Claim Missing Document
Check
Articles

Supercapacitors from Reduced Graphene Oxide Material Maryati Doloksaribu; Makmur Sirait; Erniwati Halawa; Mukti Hamjah Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.11027

Abstract

Reduced graphene oxide (rGO) has been chemically synthesized from graphite powder. Graphite powder is oxidized using a strong oxidizing compound to obtain graphite oxide, this process is called the Hummer Method. Graphite oxide is dispersed using an ultrasonic vibrator to peel off the graphite oxide layer and become graphene oxide. The epoxy group in graphite oxide is reduced using 80 wt% hydrazine compound at temperatures of 70????, 80 and 90????C to obtain reduced graphene oxide. Then rGO is characterized using Uv-Vis spectroscopy, and FTIR. The Uv-Vis spectrum shows that the absorbance of rGO decreases with increasing reduction temperature. Then the absorbance data is calculated for its optical constant using the Kramers-Kronig Method. The refractive index values ​​of the real and imaginary parts of the calculation results show that in the low energy region an increase in the optical constant value is obtained with the addition of rGO. Then rGO was used in supercapacitor fabrication using PVA as a binder, 1 M ????2????????4 electrolyte, and aluminum foil as a collector and the supercapacitor mass was obtained as much as 0.01 grams. From the cyclic voltammetry measurement, the capacitor capacitance value was obtained as much as 24.5 F/gr.
Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Simulasi PhET terhadap Hasil Belajar Fisika Simangunsong, Loren M; Sirait, Makmur
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1151

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model Discovery Learning berbantuan simulasi PhET dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Usaha dan Energi yang bersifat abstrak dan sering sulit dipahami oleh siswa kelas XI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning berbantuan Simulasi PhET terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain two-group pretest-posttest. Instrumen penelitian ini adalah angket siswa untuk mengetahui respon serta kendala yang dialami selama proses pembelajaran, wawancara dengan guru fisika. Kelas eksperimen diajar menggunakan model Discovery Learning berbantuan Simulasi PhET, sedangkan kelas kontrol diajar dengan model Direct Instruction. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahap. Peneliti melakukan wawancara sebagai studi pendahuluan untuk mengidentifikasi masalah penelitian. Kemudian, diberikan pretest kepada kedua kelompok untuk mengukur kemampuan awal siswa. Setelah pembelajaran dengan perlakuan berbeda di kedua kelompok, dilakukan posttest guna mengevaluasi hasil belajar siswa. Prosedur penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest 37,16 dan posttest 77,5 dengan peningkatan rata-rata sebesar 40,34 dikategorikan cukup. Sedangkan kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata pretest 45,88 dan posttest 91,3 dengan peningkatan rata-rata sebesar 45,42 serta dikategorikan baik. Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan dengan nilai effect size sebesar 5,08 yang berarti model Discovery Learning berbantuan simulasi PhET berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning berbantuan simulasi PhET secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Usaha dan Energi dibandingkan model Direct Instruction.