Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FASILITAS PENDIDIKAN BAGI SEBARAN PERTUMBUHAN DAN KEPADATAN PENDUDUK DI KECAMATAN PADANG UTARA KOTA PADANG Munawaroh, Nurlia; Zuriyani, Elvi; Zella Putra Ulni, Arie
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3033-3040

Abstract

Tujuan Penelitian yakni 1) Bagaimana sebaran fasilitas  pendidikan di Kecamatan Padang Utara. 2) Bagaimana pertumbuhan dan kepadatan penduduk di Kecamatan Padang Utara Kota Padang. 3) Bagaimana keterkaitan sebaran fasilitas pendidikan terhadap pertumbuhan dan kepadatan penduduk di Kecamatan Padang Utara dan tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Untuk Mengidentifikasi sebaran fasilitas  pendidikan di Kecamatan Padang Utara 2) Mengetahui pertumbuhan dan kepadatan penduduk di Kecamatan Padang Utara. 3)Untuk Mengetahui keterkaitan sebaran fasilitas pendidikan terhadap pertumbuhan dan kepadatan penduduk di Kecamatan Padang Utara.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Sebaran fasilitas pendidikan yang ada di Kecamatan Padang Utara berjumlah 54 unit yang terbagi menajdi 23 Unit Jenjang Sekolah Dasar, 8 unit Sekolah Menengah Pertama, 12 Unit Sekolah Menengah Umum dan 11 unit Perguruan Tinggi dengan luas daerah 8,08 kilometer persegi. 2) Jumlah pertumbuhan penduduk tertinggi yang ada pada Kecamatan Padang Utara pada tahun 2019 dan Kepadatan Penduduk Tertinggi pada Kecamatan Gunung Pangilun dan yang terndah pada Kecamatan Ulak Karang Selatan. 3) Nilai signifikasi dari tabel koefisien diperoleh nilai signifikasi dapat disimpulkan bahwa fasilitas pendidikan tidak menjadi faktor utama dan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang ada di Padang Utara Kota Padang.
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMERINTAH TERHADAP DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA) DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Yarni, Lina; Juita, Erna; Zuriyani, Elvi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4323-4330

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis yaitu 1) bentuk pelaksanaan program destana di Kabupaten Padang Pariaman 2) bentuk capaian program destana di Kabupaten Padang Pariaman 3) respon masyarakat terhadap keakuratan program destana di Kabupaten Padang Pariaman. program destana di Kabupaten Padang Pariaman 4) strategi pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam keberlanjutan program destana 5) Efektivitas program destana di kabupaten Padang Pariaman.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (gabungan metode: kualitatif-kuantitatif). Populasi dalam penelitian ini adalah 16 desa program Destana. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu desa Ketaping, Kuraitaji, dan Seulayat Ulakan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Bentuk pelaksanaan program destana di Kabupaten Padang Pariaman disimpulkan dalam kategori sangat efektif dengan persentase rata-rata sebesar 95%. 2) Bentuk ketercapaian program destana di Kabupaten Padang Pariaman disimpulkan dalam kategori tercapai dengan persentase rata-rata sebesar 88%. 3) Respon masyarakat terhadap program destana di Kabupaten Padang Pariaman disimpulkan dengan kategori ada sebanyak 70%, kategori tidak banyak 28%, kategori tidak tahu sebanyak 1%, dan kategori tidak tahu sebanyak 1% sehingga masyarakatlah yang pertama memberikan respon aktif terhadap bencana yang terjadi. 4) Strategi Pemerintah dalam melanjutkan program destana adalah; meningkatkan pembangunan desa tangguh bencana melalui kerjasama dengan pemerintah pusat, memasukkan desa tangguh bencana ke dalam rencana pembangunan jangka menengah desa agar penganggarannya terencana, memanfaatkan relawan yang ada di desa tangguh bencana yang telah dibentuk untuk membantu menjadi fasilitator, membentuk tim melalui penunjukan relawan yang ada di desa-desa dan sekitar desa tangguh bencana untuk melakukan pemantauan bersama pegawai BPBD yang telah ditugaskan di masing-masing desa. 5) Efektivitas program destana di Kabupaten Padang Pariaman telah berjalan dengan baik, cukup efektif, dan mampu melaksanakan program meskipun terdapat beberapa kendala seperti kurangnya personel dan anggaran dalam melaksanakan pemantauan desa. berpartisipasi dalam program ini
ANALISIS HOTSPOT DI KECAMATAN KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA Isna Abelia; Elvi Zuriyani; Rika Despica
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.32143

Abstract

This study aims to analyze the spatial distribution of hotspots, identify the factors causing fires, assess mitigation efforts, and assess the impact of hotspot phenomena on the environment and society in Koto Baru District, Dharmasraya Regency in 2024. The method used is descriptive qualitative with field observation approaches, interviews, questionnaires, and spatial data analysis using satellite imagery and ArcGIS software. The results showed that the distribution of the most hotspots was in Nagari Koto Padang (52%), followed by Nagari Koto Baru (30%), Nagari Ampang Kuranji (17%), while Nagari Sialang Gaung had no hotspots (0%). The factors causing fires include physical factors, such as forest residues (twigs and dry leaves), and social factors, such as agricultural residues (straw and husks). Mitigation efforts were carried out through the use of firefighting equipment by the community (75%), technical training for volunteers, improvement of firefighting facilities, and education in vulnerable areas, although still hampered by difficult terrain, limited personnel, and low early reporting. The hotspot phenomenon has resulted in ecosystem damage, biodiversity loss, increased cases of acute respiratory infections (ARI), and disruption to socio-economic activities. These findings underscore the need for strengthened early warning systems, cross-sector coordination, and active community participation to mitigate forest and land fires sustainably.
ANALISIS BUDIDAYA LEBAH MADU GALO-GALO DI NAGARI BUKIK KANDUANG KECAMATAN X KOTO DIATAS KABUPATEN SOLOK Wahyuni, Rizka; Zella, Arie; Zuriyani, Elvi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40977

