Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE GROUP INVESTIGATION DAN PEMAHAMAN KONSEP AWAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 TELUK MENGKUDU Elida Tambunan; Nurdin Bukit
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22611/jpf.v4i1.2568

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui apakah ada perbedaanhasil belajar fisika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe groupinvestigation dan model pembelajaran direct instruction, untuk mengetahuiapakah ada perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang memilikipemahaman konsep awal tinggi dan siswa yang memiliki pemahamankonsep awal rendah, untuk mengetahui apakah ada interaksi antara model kooperatif group investigation dengan pemahaman konsep awal siswa dalam mempengaruhi hasil belajar siswa. Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster random sampling sebanyak dua kelas, dimana kelas pertamasebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran kooperatif groupInvestigation dan kelas kedua sebagai kelas kontrol diterapkan modelpembelajaran direct instruction. Instrumen yang digunakan dalam penelitianini yaitu instrumen tes hasil belajar fisika dalam bentuk uraian sebanyak 9soal dan tes pemahaman konsep awal sebanyak 12 soal yang telahdinyatakan valid dan reliabel. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwaterdapat perbedaan hasil belajar fisika siswa dengan model pembelajarankooperatif group investigation dan model pembelajaran direct instruction.Terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang memiliki pemahaman konsep awal tinggi dan siswa yang memiliki pemahaman konsep awal rendah. Terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif groupinvestigation dan pemahaman konsep awal siswa terhadap hasil belajarfisika. Model pembelajaran kooperatif group investigation lebih optimalditerapkan untuk siswa yang memiliki pemahaman konsep awal tinggisedangkan model pembelajaran direct instruction pemahaman konsep awaltinggi dan rendah hasil belajar yang tidak berbeda. Kata kunci: group investigation, pemahaman konsep awal, hasil belajar
THE EFFECTS OF INQUIRY TRAINING LEARNING MODEL ASSISTED MIND MAP FOR CONCEPTUAL KNOWLEDGE AND SCIENCE PROCESS SKILLS Resti Harahap; Prof. Motlan; Nurdin Bukit
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22611/jpf.v6i2.8138

Abstract

This research aimed to analyze : (1) the students’ conceptual knowledge by using inquiry training learning model assisted mind map were better than using convensional learning, (2) the students’ science process skills by using inquiry training learning model were better than using convensional learning. This research carried out by a quasi-experimental and desaign was two group pretes-postest desaign.The population of this study was class X SMA IT As-Syafiiyah Medan. Sample selection was done by total sampling. Sample devided two class, eksperimen class by using inquiry training learning model and control class by using convensional. The instruments of this study used test conceptual knowledge and science process skills test in the form of a observations  which were valid.  The data were analyzed by using independent sample t-test. Conceptual knowledge postest results of experimental class is 75,20 and the control class is 56.87. Science process skills postest results of experimental class is 72,93 and the control class is 66,50. The result indicates the conceptual knowledge and KPS of students using inquiry training model assisted mind map is better than using convensional learning.
THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MODEL TOWARD STUDENT'S PROBLEM SOLVING ABILITY AND CRITICAL THINKING ABILITY IN JUNIOR HIGH SCHOOL Elly Mahrani; Nurdin Bukit; Karya Sinulingga
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22611/jpf.v6i2.8127

Abstract

This study aimed to analyze the effect of learning model problem based learning on problem solving ability and critical thinking ability of the students. This research is a quasi experimental research with two group pretest posttest design. The population of this research is all students of class VIII Junior high school 2 Kotanopan. The sample selection is done by cluster random sampling that is class VIII-1 as experiment class applied problem-based learning model and class VIII-3 as control class applied conventional learning. Instrument used in this research is instrument of problem solving ability and critical thinking ability in the form of essay test which have been declared valid by expert team. From result of research concluded that problem solving ability in student applying model of learning problem based learning better than student with conventional learning and critical thinking ability in student applying problem based learning model better than critical thinking ability to student with conventional learning.
Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Magnet Komposit Campuran Resiprene 35 Barium Ferit Dengan Resin Epoksi. Bunga Fisikanta Bukit; Nurdin Bukit; Ferry R.A Bukit
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 4, No 1 (2020): VOL 4 NO 1
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v4i1.377

