Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DAN DOMINASI SERANGGA PADA TANAMAN BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) DENGAN TEKNIK YELLOW TRAP Isna Tustiyani; Vidiya Fitri Utami; Atak Tauhid
AGRITROP Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i1.3258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan peran serangga serta serangga yang mendominasi pada tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.). Penelitian dilaksanakan di Kampung Sindang Sari, Kecamatan Leles Kabupaten Garut dari Bulan Mei hingga Juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pada lahan penelitian dengan pemasangan perangkap serangga yaitu yellow trap sebanyak 12 trap yang ditentukan polanya secara acak dan pengamatan secara visual saat di lahan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 9 ordo serangga yaitu ordo Diptera, Hymenoptera, Coleoptera, Hemiptera, Lepidoptera,  Araneae, Odonata, Orthoptera, dan Isoptera. Serangga yang berperan sebagai  hama terdapat 5 ordo yaitu Diptera, Hemiptera, Lepidoptera, Orthoptera, Isoptera, dan serangga yang berperan sebagai musuh alami terdapat 3 ordo yaitu Ordo Odonata, Coleoptera, Araneae, sedangkan ordo Hymenoptera termasuk kedalam musuh alami dan sebagai serangga penyerbuk (pollinator) dan serangga yang mendominasi yaitu ordo Diptera sebanyak 3223 serta indeks keanekaragaman serangga 1,0123733 memiliki nilai tolak ukur sedang dan indeks dominasi serangga 0,439025297 dengan nilai tolak ukur rendah.
Pengaruh Komposisi Limbah Media Jamur Tiram Dan Pupuk Gandasil B Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tanah Any Andayani; Toto Siswancipto; Isna Tustiyani
AGRITROP Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v19i1.5079

Abstract

Kacang tanah merupakan salah satu tanaman pangan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya terutama protein dan lemak yang tinggi. Upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil kacang tanah dapat dilakukan dengan pemberian komposisi media limbah media jamur tiram dan pupuk Gandasil B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi mengetahui adanya pengaruh secara mandiri antara limbah media jamur tiram dan pemberian pupuk Gandasil B terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Percobaan dilaksanakan di Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut dari bulan April sampai Juli 2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 X 4, faktor pertama adalah komposisi limbah media jamur tiram  yaitu 100% tanah, 75% tanah 25% limbah media jamur tiram, 50% tanah 50% limbah media jamur tiram, dan 25% tanah 75% limbah media jamur tiram. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Gandasil B yaitu 0, 3, 6 adan 9 g Gandasil B/L. Variabel yang diamati yaitu: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, hasil polong basah per tanaman, hasil polong kering per tanaman dan bobot 100 biji. Hasil Penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara berbagai komposisi limbah media jamur tiram dan pupuk Gandasil B tetapi memberikan pengaruh secara mandiri terhadap variabel yang diamati. Perlakuan 75% tanah 25% limbah media jamur tiram serta perlakuan 6 g Gandasil B/L secara mandiri memberikan nilai tertinggi terhadap semua variabel yang diamati.
PENGARUH KONSENTRASI PGPR DAN DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays S.) Hilman Supiandi; Dadi Nurdiana; Isna Tustiyani
AGRITROP Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i2.2366

Abstract

Penggunaan bahan organik dalam budidaya jagung dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Sebagai contohnya menggunakan bahan organik yang berasal dari daerah sekitar, yaitu PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Percobaan dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2019 di kebun percobaan Balai Pengembangan Benih Padi dan Palawija Kecamatan Karangpawitan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4×4 dengan 2 kali ulangan. Faktor perlakuan pertama adalah Konsentrasi PGPR (P) dengan empat taraf, yaitu : p0 = Kontrol, p1 = 10 ml/l, p2 = 20 ml/l, dan p3= 30 ml/l. Faktor perlakuan kedua adalah dosis Pupuk Kalium (K) dengan empat taraf yaitu : k0 = Kontrol, k1= 50 kg/ha (0.94 gr/ tan), k2          = 75 kg/ha (1.41gr/tan), dan k3 = 100 kg/ha (1.88 gr/tan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara waktu konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Secara mandiri perlakuan konsentrasi PGPR dan dosis kalium tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada semua parameter perlakuan..
Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis KNO3 dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Kubis Bunga (Brassica Oleraceae L.) Ejang Gumilar; Atak Tauhid; Isna Tustiyani
AGRITROP Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v19i1.4659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan dosis KNO3 dan konsentrasi pupuk organik cair urin sapi terhadap pertumbuhan kubis bunga. Penelitian dilaksanakan di Desa Cintanagara Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut dari bulan Juli sampai Agustus 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor masing-masing faktor 4 taraf dengan  2 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk KNO3 yang terdiri dari 0, 175, 263 dan 350 g KNO3/plot; faktor yang kedua konsentrasi pupuk organik cair  (POC) urin sapi yang terdiri dari 0, 100, 1000, 1500 ml POC/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis KNO3 dan urin sapi. Secara mandiri perlakuan pupuk KNO3 berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter bunga dan bobot bunga dengan dosis terbaik adalah 350 g KNO3/plot. Secara mandiri perlakuan urin sapi berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun dengan perlakuan terbaik pada 1000 ml urin sapi/L.
Optimasi Dosis Pupuk Kandang Ayam dan NPK pada Budidaya Kubis Bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) Irpan Gunawan; Atak Tauhid; Isna Tustiyani
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v2i1.49828