Abstract

This research is motivated by the importance of developing alternative businesses that are environmentally friendly and sustainable in rural areas, one of which is through the cultivation of Galo-Galo honey bees in Nagari Bukik Kanduang, X Koto Diatas District, Solok Regency. This study was conducted to analyze: 1) The potential of Galo-Galo honey bee cultivation in Nagari Bukik Kanduang, 2) The impact of Galo-Galo honey bee cultivation on the socio-economic conditions of the community, 3) The impact of Galo-Galo honey bee cultivation on the physical environment. The type of research used is a mixed method, which is a combination of quantitative and qualitative approaches. The research was conducted in Nagari Bukik Kanduang, X Koto Diatas District, Solok Regency. Data collection techniques were carried out through observation, documentation, interviews with key informants, and distribution of questionnaires to all Galo-Galo honey bee farmers (using total sampling technique). Quantitative data were analyzed using percentage formulas and the respondent achievement level (TCR), while qualitative data were analyzed through the Miles & Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate: 1) The Galo-Galo honey bee cultivation in Nagari Bukik Kanduang has high potential, supported by natural conditions, vegetation, and community interest. 2) Socio-economically, this cultivation positively impacts income increase and creates job opportunities, although most of it is still a side business. 3) From an environmental perspective, this cultivation contributes to forest conservation and maintaining biodiversity through the role of bees as natural pollinators.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DISEPANJANG JALAN BARU AROSUKA UNTUK PEMANFAATAN RUANG KABUPATEN SOLOK Putri Wulandari; Erna Juita; Elvi Zuriyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43051

Abstract

This study aims to analyze changes in land use along Jalan Baru Arosuka and their implications for spatial utilization in Solok Regency. The development of Jalan Baru Arosuka has improved accessibility and connectivity between regions, thereby encouraging the conversion of land from agriculture to residential, commercial, and public facilities. The research method used is mixed methods, combining spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS) with a qualitative approach through in-depth interviews. Research data were obtained from Landsat and Sentinel satellite imagery for 2015, 2020, and 2024, as well as field surveys and questionnaires distributed to 98 heads of households on Jalan Baru Arosuka, Solok Regency. The research results show a decrease in the area of rice fields from 588.2 hectares in 2015 to 268.74 hectares in 2024, while the residential area increased from 37.6 hectares in 2015 to 85.10 hectares in 2024. The most significant changes occurred within a radius of 0–500 meters from the road, with the direction of residential and economic activity development following an east–west corridor. These land use changes impact increased economic activity, changes in the social structure of the community, and a potential decline in food security due to the reduction of productive land. These findings underscore the importance of spatial planning integrated with infrastructure development to achieve sustainable land use in Solok Regency.
PKM POST FLASH FLOOD REHABILITAT PKM REHABILITASI PASCABANJIR BANDANG MELALUI PENDEKATAN EKOHIDROLOGI BERBASIS PENANAMAN POHON DAN AKSI BERSIH DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DAS KURANJI, KOTA PADANG Nefilinda, Nefilinda; Juita, Erna; Zuriyani, Elvi; Despica, Rika; Sobri, Muhammad; Afifah, Qonitatun
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai Kuranji merupakan DAS strategis yang berperan penting dalam sistem hidrologi perkotaan. Sungai ini berhulu di Pegunungan Bukit Barisan, melintasi kawasan padat penduduk, dan bermuara ke Samudra Hindia. Dalam dua dekade terakhir, frekuensi dan intensitas banjir meningkat akibat perubahan tata guna lahan seperti alih fungsi hutan dan ruang terbuka hijau. Hal ini menyebabkan berkurangnya vegetasi, menurunnya infiltrasi, dan meningkatnya limpasan permukaan, diperparah oleh curah hujan tinggi dan kondisi hulu yang curam. Upaya pengendalian masih dominan struktural dan belum menyentuh akar masalah. Karena itu, diperlukan pendekatan ekohidrologi berbasis masyarakat melalui penanaman pohon untuk memperbaiki siklus air, mengurangi limpasan, dan meningkatkan ketahanan lingkungan DAS.
KAJIAN POLA PERKEMBANGAN KOTA BERDASARKAN PENGGUNAAN LAHAN DI KOTA PADANG Hayati, Rahmi; Zuriyani, Elvi; Zella Putra Ulni, Arie; Juita, Erna; Nefilinda, Nefilinda; Despica, Rika
Jurnal Spasial Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v12i3.11371

Abstract

This research aims analyzing the urban morphology of Padang City in 2010 - 2025. 2). the development pattern of Padang city. The rate of urban sprawl in Padang City. Descriptive quantitative research with a spatial approach, utilizing Geographic Information Systems. Landsat image data from 2010, 2015, 2020 and 2025 were used to identify land use change. Spatial metric analysis with Fragstats 4.2 to measure fragmentation, density, diversity of built-up areas, while Shannon's Entropy model to measure the rate of expansion. The results showed that 1). The morphology of Padang City was identified as fragmented. 2) The development pattern of built-up area shows a significant increase from 2535.94 Ha in 2010 to 55,71.72 Ha in 2025. 3) The rate of urban sprawl falls into the category of “depressed high development” with low levels of sprawl, where the growth of built-up land tends to follow a linear pattern along the road network rather than radially centralized. These findings highlight the importance of stricter RTRW implementation and integrated urban planning to manage sustainable urban growth in Padang City.