Abstract

A composite composite of Resiprene 35 and barium ferrite was made with Epoxy resin. This study aims to determine the mechanical properties (tensile strength, modulus of elacity, strain and flexural strength) and the magnetic microstructure of the resulting composite. The manufacturing method is carried out by mixing Resiprene 35 solution with and barium Ferrit with Epoxy resin with various variations in the ratio of (2.5: 2.5: 95)%, (5: 5: 90)% and (10:10:80)% with the leaky mold method. From the test results obtained a composite magnet that has the greatest tensile strength is a composite magnet at a mass fraction ratio (5: 5: 90)%, with an average maximum stress of 18.19 MPa and an average maximum strain of 4.79% and an average maximum modulus of elasticity an average of 1.86 MPa. Composite magnets that have the greatest flexural strength are composite magnets at a mass fraction ratio (5: 5: 90)%, with an average maximum flexural strength of 51.00 MPa and an average maximum deflection of 10.61 mm. as well as the composite morphological analysis of the mass fraction (5: 5: 95)%, it appears that resiprene 35 and barium ferrite have been strongly bonded with epoxy and homogeneous resins
ANALISIS TERMOPLASTIK ELASTOMER DENGAN FILLER SERBUK BAN BEKAS Bunga Fisikanta Bukit; Eva Marlina Ginting; Nurdin Bukit; Fika Yulida
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v2i1.96

Abstract

This study were to find out the mechanical properties (tensile strength, elongation break, and elastic modulus) and morphology of the polyethylene and SIR-20 blends by using a used tire filler. The method used by adding a used tire powder (80 mesh) as a filler on a mixture of recycled SIR-20 and polyethylene (PE) rubber. The composite preparation was carried out by mixing (PE) and SIR-20 rubber as a matrix, polyethylene malaeic anhydride (PEMA) as a compatibilizer, and Sulfur as cross link agent by adding filler (0, 10, 20, 30) phr, in Internal Labopastomil with temperature 1800C and rate of 60 rpm for 14 minutes. The results showed that the mechanical properties decreased with the rise of used tire powder, while the morphological result of the homogeneous mixture.
PEMBUATAN NANOPARTIKEL ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN PEG-6000 Eva Marlina Ginting; Nurdin Bukit; Dwi Ulfa Handayani
EINSTEIN (e-Journal) Vol 9, No 2 (2021): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.46 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v9i2.26187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PEG-6000 terhadap ukuran dan fasa yang terkandung dalam partikel abu tandan kosong kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai September 2020 di Laboratorium Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit di balmill selama 6 jam kemudian diayak menggunakan ayakan berukuran 200 mesh. Selanjutnya disintesis dengan HCl 2M dan NaOH 2,5M. Kemudian pencampuran abu tandan kosong kelapa sawit dengan PEG-6000 dilakukan dengan perbandingan (1:3), (1:4), (1:5) dan dikeringkan dalam oven selama 4 jam dengan suhu 70 .Masing-masing sampel yang sudah dikeringkan digerus kembali selama kurang lebih 2 jam sebelum dilakukan pengkarakterisasian dengan XRD dan SEM. Hasil analisis XRD dari pembuatan nanopartikel abu tandan kosong kelapa sawit dengan PEG-6000 dengan perbandingan (1:3), (1:4) dan (1:5) diperoleh ukuran berturut-turut yaitu (16,31) nm, (50,57) nm, (46,08) nm dan fasa tridimit. Adapun hasil SEM menunjukkan bahwa morfologi nanopartikel abu tandan kosong kelapa sawit dengan PEG-6000 pada sampel 1:3 terjadi penumpukan butiran partikel seperti membentuk partikel besar yang baru. Pada sampel 1:4 ukuran butir partikel terlihat menyebar dengan distribusi masih acak danbercelah. Pada sampel 1:5 ukuran partikel didominasi oleh ukuran kecil dengankeseragaman ukuran butir yang rata-rata terlihat sama dengan distribusi yang masih acak tetapi sudah mulai rapat dan rongga antara butiran partikel tidak terlalu banyak
Pengaruh Campuran Nanopartikel Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit (ATKKS) Dan PEG-6000 Terhadap Termoplastik LDPE Eva Marlina Ginting; Nurdin Bukit; Michael Jordan Siringo ringo
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 1 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.569 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v10i1.24766