Abstract

Cauliflower is one of the vegetables for consumers. The demand for cauliflower was rising so it must be scaled up with fertilizer. The purpose of this study was to study the effect of chicken manure and NPK fertilizer on the growth and yield of cauliflower. The study was conducted in Sukasenang Village, Banyuresmi Sub-district, Garut Regency from July to August 2019. The study used a Randomized Block Design (RBD) in two factors each of the 3 rates with 2 replications. The first factor was the rates of chicken manure which consisted of 0, 10 and 20 tons ha-1; the second factor was NPK fertilizer which consists of 0, 100 and 200 kg ha-1. The parameter of this research was plant height, number of leaves, leaf area, weight and diameter crud. The results showed that there was no interaction between the chicken manure and NPK fertilizer. The treatment of 20 tons ha-1 chicken manure affected the variable plant height, the number of leaves and leaf area. The rates of 200 kg ha-1 NPK fertilizer had affected plant height, number of leaves, weight and diameter crud.
PENGARUH KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) Isna Tustiyani; Triyani Nurhayati; Jenal Mutakin
LUMBUNG Vol. 19 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.991 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i2.240

Abstract

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) merupakan salah satu tanaman hias. Salah satu cara mengoptimalkan pertumbuhan tanaman hias adalah dengan penggunaan zat penghambat pertumbuhan (retardan) paclobutrazol. Benih bunga matahari yang digunakan yaitu benih IPB BM1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian paclobutrazol pada pertumbuhan tanaman bunga matahari serta mengetahui konsentrasi paclobutrazol terbaik pada pertumbuhan tanaman bunga matahari. Percobaan ini dilakukan di lahan sawah Kp. Sindang Sari Rt 001/Rw 006 dari bulan Maret sampai Juli 2019. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Tunggal, dengan perlakuan paclobutrazol berbagai konsentrasi 0, 1 ml/L, 2 ml/L, 3 ml/L, 4 ml/, 5 ml/L. Variabel pengamatan yang diamati yaitu : tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga, diameter bunga, dan umur muncul bunga. Hasil penelitian menunjukan bahwa paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan luas daun.
Pengaruh Pemberian Berbagai Zat Pengatur Tumbuh Alami terhadap Pertumbuhan Stek Kopi Tustiyani, Isna
Jurnal Pertanian Vol. 8 No. 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.519 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i1.565

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan nasional. Pembibitan kopi umumnya melalui biji, padahal kopi dapat dibudidayakan melalui cara vegetative yaitu stek asal diberi perlakuan at pengatur tumbuh. Tujuan penelitian  ini adalah untuk  mempelajari pengaruh pemberian berbagai zat pengatur tumbuh alami pada stek kopi. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan  Fakultas Pertanian, Universitas Garut pada Oktober – November 2016 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan tanpa pemberian ZPT, growtone, ekstrak bawang merah, dan air kelapa. Hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah dapat menumbuhkan sebesar 50% dan penggunaan growtone sebesar 55% stek kopi hidup.KATA KUNCI: auksin, air kelapa, ekstrak bawang merah,  stek kopi  THE EFFECT OF VARIOUS NATURAL PLANT GROWTH REGULATOR ON GROWTH CUTTINGS OF COFFEEABSTRACTThe Coffee is one of national excellent commodities. The Nurseries of coffee generally through the beans, but it can be grown through vegetative through by cuttings treated with growth regulators. The purpose of this research was to study the effect of various naturally plant growth regulators in coffee cuttings. The experiment was conducted at the Experimental Farm, Faculty of Agriculture, University of Garut in October-November, 2016 using Randomized Complete Block Design with treatment  without giving plant growth regulator, growtone, onion extract, and coconut water. The result showed  that the extract of onion can grow at 50% and the growtone treatments  can grow 55% of the coffee cuttings. 
INSPECTION AND DIVERSITY ON SIAM ORANGE PLANTS (Citrus nobilis l.) Tustiyani, Isna; Maesyaroh, Siti Syarah; Dewi, Tinah Kartika; Mutakin, Jenal
Jurnal Pertanian Vol. 9 No. 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.96 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i2.1487

