Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Variasi Model Pembelajaran Guru Pasca Pandemi Covid 19 Alami, Yasni; Najmudin, Dudun
Tarbiyatu wa Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2022): Pendidikan pasca pandemi Covid 19
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Institut KH. Ahmad Sanusi Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa pandemi Covid 19 pembelajaran dilakukan secara daring/online. Dalam hal tersebut guru dituntut untuk mempunyai berbagai variasi model pembelajaran agar pembelajaran peserta didik pasca pandemi Covid 19 tetap berjalan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang bagaimana variasi model pembelajaran guru pasca pandemi Covid 19. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengumpulan datanya dengan wawancara, obsevasi dan dokumentasi. Adapun lokasi penelitian di Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Wilayah IV Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Teknik Analisis Data yang dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif merupakan langkah-langkah yang dilakukan dalam rangka representasi obyektif tentang realitas yang terdapat di dalam masalah yang diteliti. Hasil dari penelitian bahwa guru di Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Wilayah IV Kabupaten Cianjur sudah menggunakan berbagai variasi model pembelajaran pasca pandemi Covid 19. Di lihat ketika awal pembelajaran tatap muka, peserta didik antusias mengikuti pembelajaran secara efektif.
Penerapan Model Addie untuk Meningkatkan Intensitas Menghafal Peserta Didik pada Pembelajaran Tahfidz Najmudin, Dudun; Alami, Yasni
Tarbiyatu wa Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2023): Upaya Menangani Masalah Pembelajaran di Madrasah
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Institut KH. Ahmad Sanusi Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelakasanaan program Tahfidz di MA Mazro’atul Ulum Citiis Pagelaran, penerapan model Addie pada mata pelajaran Tahfidz, perbedaan intensitas menghafal peserta didik pada Mata Pelajaran Tahfidz. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen bentuk nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah kelas XI MA Mazro’atul Ulum Citiis. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 60 orang (30 peserta didik dari kelas eksperimen dan 30 orang dari kelas kontrol). Instumen penelitian yang digunakan adalah angket sebanyak 30 untuk mengetahui intensitas menghafal, dan tes lisan dan tes tulis sebanyak 30 soal untuk mengetahui kemampuan hafalan peserta didik. Data kuantitatif dianalis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Disecovery Laerning masih memiliki kekurangan-kekurangan yang menjadi hambatan kepada peningkatan intensitas menghafal dan kemampuan hafalan peseta didik, sedangkan model Addie relevan diterapkan dalam proses pembelajaran Tahfidz, karena mampu meningkatkan rata-rata intensitas menghafal sebesar 12,7 dan meningkatkan rata-rata kemampuan hafalan sebesar 3,43.
Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Alami, Yasni; Najmudin, Dudun
Tarbiyatu wa Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2023): Upaya Menangani Masalah Pembelajaran di Madrasah
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Institut KH. Ahmad Sanusi Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami tentang bagaimana implementasi kurikulum Merdeka di madrasah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian pustaka atau studi kepustakaan, oleh karena itu sifat penelitiannya adalah penelitian kepustakaan (library reseach). Data yang dikumpulkan seluruhnya berasal dari literatur maupun bahan dokumentasi lain, seperti buku, jurnal, maupun media lain yang relevan. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif yang merupakan langkah-langkah dalam rangka representasi obyektif tentang realitas yang terdapat di dalam masalah yang diteliti. Berdasarkan kajian bahwa madrasah dengan seiringnya waktu mengikuti kurikulum Merdeka, walaupun secara bertahap dimulai pada tahun Pelajaran 2022/2023 berdasarkan perjenjang.
Peningkatan Kualitas Menulis al-Qur’an dengan Menerapkan Metode Iqro’ Bil Qolam Fadhilah, Muhammad Farhan; Aulia, Revina; Srinurdayanti, Rivka; Hamidah, Siti; Jasmansyah; Yuliah, Elih; Setiawati, Fenty; Najmudin, Dudun
AL-MUFIDAH : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengabdian: Kolaborasi, Inovasi dan Transformasi
