Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERAN PROGRAM QUALITY ASSURANCE (QA) AQIDAH YANG LURUS DALAM PENGUATAN KARAKTER SANTRI DI PONDOK PESANTREN MUAMALAT SOLIDARITY BOARDING SCHOOL (MSBS) JANTHO, ACEH BESAR Nurhidayat, Eka; Sulastri, Ema; Yusliani, Hamdi; Muarrif, Muhammad Riza
Al-Fathanah Vol 5, No 1, April (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i1.2429

Abstract

Pembentukan karakter santri merupakan tujuan utama pendidikan pesantren. Dalam era globalisasi yang penuh tantangan, penting bagi santri untuk memiliki karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai agama. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui program Quality Assurance (QA) yang berfokus pada penguatan Aqidah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman santri tentang QA Aqidah yang Lurus, program-program yang terdapat didalamnya terhadap penguatan karakter santri, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan QA tersebut di Pondok Pesantren Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS) Jantho Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner serta data dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemahaman santri di Pondok Pesantren Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS) Jantho Aceh Besar tentang QA Aqidah yang Lurus terlihat dari kemampuan santri dalam memahami konsep dasar pentingnya keimanan sebagai pondasi dalam membangun karakter Islami. 2) Program kegiatan QA Aqidah yang Lurus yang diterapkan berupa pembinaan keagamaan yang meliputi kajian kitab klasik, halaqah Aqidah, penghafalan Al-Qur’an, serta kegiatan praktik ibadah harian. Selain itu, pendekatan berbasis keteladanan dari para pengajar turut memperkuat internalisasi nilai aqidah dalam kehidupan santri. 3) Faktor pendukung yang ditemukan dalam pelaksanaan QA Aqidah yang Lurus adalah: dukungan pihak pengelola pesantren, ketersediaan tenaga pengajar yang kompeten, serta lingkungan pesantren yang kondusif. Sementara hambatan yang ditemui berupa tingkat pemahaman awal santri yang beragam, kurangnya sarana pendukung seperti literatur keagamaan yang memadai, serta keterbatasan waktu dalam pelaksanaan program karena padatnya jadwal kegiatan pesantren.
PENGARUH MEDIA SOSIAL DALAM KEGIATAN DAKWAH; STUDI KASUS PADA SMA 7 BANDA ACEH Farhan, Muhammad; Syafriansyah, Syafriansyah; Apandi, Hizqil; Yusliani, Hamdi
Al-Fathanah Vol 5, No 1, April (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i1, April.2428

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh media sosial dalam aktivitas dakwah Islam, dengan fokus pada studi kasus di SMA 7 Banda Aceh. Dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi efektivitas media sosial sebagai alat dakwah, preferensi konten dakwah oleh audiens, manfaat, tantangan, dan platform yang paling sering digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memungkinkan penyebaran pesan Islam secara luas tanpa batasan geografis dan waktu. Konten dakwah berupa ceramah, kajian Al-Qur'an, dan sejarah Islam menjadi yang paling diminati. Manfaat utama meliputi pengaruh positif pada audiens dan efisiensi penyebaran informasi, sementara tantangan terbesar adalah keterbatasan sumber daya dan kebutuhan menjaga keaslian informasi. Platform seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok menjadi pilihan utama dalam mengakses konten dakwah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial sebagai sarana dakwah memerlukan pendekatan yang kreatif, etis, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam untuk mengoptimalkan dampak positifnya. Kata Kunci:  Media Sosial, SMA 7 Banda Aceh, Berdakwah.
ترقية كفاءة الطلاب للمحادثة بالعربية في الجامعة محمدية أتشيه: فرص وتحديات Yusliani, Hamdi; Zikri, Awwaluz
لســـانـنــا (LISANUNA): Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 1 (2024): لســـانـنــا (LISANUNA): Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya (Januari-
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan keguruan- UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ls.v14i1.22701

Abstract

This article talks about the topic of the importance of improving student qualifications at university level in terms of speaking skills in Arabic with the research location at the Muhammadiyah University of Aceh Campus in Banda Aceh in recent times. Speaking skills in Arabic for non-Arabic speakers are still considered the most difficult language skills to be applied, despite how easy and effortless the theory of Arabic speaking skills when taught by lecturers to students in the classroom. Among the problems that lecturers and students regularly face when practicing Arabic speaking skills is the fear of grammatical errors in Arabic (nahwu and sharaf) when speaking, as well as concerns about pronunciation errors. This article attempts to diagnose the various problems faced in the implementation of teaching Arabic speaking skills, in addition to trying to find opportunities and challenges that might be used to improve the level and ability of the Arabic language speaking among students at Muhammadiyah University in Aceh. This article is a qualitative one, by using descriptive analysis explaining the problems faced and finding solutions as the way out of the problem of implementing Arabic speaking skills among students at Muhammadiyah University of Aceh as an important finding and final conclusion of this article.
Multicultural Counseling to develop Intercultural Relations Muslima; Elviana; Maulidia Harza; Emawati; Hamdi Yusliani
JKA Vol. 1 No. 2 (2024): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/ddqqdd51

