Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Karakteristik Keluarga Dalam Mendukung Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Prasekolah Qoriansas, Nanda; Andriani, Rizki; Rosita, Erlia; Zulherman, Dodi; Nasution, Nurromsyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9932

Abstract

Faktor keluarga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah, terutama di masa-masa awal kehidupan yang krusial bagi perkembangan jangka panjang mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik keluarga dengan pertumbuhan fisik (berat badan dan tinggi badan) serta perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak prasekolah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan dari 42 keluarga yang memiliki anak prasekolah yang bersekolah di PAUD Keumala Bhayangkara Tapaktuan, Aceh Selatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan komputerisasi menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara karakteristik keluarga dengan pertumbuhan anak, dengan p-value yang tidak signifikan untuk usia ibu, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan (p 0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pendapatan ibu dengan perkembangan anak, di mana p-value untuk pendidikan adalah 0,032, pekerjaan 0,038, dan pendapatan 0,000. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun faktor keluarga seperti usia, pendidikan, dan pekerjaan ibu tidak mempengaruhi pertumbuhan fisik anak secara langsung, pendidikan dan pendapatan ibu memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak. Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan ekonomi dan pendidikan yang memadai dapat meningkatkan kemampuan ibu dalam menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak yang optimal
Peran Karakteristik Keluarga Dalam Mendukung Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Prasekolah Qoriansas, Nanda; Andriani, Rizki; Rosita, Erlia; Zulherman, Dodi; Nasution, Nurromsyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9932

Abstract

Faktor keluarga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah, terutama di masa-masa awal kehidupan yang krusial bagi perkembangan jangka panjang mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik keluarga dengan pertumbuhan fisik (berat badan dan tinggi badan) serta perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak prasekolah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan dari 42 keluarga yang memiliki anak prasekolah yang bersekolah di PAUD Keumala Bhayangkara Tapaktuan, Aceh Selatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan komputerisasi menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara karakteristik keluarga dengan pertumbuhan anak, dengan p-value yang tidak signifikan untuk usia ibu, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan (p 0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pendapatan ibu dengan perkembangan anak, di mana p-value untuk pendidikan adalah 0,032, pekerjaan 0,038, dan pendapatan 0,000. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun faktor keluarga seperti usia, pendidikan, dan pekerjaan ibu tidak mempengaruhi pertumbuhan fisik anak secara langsung, pendidikan dan pendapatan ibu memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak. Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan ekonomi dan pendidikan yang memadai dapat meningkatkan kemampuan ibu dalam menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak yang optimal
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Imunisasi Campak Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Drien Jalo Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan Susanti, Ita; Idawati, Idawati; Yuliana, Yuliana; Nasution, Nurromsyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9401

Abstract

Kasus campak yang ditemukan pada daerah resiko tinggi akan berpotensi menyebar dan menjadi kejadian luar biasa (KLB) campak. Campak dapat menyerang siapa saja, namun paling sering terjadi pada anak-anak. Campak menginfeksi saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Indonesia memiliki cakupan vaksinasi campak sebesar 84% dalam kategori cakupan vaksinasi campak sedang dibandingkan dengan 11 negara lainnya di asia tenggara atau (SEARO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Drien Jalo Kecamatam Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Drien Jalo Kecamatam Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 44 responden, mayoritas pengetahuan responden berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 26 orang (59,1%), untuk dukungan keluarga mayoritas tidak mendukung yaitu sebanyak 27 orang (61,4%), sedangkan peran tenaga kesehatan mayoritas kurang berperan yaitu sebanyak 24 orang (54,5%). Hasil analisis uji chi square diperoleh ada hubungan pengetahuan dengan pemberian imunisasi campak, dengan P Value 0,004, ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi campak dengan P Value 0,000, ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan P Value 0,000. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Drien Jalo, agar dapat meningkatkan perannya menjadi lebih baik dalam upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat untuk membawa anaknya diimunisasi campak
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Imunisasi Campak Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Drien Jalo Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan Susanti, Ita; Idawati, Idawati; Yuliana, Yuliana; Nasution, Nurromsyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9401

