Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Increasing Community Capacity through the Disaster Resilient Village Program (Keltana) in Biawu Village, Gorontalo City Tety Thalib; Ellys Rachman; Rukiah Nggilu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 2 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v2i10.6277

Abstract

In developing disaster resilient villages/sub-districts, stakeholders must conduct studies regarding disaster risks in their villages/sub-districts. The aim of this research is to analyze increasing community capacity through the disaster resilient subdistrict program (Keltana). The methods used are observation, discussion, socialization and evaluation methods. It is hoped that the results of the community service that has been carried out will provide a more specific understanding regarding the Disaster Resilient Village program and increase the community's capacity to remain active in protecting the environment, responding to factors that cause disasters or adopting disaster preparedness, disaster mitigation, disaster triage, basic life support. (BHD), evacuation or handling of refugees and disaster victims. This activity specifically explains how to overcome flood disasters by strengthening community capacity so that it runs effectively and efficiently.
Peran Pemerintah Desa Dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pelaku Umkm di Desa Omuto Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara Indri Monoarfa; Ellys Rachman; Moh. Elnino Husain Mohi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan gambaran yang obyektif tentang Peran Pemerintah Desa dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pelaku UMKM di Desa Omuto Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan  adalah: Teknik Observasi, Wawancara dan pencatatan data sekunder. Sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan, maka teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pelaku UMKM yang dilihat dari aspek pelatihan ketrampilan, pemberian bantuan dan pemberian informasi masih kurang atau tidak maksimal, sehingga kurang mendukung Peran Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pelaku UMKM di Desa Omuto Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara. Adapun hal disarankan dalam penelitian ini adalah perlunya pemerintah pusat dan pemerintah daerah selalu memperhatikan dan mengawasi keberadaan dan perkembangan UMKM di setiap desa, sebab UMKM merupakan salah satu komponen yang menjadi pilar bagi perekonomian Indonesia.
Peran Organisasi Karang Taruna Dalam Meningkatkan Potensi Wisata Alam Embung Hutadaa Di Desa Hutadaa Kec. Telaga Jaya Kab. Gorontalo Halit Inggolalo; Ellys Rachman; Tety Thalib
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.5668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Organisasi Karang Taruna Dalam Meningkatkan Potensi Wisata Embung di Desa Hutadaa Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo. Dengan fokus penelitian ya itu Partisipasi Pemuda, Peningkatan Kemampuan, dan Pengawasan Kinerja. Dalam rangka mengungkapkan permasalahan Peran Organisasi Karang Taruna Dalam Meningkatkan Potensi Wisata Embung Di Desa Hutadaa Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo , penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik Observasi, Wawancara  dan pencatatan sekunder sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan, maka teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum Peran Organisasi Karang Taruna Dalam Meningkatkan Potensi Wisata Embung Di Desa Hutadaa Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo belum berjalan dengan efektif dilakukan.Dalam hal ini dilihat dari aspek Partisipasi Pemuda belum berjalan dengan efektif, Peningkatan Kemampuan yang Belum terlaksana, dan Pengawasan Kinerja Belum Dilakukan secara Efektif dilakukan di Wisata Embung di Desa Hutadaa Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo.Adapun hal-hal yang disarankan dalam penelitian ini yaitu  perlunya pemerintah dalam hal ini pemerintah desa Hutadaa Melalui petugas lapangan untuk melakukan pengawasan secara kontinyu mengenai segala kekurangan yang dapat menghambat proses Peningkatan Potensi Wisata Alam Embung di Desa Hutadaa.
Efektivitas Kinerja Pemerintah Dalam Pengelolaan Apbdes diikecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Ramis Kasim; Ellys Rachman; Lisda Van Gobel
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6228

Abstract

Penelitian iniibertujuan untuk mengetahuiedan menganalisissefektivitas kinerja pemerintah. dalam pengelolaan APBDes di Kecamatan KwandanggKabupaten Gorontalo Utara. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber datahprimer dalam penelitian ini sebanyak 11 orang yang terdiri dari pegawai Kecamatan, Aparat Desa dan pelaksana kegiatan data sekunder diperoleh dari dokumen tertulis dan digital yang relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data melalui observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah kecamatan selama ini sudah melaksanakan seluruh kegiatan mengenai Pengelolaan APBDes, namun kinerjanya belum optimal dimana pemerintah kecamatan sudah melaksanakan berdasarkan regulasi dari pemerintah daerah namun belum efektif dilihat dari kualitas kerja,akuantitas kerja,apemanfaatan waktu serta koordinasi adapun faktor yang mempengaruhi efektivitas kinerja pemerintah dalam pengelolaan APBDes mulai dari motivasi, pengawasan, evaluasi serta pembinaan juga masih belum efektif sepenuhnya. Masih ada kendala yang sering dihadapi yakni pada keterbatasan tenaga khususnya tenaga ahli di bidang pengelolaan APBDes.
Implementation of the Farmer Card Program Policy in Increasing Community Empowerment Farmer Groups (Case Study at the Gorontalo Regency Agriculture Office) Habibah U. Abuba; Udin Hamim; Ellys Rachman
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 6 No. 1: January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v6i1.4527

