Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK FISIK-KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) [IN PRESS JANUARI 2016] Pendit, Putu Ayu Chintia Devi; Zubaidah, Elok; Sriherfyna, Feronika Heppy
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.563 KB)

Abstract

Daun belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung tanin, flavonoid, dan saponin. Antibakteri dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami, yang dapat menghambat kerusakan pangan akibat aktivitas mikroba. Salah satu cara untuk memperoleh senyawa antibakteri dari daun belimbing wuluh adalah dengan metode ekstraksi maserasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebanyak 2 faktor. Faktor I yaitu jenis pelarut (air dan etanol 70%) dan faktor II yaitu rasio bahan : pelarut (b/v) (1:4; 1:5; 1:6) diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan selang kepercayaan 5%. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan pelarut etanol 70% dan rasio bahan:pelarut (b/v) 1:5 memiliki nilai parameter rendemen 10.45%, total fenol 3.35%, pH 4.46, total padatan terlarut 59.67oBrix, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus sebesar 13.13mm, nilai aktivitas antibakteri terhadap  Escherichia coli sebesar 8.63mm.   Kata kunci: Antibakteri, Daun Belimbing Wuluh, MaserasiE
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN PENGISI TERHADAP VIABILITAS DAN METABOLIT SEKUNDER RAGI ANGKAK [IN PRESS APRIL 2016] Nadzira, Nadzira; Zubaidah, Elok; Sriherfyna, Feronika Heppy
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.76 KB)

Abstract

Angkak merupakan produk fermentasi beras menggunakan kapang Monascus purpureus. Fermentasi angkak membutuhkan waktu relatif lama. Alternatif untuk mempercepat proses fermentasinya dengan membuat ragi angkak. Pada pembuatan ragi ditambahkan bahan pengisi dengan konsentrasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pengisi terhadap viabilitas ragi dan metabolit sekunder angkak hasil fermentasi ragi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor yaitu jenis bahan pengisi (tepung beras, tepung maizena dan tepung tapioka) dan konsentrasi bahan pengisi (0%, 10%, 20% dan 30%). Data dianalisa secara statistik menggunakan ANOVA dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahan pengisi berupa tepung beras konsentrasi 10% merupakan perlakuan terbaik. Diperoleh jumlah Monascus purpureus 6.22 LOG CFU/g dan kadar air ragi 7.34%. Angkak hasil fermentasi ragi dengan kombinasi perlakuan tesebut memiliki intensitas pigmen merah 1.73 AU, kadar lovastatin 29.75 mg/100g, derajat kecerahan 45.96, derajat kemerahan 19.53 dan kadar air 7.35%.   Kata Kunci: Angkak, Bahan Pengisi, Metabolit Sekunder, Monascus purpureus, Ragi Angkak
”KEBAB KRAWU” INOVASI KEBAB NASI KULINER KHAS GRESIK YANG UNIK DAN MODERN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KULINER BANGSA Anggraini, Ratih; Zubaidah, Elok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
PANCA (PANDAWA CAKE) : EKSPLORASI JAJANAN SEHAT (BERBAHAN BAKU LABU DAN GANYONG) SEBAGAI SARANA EDUKASI BUDAYA Ulwan, Abdullah Nasich; Zubaidah, Elok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIMIKROBA EKSTRAK MIKROALGA LAUT TETRASELMIS CHUII (KAJIAN METODE EKSTRAKSI MASERASI, JENIS PELARUT, DAN WAKTU EKSTRAKSI) Maligan, Jaya Mahar; Widayanti, Vindhya Tri; Zubaidah, Elok
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.386 KB)