Abstract

Kasus campak yang ditemukan pada daerah resiko tinggi akan berpotensi menyebar dan menjadi kejadian luar biasa (KLB) campak. Campak dapat menyerang siapa saja, namun paling sering terjadi pada anak-anak. Campak menginfeksi saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Indonesia memiliki cakupan vaksinasi campak sebesar 84% dalam kategori cakupan vaksinasi campak sedang dibandingkan dengan 11 negara lainnya di asia tenggara atau (SEARO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Drien Jalo Kecamatam Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Drien Jalo Kecamatam Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 44 responden, mayoritas pengetahuan responden berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 26 orang (59,1%), untuk dukungan keluarga mayoritas tidak mendukung yaitu sebanyak 27 orang (61,4%), sedangkan peran tenaga kesehatan mayoritas kurang berperan yaitu sebanyak 24 orang (54,5%). Hasil analisis uji chi square diperoleh ada hubungan pengetahuan dengan pemberian imunisasi campak, dengan P Value 0,004, ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi campak dengan P Value 0,000, ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan P Value 0,000. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Drien Jalo, agar dapat meningkatkan perannya menjadi lebih baik dalam upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat untuk membawa anaknya diimunisasi campak
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI Apriani, Fitri; Satria, Orita; Damayanti, Siti; Nasution, Nurromsyah; Aulia, Yulfa; Yulizar, Yulizar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9662

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan hasil bahwa 10 orang pasien yang mengalami hipertensi, walaupun mereka minum obat hipertensi setiap malam tetapi tekanan darah mereka tetap tidak normal atau masih tinggi, terutama saat keadaan hati mereka tidak baik atau banyak pikiran. Tujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tangkeh Kecamatan Woyla Timur. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan total sampel sebanyak 34 orang. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 20 February - 25 Juni  2024. Hasil tekanan darah sebelum di lakukan relaksasi otot progresif atau pretest mayoritas adalah dengan tekanan 160mmHg-179mmHg serta 180mmHg-195mmHg sebanyak 17 orang (50%). Hasil pemeriksaan tekanan darah sesudah di lakukan relaksasi otot progresif atau postest mayoritas adalah dengan tekanan 140mmHg-155mmHg serta 160mmHg-175mmHg sebanyak 17 orang (50%). Hasil hasil uji Wilcoxon pada hasil output test statistik diketahui bahwa Asymp.sig (2-tiled) 0,000. Karena nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05, dan nilai Z yang didapatkan -5,831b. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tangkeh Kecamatan Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat di lihat dari nilai p-value 0,000. Kesimpulan adanya pengaruh yang signifikan antara relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tangkeh Kecamatan Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat. Saran: diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dan pertimbangan bagi responden untuk menurunkan tekanan darah tanpa menggunakan obat
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI Apriani, Fitri; Satria, Orita; Damayanti, Siti; Nasution, Nurromsyah; Aulia, Yulfa; Yulizar, Yulizar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9662

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan hasil bahwa 10 orang pasien yang mengalami hipertensi, walaupun mereka minum obat hipertensi setiap malam tetapi tekanan darah mereka tetap tidak normal atau masih tinggi, terutama saat keadaan hati mereka tidak baik atau banyak pikiran. Tujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tangkeh Kecamatan Woyla Timur. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan total sampel sebanyak 34 orang. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 20 February - 25 Juni  2024. Hasil tekanan darah sebelum di lakukan relaksasi otot progresif atau pretest mayoritas adalah dengan tekanan 160mmHg-179mmHg serta 180mmHg-195mmHg sebanyak 17 orang (50%). Hasil pemeriksaan tekanan darah sesudah di lakukan relaksasi otot progresif atau postest mayoritas adalah dengan tekanan 140mmHg-155mmHg serta 160mmHg-175mmHg sebanyak 17 orang (50%). Hasil hasil uji Wilcoxon pada hasil output test statistik diketahui bahwa Asymp.sig (2-tiled) 0,000. Karena nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05, dan nilai Z yang didapatkan -5,831b. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tangkeh Kecamatan Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat di lihat dari nilai p-value 0,000. Kesimpulan adanya pengaruh yang signifikan antara relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tangkeh Kecamatan Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat. Saran: diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dan pertimbangan bagi responden untuk menurunkan tekanan darah tanpa menggunakan obat
The Relationship Between Nurses' Knowledge and the Ability to Read ECG to Prevent Cardiac Arrest in the ICU and CCU Satria, Orita; Apriani, Fitri; Nasution, Nurromsyah; Rahmita Sari, Ika
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i1.5867

Abstract

ECG is a test performed to monitor the electrical activity of the heart muscle. The heartbeat is normal, slow, fast, or irregular. So, to find out the heart rhythm we must be able to read an ECG (Electrocardiogram). To analyze the Relationship between Nurses' Knowledge and the Ability to Read ECGs to Prevent Cardiac Arrest in the ICU and CCU of Cut Nyak Dhien Hospital. This type of quantitative research uses a cross-sectional study design. The study was conducted from April 25 to 30, 2024. The sampling technique was a total sampling of 38 nurses in the ICU and CCU at Cut Nyak Dhien Hospital. Data collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-square test. Knowledge with the ability to read ECGs was mostly in the sufficient category, as many as 17 respondents (44.7%). The results showed a relationship between nurses' knowledge and the ability to read ECGs to prevent cardiac arrest with a p value of 0.000 <0.05. It is expected that the hospital can improve nurses' insight and knowledge about ECG through health seminars and special heart training. By increasing nurses' knowledge in reading ECG, the survival rate of heart patients can be increased.
The Relationship Between Nurses' Knowledge and the Ability to Read ECG to Prevent Cardiac Arrest in the ICU and CCU Satria, Orita; Apriani, Fitri; Nasution, Nurromsyah; Rahmita Sari, Ika
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i1.5867

