Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan reproduksi, keberlanjutan pendidikan, serta kesejahteraan sosial remaja. Wilayah lereng Merapi menghadapi kerentanan khusus akibat faktor budaya, ekonomi, dan keterbatasan akses informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan remaja melalui pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat di Dusun Besalen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, dan melibatkan 23 remaja berusia 14–24 tahun. Tahapan kegiatan meliputi pelatihan kader dan Duta PIK-R, pembentukan struktur organisasi, penyusunan program kerja, serta evaluasi melalui pre–posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan proporsi remaja dengan tingkat pengetahuan baik dari 21,74% sebelum kegiatan menjadi 52,17% setelah kegiatan, disertai terbentuknya kepengurusan PIK-R yang aktif melaksanakan edukasi sebaya. Pemberdayaan remaja melalui PIK-R berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan dalam pencegahan pernikahan dini dan stunting di wilayah lereng Merapi serta mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat dan berkualitas.