Abstract

Tetraselmis chuii dikenal sebagai mikroorganisme photoautotroph yang mampu menghasilkan senyawa antimikroba sebagai metabolisme atau senyawa alelopati. Berkenaan dengan metabolit yang berharga, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang ekstraksi dan identifikasi senyawa antimikroba oleh T. chuii menggunakan metode maserasi. Pada penelitian, rancangan acak dikerjakan untuk mengekstrak dan mengidentifikasi senyawa antimikroba oleh T. chuii. Dua faktor dan tiga tingkat yang diperlukan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah jenis pelarut (metanol (L1), kloroform (L2), dan aseton (L3)), kedua adalah waktu ekstraksi (24 (T1), 48 (T2), dan 72 (T3) jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis pelarut dan waktu ekstraksi memberikan pengaruh yang signifikan (P<0.05) pada ekstrak hasil senyawa antimikroba. Hasil tertinggi dan terendah ekstrak senyawa antimikroba yang diperoleh di Runs L3T3 dan L2T1 sekitar, 29.92 dan 2.01%. Hasil menunjukkan bahwa diameter tertinggi zona bening diperoleh di Run L2T3, sekitar 14.30; 16.30; 13.33; 14.33 mm E. coli, S. aureus, C. albicans, dan A. flavus. GC-MS digunakan sebagai alat bantu analisa senyawa antimik-roba T.chuii yang meliputi asam lemak (asam 9-hexadecanoic, asam heksadekanoat (asam palmitat), asam 9-octadecenoic), alcane (Docosane, Tricosane, Eicosane, Nonadecena), cycloalcene (Cyclohexene), senyawa ester (asam heksadekanoat (etil ester), asam 1,2-benzenedicarboxylic), senyawa alkohol (Benzil alkohol), dan di-terpenoide (fitol dan 2,6,10 trimetil). Oleh karena itu, didapatkan hasil bahwa perlakuan terbaik dicapai ketika kloroform digunakan sebagai pelarut dengan waktu ekstraksi 72 jam (L2T3) dan menyebabkan diameter zona bening.
Ekstraksi Pewarna Alami Daun Suji, Kajian Pengaruh Blanching dan Jenis Bahan Pengekstrak Putri, Widya Dwi Rukmi; Zubaidah, Elok; Sholahudin, N.
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.689 KB)

Abstract

Natural pigment involved in suji leaves (Pleomele angustifolia) is chlorophyll. Extraction of this pigment needs specific solvent. This research studies the effect of blanching and the kind of solvent i.e water, alcohol 85 % and acetone 85 %. The result showed there is no significant interaction to chlorophyll total, pH, chlorophyll total cause of heating in temp. 100oC and pH 4,5.  The highest chlorophyll total can reach by extraction with acetone 85 % and without blanching i.e 12,03 mg/l and 10,84 mg/l.   Keyword: natural pigment, Pleomele angustifolia, pertanian , extraction, and chlorophyll
Development Probiotic Food Based on Rice Brand Zubaidah, Elok
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.924 KB)

Abstract

Rice bran is one of the sources of bioactive components and is therefore a good raw material for functional food. It contains inositol, ferulat acid, fitosterol, orizanol, tocotrienol, cholin, and fibre and considered as nutraceutical food. A rice bran-based functional food may be developed by fermenting it in combination with milk using probiotic, such as L. casei. A randomized block design research was performed to determine the best ratio of skim milk to rice bran in the making of rice bran-based fermented drink. The ratios of the skim milk to rice bran evaluated were 12:0, 8:4, 4:8, and 0:12 respectively. The experiment was made in   a triplicate. The results showed that the ratio of skim milk to rice bran significantly affect on the viability and antimicrobial activity of L.casei during fermentation process. The highest viability and antimicrobial activity was found on the fermentation medium which contained rice bran only. The fermented product contained L. casei  at  a level of 2,9x109 cfu/ml,  a total acidity of  1,003% and   pH 4,267. It was found that the antimicrobial activity was 0.245, measured as a turbidity value. Key word: Rice bran, Fermented milk, Lactobacillus casei
Studi Kualitas Fisik-Kimiawi dan Organoleptik Sosis Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Akibat Pengaruh Perebusan, Pengukusan dan Kombinasinya dengan Pengasapan Widjanarko, Simon Bambang; Zubaidah, Elok; Kusuma, Aan Muzaky
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 4, No 3 (2003)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.39 KB)

