Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Egaliter

fektivitas Peran Public Relations Petugas Pelayanan Pada Kepuasan Masyarakat Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Santi Febrianti; Rekno Sulandjari
Jurnal Egaliter Vol 3, No 5 (2019): Jurnal Egaliter Vol.3 No.5 Januari 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public Relations merupakan suatu usaha yang direncanakan dengan secara terus-menerus yang dengan sengaja, dengan berguna untuk membangun serta jugamemepertahankan pengertian timbal balik antara organisasi serta jugamasyarakatnya. Negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan pendudukuntuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publikyang merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945, membangun kepercayaan masyarakat atas pelayanan publik yangdilakukan penyelenggara pelayanan publik merupakan kegiatan yang harusdilakukan seiring dengan harapan dan tuntutan seluruh warga negara danpenduduk tentang peningkatan pelayanan publik. Ukuran keberhasilan pelayananditentukan oleh tingkat kepuasan penerima pelayanan. Kepuasan pelayanandicapai apabila penerima pelayanan memperoleh pelayanan sesuai dengan yangdibutuhkan dan diharapkan” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Peran PublicRelations Petugas Pelayanan di Kantor Desa Leyangan dengan KepuasanMasyarakat Desa Leyangan. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitiandeskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pelayanan di Kantor Desa 3bulan sebelum dilakukan penelitian yaitu 157 dan disesuaikan menjadi 61responden. Dari tabel Tabulasi Silang dapat disimpulkan bahwa jika Peran PublicRelations Petugas Pelayanan dilaksanakan secara baik dan maksimal (tinggi)maka tingkat kepuasan masyarakat Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timurmemiliki kategori tinggi, sejumlah 95% dari keseluruhan responden. Sehinggadapat disimpulkan jika terdapat hubungan positif antara Peran Public Relationspada para petugas Pelayanan Kantor Desa Leyangan pada tingkat kepuasanmasyarakat Desa Leyangan dalam menerima pelayanan.Kata Kunci: Public Relations, Pelayanan Publik, Kepuasan Pelayanan
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Facebook Pada Keharmonisan Rumah Tangga Desa Dadapayam Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Minudin Is Gama; Rekno Sulandjari
Jurnal Egaliter Vol 3, No 4 (2019): Jurnal Egaliter Vol.3 No.4 Oktober 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Bambang Cahyono (2009:15), facebook adalah website yangbertemakan Social Networking (Pencari teman di dunia maya) yang merupakanajang pergaulan yang populer di seluruh dunia termasuk di Indonesia . Facebooksebagai sarana komunikasi seperti juga handphone, e-mail, dan alat teknologiinformasi lain. Diantara manfaat facebook adalah sebagai pencari teman, saranadakwah, menyimpan file/tulisan dan lain-lain. Selain itu facebook jugamengandung bahaya. Dalam realitanya ada saja kasus pengguna facebook yangmenelantarkan aktivitas wajibnya karena lebih asyik bermain facebook sehinggahal ini menyebabkan kecanduan juga tidak jarang banyak yang lalai denganberkomentar asal, bahkan bercanda dengan vulgar dan tidak terkontrol. Setiapindividu memiliki motivasi dan tujuan dalam perilaku komunikasi mereka dalamhal ini adalah penggunaan media. Individu juga secara aktif memilih danmenggunakan media untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan mereka.Dilingkup keluarga sendiri penggunaan media sosial facebook selain sebagaipenunjang komunikasi, juga dimanfaatkan sebagai sarana hiburan atau pemuaskebutuhan. Namun di sisi lain ketika dalam suatu keluarga penggunaan mediasosial facebook terlalu berlebihan dampaknya adalah terhadap hubungan dalamkeluarga itu sendiri menjadi tidak baik karena lebih banyak waktu yangdiprioritaskan ke media sosial daripada dengan keluarga.Dari hasil penelitian ini dapat diketahui melalui analisa pada Tabel 3.4.1 yaitutidak ada hubungan secara signifikan antara intensitas penggunaan media sosialfacebook terhadap keharmonisan dalam rumah tangga di Desa Dadapayam. Dapatdiketahui bahwa hasil hubungan antara intensitas penggunaan media sosialfacebook terhadap keharmonisan dalam rumah tangga dari 45 responden sebanyak1 responden atau 2,2 % menyatakan bahwa ada hubungan dalam kategori tinggi,sebanyak 7 responden atau 15,6 % menyatakan ada hubungan dalam kategorisedang, sisanya sebanyak 1 responden atau 2,2% menyatakan ada hubungandalam kategori rendah. Dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa mayoritaspasangan keluarga di Desa Dadapayam dengan intensitas menggunakan facebookyang rendah sampai sedang, mimiliki tingkat keharmonisan rumah tangga yangbaik.Key Words : Facebook, Keluarga, Keharmonisan, Intensitas, Media Sosial