Abstract

ECG is a test performed to monitor the electrical activity of the heart muscle. The heartbeat is normal, slow, fast, or irregular. So, to find out the heart rhythm we must be able to read an ECG (Electrocardiogram). To analyze the Relationship between Nurses' Knowledge and the Ability to Read ECGs to Prevent Cardiac Arrest in the ICU and CCU of Cut Nyak Dhien Hospital. This type of quantitative research uses a cross-sectional study design. The study was conducted from April 25 to 30, 2024. The sampling technique was a total sampling of 38 nurses in the ICU and CCU at Cut Nyak Dhien Hospital. Data collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-square test. Knowledge with the ability to read ECGs was mostly in the sufficient category, as many as 17 respondents (44.7%). The results showed a relationship between nurses' knowledge and the ability to read ECGs to prevent cardiac arrest with a p value of 0.000 <0.05. It is expected that the hospital can improve nurses' insight and knowledge about ECG through health seminars and special heart training. By increasing nurses' knowledge in reading ECG, the survival rate of heart patients can be increased.
The Effect of Snake and Ladder Education Games on Knowledge of Sexual Violence Prevention in Children at Sdn 12 Meulaboh Apriani, Fitri; Aulia, Yulfa; Satria, Orita; Nasution, Nurromsyah
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i1.5870

Abstract

Background: Sex education aimed at preventing sexual violence in early childhood is often considered taboo within society, contributing to vulnerability of children to sexual violence. Thus, introducing and teaching sexuality, protect themselves, and respond appropriatly if they encounter sexual crimes. One method of delivering sex education is through educational games, such as snakes and ladders. Objective: To examine the impact of snake and ladder educational game on children’s knowledge of sexual violence prevention at SDN 12 Meulaboh.  Method: this quasi experimental study employed a one group pretest and post test design, involving 58 participants selected through proportional stratified random sampling. The study was conducted from July 30 to August 14, 2024. Results: The wilcoxon test results indicated a significant improvement in children’s knowledge of sexual violence prevention following the snake and ladder educational intervention with p-value of 0.00 (p-value < 0.05), indicating the rejection of the null hypothesis (H0) and acceptence of the alternative hypothesis (Ha), with a z-score of -5.615. Conclusion: education through the snakes and ladders game is effective in increasing children’s knowledge of sexual violence prevention. Suggestion: it is necessary to carry out preventive efforts that are comprehensive, intensive and sustainable by parents, teachers, educational institutions and health workers to solve the problem and reduce the risk of sexual violence as well as guarantee the freedom for children to develop their abilities as the future generation.
The Effect of Snake and Ladder Education Games on Knowledge of Sexual Violence Prevention in Children at Sdn 12 Meulaboh Apriani, Fitri; Aulia, Yulfa; Satria, Orita; Nasution, Nurromsyah
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i1.5870

Abstract

Background: Sex education aimed at preventing sexual violence in early childhood is often considered taboo within society, contributing to vulnerability of children to sexual violence. Thus, introducing and teaching sexuality, protect themselves, and respond appropriatly if they encounter sexual crimes. One method of delivering sex education is through educational games, such as snakes and ladders. Objective: To examine the impact of snake and ladder educational game on children’s knowledge of sexual violence prevention at SDN 12 Meulaboh.  Method: this quasi experimental study employed a one group pretest and post test design, involving 58 participants selected through proportional stratified random sampling. The study was conducted from July 30 to August 14, 2024. Results: The wilcoxon test results indicated a significant improvement in children’s knowledge of sexual violence prevention following the snake and ladder educational intervention with p-value of 0.00 (p-value < 0.05), indicating the rejection of the null hypothesis (H0) and acceptence of the alternative hypothesis (Ha), with a z-score of -5.615. Conclusion: education through the snakes and ladders game is effective in increasing children’s knowledge of sexual violence prevention. Suggestion: it is necessary to carry out preventive efforts that are comprehensive, intensive and sustainable by parents, teachers, educational institutions and health workers to solve the problem and reduce the risk of sexual violence as well as guarantee the freedom for children to develop their abilities as the future generation.