Abstract

Cultural diversity in modern society is growing, characterized by increased interaction between individuals and groups with different backgrounds. It can pose a challenge in communicating and developing harmonious relationships. Multicultural counselling offers an approach that can help develop understanding and skills in cross-cultural interaction. This article examines the concept of multicultural counselling and its mechanisms in facilitating the development of intercultural relationships. Through a review of the literature, it was found that multicultural counseling focuses on the recognition and appreciation of cultural differences, as well as developing the cultural competence of counsellors to provide services that are responsive to the needs of clients with diverse backgrounds. It can help clients understand and appreciate differences, enhance empathy, and develop cross-cultural communication skills.
The Implementation of Quran-Based Character Education to Prevent Bullying in Primary Schools Hamdi Yusliani
JKA Vol. 2 No. 1 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/q43yy152

Abstract

Bullying in primary schools has become a significant issue affecting the emotional and psychological well-being of children. This study explores the implementation of Quran-based character education as a proactive approach to preventing bullying among elementary school students. The research focuses on the integration of Quranic values, such as compassion, respect, and empathy, into the school curriculum and daily interactions among students. By employing qualitative methods, including interviews with educators, observations in classrooms, and surveys of students' perceptions, this study assesses the effectiveness of Quran-based character education in fostering a positive school climate. The findings indicate that incorporating Quranic teachings not only enhances students' moral values but also encourages a culture of kindness and respect, effectively reducing incidents of bullying. Furthermore, teachers reported improved student behavior and increased awareness of the impact of bullying on their peers. The study highlights the importance of collaboration among educators, parents, and the community in reinforcing these values both at school and at home. This research contributes to the growing body of literature on character education by demonstrating how spiritual and ethical teachings can play a crucial role in addressing social issues like bullying. The implementation of Quran-based character education serves as a promising strategy for creating a safer and more inclusive environment for all students in primary schools.
Pendidikan Lingkungan Melalui Animasi Islami: Media Edukasi Ramah Anak untuk Sekolah Dasar Yusliani, Hamdi; Nasrullah Mailisman; Artati Arjad
JKA Vol. 2 No. 2 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/1378jq51

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan siswa sekolah dasar melalui media animasi Islami yang ramah anak. Media ini dirancang sebagai alat bantu pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan informasi tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang membentuk karakter. Kegiatan dilakukan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Hafizul Ilmi Aceh Besar. Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahap: perencanaan, pemilihan media, implementasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias, memahami isi pesan dengan baik, dan menunjukkan perubahan sikap positif terhadap kebersihan dan lingkungan. Mereka menunjukkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga berhasil menciptakan rasa kebersamaan di antara siswa, di mana mereka saling membantu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Guru pun menyambut baik media ini sebagai alternatif pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
URGENSI PENDIDIKAN ADAB SEBELUM ILMU BAGI USIA KANAK: KONTRIBUSI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI BAGI ZAMAN KONTEMPORER Yusliani, Hamdi; Muarrif, M. Riza; Emawati, Emawati; Anggraeni, RA Nadiya
Bunayya Vol 10 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v10i1.24770