Abstract

The purpose of this research is to find out and analyze the implementation of the Farmer Card Program in increasing the empowerment of the Farmer Group Community in Gorontalo Regency. And Analyze what factors hinder the implementation of the Farmer Card Program to the Farmer Group Community in Gorontalo Regency. This research uses descriptive research with a qualitative approach, the data consists of primary data obtained through open and in-depth interviews with informants and secondary data comes from various sources including journals, theses, books, and previous research. The results of this study indicate that: a) The implementation of the farmer card program at the Gorontalo Regency Agriculture Office has not yet distributed all farmer cards to the Farmer Group Community. b) The community has not utilized the farmer card and still uses manual redemption of fertilizers at official retail kiosks. c) There are still many farming communities that have not been recorded in e-Alokasi. Furthermore, 5 things that become inhibiting factors for the Implementation of the Farmer Card Program, namely: a) Transfer of Services from Bank BNI to Bank BRI. b) Limited Human Resources at the Agricultural Extension Office (BPP) in each District. c) Changes in regulations from the Central Government and regulations from Pupuk Indonesia from the Electronic Group Needs Definitive Plan (e-RDKK) then transferred to Electronic Allocation (e-Allocation). d) Lack of Knowledge and understanding of the community in using the farmer card because it is related to technology. e) There is a new e-Pusluh Program from the government to monitor, evaluate, and organize agricultural extension workers.
Factors Hindering Administrative Services in Malambe Village, Ponelo Islands Sub-district, North Gorontalo Regency Ulfan N. Opi; Ellys Rachman; Tety Thalib
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 1 No. 5 (2023): November
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyse what factors hinder administrative services in Malambe Village, Ponelo Islands Sub-district, North Gorontalo Regency. With the sub-focus of research, namely standard operating procedures (SOP), discipline, and facilities and infrastructure. This research uses descriptive qualitative research. The data analysis technique used is qualitative analysis technique. The results showed that the factors inhibiting administrative services in Malambe Village, Ponelo Islands Subdistrict, North Gorontalo Regency as seen from the factors of standard operating procedures (SOP), discipline, and facilities and infrastructure have not supported or hampered. This is due to the absence of a Standard Operating Procedure (SOP) information board for managing population administration, the officer in charge is not disciplined in carrying out his duties and the lack of community service facilities. The things suggested in this study are expected to the village government, in order to pay attention to obstacles that occur such as unclear standard operating procedures, low discipline, and lack of service facilities. Because these three factors, if noticed and improved, will support the implementation of service tasks.
Akuntabilitas Pemanfaatan Dana Desa di Desa Mokonowu Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara Hastin S. Cuna; Ellys Rachman; Moh. Abubakar Talalu
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 1 No. 5 (2023): November
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akuntabilitas Pemanfaatan Anggaran Dana Desa Di Desa Mokonowu Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang akuntabilitas pemanfaatan anggaran Dana Desa Di Desa Mokonowu Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara. Dengan sub fokus penelitian yaitu skala prioritas, ketersediaan data dan informasi, dan fungsi pengawasan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan pencatatan data sekunder. Sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan, maka teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dilihat dari aspek skala prioritas belum optimal dilakukan, karena pemanfaatan dana desa kadang kadang belum mempertimbangkan aspirasi masyarakat desa atau belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Dilihat dari aspek ketersediaan data dan informasi masih kurang dilakukan, karena pemanfaatan dana desa belum dilakukan secara transparan, aparatur terkesan tertutup, sehingga hal tersebut menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat desa mengenai penggunaan atau pemanfaatan dana desa. Dilihat dari aspek pengawasan belum efektif dilakukan, karena pengawasan belum dilakukan secara intensif terhadap penggunaan atau pemanfaatan dana desa.Secara umum hasil penelitian akuntabilitas pemanfaatan Dana Desa yang dilihat dari skala prioritas, ketersedaiaan data dan informasi, fungsi pengawasan belum optimal dilakukan. Adapun hal-hal yang disarankan dalam penelitian ini yakni perlunya petunjuk teknis pelaksanaan dalam pemanfaatan dana desa di perketat dan perjelas aturannya, agar penggunaan atau pemanfaatan dan desa lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