KORELASI MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING DAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SD NEGERI KESE KECAMATAN GRABAG KABUPATEN PURWOREJO SELAMA PANDEMI COVID-19 Rekno Sulandjari; Fitri Alfiah
Jurnal Egaliter Vol 5, No 9 (2021): Jurnal Egaliter Vol.5 No.9 Oktober 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.877 KB)

Abstract

Dalam proses belajar-mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukuppenting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikandapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahanyang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuanmedia. Serta dalam suatu lembaga pendidikan harus mempunyai kualifikasi guruyang baik, agar tidak terjadinya kesenjangan di dalam proses belajar-mengajar.Dalam arti para calon pendidik harus mempunyai pengalaman dan pengetahuanyang tinggi dan proses berfikir yang kreatif dalam menyampaikan gagasan kepadapara siswa-siswanya. Selain tenaga pendidik yang berkualitas, saran dan prasaranasekolah haruslah memadai, dengan begitu para siswa dapat menggunakan danmemanfaatkan media pembelajaran sebagai penunjang kegiatan belajar-mengajar dari rumah. Seorang guru tentu saja harus dapat menerapkan media apa yang palingtepat dan sesuai untuk tujuan tertentu, penyampaian bahan tertentu, suatu kondisibelajar siswa, dan untuk penggunaan strategi atau metode yang memang telahterpilih. Penggunaan media pendidikan erat kaitannya dengan tahapan berpikirtersebut, sebab melalui media pendidikan hal-hal yang tidak jelas dapat dijelaskan,dan hal-hal yang sulit dapat disederhanakan. Menurut Bringgs media pembelajaranadalah alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajardimana media dapat dilihat, didengar dan dipraktekkan. Seiring denganperkembangan dan pertumbuhan penduduk maka semakin banyak pula kebutuhanakan pendidikan, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampumenghasilkan hasil yang berkualitas dan mampu berdaya saing dengan orang lain,hal tersebut tentu tidak terlepas dari sarana dan prasarana atau media pembelajaranyang mendukung serta kualitas tenaga pendidik yang relevan. Hal demikianmengakibatkan siswa termasuk guru harus wajib dapat memilih atau menggunakanmedia pendidikan dalam proses pembelajaran terutama dalam massa pandemi covid-19 tahun 2020. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kategorisasi MediaPembelajaran E-Learning di SD Negeri Kese Kecamatan Grabag KabupatenPurworejo termasuk pada kategorisasi sedang sebesar 61%, sedangkan kategorisasiEfektivitas Pembelajaran di SD Negeri Kese Kecamatan Grabag KabupatenPurworejo mayoritas juga masuk katergori sedang yaitu sebesar 55%. Sedangkanhasil penelitian di atas disimpilkan bahwa terdapat adanya hubungan positifkategori sedang antara media pembelajran e-learning (x) dengan efektivitaspembelajaran e-learning dengan (y) sebanyak 99,64 % yang ditunjukkan padaTabel Tabulasi Silang.Kata Kunci : efektifitas, e-learning , media, pembelajaran
LITERASI MEDIA MENUJU GENERASI EMAS BEBAS STUNTING DESA MENUR KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK Adi Sasmito; Rekno Sulandjari; Leonardo Budi Hasiholan; Sri Praptono
Jurnal Egaliter Vol 7, No 12 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didorong dengan adanya target tahun 2024 angka stunting secara nasional bisa turun hingga 14 persen. Maka dari itu, banyak program yang diimplementasikan guna mencapai penurunan kasus stanting di 12 provinsi yang diprioritaskan. Saat ini angka stunting nasional masih tinggi yaitu sekitar 24,4% atau kira-kira 5,33 juta balita mengalami stunting.Namun demikian fenomena stanting di desa Menur hampir tidak ditemui. Oleh karenanya untuk preventif fenomena stunting ini, perlu digiatkan berbagai program yang mendukung pemahaman warga akan gejala dan karakteristik stanting itu sendiri. Dari program yang dijalankan, didsapatkan hasil bahwa masyarakat Desa Menur yang memiliki anak balita sebanyak 33 orang dan 4 orang ibu yang sedang hamil sangat memahami dan antusias dalam menerima sosialisasi media menuju generasi emas bebas stunting di lingkungannya. Ditemukan juga adanya fenomena stanting yang semakin dipahami sebagai salah satu bentuk keperdulian orang tua dalam mengasuh, membesarkan anak-anaknya dan anggota keluarga yang lain dengan memaksimalkan asupan gizi dari semenjak ibu hamil hingga bayi terlahir perlu ASI dan makanan pendamping ASI jika bayi telah mencukupi usianya yaitu minimal 6 bulan.Hasil dari kegiatan ini terlihat ada peningkatan adanya pemahaman jenis-jenis indikator dan ciri-ciri serta karakteristik penderita stanting bukan hanya indikator berat, namun indikator ringan juga sudah mulai dipahami. Sehingga antisipasi dan pemulihannya lebih cepat. Capaian fenomena