Abstract

Artikel ini mendiskusikan konsep pendidikan Islami yang tepat bagi anak dengan menelaah warisan pemikiran Imam Al-Ghazali (450-505 H.) melalui beberapa karyanya, seperti Ayyuha al-Walad dan magnum opus-nya, Ihya’ ‘Ulumiddin tentang pentingnya membekali adab sebelum mendapatkan ilmu bagi anak usia dini. Dengan menggunakan studi kepustakaan sebagai metode penelitian yang merangkum konsep pemikiran Al-Ghazali tentang urgensi adab dari berbagai referensi klasik dan kontemporer yang dianalisis secara sintesis. Temuan dari penelitian ini adalah: pendidikan dan penanaman nilai adab sebelum pengajaran ilmu bagi anak usia dini adalah suatu hal yang niscaya dan mutlak dibutuhkan di masa kontemporer ini untuk mengarahkan peserta didik usia dini tersebut dalam memahami klasifikasi dan tingkatan ilmu, baik pada tingkat ilmu yang lebih penting (ahamm), penting (muhimm), atau hanya pendukung ilmu biasa. Melalui klasifikasi keilmuan pada ilmu fardhu ‘ayn dan ilmu fardhu kifayah secara proporsional, sehingga anak mampu menempatkan benar dan salah pada tempatnya. Hal ini dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Mengajarkan adab sejak dini dapat memperlengkapi mereka untuk menghadapi tantangan zaman kontemporer saat ini. 
Efektivitas Gaya Belajar Visual Auditori Kinestetik (VAK) dalam Metode Pembelajaran Tahfidz Kauny Quantum Memory (KQM) Yusliani, Hamdi; Rosnidarwati, Rosnidarwati; Saiful, Saiful; Zahri, M. Raihan; Nudia, Faiza
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan metode KQM di SD-IT Hafizul Ilmi, fungsionalisasi gaya belajar Visual Auditori Kinestetik (VAK) dalam metode KQM serta respon siswa dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dengan penerapan metode tersebut yang berkaitan dengan efektifitas gaya belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif atau metode campuran (mixed methods) dengan desain penelitian sequential exploratory designs. Hasil penelitian: 1) Pembelajaran diawali dengan sistem  classical, guru mengalihkan konsentrasi siswa menjadi lebih fokus dengan ucapan MASTER, lalu dijawab secara serentak “menghafal Al-Qur’an semudah tersenyum”. Dilanjutkan muraja’ah hafalan sebelumnya kemudian memulai dengan hafalan baru. 2) Teknik talaqqi, mind mapping, anchoring dan positive thingking dalam metode KQM telah mewakilkan fungsionalisasi ketiga modalitas indera anak. 3) Respon siswa dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dengan penerapan metode tersebut yang berkaitan dengan efektifitas gaya belajarnya dapat dikatakan positif, karena metode KQM ini telah mengakomodir ketiga gaya belajar siswa yaitu Visual Auditori dan Kinestetik. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu referensi pemilihan metode pembelajaran tahfidz yang memudahkan dan menyenangkan bagi anak.
Sosialisasi Penerapan Kontekstual Konsep Matematika dalam Ibadah Salat di SMP Ibnu Khaldun, Banda Aceh: Socialization of the contextual application of mathematical concepts in prayer services at Ibnu Khaldun Middle School, Banda Aceh Nazariah, Nazariah; Yusliani, Hamdi; Helmanda, Cut Mawar
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 5 No. 1 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v5i1.4879

Abstract

Prayer can serve as a valuable component of mathematical education, especially in Islamic schools, based on the constructivist learning theory. Utilizing community-based research methods, such as action and participatory research, fosters self-awareness and conflict resolution. Through prayer, students can engage in mathematical concepts like counting and multiplication by observing actions like bows and prostrations. Media supplements, such as a ball count, can enhance learning. Contextual notions of school mathematics are evident in prayer, such as adding and multiplying natural numbers, understanding sets, arithmetic sequences, and geometry concepts like lines, angles, and parallelism. For instance, the number of prayer units illustrates adding natural numbers, while the tahajjud prayer exemplifies multiples of two. Moreover, the congregation's rows during group prayer demonstrate line segments and parallel lines, while the standing position showcases various angles. These connections highlight the relationship between prayer and mathematics, offering unique insights into both disciplines. Integrating prayer into mathematical education not only enriches students' understanding but also fosters a holistic approach to learning.
Pembinaan Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SDLB- SMPLB- SMALB Bukesra Ulee Kareng Banda Aceh Raden Ajeng Nadiya Anggraeni; Ema Sulastri; Hamdi Yusliani
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.792

Abstract

Dalam mempelajari agama Islam tidak memandang kondisi seseorang, bagi orang yang memiliki keterbatasan fisik, perilaku, maupun mental atau yang disebut Anak Berkebutuhan Khusus juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan agama Islam dikarenakan pendidikan agama Islam bertujuan untuk menanamkan aspek spiritual, menyadari potensi yang mereka miliki, dan membentuk karakter yang baik bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode, faktor pendukung dan penghambat, serta evaluasi pembinaan dan pendidikan agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SDLB-SMPLB-SMALB BUKESRA Ulee Kareng Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian Kepala Sekolah, Wakil Kesiswaan, dan Guru-guru pendidikan agama Islam. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) Metode Pembinaan dan pendidikan agama Islam meliputi metode praktik, kombinasi metode ceramah dan drill, metode audiovisual, dan metode choral reading. (2) Faktor pendukung pembinaan pendidikan agama Islam yaitu adanya capaian pembelajaran, media ajar yang memadai, dan dukungan dari orang tua siswa. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya prasarana dan latar belakang pendidikan guru yang bukan dari pendidikan luar biasa. (3) Evaluasi dalam pembinaan pendidikan agama Islam yaitu tes lisan dan tertulis. Tes lisan meliputi bacaan salat, hafalan surat-surat pendek, praktik adzan, mengenal huruf hijaiyah, dan evaluasi mengaji. Sedangkan Tes tertulis meliputi tes tertulis objektif dan subjektif.