Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Smart Seeds: Inovasi Sains dan Teknologi untuk Rehabilitasi Kawasan Pariwisata Bromo yang Lebih Cepat Firdaus, Mochamad Abdi Rohman; Shofiyana, Neila Putri; Purwanto, Nanang
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 No. 1 Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v10i1.4760

Abstract

ABSTRACT The wildfire that occurred from September 6 to 15, 2023, at Mount Bromo caused damage to the savanna and had adverse effects on the ecosystem and tourism in the area. This situation calls for an effective solution to accelerate the rehabilitation of the damaged environment and restore its natural beauty and ecological functions. Therefore, this writing aims to introduce and elaborate on an innovative solution called Smart Seeds, which can expedite the rehabilitation process in burned areas. By highlighting the benefits and application of Smart Seeds technology, we can provide insights into novel approaches for addressing ecosystem rehabilitation challenges and encourage its adoption in various regions. The modified Smart Seeds, equipped with self-boring tails, reduce the risk of seed predation by pests or wind dispersal. Additionally, soaking the seeds in Local Microorganisms (MoL) from banana corms enhances seed viability and soil quality, supporting faster and healthier plant growth. This technology has proven effective in accelerating vegetation recovery in burned areas around Mount Bromo and holds promise for similar environmental restoration efforts elsewhere. KEYWORDS: Smart Seeds, Innovation, Science, Technology, Bromo   ABSTRAK Kebakaran yang terjadi pada tanggal 6-15 September 2023 di Gunung Bromo menyebabkan kerusakan pada padang savana dan berdampak negatif pada ekosistem serta pariwisata di kawasan tersebut. Situasi ini memerlukan solusi efektif untuk mempercepat rehabilitasi lingkungan yang rusak dan mengembalikan keindahan alam serta fungsi ekologisnya. Oleh karena itu, penulisan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menguraikan solusi inovatif berupa Smart seeds yang dapat mempercepat proses rehabilitasi di area yang terbakar. Dengan menyoroti manfaat dan penerapan teknologi Smart seeds, dapat memberi pemahaman pendekatan baru dalam mengatasi tantangan rehabilitasi ekosistem dan mendorong adopsi teknologi ini di berbagai wilayah yang membutuhkannya. Smart seeds yang dimodifikasi dengan ekor untuk mengebor tanah sendiri mengurangi resiko benih dimakan oleh hama atau terbawa angin. Selain itu, merendam benih dalam Mikroorganisme Lokal (MoL) dari bonggol pisang kepok membantu meningkatkan viabilitas benih dan kualitas tanah, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dan sehat. Teknologi ini terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan vegetasi di kawasan yang terbakar di sekitar Gunung Bromo dan berpotensi diterapkan dalam upaya rehabilitasi lingkungan serupa di tempat lainnya. KATA KUNCI: Smart Seeds, Inovasi, Sains, Teknologi, Bromo
Cheap Chewsday Sebagai Strategi Gastrodiplomasi Dalam Memperkenalkan Kuliner Dan Budaya Indonesia Di Australia Purwanto, Nanang; Susanto, Gatut; Eka Anggraini, Ade
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025): Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v12n1.p27-38

Abstract

This study explores Cheap Chewsday as a medium of gastrodiplomacy aimed at introducing Indonesian cuisine and culture to the Australian public. Through the participation of Indonesian students in Newcastle, this event serves as a platform to present traditional Indonesian dishes while fostering deep cross-cultural understanding. The findings indicate that Cheap Chewsday successfully attracts local participants interested in exploring the flavors and cultural significance behind Indonesian cuisine. Nevertheless, Indonesian students face challenges in adapting dishes to local preferences, such as modifying spice levels and incorporating accessible ingredients. Positive responses from local participants regarding the uniqueness of Indonesian cuisine suggest that this event effectively facilitates meaningful cultural interactions, enriching cultural awareness between the two communities. Additionally, Cheap Chewsday strengthens the cultural identity of Indonesian students, reinforcing their role as cultural ambassadors in promoting Indonesia abroad. This study concludes that Cheap Chewsday not only introduces Indonesian culinary heritage but also holds potential as a sustainable cultural diplomacy initiative, fostering appreciation of Indonesia’s rich culture among the Australian community.
Implementasi Teori Konektivisme dalam Pengajaran BIPA di Era Digital: Systematic Literature Review Purwanto, Nanang; Nurul Murtadho; Radeni Sukma Indra Dewi; Shirly Rizki Kusumaningrum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi teori konektivisme dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di era digital. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka Sistematis, dengan menganalisis empat belas artikel yang diterbitkan antara 2014 hingga 2025 dan memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan analisis terhadap 14 artikel, ditemukan bahwa implementasi konektivisme dalam pengajaran BIPA di era digital paling banyak diwujudkan melalui penggunaan Zoom (64%), Google Classroom/ LMS (36%), media sosial (WhatsApp, Instagram, YouTube) (36%), dan aplikasi interaktif (Wordwall, Gboard, Edpuzzle) (43%). Seluruh artikel (100%) menunjukkan prinsip konektivisme berupa menghubungkan simpul informasi, diikuti oleh menjaga koneksi digital (93%) dan pengetahuan tersebar dalam teknologi (79%). Tantangan utama yang muncul meliputi keterbatasan akses teknologi dan jaringan (86%), rendahnya literasi digital (71%), dan resistensi pedagogis dari pengajar terhadap pembelajaran daring (43%). Temuan ini menegaskan bahwa implementasi konektivisme dalam pengajaran BIPA memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan pembelajar, namun memerlukan dukungan sistemik dan strategi pedagogis yang tepat. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan rekomendasi pembelajaran BIPA berbasis konektivisme yang lebih efektif dan kontekstual di era digital.
Penguatan Karakter Hidup Sehat melalui Permainan Konvensional sebagai Fondasi Menyongsong Generasi Emas 2045 Nanang Purwanto; M Iqbal Maulana; Neila Putri Shofiyana; Imel Wijayanti; Nadila Erdina Putry
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 3 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i3.634

