Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Relationship Between Nursing Agency and Self Care Behavior In Hypertensive Elderly Sakti, Ifa Pannya; Luhung, Monika
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2024): EDITION NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i3.6084

Abstract

Nurses as nursing agencies play a crucial role in efforts to control blood pressure, especially in elderly, through educational programs that promote self-care behavior and healthy lifestyle changes. The aim of this study is to analyze the relationship between nursing agencies and self-care behavior in elderly with hypertension in the Prolanis Group of Tajinan Health Center, Malang Regency. This research uses quantitative, retrospective and cohort design. The study population consist of all elderly suffering from hypertension who are members of the Prolanis group at Tajinan Community Health Center, Malang Regency, totaling 142 people. A purposive sampling technique was employed, with inclusion criteria of elderly people aged over 60, having suffered from hypertension for 1 year, receiving pharmacological therapy for hypertension from the Tajinan Community Health Center, regularly participating in Prolanis activities for the past 3 months, and demonstrating effective communication abilities. To assess the perception of nursing agency, the study uses the Patient Satisfaction with Nursing Care (PSNC) questionnaire. Self-care behavior assessment are measured using the Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HMSBQ). The final sample was 60 elders, with data collection conducted between May and June 2024. Data analysis was performed using simple linear regression with SPSS. The results indicate a significant relationship between nursing agencies and self-care behavior in elderly with hypertension (p value = 0.000 0.05). The finding suggest that the role of nursing agencies is very influences on self-care behavior in elder with hypertension, indicating that elderly people have high level of trust in the health information provided by nurses. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA MEROKOK DENGAN MOTIVASI BERHENTI MEROKOK DI RW 04 DUSUN GENENGAN KRAJAN KABUPATEN MALANG Maulana, Deny; Sutiyarsih, Emy; A.Sri S Misc, Sr. Felisitas; Luhung, Monika
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 1 (2024): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i1.409

Abstract

ABSTRACT Pengetahuan merupakan area penting untuk pembentukan tindakan, informasi diperlukan sebagai perangsang psikologis bagi perkembangan perilaku dalam kebiasaan merokok . Merokok di Indonesia sudah menjadi kebiasaan dari anak-anak hingga orang dewasa. Kebiasaan merokok dapat di hindari dengan cara menahan diri dorongan untuk merokok , mengurangi pergaulan sesama perokok, dan mendapatkan dukungan sosial untuk berhenti merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Merokok Dengan Motivasi Berhenti Merokok Di RW 04 Dusun Genengan Krajan Kabupaten Malang. Metode dalam penelitian yang digunakan adalah pendekatan analitik korelasional dengan uji korelasi spearman. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 87 0rang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang bahaya merokok yang baik sebanyak 45 responden (51,7%) dan motivasi berhenti merokok yang kuat sebanyak 81 responden (93,1%). Hasil penelitian didapatkan nilai signifikan 0.033(pvalue<0,05 nilai korelasi spearman sebesar 0.228 menunjukkan arah korelasi positif .Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dengan motivasi berhenti merokok di RW 04 Desa Genengan Kabupaten Malang . Saran penelitian ini Diharapkan dapat dijadikan salah satu referensi untuk menambah pengetahuan terkait hubungan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dan motivasi berhenti merokok.
Pemberdayaan lansia penderita hipertensi dalam pengaturan diet rendah garam menggunakan DASH (Dietary Approach To Stop Hypertension) di puskesmas Tajinan kabupaten Malang Sakti, Ifa Pannya; Luhung, Monika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25193

