Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

REPRESENTASI KULTURAL DALAM DESAIN RUMAH JULANG NGAPAK: ANALISIS SEMIOTIKA PADA RUMAH ADAT SUNDA Ridwan, Iwan Muhammad; Yuliansyah, Hendy; Rahadi, Panji Firman
Wacadesain Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v5i2.1926

Abstract

Rumah adat Sunda merupakan manifestasi dari nilai-nilai kultural yang terkandung dalam kehidupan masyarakat Sunda. Salah satu bentuk desain arsitektur tradisional yang paling dikenal adalah rumah Julang Ngapak, yang mencerminkan simbol-simbol budaya dan kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kultural yang nampak dalam desain arsitektur rumah Julang Ngapak. Fokusnya ada pada elemen-elemen arsitektural seperti bentuk atap, ornament dan tata ruang. Elemen-elemen tersebut akan dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Carles Sander Peirce yang menekankan desain rumah Julang Ngapak sebagai tanda yang memiliki elemen utama representamen, objek dan interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah Julang Ngapak tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya yang kaya makna filosofis. Bentuk atap menyerupai sayap burung yang menjadi ikon perlindungan dan keseimbangan alam, sementara ornamen-ornamen pada struktur rumah berfungsi sebagai indeks yang menunjuk pada kepercayaan spiritual masyarakat. Tata ruang rumah mengandung simbol hierarki sosial dan pola interaksi antar anggota keluarga, mencerminkan keterkaitan antar elemen budaya Sunda.
MEMVISUALISASIKAN YANG SAKRAL: SIMBOLISME KEAGAMAAN DALAM REPRESENTASI HANTU DALAM FILM HOROR INDONESIA Yuliansyah, Hendy; Saidi, Acep Iwan; Mutiaz, Intan Rizky; Sulistyaningtyas, Tri
Offscreen Vol 4, No 1 (2025): Offscreen: Journal Of Film and Television (January-June 2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/os.v4i1.5857

Abstract

Artikel ini mengkaji simbolisme keagamaan yang tertanam dalam representasi visual dan naratif hantu dalam film horor Indonesia. Dengan menggunakan kerangka studi semiotik dan budaya, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana penggambaran sinematik tentang hal-hal gaib terkait erat dengan kepercayaan Islam, animisme, dan sinkretik yang membentuk lanskap spiritual Indonesia. Melalui pembacaan cermat terhadap film-film terpilih—termasuk Pengabdi Setan (2017) dan Lisa(1971)—analisis ini mengungkap bagaimana sosok hantu tidak hanya menjadi wahana ketakutan, tetapi juga agen simbolis yang melaluinya pesan-pesan moral, keadilan ilahi, dan kecemasan spiritual dinegosiasikan. Elemen estetika kostum, pencahayaan, desain suara, dan komposisi spasial berkontribusi untuk membangun rezim visual sakral di mana hantu menjadi mediator antara manusia dan yang transenden. Artikel ini berpendapat bahwa hantu-hantu sinematik ini beroperasi sebagai penanda budaya pengabdian, pelanggaran, dan penebusan agama, yang mencerminkan ketegangan yang lebih dalam dalam modernitas agama Indonesia. Dengan menyoroti bagaimana citra keagamaan digunakan kembali dalam sinema horor, penelitian ini menunjukkan bahwa representasi hantu menawarkan wadah yang kaya untuk memahami interaksi antara spiritualitas, identitas nasional, dan media populer dalam budaya Indonesia kontemporer..
Mengungkap Identitas Sosial Iklan Komersial Bank Panin Dan Iklan Religius Dompet Dhuafa Yuliansyah, Hendy
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 1 No. 1 (2016): Pra Modern, Modern, Post Modern
Publisher : Postgraduate Program of Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/pantun.v1i1.743

Abstract

Advertising as it faces a state of society, can be understood as an easy way to get to know in brief social identity. With a variety of a!ributes imposed in an ad, then the level of maturity, life style as well as the vision of a society can be portrayed. Commercial advertising Panin Bank offers ease in all types of banking transactions, which raises the need for new base. While advertisement designed by DompetDhuafa offers the easy way how to do the belief in Islam, and this is the ultimate key of all religious advertising of Dompet Dhuafa. So that the vision in all advertisement of Dompet Dhuafa is how to increase awareness of Moslem in Islamic teaching with zakat or shadaqah.Keywords: advertise, commercial, religious
ANALISIS SEMIOTIKA PADA SIMBOL DAN ESTETIKA DESAIN BARONG SEKELOA Muhammad Ridwan, Iwan; Al Fajri, Royhan; Firman Rahadi, Panji; Yuliansyah, Hendy
Wacadesain Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/vvnvx540

Abstract

Barong Sekeloa merupakan seni pertunjukan tradisional hasil akulturasi budaya Sunda dan Tionghoa yang berkembang di kawasan Sekeloa dan Lebak Gede, Bandung. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang memuat nilai spiritual, filosofi hidup, dan identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik dan estetika visual pada desain Barong Sekeloa melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Analisis difokuskan pada elemen visual seperti bentuk kepala, warna, ornamen, serta struktur visual yang membentuk karakter Barong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barong Sekeloa mengandung makna denotatif, konotatif, dan mitologis yang merepresentasikan konsep dualitas, kekuatan penjagaan roh leluhur, serta proses akulturasi budaya yang melatarbelakanginya. Kajian estetika menunjukkan bahwa unsur bentuk, komposisi, dan ornamen tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga memperkuat pesan simbolik dan nilai kultural yang diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini menegaskan bahwa desain Barong Sekeloa memiliki peran penting dalam menjaga kontinuitas identitas budaya serta menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan desain tradisional di era kontemporer.