Peran Kepala Desa Dalam Pembangunan Infrastruktur Di Desa Ilangata Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara Roys Harun; Ellys Rachman; Yahya Antu
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 1 No. 5 (2023): November
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui Peran Kepala Desa dalam pembangunan Infrastruktur di Desa Ilangata kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan pedoman wawancara yang di ajukan kepada sejumlah informan dengan fokus penelitian yaitu, Motivator, Fasilitator, dan Mobilisator. Hasil penelitian menunjukan Peran Kepala Desa dalam pembangunan Infrastruktur di Desa Ilangata kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara dari aspek motivator kurang memotivasi masyarakat dalam berpartisipasi dalam pembangunan desa. Banyak masyarakat yang kurang antusias dengan peran kepala desa yang kurang memotivasi, mengarahkan serta kurang melibatkan masyarakat dalam pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa program pembangunan infrastruktur desa yang tak kunjung selesai. Dari aspek fasilitator Kepala desa dalam memfasilitasi pembangunan infrastruktur hanya ditahun pertama, selanjutnya beberapa tahun berikutnya program-program yang dijalankan hanya berdasarkan keputusan dan kepentingan sendiri. Peran sebagai mobilisator kurang melibatkan masyarakat didalam pengawasan kegiatan pembangunan infrastruktur yang berjalan atau yang telah selesai. Disarankan perlunya kepala desa mendorong masyarakat untuk selalu aktif dalam kegiatan pembangunan infrastruktur desa serta terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan desa, lebih mengutamakan kepentingan pembangunan infrastruktur yang diusulkan oleh masyarakat desa Ilangata serta memfasilitasi setiap kegiatan-kegiatan yang bersifat swakelola, lebih melibatkan diri bersama-sama masyarakat dalam melakukan pengawasan pembangunan infrastruktur desa baik yang sementara dilaksanakan atau yang telah selesai dilaksanakan untuk keberlanjutan pembangunan di desa Ilangata
Partisipasi Masyarakat Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Di Desa Milangodaa Kecamatan Tomini Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Yusril Mohulaingo; Ellys Rachman; Teti Thalib
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman secara menyeluruh tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa di Desa Milangodaa Kecamatan Tomini Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sementara pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada sejumlah informan, observasi dan melakukan pencatatan data sekunder yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa kesadaran masyarakat desa milangodaa dalam hal partisipasi untuk mengikuti kegiatan musrenbang belum optimal, sehingga penentuan program pembangunan bagi masyarakat belum terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan Banyak warga Desa Milangodaa yang sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri, seperti mencari nafkah atau mengurus kebutuhan sehari-hari. Kemudian, kurangnya sosialisasi atau pemberitahuan yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat dalam kegiatan musyawarah rencana pembangunan desa adalah suatu permasalahan yang signifikan. Hal ini menjadi kendala utama dalam memastikan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan desa. Faktor yang menyebabkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya musrenbang di desa milangodaa. Salah satunya adalah kurangnya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh pemerintah desa dan BPD. Kadang kalah, informasi mengenai musyawarah rencana pembangunan desa hanya tersebar dalam lingkaran terbatas, sehingga tidak semua masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah.
Pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai (Bpnt) Di Desa Ponelo Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara Nurlaila Unta; Ellys Rachman; Rukiah Nggilu
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Di Desa Ponelo Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Ponelo Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara. Dengan sub fokus penelitian yaitu ketetapan sasaran, sosialisasi, dan pembayaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Teknik Observasi, Wawancara dan pencatatan data sekunder. Sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan, maka teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program BPNT di Desa Ponelo Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara belum optimal. Hal ini terlihat dari pemerintah desa kurang melakukan pendataan kepada masyarakat miskin sehingga bantuan kurang tepat sasaran, pihak pemerintah kurang melakukan sosialisasi kepada kami Masyarakat, sehingga masyarakat kurang memahami program BPNT tersebut dan pembayaran yang dilakukan oleh agen kios/warung belum maksimal karena biasanya diberikan dua bulan sekali sekarang jadi tiga bulan sekali. Adapun hal-hal yang disarankan dalam penelitian ini yaitu perlunya dilakukan upaya yang komperhenship (menyeluruh) dari pemerintah desa dan masyarakat dalam pendataan masyarakat miskin sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima bantuan.