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana meningkatnya darah sistolik berada diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Asupan garam yang tinggi dapat dikaitkan dengan risiko hipertensi dan membatasi asupan garam telah diusulkan untuk menjadi metode pencegahan hipertensi. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang diet rendah garam menggunakan DASH (Dietary  Approach  to Stop Hypertension) dan meningkatkan kemampuan lansia dalam pemilihan bahan pengganti garam di kelompok Prolanis Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan kegiatan PkM pada waktu materi adalah dalam bentuk ceramah dan Focus Group Discussion, dilanjutkan dengan demonstrasi tentang pemilihan bahan pengganti garam. Kegiatan PkM telah dilaksanakan pada tanggal 20 – 22 Mei 2024 bertempat di aula Puskesmas Tajinan dengan jumlah peserta adalah 25 lansia penderita hipertensi. Pengukuran tingkat pengetahuan lansia melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test oleh lansia, sedangkan pengukuran kemampuan lansia melalui penilaian observasi kegiatan redemonstrasi lansia dalam memilih bahan pengganti garam yang telah disiapkan oleh tim pengabdi. Hasil nilai rata-rata pre-test 56,95 dan pos-test 83,64, hasil penilaian redemostrasi 100% lansia mampu melakukan pemilihan bahan pengganti garam. Peningkatan nilai rata-rata pre-test ke post-test menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi para peserta. Oleh sebab itu pemberian edukasi kesehatan kepada para lansia penderita Hipertensi dan keluarganya perlu untuk dilaksanakan secara berkala, agar tekanan darah para lansia penderita Hipertensi dapat terkontrol dengan baik. Kata kunci: DASH; diet rendah garam; hipertensi; lansia. Abstract Hypertension is a condition where the increase in systolic blood pressure is above the normal limit, namely more than 140 mmHg and diastolic blood pressure is more than 90 mmHg. High salt intake may be associated with the risk of hypertension and limiting salt intake has been proposed to be a method of preventing hypertension. The aim of this community service activity is to increase the elderly's knowledge about a low salt diet using DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) and increase the ability of the elderly in selecting salt substitutes in the Prolanis group at the Tajinan Health Center, Malang Regency. The method for implementing community service activities during the material is in the form of lectures and Focus Group Discussions, followed by a demonstration on selecting salt substitute materials. Community service activities were carried out on 20 – 22 May 2024 at the Tajinan Community Health Center hall with the number of participants being 25 elderly people with hypertension. Measuring the level of knowledge of the elderly through filling out pre-test and post-test questionnaires by the elderly, while measuring the ability of the elderly through assessing the observation of elderly demonstration activities in selecting salt substitutes that have been prepared by the service team. The average pre-test score was 56.95 and post-test 83.64, the results of the redemostration assessment were 100% of the elderly were able to choose salt substitutes. The increase in the average score from pre-test to post-test shows that this activity provides benefits for the participants. Therefore, providing health education to elderly people suffering from hypertension and their families needs to be carried out regularly, so that the blood pressure of elderly people suffering from hypertension can be well controlled. Keywords: DASH; elderly; hypertension; low salt diet.
PELATIHAN KADER KESEHATAN POSYANDU TENTANG LATIHAN RENTANG GERAK Ariesti, Ellia; Luhung, Monika; Diatanti, Narita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19226

Abstract

ABSTRAKKader kesehatan sangatlah penting memahami tentang latihan rentang gerak agar dapat melatih lansia dengan benar. Latihan rentang gerak atau range of motion yang dilakukan rutin dapat memberikan manfaat positif kepada lansia dalam aktivitas memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan mempertahankan kesehatan. Tujuan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan dalam melakukan latihan rentang gerak. Kegiatan pelatihan dilakukan di RW 1 dan 2 Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Klojen Malang pada bulan Juli 2023, dibagi dalam tiga kali pertemuan yaitu 4, 5 dan 6 Juli 2023, diikuti 16 peserta yang berasal dari kader kesehatan posyandu. Metode pelaksanan: pertemuan ke 1 diawali pre tes dilanjutkan apersepsi dan sharing sistem muskuloskeletal serta pemberian edukasi latihan rentang gerak. Pertemuan ke 2 melakukan demonstrasi latihan rentang gerak diikuti seluruh kader kesehatan dan pertemuan ke 3 melakukan evaluasi kader melalui pos tes dan re-demonstrasi tentang latihan rentang gerak. Hasil Pengabdian: ada peningkatan pengetahuan kader antara sebelum dan sesudah pelatihan yaitu rata-rata pre tes ≤ 60 % pengetahuan responden kategori Kurang dan nilai rata-rata pos tes 60-75 % pengetahuan responden kategori Cukup, sedangkan kemampuan re-demonstrasi rata-rata masuk kategori Baik. Pemahaman pengetahuan kader kesehatan tentang latihan rentang gerak perlu tetap ditingkatkan, demikian pula ketrampilan harus selalu dilatih dan diterapkan terutama kepada lansia. Kata kunci: pelatihan; kader kesehatan; latihan rentang gerak . ABSTRACTIt is very important for health workers to understand range of motion exercises so they can train the elderly properly. Regular range of motion exercises can gives positive benefits for elderly in their activities to fulfill their daily living needs and maintain health. The aim of the training is to increase understanding of cadres about health knowledge and skills in carrying out range of motion exercises. Training activities were carried out in RW 1 and 2, Sukoharjo Village, Klojen Malang District in July 2023, divided into three meetings at 4, 5 and 6 July 2023, attended by 16 participants from posyandu health cadres. Implementation method: the 1st meeting begins with a pre-test, followed by apperception and sharing of the musculoskeletal system as well as giving education about range of motion exercises. The 2nd meeting carried out a demonstration of range of motion exercises followed by all health cadres and at 3rd meeting carried out an evaluation of cadres through a test post and re-demonstration of range of motion exercises. Results: there was an increase in cadre knowledge between before and after training, the average pre-test ≤ 60% of respondents' knowledge in the poor category and the average post-test score of 60-75% of respondents' knowledge in the Sufficient category, while the average re-demonstration ability was in Good category. Health cadres' understanding of range of motion exercises needs to continue to be improved, as well as skills must always be trained and applied, especially to the elderly. Keywords: training; health cadre; range of motion.
Analisis Deskriptif Dukungan Sosial yang Diperoleh Caregiver Informal dalam Perawatan Lansia dengan Penyakit Kronis Setyobudi, Yustina Emi; Luhung, Monika; Nurwiyono, Anang
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.457