stanting sampai di angka zero bukan mustahil jika terdapat kesadaran bersama antara warga setempat dan aparat terkait. Harapan ke depan tak ada balita yang mengalami stanting dan mencetak generasi emas bukan lagi sebuah masalah yang sulit. Kata Kunci: Literasi, Media, Stanting Encouraged by the 2024 target, the national stunting rate can drop to 14 percent. Therefore, many programs have been implemented to achieve a reduction in stunting cases in the 12 priority provinces. Currently, the national stunting rate is still high, namely around 24.4% or approximately 5.33 million children under five are stunted.However, the phenomenon of stunting in Menur village is almost non-existent. Therefore, to prevent the phenomenon of stunting, it is necessary to activate various programs that support people's understanding of the symptoms and characteristics of stunting itself. From the program implemented, it was found that the people of Menur Village, who have 33 toddlers and 4 pregnant mothers, are very understanding and enthusiastic about receiving media socialization towards a golden generation free of stunting in their environment. It was also found that there is a phenomenon of stunting which is increasingly understood as a form of parental concern in caring for, raising their children and other family members by maximizing nutritional intake from the time a pregnant woman is born until the baby is born. minimum 6 months.The results of this activity show that there is an increase in understanding of the types of indicators and the characteristics and characteristics of stunting sufferers, not only indicators of severe, but light indicators have also begun to be understood. So that anticipation and recovery are faster. The achievement of the stunting phenomenon to zero is not impossible if there is shared awareness among local residents and related officials. The hope is that in the future no toddlers will experience stunting and creating a golden generation will no longer be a difficult problem.Key Words: Literacy, Media, Stunting
EFEKTIFITAS KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL DALAM MEMAHAMI PERAN ELSIMIL UNTUK MENEKAN ANGKA STUNTING DI INDONESIA Rekno Sulandjari; Heru Sri Wulan; Dheasey Amboningtyas; Leonardo Budi Hasiholan
Jurnal Egaliter Vol 7, No 12 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penggunaan media sosial sebagai media edukasi stunting  di masyarakat secara umum, khususnya juga bagi pasangan yang siap menikah, atau hanya sekedar informasi bagi kalangan remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini sangat ditunjang dengan perkembangan kemajuan teknologi digital dalam hal ini media sosial. Seiring dengan kemudahan dalam mendapatkan jaringan internet di berbagai daerah dan lokasi di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya banyak kalangan pasangan muda yang sudah menikah, maupun warga yang belum berkeinginan menikah karena belum menemukan pasangan yang sesuai, memiliki pemahaman stunting dari informasi orang-orang terdekatnya atau bahkan dari opinion leader di lingkungannya. Bisa juga diperoleh dari pengalamanya sendiri ketika diasuh dan dicukupi kebutuhan gizinya oleh orang tuanya. Namun sekarang sudah mulai bisa mendapatkan informasi tentang edukasi stunting melalui platform online.Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik terhadap komentar para netizen (warga net) yang secara sengaja memberikan komentarnya pada pemberitaan yang terkait dengan Elsimil pada media Instagram (IG). Dalam rangkaian narasi komentar netizen tersebut peran bahasa menjadi penting. Bahasa menjadi medium yang mengartikan atau mempresentasikan makna yang ingin dikomunikasikan oleh pelakunya.Meskipun masyarakat mayoritas sangat mendukung program Elsimil sebagai salah satu syarat yang harus diterapkan dalam prosedur pernikahan, namun belum bisa mendapatkan hasil secara signifikan untuk efektivitasnya dalam mencegah stunting. Selain program elsimil dalam pencegahan stunting ini baru disosialisasikan di pertengahan tahun 2022 dan diimplementasikan di beberapa kota besar di akhir tahun lalu, meskipun prediksi keberhasilan dalam penvegahan stunting sangat memungkinkan.Kata Kunci: Efektivitas, Media Sosial, Fisimil, Stunting The phenomenon of using social media as a medium for stunting education in society in general, especially for couples who are ready to marry, or just information for teenagers, both men and women. This is greatly supported by the development of advances in digital technology, in this case, social media. Along with the ease of getting internet networks in various regions and locations throughout Indonesia.Previously, many young married couples, as well as residents who did not wish to get married because they had not