Publisher : Institut KH. Ahmad Sanusi Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah Diniyyah Manbaul ‘Ulum merupakan salah satu madrasah yang berlokasi di Kp. Cijarian Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Iqro’ Bil Qolam adalah sebuah metode menulis mengikuti garis yang mengedepankan praktik, karena akan mempercepat kemampuan menulis dan mengingat. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada peningkatan kualitas menulis al-qur’an dengan menerapkan metode iqro’ bil qolam. Penulisan artikel ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif yang berarti menjelaskan fenomena atau karakteristik individual, situasi atau kelompok social secara akurat. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan analisis data selama dilapangan peneliti menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya adalah penerapan penulisan al- Qur’an dengan metode Iqro’ Bil Qolam di MDTA Manba’ul Ulum dilaksanakan dengan beberapa tahapan. Dalam implementasinya metode Iqro’ Bil Qolam dilakukan dengan cara siswa-siswi belajar menulis dan membaca al-Qur’an dengan menggunakan beberapa juz dalam al-Qur’an mulai dari juz 18 sampai juz 30. Pelaksanaan menulis al-Qur’an dengan metode Iqro’ Bil Qolam dilakukan di kelas IV, V dan VI. Kelas IV menyelesaikan 1 Juz, kelas V menyelesaikan 2 Juz, dan kelas VI menyelesaikan 2 Juz.
Upaya Peningkatan Literasi Dasar melalui Les Privat Hikmah, Andini Nurul; Habiburrahman, Habiburrahman; Awaliah, Hilma Nazdifa; Latipah, Latipah; ‘Ain, Syifa Qurrotul; Nurdin , Dede; Najmudin, Dudun
AL-MUFIDAH : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Pelatihan dan Pemberdayaan melalui Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut KH. Ahmad Sanusi Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program les privat di Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung pada anak-anak. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pendekatan berbasis pembelajaran kontekstual dengan metode interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak melalui strategi personalisasi, interaktif, pemberdayaan lingkungan dan evaluasi berkelanjutan. Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian berupa les privat terdapat peningkatan signifikan dalam minat baca anak-anak, penguatan keterampilan dasar membaca dan menulis, serta peningkatan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan literasi. Program ini berhasil mengatasi tantangan utama seperti rendahnya minat baca dan keterbatasan metode pembelajaran melalui pendekatan yang lebih interaktif dan inovatif. Keberhasilan program tidak hanya berdampak jangka pendek tetapi juga memiliki potensi keberlanjutan melalui peningkatan motivasi belajar dan keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan anak.
Pentingnya Moderasi Beragama Dalam Dunia Pendidikan Di Indonesia Najmudin, Dudun; Rivandi, Randi Ahmad; Pebrian, Ilham
Tarbiyatu wa Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 01 (2025): Inovasi Pembelajaran dan Penguatan Kompetensi dalam Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Institut KH. Ahmad Sanusi Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious moderation in education has been considered to have an important role in shaping attitudes of tolerance and inclusiveness in a multicultural society. Solutions in maintaining social harmony and preventing conflicts due to extremism and intolerance have been found through a moderate understanding of religion. Education has been utilized as the main means to instill the values of religious moderation through curriculum, learning methods, and extracurricular activities designed to encourage interfaith interaction. A qualitative approach with a desk study method has been used in this research, with analysis conducted on various secondary sources such as books, scientific journals, and government policy documents. From the results of the research, it was found that appreciation of diversity is more prevalent among students who have been given an understanding of religious moderation, and higher levels of tolerance are also exhibited by them. However, some challenges remain, especially in the digital era, when the spread of inaccurate information is increasing and has the potential to trigger intolerance. Therefore, strengthening digital literacy is considered a necessary step so that information can be sorted out more critically. With the effective implementation of religious moderation-based education, national unity can be strengthened, and diversity can be used as a strength in building a more harmonious and civilized social life.
Pengaruh Model Number Head Together (NHT) terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik Dudun Najmudin; Yasni Alami
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan Vol. 35 No. 01 (2025): Jurnal At-Tadbir Volume 35 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Institut KH Ahmad Sanusi (INKHAS) Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52030/attadbir.v35i01.357

