Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi Maceration dan Microwave Assisted Extraction (MAE) Terhadap Penetapan Kadar Flavonoid Total Buah Ara (Ficus racemosa L.) Andry, Muhammad; Ligo, Azzura; Anggi, Reza Destri; Pradita, Diding; Luthvia, Luthvia; Nasution, Muhammad Amin; Pertiwi, Nia Novranda; Arifin, Arfiani
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.859

Abstract

Figs (Ficus racemosa L.) are an essential source of bioactive components such as phenols, terpenoids, flavonoids, and alkaloids with antioxidant properties. Two extraction methods are used to extract flavonoids from figs: conventional and non-conventional. This study aimed to determine the effect of different extraction methods—maceration and Microwave Assisted Extraction (MAE)—on the total flavonoid content in figs (Ficus racemosa L.). The research was conducted using a laboratory experimental method. The procedures included collecting and preparing plant materials, producing simplicia, evaluating simplicia characteristics, conducting phytochemical screening, preparing extracts, and determining total flavonoid content. The results showed that the maximum wavelength of quercetin was 438 nm, with a regression equation of Y = 0.0669x + 0.0084. The average absorbance values of fig extract using the maceration method were 0.216 with methanol, while the MAE method was 0.280 with methanol. The average percentage of flavonoid content using the maceration method was 0.1245% with methanol, while with the MAE method, it was 0.1623% with methanol. The total flavonoid content of fig extract using the maceration method was 1.2451 mgQE/g extract with methanol, while with the MAE method, it was 1.6238 mgQE/g extract with methanol. The study concluded that the highest total flavonoid content was found in the methanol extract obtained through MAE. This extract had a value of 1.6238 mgQE/g extract.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK METANOL ALGA MERAH (Eucheuma cottonii) VARIASI KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL (FILM FORMING) Arifin, Arfiani
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v14i1.312

Abstract

Red algae is a type of seaweed that has many biological activities. One of the compounds that acts as an antioxidant from red algae is phenolic compounds. The aim of this research is to determine the optimal concentration of polyvinyl alcohol to produce a red algae (Eucheuma cottonii) methanol extract peel-off gel mask that meets the physical stability test requirements. The extraction method used is maceration using methanol solvent. The formulation was made using varying concentrations of PVA FI (8%), FII (9%) and FIII (10%). Based on the research results, it was found that the most optimal PVA concentration and fulfilled the physical stability test requirements before and after storage was obtained at FIII with a PVA concentration (10%). 
PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK JERUK BESAR (PAMELO) MENJADI KOSMETIK DAN OLAHAN PANGAN DI DESA PADANG LAMPE, PANGKAJENE DAN KEPULAUAN (PANGKEP) Arfiani Arifin; Arfina Sukmawati Arifin; Dian Asri Unga Mega
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.47379

Abstract

Desa Padang Lampe di Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), merupakan salah satu sentra jeruk besar (Citrus maxima) di Sulawesi Selatan yang memiliki peluang besar untuk pengembangan produk bernilai tambah. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar dan penjualan langsung, sehingga potensi diversifikasi belum dimaksimalkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah jeruk besar menjadi produk kosmetik dan pangan sehingga tercipta berbagai bentuk diversifikasi produk. Pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan jeruk besar, praktik pembuatan lulur krim dari kulit jeruk, kerupuk dari pulp buah, dan minuman segar berbahan jeruk besar. Peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik pengemasan serta strategi pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang nyata pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Sebanyak 64% peserta sebelumnya belum pernah melakukan diversifikasi jeruk, namun setelah mengikuti pelatihan mereka mampu menghasilkan tiga jenis produk, yaitu lulur krim kulit jeruk besar, kerupuk pulp jeruk besar, dan minuman segar jeruk besar. Meskipun sebagian besar peserta memahami fungsi media sosial sebagai sarana pemasaran, pemanfaatannya masih belum optimal. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mendorong pengembangan diversifikasi produk jeruk besar yang berpotensi mendukung peningkatan ekonomi keluarga berbasis sumber daya lokal.    Kata kunci: Jeruk Besar, lulur, kerupuk, minuman, pengabdian kepada masyarakat. ABSTRACT Padang Lampe Village in Ma'rang Subdistrict, Pangkajene and Islands Regency (Pangkep), is one of the centers of pomelo (Citrus maxima) in South Sulawesi that has great potential for the development of value-added products. However, its utilization is still limited to fresh consumption and direct sales, so the potential for diversification has not been maximized. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of PKK women in processing pomelos into cosmetic and food products, thereby creating various forms of product diversification. The activity includes socialization, interactive discussions, demonstrations, and evaluation through pre-tests and post-tests. The material provided included the utilization of pamelo, the practice of making cream scrubs from pamelo peel, crackers from fruit pulp, and fresh drinks made from pamelo. Participants also received training on packaging techniques and marketing strategies. The results of the activity showed a significant increase in knowledge and skills. A total of 64% of participants had never diversified pamelo before, but after attending the training, they were able to produce three types of products, namely pamelo peel cream scrub, pamelo pulp crackers, and fresh pamelo drinks. Although most participants understood the function of social media as a marketing tool, its use was still not optimal. Overall, this activity successfully encouraged the development of pamelo product diversification, which has the potential to support the improvement of family-based local resource economies. Keywords: Pamelo, body scrub, crackers, beverages, community service.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Sheet Mask dari Sari Buah Lemon Cui (Citrus microcarpha Bunge) Sebagai Antiaging Salsabila Nada; Arfiani Arifin; Razifah Suci Mawarni; Abdul Vashar Adi
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 2: Volume 3 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i2.1040

