Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Respons Sifat Fisika Tanah terhadap Penerapan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit di Perkebunan Kelapa Sawit Indriyani, Feby; Ivansyah, Okto; Sutanto, Yuris
PRISMA FISIKA Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i3.65283

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengamati respons sifat fisika tanah terhadap penerapan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) di perkebunan kelapa sawit. Penerapan LCPKS pada perkebunan kelapa sawit menggunakan metode lubang biopori dengan kedalaman lubang 100 cm dan diameter lubang 10 cm. Lubang biopori dibuat pada 3 tanaman kelapa sawit. Pengambilan sampel tanah dilakukan sebanyak 2 kali yaitu saat sebelum penerapan LCPKS dan setelah penerapan LCPKS. Sampel tanah diambil dengan variasi kedalaman 0-30, 31-60, 61-90 dan 91-120 cm dari atas permukaan tanah. Hasil pengujian sampel tanah menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan pada massa jenis, kadar air dan porositas tanah setelah penerapan LCPKS tetapi terjadi peningkatan nilai konduktivitas listrik pada tanah. Nilai massa jenis tanah tidak menunjukkan perubahan yang signifikan akan tetapi terlihat bahwa semakin dalam lapisan tanah maka nilai massa jenisnya meningkat. Nilai kadar air tanah terjadi sedikit perubahan berupa peningkatan nilainya namun perubahannya tidak signifikan. Pada porositas tanah juga terjadi perubahan yang tidak signifikan. Nilai konduktivitas listrik LCPKS sebelum diterapkan pada lahan yaitu 21.700 , sedangkan nilai konduktivitas awal pada tanah setelah diterapkan LCPKS berkisar 19-20 dan mencapai nilai tertinggi sebesar yaitu pada kedalaman 91-120 cm. Tingginya nilai konduktivitas listrik pada suatu tanah dapat meningkatkan penyerapan pupuk oleh tanaman, oleh karena itu penerapan LCPKS pada perkebunan kelapa sawit sangat baik bagi tanaman kelapa sawit.Kata Kunci : Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit, Sifat Fisika Tanah, Biopori
Drought Analysis in Ketapang District using the Keetch-Byram Drought Index Method Massuro, Lusyndatul; Adriat, Riza; Muliadi, Muliadi; Ihwan, Andi; Sutanto, Yuris
JURNAL GEOCELEBES Vol. 8 No. 2: October 2024
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/geocelebes.v8i2.36474

Abstract

Ketapang Regency is one of the areas in West Kalimantan that is prone to drought. Drought can trigger forest and land fires. In this research, the Keetch-Byram Drought Index (KBDI) method was used to determine the level of drought in Ketapang Regency. The KBDI method relies on annual rainfall accumulation, daily rainfall, and maximum air temperature. The KBDI values obtained were correlated with the number of hotspots using Pearson correlation. This research was conducted throughout 2018-2022. Based on the monthly average KBDI value, the highest drought in Ketapang Regency occurred in August and September, while the lowest drought occurred in December and January. In terms of the annual average, the highest drought occurred in 2019. During the ENSO phenomenon in 2019, the El Niño phase experienced higher drought than the La Niña phase and normal years. In the El Niño phase, drought levels reach high to extreme categories. The correlation value between annual KBDI and the number of hotspots is 0.88, indicating a solid relationship. An increase in the KBDI value will be followed by an increasing number of hotspots.
Identifikasi Lapisan Tanah Menggunakan Metode Geolistrik sebagai Kajian Awal Land Application di Desa Tinting Boyok Kabupaten Sekadau Zulfian, Zulfian; Hosea, Jeremi; Sutanto, Yuris
POSITRON Vol 15, No 2 (2025): Vol. 15 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v15i2.92188

Abstract

Limbah cair kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi lapisan di bawah permukaan tanah khususnya di land application yang dapat digunakan sebagai rekomendasi lokasi pembuatan flatbed. Metode geolistrik resistivitas diterapkan untuk menduga lapisan di bawah permukaan tanah menggunkan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Lintasan berjumlah 3 buah dengan panjang masing-masing 195 m. Data lapangan yang diperoleh kemudian dimodelkan menggunakan metode least squares inversion. Kedalaman lapisan yang diperoleh dari hasil inversi adalah 39,4 m. Hasil model dari ketiga lintasan, nilai resistivitas yang diperoleh adalah 8,54 Ωm hingga 1082 Ωm. Lapisan di bawah pemukaan diduga terdiri dari pasir, pasir lempungan, dan granodiorit lapuk. Lapisan pasir diduga memiliki nilai resistivitas sebesar 8,54 hingga 42,9 Ωm dan lapisan ini diduga mengandung air tanah. Lapisan pasir lempungan diduga memiliki nilai resistivitas sebesar 42,9 hingga 215 Ωm, dan lapukan batuan granodiorit memiliki nilai resistivitas sebesar 215 hingga 1082 Ωm. Lapisan pasir lempungan dan lapisan granodiorit lapuk yang direkomendasikan untuk pembangunan flatbed karena diduga berkategoi kurang permeable. Zona flatbed yang direkomendasikan pada lintasan L1 memiliki panjang total 135 m, lintasan L2 memiliki panjang total 140 m, dan lintasan L3 memiliki panjang 120 m. Pendugaan lapisan tanah dan rekomendasi posisi flatbed dapat digunakan oleh pemangku kepentingan untuk merancang dan membuat flatbed.
ANALISIS SIFAT FISIKA DAN KIMIA AIR SUMUR WARGA DESA ENGKERSIK DI SEKITAR PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Hatizah, Meitisya; Sutanto, Yuris; Muliadi, Muliadi
PRISMA FISIKA Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sumur yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit berpotensi tercemar disebabkan adanya aktivitas perkebunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan sifat fisika dan kimia air sumur warga Desa Engkersik di sekitar perkebunan kelapa sawit. Data parameter yang diuji dan dianalisis meliputi parameter fisik yaitu total dissolved solid (TDS) dan kekeruhan serta parameter kimia yaitu power of hydrogen (pH) dan besi (Fe) terlarut, yang kemudian dibandingkan dengan standar baku mutu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Metode perhitungan kualitas air sumur menggunakan metode indeks pencemaran berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di 10 titik. Sumur warga pada titik 1 hingga titik 5 berada dekat perkebunan kelapa sawit, sedangkan titik 6 hingga titik 10 berada jauh dari perkebunan kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan parameter pH dan TDS pada titik yang berada dekat perkebunan kelapa sawit memiliki nilai yang melewati standar baku mutu, sedangkan titik yang berada jauh dari perkebunan kelapa sawit memiliki nilai yang memenuhi standar baku mutu. Parameter kekeruhan dan besi (Fe) memiliki nilai yang bervariasi, dengan nilai tertinggi berada pada daerah dekat perkebunan kelapa sawit. Hasil indeks pencemaran menunjukkan titik 2 dan titik 3 dengan nilai indeks pencemaran masing-masing 5,16 dan 5,21 masuk dalam kategori cemar sedang, dan titik 7 memenuhi baku mutu. Kemudian, indeks pencemaran pada titik lainnya termasuk dalam kategori cemar ringan.