Abstract

The research was conducted to determine the diversity of species and the role of insects between pests and natural enemies insect in siamese orange (Citrus nobilis l.). Observation was done in Karangsari villege, Karangpawitan subdistrick, Garut districk from April to Jone 2018. The method used in qualitative method in five different land basedon the age of siamese orange plants (Citrus nobilis l.) where on the first and seccond field of the plant age 1,5 years, the third land the plant age of 2,5 years, the fourth land the age of the plant 4 years,  and on the fifth is the age of 8 months of plant life which concists of 2 observation, that is observation using yellow trap and visual observation at 5 sample points of siamese orange (Citrus nobilis l.). The results showed that the insects found in citrus (Citrus nobilis l.) plants consisted of 9 orders and conculated using the diversity index and dominance index. Insects found from five different fields, generally insect pests are the highest compared to natural enemies. The highest insects populations is on experiental land 5  with 8 moths of plant life and diversity index on five fields of siamese orange  (Citrus nobilis l.) planting has a moderate measure value and a low dominance index.
PENGARUH PENAMBAHAN MOLASES DAN DEDAK SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM COKLAT (Pleurotus cystidiosus) Maesaroh, Deri; Mutakin, Jenal; Tustiyani, Isna
Jurnal Pertanian Vol. 12 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v12i1.1612

Abstract

        This study aims was to determine the effect of molasses and rice bran on the planting media to the growth and yield of brown oyster mushrooms (Pleurotus cystidiosus). The study was conducted in Patrol Village, Sirnagalih Village, Cigalontang District, Tasikmalaya Regency, in May until August 2018. The research used Factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of two factors and three replications. The first factor is the addition of molasses (M) consisting of four levels, namely m0 = no molasses, m1 = molases 34 cc /ℓ  water, m2 = molases 68 cc /ℓ water, m3 = molases 102 cc /ℓ water. The second factor is giving bran (D) consists of 4 levels, namely d0 = rice pholish 20%, d1 = bran 14% + 6%  rice pholish / kg ingredients, d2 = bran 16% + 4% rice pholish / kg ingredients, d3 = bran 18 % + 2% rice pholish / kg of ingredients. The results showed that there were interactions between doses of molasses and bran on the planting medium on the mycelium growth length of 3, 6, 9, 12, 15 and 18 day after inoculation with the best treatment in bran 20% and no molasses. The addition of bran 18% + 2% rice pholish / kg of material and molases 102 cc/ℓ water significantly affected the number of diameter mushrooms, fungi per baglog in periods I and II, number of fungi per plot I and II, fungal weight per baglog period I and II and mushroom weight per plot in periods I and II.
PENERAPAN MITIGASI FOOD LOSS PADA PETANI KUBIS DI DESA BANDUNGREJO KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG Febrianti, Eliza Gusta; Euriga, Epsi; Tustiyani, Isna
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 13 No. 2 (2025): Juni: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v13i2.6298

Abstract

Food loss merupakan penurunan kuantitas dan kualitas pangan disepanjang rantai pasok pangan. Kehilangan pangan didefinisikan sebagai kehilangan yang terjadi pada tahap produksi, penyimpanan, pengemasan dan distribusi. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui penerapan mitigasi food loss pada kegiatan usaha tani petani kubis di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, (2) Mengetahui food loss pada kegiatan usaha tani petani kubis di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, (3) Untuk mengetahui pengaruh penerapan mitigasi food loss terhadap food loss pada kegiatan usaha tani petani kubis di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan jenis kajian statistik deskriptif dan inferensial dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ditetapkan dengan teknik purposive sampling berdasarkan data bahwa produksi kubis tertinggi di Kabupaten Magelang berada di Kecamatan Ngablak tepatnya di Desa Bandungrejo. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 50 orang yang diambil dari kelompok tani yang ada di Desa Bandungrejo. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif menggunakan skala likert. Hasil penelitian yaitu: (1) Penerapan mitigasi food loss paling rendah terjadi pada tahap pemrosesan dan pengemasan yaitu hanya 30,8 %, (2) Food loss terbesar terjadi pada tahap panen yaitu mencapai 29 % atau 1013,6 kg, (3) Analisis regresi menunjukkan bahwa penerapan mitigasi food loss pada tahap produksi dan penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap tingkat food loss. Dari hasil penelitian ini diperlukan penyuluhan mitigasi food loss pada tahap produksi.