Abstract

Cui lemon (Citrus microcarpa Bunge), also known as fish lemon or calamansi lemon, contains vitamin C, citric acid and flavonoids which have antiaging potential. This research was conducted to formulate Lemon Cui fruit juice in a sheet mask preparation that meets the physical quality test requirements. The method of this research is that a sample of Lemon Cui juice is obtained by grinding it using a blender by adding enough water and then separating the pulp until the juice is obtained. The sheet mask formulation used varying concentrations of Cui lemon juice lyophilisate samples, namely F1 (0.5%), F2 (1%), F3 (1.5%), and negative control (without lyophilisate). Physical quality testing includes organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests and irritation tests. The results obtained were physical quality testing of F1 (0.5%), F2 (1%), F3 (1.5%), and negative control (without lyophilisate) fulfilling the physical quality test requirements, including organoleptic tests, homogeneity, pH, and irritation test.
Uji Aktivitas Antioksidan Formula Sheet Mask Dari Sari Buah Lemon Cui ( Citrus microcarpha Bunge) Sebagai Antiaging Razifah Suci Mawarni; Arfiani Arifin; Salsabila Yudratun Nada; Abdul Vashar Adi
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 2: Volume 3 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i2.1046

Abstract

Jeruk cui (Citrus microcarpha Bunge), juga disebut jeruk ikan atau jeruk kalamansi, adalah jenis jeruk lokal yang sebagian besar tumbuh di wilayah Sulawesi Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dari formula masker lembaran jus jeruk cui. Metode penelitian ini dimulai dengan metode pengeringan hingga diperoleh liofilisat jus jeruk cui, kemudian diformulasikan menjadi masker lembaran dengan variasi konsentrasi F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (1,5%), dan diuji aktivitas antioksidannya terhadap radikal DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 505 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan pada liofilisat jus jeruk cui memperoleh nilai IC50 rata-rata 13,67 μg/mL yang diklasifikasikan sebagai sangat kuat . Hasil uji aktivitas antioksidan pada setiap formula F1 (0,5%) memperoleh nilai IC50 rata-rata 54,338 μg/mL yang diklasifikasikan sebagai kuat, F2 (1%) memperoleh nilai IC50 rata-rata 31,963 μg/mL yang dianggap sangat kuat, dan F3 (1,5%) memperoleh nilai IC50 rata-rata 23,439 μg/mL yang sangat kuat. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa formula masker lembaran jus lemon Cui juga berpotensi sebagai anti penuaan. Kata kunci: Lemon Cui (Citrus microcarpha Bunge); Antioksidan; Masker Lembaran
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Spray gel Ekstrak Etanol Daun Kacang Gude (Cajanus cajan) sebagai Pelembap Kulit Ridha Adhasari; Ekawati Ekawati; Attina Salsabila; andi Muhammmad Nur Ramadhani; Arfiani Arifin
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.1539