Abstract

Prevalensi lansia di tingkat global dan nasional terus meningkat, sehingga kebutuhan perawatan jangka panjang, terutama bagi lansia dengan penyakit kronis, juga semakin besar. Caregiver informal memiliki peran penting dalam perawatan lansia, namun sering menghadapi beban fisik, emosional, dan sosial. Dukungan sosial merupakan faktor protektif yang dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis caregiver dan kualitas perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran dukungan sosial yang diterima caregiver informal dalam merawat lansia dengan penyakit kronis di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan metode deskriptif. Populasi penelitian ini berjumlah 85 responden. Sampel berjumlah 85 caregiver informal, teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar caregiver berjenis kelamin perempuan (83,5%), berusia 36–55 tahun, dan mayoritas tinggal serumah dengan lansia (77,6%). Tingkat dukungan sosial yang diperoleh responden bervariasi, dengan 57,6% berada pada kategori tinggi, 34,1% sedang, dan 8,2% rendah. Sumber utama dukungan berasal dari keluarga (87,1%), kemudian seseorang spesial atau significant others (64,7%), sementara dukungan dari teman relatif rendah (22,4%). Hal tersebut menunjukkan bahwa caregiver informal di Desa Gunungronggo memperoleh dukungan sosial yang baik, khususnya dari keluarga, yang berperan besar dalam menjaga ketahanan psikologis dan efektivitas caregiving. Namun, rendahnya dukungan dari teman menunjukkan adanya keterbatasan jejaring sosial di luar keluarga. Oleh karena itu, perlu melaksanakan pembentukan komunitas caregiver berbasis desa serta peningkatan peran kader kesehatan untuk memperkuat dukungan sosial, mencegah isolasi, dan mengurangi beban caregiver. Kata kunci: lansia, caregiver informal, dukungan sosial, penyakit kronis
Pemberdayaan kader kesehatan dalam meningkatkan kemampuan melakukan assessment dukungan keluarga pada lansia dengan penyakit kronis Nanik Dwi Astutik; Monika Luhung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33877

Abstract

Abstrak Desa Gunungronggo merupakan salah satu desa binaan Program Studi Sarjana Keperawatan yang berada di kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Jumlah lansia yang menderita penyakit kronis di Desa Gunungronggo cukup banyak yaitu 135 lansia. Berdasarkan buku kunjungan posyandu, belum semua lansia yang menderita penyakit kronis datang kontrol secara rutin salah satu alasannya karena tidak ada keluarga yang mengantar. Keluarga menyampaikan alasan tidak mengantar karena sibuk bekerja dan lansia sudah tidak ada keluhan sehingga keluarga menganggap tidak perlu lagi untuk memeriksakan diri atau kontrol. Salah satu peran keluarga dalam perawatan lansia yang sakit adalah memberikan motivasi, dukungan dan memfasilitasi kebutuhan kesehatan bagi lansia. Pada kegiatan ini tim pengabdian masyarakat melakukan pemberdayaan kader kesehatan dengan memberikan edukasi dan pelatihan bagi  kader kesehatan dalam melakukan assesment dukungan keluarga pada lansia dengan penyakit kronis. Hasil pengukuran pre dan post test didapatkan bahwa pada tahap pre test rata-rata pengetahuan kader kesehatan adalah 62,73 sedangkan pada tahap post test didapatkan rata-rata pengetahuan meningkat menjadi 77,27 setelah diberikan materi dan pelatihan. Hasil evaluasi untuk ketrampilan kader kesehatan mampu melakukan dengan baik 100% semua tindakan sesuai prosedur. Peserta memberikan respon dan sangat antusias terhadap materi. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kegiatan edukasi dan pelatihan kepada kader kesehatan, maka rekomendasi rencana tindak  lanjut yang  diajukan oleh tim adalah kegiatan serupa dilaksanakan secara kontinu sehingga adanya peningkatan kemandirian masyarakat dalam melakukan assesment dukungan keluarga pada lansia dengan penyakit kronis sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia khususnya yang menderita penyakit kronis. Kata kunci: pemberdayaan kader; assessment; dukungan keluarga lansia; penyakit kronis. Abstract Gunungronggo Village is one of the villages supported by the Bachelor of Nursing Study Program in Tajinan sub-district, Malang Regency. Number of elderly people suffering from chronic diseases In Gunungronggo Village there are quite a lot, namely 135 elderly people. Based on the posyandu visit book, not all elderly people who suffer from chronic diseases come for routine check-ups, one of the reasons is because there is no family to accompany them. The family stated that the reason for not taking them was because they were busy working and the elderly had no complaints, so the family thought there was no need for further examination or control. One of the roles of the family in caring for sick elderly people is to provide motivation, support and facilitate the health needs of the elderly. In this activity, the community service team empowered health cadres by providing education and training for health cadres in conducting family support assessments for elderly people with chronic diseases. The results of the pre and post test measurements showed that at the pre test stage the average knowledge of health cadres was 62.73, while at the post test stage it was found that the average knowledge increased, namely 77.27 after being given material and training. The evaluation results for the skills of health cadres are able to carry out 100% of all actions according to procedures. Participants responded and were very enthusiastic about the material. Therefore,it is necessary to increase education and training activities for health cadres, so the recommendation for the follow-up plan proposed by the team is that similar activities be carried out continuously  so that there is increased community independence in carrying out assessments of family support for elderly people with chronic diseases so that it can improve the quality of life of elderly people, especially those suffering from chronic diseases.  Keywords: cadre empowerment; assessment; support for elderly families; chronic diseases.
Pelatihan kader kesehatan tentang pemberian nutrisi pada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang Monika Luhung; Emy Sutiyarsih; Narita Diatanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.29445