Abstract

This paper reported the quality of cat fish sausages effected by methods of cookings. The aims of the experiment is to study the effect of cooking by means of broiling, steaming and combining broiling and smoking as wells as steaming and smoking. Randomized Block Design Non Factorial had been used in this experiment, each treatments replicated 3 times. Results showed that, the best treatment on the basis of sensory test was steaming sausages at 100 0 C for 15 minutes without smoking processes. Sausages had moisture content 66,46%, protein content 60,35% b.k. (20,81% b.b.), total fat content 6,29%, Aw 0,903, flesh texture 0,017 mm/g.sec, a taste score 5,2 (moderate like), flavour score 4,75 (moderate like), colour score 4,50 (moderate like), teeth texture 4,75 (moderate like). Methods of cooking also significantly effects quality of cat fish sausages.   Keyword: cat fish, cooking methods, and cooking effect
FORMULASI LARU ANGKAK (PENGARUH JENIS BAHAN PENGISI TERHADAP VIABILITAS MONASCUS PURPUREUS DAN KADAR LOVASTATIN ANGKAK HASIL FERMENTASI) Zubaidah, Elok; Nadzira, Nadzira; Sriherfyna, Feronika Heppy
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.776 KB)

Abstract

Angkak merupakan produk fermentasi beras menggunakan kapang Monascus purpureus. Proses pembuatan angkak membutuhkan waktu yang cukup lama. Penambahan kultur jamur dalam bentuk laru diduga mampu mempercepat proses fermentasi angkak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pengisi terhadap viabilitas Monascus purpureus dan lovastatin angkak hasil fermentasi laru. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor yaitu jenis bahan pengisi (tepung beras, tepung maizena, dan tepung tapioka) dan konsentrasi bahan pengisi (0%, 10%, 20%, dan 30%). Data dianalisa secara statistik menggunakan ANOVA dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahan pengisi berupa tepung beras konsentrasi 10% merupakan perlakuan terbaik, jumlah Monascus purpureus 6.22 LOG CFU/g dan kadar air laru 7.34%. Angkak hasil fermentasi laru dengan kombinasi perlakuan tesebut memiliki intensitas pigmen merah 1.73 AU, kadar lovastatin 29.75 mg/100 g, derajat kecerahan 45.96, derajat kemerahan 19.53 dan kadar air 7.35%.
Karakterisasi Kimiawi Tepung Sereal Terfermentasi oleh Bakteri Asam Laktat dan Saccharomyces Cereviceae Putri, Widya Dwi Rukmi; Zubaidah, Elok; Saparianti, Ella; P.S., Monika Maria
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.006 KB)