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ATKKS dan PEG-6000 sebagai bahan pengisi termoplastik LDPE terhadap kekuatan mekanik nanokomposit termoplastik LDPE. Dalam penelitian ini proses pengolahan ATKKS dan PEG-600 menjadi nanokomposit menggunakan metode kopresipitasi, ATKKS dikeringkan dalam furnace dengan suhu 2000C selama 1 jam, kemudian di Ball-Mill selama 1 jam dengan kecepatan putaran 250 rpm, kemudian diayak menggunakan ayakan 200 mesh. Dilakukan proses sintesis nanopartikel ATKKS dan PEG-6000 dengan metode Kopresipitasi dengan perbandingan antara ATKKS dan PEG-6000 yaitu (20:60) gram, (20:80) gram, dan (20:100) gram atau 1:3, 1:4, dan 1:5 kemudian dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui ukuran kristal. Sampel dengan ukuran kristal terkecil kemudian digunakan menjadi bahan pengisi termoplastik LDPE dengan variasi (50/0, 49/1, 48/2, 47/3, 46/4) gram. Setiap variasi dimasukkan kedalam intrenal mixer agar pencampuran lebih homogen dengan kecepatan 60 rpm pada suhu 1500C selama 10 menit, kemudian dicetak menggunakan metode cetak tekan panas selanjutnya sampel diuji sifat mekaniknya. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil analisis XRD dimana ukuran diameter kristal terkecil pada variasi 1:3 sebesar 16,31 nm dan kandungan senyawa yang dominan dari hasil sintesis nanopartikel ATKKS dan PEG-6000 adalah SiO2. Sedangkan dari hasil uji mekanik diperoleh nilai kekuatan tarik  tertinggi pada variasi (48/2) gram sebesar 18,9 MPa, nilai perpanjangan putus tertinggi pada variasi (50/0) gram sebesar 255 mm dan nilai modulus elastis tertinggi pada variasi (47/2) gram sebesar 236 MPa. Kata kunci: ATKKS, PEG-6000, kopresipitasi, nanokomposit, XRD dan uji  mekanik
Pembelajaran Mekanika dengan Model Analisis Struktur Pengetahuan Materi (ASPM) untuk Meningkatkan Kemahiran Generik Sains Mahasiswa JurusanFisika FMIPA UNIMED Karya Sinulingga; Nurdin Bukit; Dewi Wulandari; Yulifda Tanjung
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 1, No 1 (2013): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.374 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v1i1.1191

Abstract

Pada penelitian ini telah dikembangkan model analisis struktur pengetahuan materi Mekanika untuk membangun Problem Solving untuk mahasiswa program pendidikan fisika dan program fisika di PerguruanTinggi. Pengembangan Problem Solving bertujuan untuk peningkatan keterampilan intelektual mahasiswa dalam meningkatkan kemahiran generik sains.Peningkatan kemahiran generik sains yang dimaksud meliputi indikator: kesadaran skala(KGS1); keterampilan menggunakan bahasa simbolik(KGS2);  pemodelan matematika (KGS3); menggunakan hukum sebab akibat(KGS4); kerangka logis (KGS5) dan membangun konsep (KGS6). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan kepada mahasiswa angkatan 2011 semester ganjil Tahun Ajaran 2012/2013 yang mengambil perkuliahan Mekanika dengan jumlah siswa 37 orang. Pada siklus I, perolehan rata-rata skor KGS total pada pretes sebesar 0,80 dan rata-rata skor KGS total pada postes sebesar 1,27. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara hasil pretes dan postes namun peningkatan ini masih tergolong sedang. Dari semua indikator kemahiran generik sains, yang mengalami peningkatan tertinggi pada indikator KGS1 yaitu kesadaran skala dengan nilai rata-rata %g sebesar 70,59% dengan kategori sedang dan terendah pada indikator KGS6 yaitu membangun konsep dengan nilai rata-rata %g sebesar 12,28% dengan kategori rendah. Indikator KGS1 menunjukkan kemahiran mahasiswa pada bagaimana membaca skala. Padasiklus II, perolehan rata-rata skor KGS total pada pretes sebesar 0,97 dan rata-rata skor KGS total pada postes sebesar 1,70 dengan %g 57,33 kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara hasil pretes dan postes dan peningkatan ini telah menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pada siklus I. Peningkatan rata-rata skor antara hasil pretes dan postes juga terjadi pada semua komponen namun hasilnya juga masih belum maksimal. Ada beberapa indikator seperti KGS3 (Pemodelan Matematika), KGS5 (Kerangka Logis) dan KGS6 (Membangun Konsep) yang belum maksimal peningkatannya. . Dari semua indikator kemahiran generik sains, yang mengalami peningkatan tertinggi masih pada indikator KGS1 yaitu kesadaran skala dengan nilai rata-rata %g 75% dengan kategori tinggi dan terendah masih pada indikator KGS6 yaitu membangun konsep dengan nilai rata-rata %g sebesar 12,77 kategori rendah. Padasiklus III, perolehan rata-rata skor KGS total pada pretes sebesar 1,02 dan rata-rata skor KGS total pada postes sebesar 1,64 dengan %g sebesar 72,04% kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara hasil pretes dan postes dan peningkatan %g dari siklus III ini telah menunjukkan kategori yang lebih baik dibandingkan siklus I dan siklus II. Peningkatan rata-rata %g antara hasil pretes dan postes juga terjadi pada semua komponen dan hasilnya sudah maksimal. Dari semua indikator kemahiran generik sains, yang mengalami peningkatan tertinggi pada indikator KGS1 yaitu kesadaran skala dengan nilai rata-rata %g 87,5% dan terendah pada indikator KGS6 yaitu membangun konsep dengan nilai rata-rata %g sebesar 53,33%. Pada siklus III ini, indikator KGS6 yaitu membangun konsep mengalami peningkatan yang baik dibandingkan pada siklus II. Pada siklus I, II dan III secara berurutan rata-rata %g KGS total sebesar 51,02% dengan kategori sedang, 57,33% dengan kategori sedang dan 87,5% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut terdapat peningkatan yang signifikan sehingga model Problem Solving berdasarkan pengembangan model ASPM dapat meningkatkan kemahiran generik sains mahasiswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI USAHA DAN ENERGI DI SMP MUHAMMADIYAH 1 MEDAN Inna Sakinah Manik; Nurdin Bukit
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 2 (2014): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.752 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v2i2.1941