found a suitable partner, had an understanding of stunting from information from those closest to them or even from opinion leaders in their environment. It can also be obtained from his own experience when he was raised and fulfilled his nutritional needs by his parents. However, now we are starting to be able to get information about stunting education through online platforms.This study uses a semiotic analysis method for the comments of netizens (net citizens) who deliberately comment on news related to Elsimil on Instagram (IG) media. In this series of narrative comments by netizens, the role of language is important. Language becomes a medium that interprets or represents the meaning that the actor wants to communicate.Even though the majority community strongly supports the Elsimil program as one of the conditions that must be applied in the marriage procedure, they have not been able to obtain significant results for its effectiveness in preventing stunting. In addition to the ELSIMIL program in preventing stunting, it was only socialized in the middle of 2022 and implemented in several big cities at the end of last year, even though the prediction of success in preventing stunting is very possible.Keywords: Effectiveness, Social Media, Elsimil, Stunting
HUBUNGAN KESIAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI TERHADAP KUALITAS PRODUK GARMENT DI PT. SEMARANG GARMENT Sri Praptono; Rekno Sulandjari; Vernanda Ekaputri; Dina Damayanti; Leonardo Budi Hasiholan
Jurnal Egaliter Vol 7, No 13 (2023): Jurnal Egaliter Oktober 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan kesiapan teknologi produksi terhadap kualitas hasil produksi di PT. Semarang Garment. Penjelasan di atas dapat menjadi hal menarik untuk dikaji oleh penulis tentang hubungan teknologi produksi terhadap kualitas produk. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian di PT. Semarang Garment.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi dan sampel sebanyak 70 karyawan departemen Quality Control, dengan istilah lain sampel jenuh atau sensus. Penelitian ini menggunakan kuesioner melalui Google Form dan dianalisa menggunakan tabulasi silang.Hasil penelitian mengenai kesiapan teknologi terhadap kualitas hasil produksi di PT. Semarang Garment, maka kesiapan teknologi sangat baik sebanyak 7,1%, kesiapan teknologi dipersiapkan dengan baik sebanyak 78,6%, dan kesiapan teknologi yang kurang dipersiapkan dengan baik sebanyak 14,3%. Sedangkan untuk kualitas hasil produksi di PT. Semarang Garment, sebanyak 7,1% menyatakan kualitas produksi tinggi, dan sebanyak 92,9% menyatakan kualitas produksi tinggi. Maka, dengan demikian dapat disimpulkan semakin tinggi kesiapan teknologi maka semakin tinggi pula kualitas hasil produksi di PT. Semarang Garment.Kata Kunci : kesiapan, teknologi, produksi, kualitas, hasil produksi 
SOSIALISASI KUALITAS HIDUP DAN PELAKSANAAN SKRINING KESEHATAN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA USIA PRODUKTIF DAN LANSIA DI KAMPUS UNIVERSITAS PANDANARAN KELURAHAN PEDALANGAN KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG Adi Sasmito; Rekno Sulandjari; Sri Praptono; Dina Damayanti
Jurnal Egaliter Vol 7, No 13 (2023): Jurnal Egaliter Oktober 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meminimalisir jumlah penderita PTM. Usaha pencegahan ini dikarenakan dengan banyaknya kejadian penyakit tidak menular (PTM) menyebabkan perlu adanya pelaksanaan kegiatan skrining kesehatan penyakit tidak menular (PTM) pada masyarakat di sekitar kampus Universitas Pandanaran usia produktif dan usia lanjut.  Sasaran dari kegiatan ini adalah 30 orang Masyarakat di sekitar kampus Universitas Pandanaran dengan  rentang usia 30 hingga 70 tahun.Bertempat di ruangan poliklinik dan bekerja sama dengan Kimia Farma Semarang kegiatan ini dilaksanakan melalui metode yang digunakan melalui pelaksanaan skrining dan pemberian edukasi terkait penyakit tidak menular (PTM) pada masyarakat sekitar kampus Universitas Pandanaran. Tahapan yang dilakukan selama kegiatan meliputi: perencanaan dan persiapan, pemeriksaan kesehatan, serta pemberian edukasi. Dari hasil kegiatan skrining didapatkan rata-rata partisipan dengan usia di atas 50 tahun memiliki kecenderungan penurunan daya ingat dan ketidaknormalan dalam tekanan darah yang memiliki kecenderungan hipertensi, diabetes, asam urat , serta kolesterol. Tambahan temuan adalah kecenderungan ketidaknormalan fungsi jantung, pangkras, empedu, hati dan ginjal.  Sehingga sangatlah penting kiranya dibutuhkan  edukasi kepada masyarakat komunitas di sekitar Universitas Pandanaran tentang perubahan gaya hidup untuk mencegah terjadinya peningkatan jumlah penyakit tidak menular.Kata Kunci : penyakit tidak menular, pencegahan, sosialisasi, asupan kalori