Abstract

Penggunaan sebuah model dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) begitu penting bagi guru agar dalam proses pembelajaran pesrta didik aktif, keaktifan belajar peserta didik merupakan dambaan guru ketika proses pembelajaran berlangsung. Maka dilakukan penelitian agar menjawab masalah tersebut. Tujuan dalam penelitian ini, untuk memberikan penjelasan bahwa model Number Head Together (NHT) berpengaruh terhadap keaktifan bejaran peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMP Islam As-Syafi’iyah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperiment dengan pendekatan survey. Adapun populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Islam As-Syafi’iyah, dengan jumlah sampel 41 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan obsevasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Dengan menggunakan analisis perangkat lunak Ms. Excel dan SPSS persi 26. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa model Number Head Together (NHT) memberikan dampak yang signifikan terhadap keaktifan belajar peserta didik, hal ini didukung dengan nilai ????ℎ???????????????????? > ???????????????????????? (19,002 > 2,042) pada taraf signifikasi 0,05, maka menolak ???????? dan menerima ????????. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Number Head Together (NHT) sangat tepat diimplementasikan dalam proses pembelajaran agar peserta didik aktif dalam belajar.
Interrelation between report book and teacher performance Witzir Sumadisastro Subran; Dinn Wahyudin; Lia Susanti; Dudun Najmudin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.65584

Abstract

Teacher report cards are a means of communication and evaluation between the principal and teachers that can improve teacher performance and impact student learning achievement. SDIT Nurul 'Ilmi Jambi has implemented teacher report cards for over ten years, which are given at the beginning of each month along with the receipt of monthly teacher rights. This study aims to determine the relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers. This study uses a mixed method, where data collection is carried out by distributing questionnaires. Then, to analyze the data, SPSS tools are used with validity tests, reliability tests, and Spearman rank correlation tests. In the qualitative method, interviews were conducted with teachers to determine the factors that contribute to teacher performance. The study's results indicate that there is a relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers, and there is a powerful positive influence. Other things that influence teacher performance based on the interview results are awareness, concern, and spiritual values such as sincerity and charity for the teacher himself.   Abstrak Rapor guru merupakan sarana komunikasi dan evaluasi antara kepala sekolah dan guru yang dapat meningkatkan kinerja guru serta akan berdampak kepada prestasi belajar siswa. SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi telah melaksanakan penerapan rapor guru selama lebih dari 10 tahun yang diberikan pada tiap awal bulan bersamaan dengan penerimaan hak bulanan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), di mana pengumpulan data dilakukan menyebarkan kuesioner, kemudian untuk menganalisis data digunakan alat bantu berupa SPSS dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji korelasi rank spearman. Sedangkan metode kualitatif, dilakukan wawancara dengan guru untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi dan adanya pengaruh positif sangat kuat. Hal lain yang memengaruhi kinerja guru dari hasil wawancara adalah kesadaran, kepedulian, dan nilai-nilai spiritualitas seperti keikhlasan dan amal jariyah bagi guru itu sendiri. Kata Kunci: guru sekolah dasar; rapor guru; sekolah dasar
Enhancing teacher competencies in ESD: a framework for professional development Lia Susanti; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi; Dudun Najmudin; Rohim Abdurohim
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75831