Abstract

Cereal and legume based product have low digestion because consist of complex component that hard to digest. Fermentation cereal by microbe can improve this condition. This research aims to know the effect of fermentation instant cereal by Lactic Acid Bacteria and Saccharomyces cereviceae. The result showed decreasing starch concentration, increasing total acid and N-amino concentration. Keyword: fermentation, cereal
Co-Authors - Austin, - Aan Muzaky Kusuma Abdul Jabar Jordana Kalfat Abdul Jabar Jordana Kalfat Abdullah Nasich Ulwan Abdullah Nasich Ulwan, Abdullah Nasich Aji Sutrisno Alfredo Johan Wahyu Sagita Sitompul Ali Mashuri Alinna Listyani Alinna Listyani Ampu Marojahan Resmanto Ampu Marojahan Resmanto, Ampu Marojahan Anang Lastriyanto Andayani, Dian Wuri Anindita Mufti Rizky Anindita Mufti Rizky Anton Nudyanto Anton Nudyanto Arie Srihardyastutie Arni Ardila Sari Bambang Poerwadi Bimo, Igoy Chatarina Umbul Wahyuni Christina Veronica Christine Natalia Halim Christine Natalia Halim Citra Pradani P Daniar Putri Dinson Daniar Putri Dinson Denty Wiryawan, Alivianisa Carissa Detya Pitaloka Sari Devrina Nova Maria Devrina Nova Maria Dewi Maya Maharani Dewi Permatasari, Dewi Dewi, Camelia Norosita Dian Widya Ningtyas Diyah Dewanti, Beauty Suestining Duwi Wistiana Duwi Wistiana Ella Saparianti Elvina Wulandari Elvina Wulandari Erryana Martati Estri Laras Arumingtyas Evan Tedjautama Evan Tedjautama Fadhila Erwin Fadhila Erwin Falasifah, Ratu Felix Deni Arentino Feronika Heppy Sriherfyna Fithri Choirun Nisa Gilang Satrio Wicaksono Hairil Fikri hardiansyah, bagus Hartono, Elvianto Dwi Hasfiani, Yuliatin Hasna, Tanalyna Heliana, Almaria Heni Adhianata, Heni Hidayat Sujuti Ilham Dwi Nurcahyono Ilham Dwi Nurcahyono Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Irfi Wahyuningrum Irfi Wahyuningrum Jamhari Jamhari Jaya Mahar Maligan Joni Kusnadi Josep Hindrawan KIKI FIBRIANTO Kristian Purwohadisantoso Lalong, Paulus Risan F. Lila Prastyaharasti Lila Prastyaharasti M Fatkhul Mubin M Fatkhul Mubin M. Maria Marrisa Mawardhani Masahid, Ardiyan Dwi Maulidiyah, Nuris Shobah Mentari Sekar Arum Miftachurrochmah, Anis Mochamad Nurcholis Monika Maria P.S. Mora, Giral Baines Muhammad Muizuddin Muhammad Muizuddin Munawaroh - Munawaroh Munawaroh Musdholifah Musdholifah Musdholifah Musdholifah N. Sholahudin Nadzira Nadzira Nadzira Nadzira, Nadzira Nawa Aldina Nela Endy Restiengtias Nestya Hariyoko Nina Marlina A Nur Ida Panca Nugrahini Nur Kusmiyati Nur, Mokhamad Pendik Setiawan Pino Tri Anggara Pino Tri Anggara Prasis Nursyam Suhardini Prasis Nursyam Suhardini Putri, Aldila Putri, Belvania Nabila Putri, Nazhifah Vitya Putu Ayu Chintia Devi Pendit Putu Ayu Chintia Devi Pendit, Putu Ayu Chintia Devi Putu Bayu Tantrayana Putu Bayu Tantrayana Raehana Saria Gahari Rahmawati, Siti Irma Ratih Anggraini Ratih Anggraini, Ratih Rebecca Oktanesia Riyanto, Eko Isro Rochmad Chusaini Maulidianto Rochmad Chusaini Maulidianto Rosyid Ulul Albab Rosyid Ulul Albab Safindra, Naswadhia Salafy, Rahma Aulia Sanita Friska Sitepu Septina Dwi Widiyana SIMON BAMBANG WIDJANARKO Soviandini Dwiki Kartikaputri Sudarma Dita Wijayanti Tri Ardyati Tri Ardyati Vicka Jacinda Masye Kusuma Vicka Jacinda Masye Kusuma Vindhya Tri Widayanti, Vindhya Tri Wahyudi, Aleyda Nur Halizah Wellang, Ambo Weni Liandani Weni Liandani Widya Dwi Rukmi Putri Yogi Trio Sandi Yogi Trio Sandi Yua, Ezza Selisa Yusfardyanto Yunus Yusfardyanto Yunus Yusnita Liasari Yusry Muqit Suryawira Yusuf Hendrawan Zia Rossanieldha Zia Rossanieldha