Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Biopharma As a Potential Business for Urban Communities and Preservation of Community Heritage in Singkawang City: Biofarmaka sebagai Usaha Potensial Masyarakat Urban dan Pelestarian Warisan Masyarakat di Kota Singkawang Ellyta, Ellyta; Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Bancin, Hardi Dominikus
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang3729

Abstract

Nowadays, urbanites are faced with various health challenges, such as stress, pollution, and unhealthy lifestyles. Natural-based prevention and treatment are one of the solutions. Efforts can be made to provide information and education to urban communities about biopharma and its benefits. The increasing public awareness of health also affects the use of herbal medicines derived from plants in a traditional way. The implementation method used in this activity is lecture, discussion, and practice. The utilization of home yards with the cultivation of biopharma plants can provide benefits to urban communities, as seen from the motivation of partners to try to process biopharma plants by processing them, and can be a potential business for urban communities. In addition, the utilization of biopharmaceutical plants is one of the efforts to preserve ancestor's heritage in terms of medicine.
Pemberdayaan Masyarakat Dusun Cendrawasih Melalui Pendampingan Produksi Pupuk Kompos Eceng Gondok Rini Suryani; Rahmatullah Rizieq; Rianti Ardana Reswari; Ekawati Ekawati
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16425

Abstract

Tertutupnya permukaan sungai oleh eceng gondok berdampak negatif terhadap lingkungan terutama menyebabkan pendangkalan Sungai. Hal ini terjadi khususnya di RT. 005 Dusun Cendrawasih Kabupaten Kubu Raya. Eceng gondok tersebut belum dimanfaatkan secara ekonomis, saat ini Eceng gondok hanya dikendalikan dengan menggunakan herbisida. Pertumbuhan eceng berlangsung sangat cepat sehingga menjadi permasalahan bagi warga RT. 005 Dusun Cendrawasih Kabupaten Kubu Raya. Eceng gondok dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis salah satunya pupuk kompos. Pupuk kompos Eceng gondok dapat dimanfaatkan bagi warga RT 005 Dusun Cendrawasih yang Sebagian besar berprofesi sebagai petani.  Kegiatan PKM ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan produk olahan Eceng gondok berupa pupuk kompos. Adapun teknologi yang disiapkan guna mendukung pproduksi kompos yaitu mesin pencacah Eceng gondok. Mesin ini dapat memudahkan proses pencacahan ukuran eceng gondok yang akan dikomposkan. Dimana semakin kecil ukuran bahan baku kompos maka akan menghemat waktu dan memprcepat pengomposan. Selain itu, melalui PKM ini bertujuan pula untuk meningkatkan mutu produk termasuk pengemasan atau packaging sehingga menjadi produk yang siap untuk dipasarkan. Setelah dilakukannya PKM, Kelompok Tani Usaha Bersama Kecamatan  Sungai  Kakap  Kabupaten  Kubu  Raya  terjadi  peningkatan  pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam membuat kompos dan melakukan pengemasan pupuk kompos Eceng gondok. Produk pupuk kompos  Eceng gondok dapat menjadi sebagai usaha baru bagi warga RT. 005 Dusun Cendrawasih. Pupuk kompos Eceng gondok ini dapat menjadi alternatif pengganti pupuk kimia dalam upaya peningkatan produksi tanaman budidaya sayuran di daerah tersebut.
Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Pengolahan Pupuk Organik dari Sampah Rumah Tangga pada KWT Mentari di Kota Pontianak Reswari, Rianti Ardana; Ekawati, Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Suryani, Rini
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1943

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan penyumbang utama sampah di Kota Pontianak yang belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas lahan pekarangan. Metode pengabdian dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan teknik pembuatan pupuk organik secara sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT mengenai pengolahan pupuk organik, dengan seluruh peserta mencapai tingkat pemahaman 100% setelah pelatihan. Kegiatan ini berdampak pada pengurangan volume sampah rumah tangga, peningkatan kesuburan lahan pekarangan, serta pemberdayaan ekonomi anggota KWT secara mandiri.
Seberapa Menguntungkan Usahatani Cabai Rawit di Desa Pahauman? Dandi, Mika; Youlla, Donna; Rizieq, Rahmatullah; Ekawati, Ekawati; Bancin, Hardi Dominikus
Jurnal Ekonomi STIEP Vol. 10 No. 1 (2025): JES (Jurnal Ekonomi STIEP)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IBE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54526/jes.v10i1.465

Abstract

Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani kecil. Namun, usahatani cabai rawit rentan terhadap fluktuasi harga pasar dan ketidakpastian produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani cabai rawit di Desa Pahauman, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, serta mengukur kelayakan usahatani dari aspek finansial. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, menggunakan teknik simple random sampling terhadap 37 responden dari populasi 74 petani. Data dianalisis melalui perhitungan biaya tetap, biaya variabel, total penerimaan, dan pendapatan bersih per musim tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi sebesar Rp 18.137.495, sedangkan rata-rata penerimaan mencapai Rp 170.100.000, sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp 151.968.586 per musim tanam. Usaha tani ini tergolong sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun demikian, tingginya pendapatan belum sepenuhnya menjamin keberlanjutan usaha karena adanya risiko fluktuasi harga yang signifikan serta ketimpangan dalam akses input dan informasi pasar. Oleh karena itu, diperlukan intervensi kelembagaan, penguatan akses informasi harga, serta dukungan sarana produksi agar keuntungan yang diperoleh petani dapat berkelanjutan dan merata. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perumusan kebijakan pembangunan pertanian di daerah pedesaan. Kata Kunci: pendapatan petani, cabai rawit, biaya produksi, penerimaan, fluktuasi harga
Membangun Generasi Muda Desa Melalui Pemberdayaan Berbasis Edukasi Lokal Ryanto Jaten Pratama Petrus; Prayuda Farhan Prasetyanto; Civu Constant Corputty; Erdianus Julianto Bere; Fransisko Rivaldo; Laura Levita; Sara Prihatin; Maura Avilnia Lawerisa; Richo Forland; Oktavianus Egi; Edi Burga Firmansyah; Pidelis Barakat Pagau; Patricia Della; Ekawati; Merkorius Giber; Habel Williem Bako; Gasver Kristian Andreas; Perdianus; Yopy Susanti; Yefta
Dianmas Bhakti: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Dianmas Bhakti: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54035/dianmas.v3i1.610

Abstract

This community service activity was motivated by the low level of awareness of character education and basic literacy among rural youth. The program aims to empower the community of Sungai Belidak Village through an educational approach that focuses on children and adolescents as future agents of development. The implementation methods included anti-bullying socialization and supplementary tutoring in basic subjects. The activities were carried out using a participatory approach involving students, parents, teachers, and village officials. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of bullying issues as well as an enhancement of students’ academic abilities. This program contributes to the development of an inclusive and sustainable village education ecosystem and strengthens the role of young generations in asset-based local development.