Abstract

Kacang gude (Cajanus cajan) merupakan salah satu spesies tanaman famili Leguminoceae yang kaya akan flavonoid yang memiliki manfaat sebagai antioksidan untuk membantu menstabilkan dan menetralisir radikal bebas yang dapat merusak sel-sel dan jaringan sehat. Tujuan penelitian ini untuk memformulasi ekstrak etanol daun kacang gude (Cajanus cajan) dalam sediaan spray gel yang memenuhi syarat uji mutu fisik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya dibuat formulasi sediaan spray gel menggunakan variasi konsentrasi daun kacang gude F1 (1%), F2 (1,5%), F3 (2%). Dilakukan pengujian uji mutu fisik meliputi organoleptik, homogenitas, uji pH, viskositas, pola penyemprotan serta waktu kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kacang gude dapat diformulasi dalam bentuk sediaan spray gel dan memenuhi syarat uji mutu fisik.
Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Spray Gel Ekstrak Etanol Daun Kacang Gude (Cajanus cajan) Ekawati Ekawati; Arfiani Arifin; Rusman Rusman
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.1611

Abstract

Kacang gude merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang mengandung berbagai senyawa polifenol, diantaranya antosianin, dan flavonoid yang dimana senyawa flavonoid berperan sebagai antioksidan alami yang dapat menetralisir radikal bebas. Tujuan penelitian untuk memformulasi ekstrak etanol daun kacang gude (Cajanus cajan) dalam bentuk sediaan spray gel serta untuk mengetahui nilai IC50 dari sediaan spray gel ekstrak etanol daun kacang gude (Cajanus cajan). Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, selanjutnya dibuat formulasi sediaan spray gel dengan konsentrasi F1 (0,5%), F2 (1%), F3 (1,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kacang gude diperoleh nilai IC50 sebesar 22,928 µg/mL. Nilai IC50 pada sediaan spray gel F1 (0,5%) 45,755 µg/mL, F2 (1%) 41,051 µg/mL, F3 (1,5%) 36,201 µg/mL. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan spray gel ekstrak daun kacang gude (Cajanus cajan) memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
Pengaruh Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent Terhadap pH Sediaan Spray Gel Sari Buah Lemon Cui (Citrus microcarpha Bunge) Abdul Vashar Adi; Arfiani Arifin; Andi Nur Zam Zam
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1795

Abstract

ABSTRAK Lemon cui (Citrus microcarpha Bunge) merupakan salah satu tanaman yang mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi dan berperan sebagai antioksidan. Kandungan ini menjadikannya berpotensi sebagai bahan alami dalam pengembangan sediaan farmasi, termasuk dalam bentuk spray gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu pengaruh variasi konsentrasi carbopol 940 sebagai gelling agent terhadap tingkat pH dari sediaan spray gel. Sari buah lemon cui dikeringkan menggunakan metode pembekuan dan pengeringan (freeze drying) untuk menghasilkan liofilisat. Formulasi spray gel dibuat dalam tiga variasi konsentrasi carbopol 940, yaitu F1 (0,3%), F2 (0,4%), dan F3 (0,5%). Sediaan kemudian dievaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, dan pH. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan Carbopol 940 memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai pH sediaan spray gel sari buah lemon cui (Citrus microcarpha Bunge), semakin tinggi konsentrasi Carbopol 940 yang digunakan dalam formula, maka pH sediaan cenderung menurun. Kata Kunci: Carbopol 940, Gelling Agent, Lemon Cui (Citrus microcarpa Bunge), Uji pH.
Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Patch Ekstrak Etanol Daun Gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) Zakia Darajat S; Musdalifah Musdalifah; Arfiani Arifin
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1877

Abstract

Tanaman gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) secara empiris sering digunakan oleh masyarakat di indonesia sebagai obat mengurangi peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak etanol daun gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) dalam sediaan patch yang memenuhi syarat evaluasi mutu fisik. Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan variasi konsentrasi ekstrak daun gedi F0 (tanpa ekstrak), F1 (0,5%), F2 (1%) dan F3 (1,5%). Selanjutnya dilakukan pengujian mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji keseragaman bobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) yang diformulasi dalam bentuk sediaan patch memenuhi syarat uji mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji keseragaman bobot.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Patch Lengkuas Merah (Alphinia purpurata K. Schum) Sebagai Antiinflamasi Sulfiah Qhalbi; Arfiani Arifin; Nurul Jummah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1880

Abstract

Lengkuas merah (Alphinia purpurata K. Schum) merupakan salah satu spesies dari famili zingiberaceae. Tujuan penelitian ini untuk memformulasi ekstrak lengkuas merah (Alphinia purpurata) dalam bentuk sediaan patch yang memenuhi syarat uji mutu fisik sebagai antiinflamasi. Metode penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, selanjutnya diformulasi dalam bentuk sediaan patch. Pengujian mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji ketebalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak lengkuas merah yang diformulasi dalam bentuk sediaan patch memenuhi syarat uji mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji ketebalan