian nilai kekerasan tertinggi pada logam las terdapat pada hasil pengelasan GTAW dengan variasi media pendingin coolant yaitu 130,6 HB dan pada HAZ terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin yaitu 137,0 HB, nilai kekerasan terendah pada logam las terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin udara yaitu 121,6 HB dan pada HAZ terdapat pada hasil pengelasan GTAW dengan variasi media pendingin udara yaitu 131,0 HB, dan nilai kekerasan pada logam induk hasil pengelasan SMAW dan GTAW dengan variasi media pendingin coolant, oli SAE 40, dan udara memiliki nilai yang konstan yaitu 118,7 HB.
PENGARUH VARIASI DEBIT ALIRAN TERHADAP KARAKTERISTIK API PEMBAKARAN DIFUSI LPG DAN CNG Angga Dwinanda; Nely Ana Mufarida; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 3, No 2 (2019): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v3i2.2247

Abstract

Proses pembakaran difusi banyak sekali diterapkan dalam kegiatan industri besar seperti penggunaan boiler pada pembangit listrik, ruang bakar pada pabrik-pabrik kimia maupun kegiatan rumah tangga. Namun untuk pemilihan penggunaan bahan bakar khususnya bahan bakar gas merupakan bagian yang terpenting untuk menekan biaya dan waktu. Penelitian ini melakukan pengamatan mengenai kualitas nyala api yang dihasilkan LPG dan CNG terhadap distribusi, tinggi api, dan warna api dengan membandingkan variasi debit aliran 0,204 m3/jam, 0,245 m3/jam, 0,285 m3/jam, 0,326 m3/jam, 0,367 m3/jam. Dari hasil pengujian distribusi nyala api tertinggi CNG dan LPG ada pada debit aliran bahan bakar tertinggi yaitu 0,367 m3/jam dan nyala api terendah ada pada debit aliran bahan bakar terendah sebesar 0,204 m3/jam. tinggi nyala api tertinggi pada CNG lebih rendah dari pada nyala api terendah LPG. Persentase warna api biru CNG rata-rata tertinggi pada debit aliran 0,285 m3/jam sebesar 44,291 % dan LPG pada debit aliran 0,204 m3/jam sebesar 36,779 %. Pada suplai 0,245 m3/jam CNG merupakan nyala api hijau terbaik sebesar 31,841 % dan untuk LPG pada debit aliran 0,285 m3/jam dengan nilai 34,59 %. Persentase warna api merah terbesar berada pada debit aliran 0,204 m3/jam sebesar 30,205 % dan LPG pada debit aliran 0,245 m3/jam sebesar 30,95 %.
PENGARUH DIAMETER PORTING POLISH TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BAKAR 4 LANGKAH Moch Taufik; Nely Ana Mufarida; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 1, No 2 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i2.2172

Abstract

Kepala silinder dipasang di bagian atas blok silinder, kepala silinder terdapat ruang bakar, mempunyai saluran masuk dan buang. Sebagai tempat pemasangan mekanisme katup. Poros engkol dipasang pada dudukan blok silinder bagian bawah yang diikat dengan bantalan. Dipasang pula dengan batang piston  bersama piston dan kelengkapannya. Sedangkan roda penerus dipasang pada pangkal poros engkol (flens crank shaft). Roda penerus dapat menyimpan tenaga, membawa piston dalam siklus kerja motor, menyeimbangkan putaran dan  mengurangi getaran mekanik mesin. Upaya untuk mengatasi kurangnya daya atau tenaga pada motor bakar 4 langkah salah satunya dengan memodifikasi dimensi intake valve dengan diameter lebih besar dari ukuran standar (porting). Porting merupakan pembentukan ulang pada lubang in dan out agar volume udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar bertambah banyak dan dapat berjalan lancar untuk menghasilkan tenaga motor yang maksimal. Hasil pengujian maupun pembahasan performa motor 4 langkah silinder tunggal  100 cc dengan 5 variasi diameter porting intake dan exhaust (porting variasi 1, porting variasi 2, porting variasi 3, dan porting variasi 4) yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil terbaik terdapat pada porting variasi 2 dengan daya rata-rata sebesar 2,887 HP, torsi rata-rata sebesar 4,804 N.m, tekanan efektif rata-rata mencapai 622,44 kPa, dan sfc terendah mencapai 0,093 kg/HP.jam.Kata Kunci: Porting Polish, Intake Valve, Daya, Torsi.