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan menggunakan metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok usaha dan energi kelas VIII semester I SMP Muhammadiyah 1 Medan T.P 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Medan yang terdiri dari 7 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling, yaitu satu kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan metode eksperimen dan kelas yang lain dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes yang berbentuk pilihan ganda untuk soal pre-test dan post-test yang dibuat sebanyak 16 soal dan terdiri dari 4 pilihan jawaban dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Untuk menguji hipotesis digunakan uji beda, setelah uji prasyarat dilakukan, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Dari hasil penelitian diperolah hasil belajar siswa, untuk kelas eksperimen, rata-rata pretes sebesar 44,391 dan rata-rata postes siswa sebesar 72,115. Untuk kelas kontrol, rata-rata pretes sebesar 37,321 dan rata-rata postes siswa sebesar 61,07. Ada pengaruh dengan model pembelajaran yang digunakan terhadap hasil belajar siswa dengan thitung > ttabel = 2,497 > 2,00 pada  taraf signifikansi α = 0,05. Kata kunci : model kooperatif tipe STAD, eksperimen, hasil belajar
Analisis Kreativitas Mahasiswa Calon Guru MI Pada Mata Kuliah IPA Melalui Model Project Based Learning Berbasis TPACK Sarah Fazilla; Nurdin Bukit; - Sriadhi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran di perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, tuntutanpendidikan di abad 21 saat ini mengharuskan mahasiswa mampu mengembangkan  kompetensi diri yaitu enamketerampilan dasar abad 21 yang dikenal dengan 6C, salah satunya  mampu mengembangkan kreativitas dalamproses belajar mengajar.  Adapun tujuan penelitian ini untuk menganalisis kreativitas mahasiswa calon gurumelalui model PJBL berbasis TPACK. Metode penlitian ini merupakan deskripsi kuantitatif dengan sampelpenelitian 32 mahasiswa PGMI semester 1. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket danwawancara. Data dianalisis secara statistic deskriptif yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan. Hasil penelitian yaitu hasil observasi secara kelompok didapatkan 16% kelompok tergolong sangatbaik tingkat kreativitas dan 84% kelompok masuk dalam kategori baik kreativitasnya. Hasil angket terdapat 13(40,6%) mahasiswa yang memiliki kreativitas sangat baik dengan rata – rata nilai sebesar 87,5% - 100%, lebihlanjut . Data lain terlihat terdapat 19 mahasiswa (59,3%) yang termasuk dalam kategori baik kreativitasnyadengan nilai rata – rata 76,7% - 85,7%. Data ini didukung oleh hasil wawancara yang menyatakan penerapanmodel PJBL berbasis TPACK pada mata kuliah IPA menjadikan mahasiswa memiliki kemampuan yang baikdalam menganalisis dan menyelesaikan permasalahan terkait proyek, selain itu produk akhir yang dihasilkanrelevan dengan proyek yang diberikan di awal pembelajaran mampu dengan menggunakan sumber yangrelevan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil analisis penerapan model project basedlearning berbasis TPACK memberi dampak positif dan baik terhadap tingkat kreativitas mahasiswa calon guruMadrasah Ibtidaiyah dalam mata kuliah IPA terutama dalam menyelesaikan proyek baik secara individumaupun kelompok.Kata Kunci : Analisis, Kreativitas, Mahasiswa calon Guru, Model Project Based Learning, TPACK, IPA.