Abstract

Conventional games are a national cultural heritage, now gradually fading and rarely found in society. This is due to the development of science and technology. This phenomenon was found among students at SDN 2 Jajar, Trenggalek Regency. Online games involve the sense of sight which is at risk of bad for children's motor and social development, while conventional games involve body parts to move, so that the body is healthier, stronger, and fitter. The population in the study included all children aged 6 to 12 years in Jajar Village. The sample included 31 students from grades one to six and 31 parents of SDN 2 Jajar students. Data collection techniques were through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques were descriptive qualitative. This paper explains efforts to arouse the enthusiasm and love of students at SDN 2 Jajar and Madrasah Ibtidaiyah Jajar for conventional games that are the foundation of a healthy lifestyle. The socialization was held on January 3-4, 2024, while practical activities were held on January 7 and 21, 2024. Conventional games that were socialized included Rangku Alu, Egrang, Bakiak, Gobak Sodor. The results of the socialization showed a positive response from students and parents/guardians of SDN 2 Jajar. The aim of this activity is to realize healthy children's characters to welcome the golden generation of 2045.
Smart Seeds: Inovasi Sains dan Teknologi untuk Rehabilitasi Kawasan Pariwisata Bromo yang Lebih Cepat Firdaus, Mochamad Abdi Rohman; Shofiyana, Neila Putri; Purwanto, Nanang
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 No. 1 Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v10i1.4760

Abstract

ABSTRACT The wildfire that occurred from September 6 to 15, 2023, at Mount Bromo caused damage to the savanna and had adverse effects on the ecosystem and tourism in the area. This situation calls for an effective solution to accelerate the rehabilitation of the damaged environment and restore its natural beauty and ecological functions. Therefore, this writing aims to introduce and elaborate on an innovative solution called Smart Seeds, which can expedite the rehabilitation process in burned areas. By highlighting the benefits and application of Smart Seeds technology, we can provide insights into novel approaches for addressing ecosystem rehabilitation challenges and encourage its adoption in various regions. The modified Smart Seeds, equipped with self-boring tails, reduce the risk of seed predation by pests or wind dispersal. Additionally, soaking the seeds in Local Microorganisms (MoL) from banana corms enhances seed viability and soil quality, supporting faster and healthier plant growth. This technology has proven effective in accelerating vegetation recovery in burned areas around Mount Bromo and holds promise for similar environmental restoration efforts elsewhere. KEYWORDS: Smart Seeds, Innovation, Science, Technology, Bromo   ABSTRAK Kebakaran yang terjadi pada tanggal 6-15 September 2023 di Gunung Bromo menyebabkan kerusakan pada padang savana dan berdampak negatif pada ekosistem serta pariwisata di kawasan tersebut. Situasi ini memerlukan solusi efektif untuk mempercepat rehabilitasi lingkungan yang rusak dan mengembalikan keindahan alam serta fungsi ekologisnya. Oleh karena itu, penulisan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menguraikan solusi inovatif berupa Smart seeds yang dapat mempercepat proses rehabilitasi di area yang terbakar. Dengan menyoroti manfaat dan penerapan teknologi Smart seeds, dapat memberi pemahaman pendekatan baru dalam mengatasi tantangan rehabilitasi ekosistem dan mendorong adopsi teknologi ini di berbagai wilayah yang membutuhkannya. Smart seeds yang dimodifikasi dengan ekor untuk mengebor tanah sendiri mengurangi resiko benih dimakan oleh hama atau terbawa angin. Selain itu, merendam benih dalam Mikroorganisme Lokal (MoL) dari bonggol pisang kepok membantu meningkatkan viabilitas benih dan kualitas tanah, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dan sehat. Teknologi ini terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan vegetasi di kawasan yang terbakar di sekitar Gunung Bromo dan berpotensi diterapkan dalam upaya rehabilitasi lingkungan serupa di tempat lainnya. KATA KUNCI: Smart Seeds, Inovasi, Sains, Teknologi, Bromo
Melestarikan Tradisi Nusantara: Eksplorasi Budaya Jawa Timur dan Topeng Malangan melalui Inovasi Digital di New South Wales Hanafi , Yusuf; Anggraini, Ade Eka; Khotimah, Khusnul; Purwanto, Nanang; Siki, Irene Milenia
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21104

Abstract

Background: Upaya pelestarian budaya Indonesia di luar negeri menghadapi tantangan akibat terbatasnya materi edukasi menarik dan inovasi teknologi, terutama bagi komunitas diaspora. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta apresiasi terhadap Topeng Malangan di New South Wales (NSW), Australia, melalui pendekatan inovatif berbasis Augmented Reality (AR). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 22-26 Juli 2025 di NSW dengan melibatkan 30 siswa diaspora. Metode yang diterapkan mencakup persiapan media digital "The Malangan Mask", workshop interaktif pengenalan filosofi karakter Panji, serta evaluasi melalui Mix and Match Game. Instrumen penilaian menggunakan kuesioner dan observasi langsung untuk mengukur efektivitas media digital AR. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap karakter Raden Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji. Penggunaan teknologi AR berhasil meningkatkan interaktivitas belajar, di mana siswa mampu mengidentifikasi simbolisme warna dengan tingkat akurasi di atas 90%. Kesimpulan: Eksplorasi budaya melalui inovasi digital terbukti efektif sebagai strategi menjaga eksistensi kearifan lokal di era disrupsi, sekaligus memperkuat identitas nasional siswa diaspora Indonesia di kancah internasional.