Abstract

Education for Sustainable Development (ESD) equips students with the knowledge and skills to address global sustainability challenges. However, the effectiveness of ESD largely depends on the competencies of teachers. This article aims to develop a comprehensive framework for improving teachers' competencies in ESD. This research uses a qualitative approach, literature review, qualitative content analysis, secondary case study, and conceptual design methods. The framework identifies essential competencies, including critical thinking, problem-solving, and ethical decision-making, that educators must possess to integrate sustainability principles into their teaching practices effectively. Additionally, the paper explores professional development strategies that can support teachers in acquiring these competencies, such as continuous training, collaborative learning, and experiential education. The findings suggest that a holistic approach to professional development is necessary to empower teachers and enable them to foster a sustainability-oriented mindset in their students. By implementing this framework, educational institutions can contribute to preparing future generations to engage actively in sustainability efforts. This study highlights the importance of teacher competencies in ESD and provides actionable recommendations for policymakers and educational leaders to enhance teacher training programs and promote sustainability education in schools.   Abstrak Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) memainkan peran penting dalam membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan keberlanjutan global. Namun, efektivitas ESD sangat bergantung pada kompetensi guru. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja komprehensif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam ESD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur, metode analisis konten kualitatif, studi kasus sekunder, dan metode desain konseptual. Kerangka kerja ini mengidentifikasi kompetensi penting, termasuk berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan etis, yang harus dimiliki pendidik untuk secara efektif mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam praktik pengajaran mereka. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi strategi pengembangan profesional yang dapat mendukung guru dalam memperoleh kompetensi tersebut, seperti pelatihan berkelanjutan, pembelajaran kolaboratif, dan pendidikan berbasis pengalaman. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan holistik terhadap pengembangan profesional sangat diperlukan untuk memberdayakan guru dan memungkinkan mereka untuk membina pola pikir yang berorientasi pada keberlanjutan di antara siswa mereka. Dengan menerapkan kerangka ini, lembaga pendidikan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk secara aktif terlibat dalam upaya keberlanjutan. Studi ini tidak hanya menyoroti pentingnya kompetensi guru dalam ESD tetapi juga memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan bagi pembuat kebijakan dan pemimpin pendidikan untuk meningkatkan program pelatihan guru dan mempromosikan pendidikan keberlanjutan di sekolah. Kata Kunci: kompetensi guru; pengembangan profesional; pendidikan berkelanjutan; pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan
Religious moderation curriculum in a global perspective Dudun Najmudin; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi; Lia Susanti; Ilham Pebrian
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75832

Abstract

This research is motivated by the rise of radicalism and intolerance in various parts of the world, which emphasizes the importance of education to promote religious moderation. Religious moderation curriculum is a solution to building a more inclusive and tolerant global society. This study aims to identify the application of religious moderation curriculum in various global contexts and evaluate its impact on forming moderate attitudes, interfaith dialogue, and social peace. This research uses a qualitative method with a systematic literature study. Data were collected from various appropriate and relevant articles to identify effective policies, approaches, and implementation strategies, as well as the development of a religious moderation curriculum. The results show that implementing the religious moderation curriculum has successfully encouraged tolerance, strengthened interfaith dialogue, and suppressed the potential for radicalism. However, some challenges are still faced, such as resistance from conservative groups and difficulties adapting the curriculum to be relevant to the local context without losing the essence of the universal values of moderation. The conclusion of this study underscores that religious moderation curricula have great potential to support global peace and promote harmonious diversity if implemented appropriately.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya radikalisme dan intoleransi di berbagai belahan dunia, yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai alat untuk mempromosikan moderasi beragama. Kurikulum moderasi beragama dipandang sebagai solusi dalam membangun masyarakat global yang lebih inklusif dan toleran terhadap perbedaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan kurikulum moderasi beragama dalam berbagai konteks global dan mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan sikap moderat, dialog antaragama, serta perdamaian sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur sistematis. Pengumpulan data diambil dari berbagai artikel yang layak dan relevan untuk mengidentifikasi kebijakan, pendekatan, dan strategi implementasi yang efektif, serta pengembangan kurikulum moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum moderasi beragama berhasil mendorong sikap toleransi, memperkuat dialog antaragama, dan menekan potensi radikalisme. Namun, beberapa tantangan masih dihadapi, seperti resistensi dari kelompok konservatif dan kesulitan dalam mengadaptasi kurikulum agar relevan dengan konteks lokal tanpa kehilangan esensi nilai universal moderasi. Simpulan penelitian ini menggarisbawahi bahwa kurikulum moderasi beragama memiliki potensi besar dalam mendukung perdamaian global dan mempromosikan keberagaman yang harmonis apabila diterapkan secara tepat. Kata Kunci: kurikulum; moderasi beragama; perspektif global