Abstract

Abstrak Lansia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dibandingkan dengan usia muda. Pemberian nutrisi yang tepat sangat penting dilakukan pada lansia diabetes dan dapat membantu menjaga kadar glukosa darah direntang normal serta mencegah komplikasi lebih serius. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan kader kesehatah tentang pemberian nutrisi pada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah demonstrasi. Kegiatan pengabdian dilakukan direntang waktu antara September 2024-Februari 2025, dalam tiga kali pertemuan dan diikuti 14 peserta, yaitu kader kesehatan yang berasal dari desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pre dan post tes menggunakan kuisioner untuk mengukur pemahaman kader, sedangkan penilaian ketrampilan demontrasi menggunakan lembar observasi. Hasil pelatihan menunjukkan pengetahuan kader  kesehatan tentang pemberian nutrisi lansia penderita diabetes melitus didapatkan nilai rata-rata pre tes 86 % (12 orang) pengetahuan Cukup meningkat menjadi 93 % (13 orang) pengetahuan Baik pada post test, sedangkan demonstrasikan pemberian nutrisi menunjukkan hasil Baik yaitu 93 % (13 orang) dapat mendemonstrasikan pemberian nutrisi pada lansia diabates melitus. Kesimpulan: Pelatihan ini membuktikan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan mengenai pemberian nutrisi pada lansia penderita diabetes melitus. Setelah pelatihan, sebagian besar kader mampu memahami dan mendemonstrasikan pemberian nutrisi dengan baik. Hal ini menegaskan bahwa kader kesehatan memiliki peran strategis dalam edukasi nutrisi kepada lansia guna membantu menjaga kadar glukosa darah tetap dalam rentang normal. Kata kunci:  diabetes melitus; kader; nutrisi lansia. AbstractThe elderly have different nutritional needs compared to young age. Providing the right nutrition is very important for the elderly with diabetes and can help keep blood glucose levels in the normal range and prevent more serious complications. This community service aims to carry out health cadre training on providing nutrition to the elderly with diabetes mellitus at the Tajinan Health Center, Malang Regency. The method used in this training was demonstration. The service activities were carried out in the period between September 2024 and February 2025, in three meetings and attended by 14 participants, namely health cadres from Gunungronggo village, Tajinan District, Malang Regency.. Success evaluation was carried out through pre and post tests using questionnaires to measure cadre understanding, while demonstration skills assessment used observation sheets. The results of the training showed that the knowledge of health cadres about the provision of nutrition to the elderly with diabetes mellitus was obtained with an average pre-test score of 86% (12 people) knowledge of Sufficient increased to 93% (13 people) of Good knowledge in the post-test, while the demonstration of nutrition showed good results, namely 93% (13 people) could demonstrate the provision of nutrition to the elderly with diabates melitus. Conclusion: This training confirmed a significant improvement in the knowledge and skills of health cadres regarding nutritional care for elderly patients with diabetes mellitus. After the training, most cadres were able to understand and properly demonstrate the provision of nutrition. This affirms the strategic role of health cadres in educating the elderly to maintain blood glucose levels within the normal range. Keywords: cadre; diabetes mellitus; nutrition of the elderly.