Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Principal Management in Implementing the Deep Learning Approach to Improve Educational Quality at SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara Dinda Ruszayanthi; Masrur Yahya; Moh Bahzar; Widyatmike Gede Mulawarman; Usfandy Haryaka; Akhmad Akhmad
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 02 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i02.3166

Abstract

This study examines the principal's management in implementing the deep learning pedagogical approach to improve educational quality at SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara. The research was motivated by the need to strengthen 21st-century competencies, character development, and meaningful learning in the context of Indonesia's Merdeka Belajar (Freedom to Learn) curriculum policy. Employing a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation analysis involving the school principal, vice principal for curriculum affairs, teachers, the school committee, and students. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive model: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the principal's management in implementing deep learning was executed strategically across four management functions: (1) Planning the principal integrated deep learning principles into the School Operational Curriculum (KOS), lesson plans, and teacher professional development programs, with sensitivity to student diversity including student athletes; (2) Organizing collaboration was strengthened through internal subject teacher forums (MGMP), academic supervision, and a school quality assurance team, reflecting principles of distributed leadership; (3) Implementing learning shifted toward student-centered activities including project-based learning, contextual discussion, formative assessment, and reflective practice, enhancing student engagement and critical thinking; (4) Evaluating comprehensive and participatory evaluation involving teachers, students, and the school committee served as the basis for continuous improvement and evidence-based decision making. The study concludes that visionary, collaborative, and instructionally-focused principal leadership is the key determinant in successful deep learning implementation and educational quality improvement.
Studi Perilaku Pengguna Napza Yang Direhabilitasi di Balai Rehabiltasi Tanah Merah, Samarinda Tahun 2014 Rosdiana Hanur; Akhmad Akhmad; Aulia Rahman Rindani
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.842

Abstract

Untuk kasus Napza di Samarinda pada tahun 2013 yaitu dengan 228 kasus dan 440 tersangka. Dengan barang bukti1.723 gr Shabu-sabu, 81,10 gr Ganja, 1.0878,8 butir ekstasi dan 86.379 butir LL. Para pengguna tersebut terdiri dari290 orang pekerja swasta, dan 80 pengangguran, dan lain sebagainya. Untuk jenis kelamin sebanyak 400 orang laki-laki dan 40 orang perempuan. (BNNP 2013) Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran, pengetahuan tentang Napza. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam pada enam Residen, empat Konselor dan empat Tenaga Kesehatan Balai Rehabilitasi Tanah Merah. Dari hasil Penelitian dapat digambarkan kurangnya pengetahuan residen tentang Napza, dengan rasa ingin tahu yang besar dan pengaruh dari teman sebaya. selain itu juga karena tekanan dari lingkungan dan pekerjaan bahkan ada yang mulai menggunakan Napza di bangku SMP dan SMA. Para Residen Balai Rehabilitasi Tanah Merah diberikan pengetahuan, pembinaan sikap dan tindakan, untuk menambah pengetahuan dan kepribadian dalam sikap dan tindakan yang lebih baik untuk kembali ke lingkungan masyarakat sekitar. Konselor Residen membantu dalam memberikan pembinaan dalam menghadapi setiap permasalahannya agar menjadi pulih dan lebih baik. Peran Petugas kesehatan yang menangani stabilisasi dan detoksifikiasi kepada para residen serta tidak ada pemberian Napza walaupun dalam dosis kecil.
Hubungan Faktor Individu Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Subyektif Pada Supir Travel Kangaroo Premier di Kota Samarinda Itami Dinarita; Akhmad Akhmad; Muhammad Dalhar Ghalib
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.843

Abstract

Lelah bagi setiap orang akan mempunyai arti tersendiri dan bersifat subyektif karena terkait dengan perasaan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kelelahan kerja antara lain yaitu keadaan monoton, beban kerja, keadaan lingkungan, dan faktor individu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara faktor individu (umur, tingkat pendidikan, masa kerja, dan status gizi) dengan tingkat kelelahan kerja subyektif pada supir. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan wawancara dan pengukuran sebagai metode pengumpulan data sedangkan menurut waktunya adalah cross sectional. Tingkat kelelahan kerja subjektif diukur dengan menggunakan 30 panduan pertanyaan dari IFRC. Populasi penelitian adalah supir Travel Kangaroo Premier yang berjumlah 42 orang. Sampel diambil dari populasi dengan total sampling sehingga didapatkan 42 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 42 responden sebagian besar mengalami tingkat kelelahan rendah sebanyak 25 orang (59,5%) dan 17 orang (40,5%) mengalami tingkat kelelahan sedang. Dari hasil analisa data terdapat hubungan antara faktor individu yang berupa umur (p = 0,019) dan status gizi (p = 0,010) dengan tingkat kelelahan kerja subjektif.Saran yang diajukan kepada Travel Kangaroo Premier yaitu agar lebih memperhatikan pekerja yang berumur di atas 30 tahun dan memperhatikan status gizi pekerja. Untuk pengemudi travel hendaknya membiasakan diriuntuk melakukan peregangan otot di sela mengemudi atau pun saat beristirahat.
DESAIN STRATEGI BERBASIS INOVASI DIGITAL TRANSFORMASI MODEL BISNIS LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR DI ERA DISRUPSI Syafruddin Syafruddin; Irriyanti Irriyanti; Syaharudin Syaharudin; Warni Juwita; Widyatmike Mulawarman; Akhmad Akhmad
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1224

Abstract

Era disrupsi menuntut lembaga bimbingan belajar untuk beradaptasi melalui strategi berbasis inovasi digital yang mampu mentransformasi model bisnis secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang desain strategi yang mengintegrasikan teknologi digital dengan kebutuhan pembelajaran generasi Z dan Alpha, sekaligus memperkuat daya saing lembaga di tengah perubahan ekosistem pendidikan. Metode yang digunakan meliputi analisis literatur, studi kasus, dan pendekatan desain strategis berbasis inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi model bisnis bimbingan belajar dapat dicapai melalui tiga pilar utama: (1) digitalisasi layanan pembelajaran interaktif, (2) pengembangan platform berbasis data untuk personalisasi belajar, dan (3) kolaborasi ekosistem pendidikan dengan stakeholder eksternal. Strategi ini tidak hanya meningkatkan efektivitas operasional dan kualitas layanan, tetapi juga membangun nilai tambah berupa pengalaman belajar yang relevan, fleksibel, dan berorientasi masa depan. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya inovasi digital sebagai fondasi keberlanjutan lembaga bimbingan belajar dalam menghadapi tantangan era disrupsi.
FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STRATEGI DIGITALISASI ADMINISTRASI DI SEKOLAH DASAR: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Hafid Murgantara; Hanif Saifullah El Afrinuddin Zain; Kasmal Kasmal; Sulfi Ardiansyah; Tri Wahyuni; Widyatmike Gede Mulawarman; Akhmad Akhmad
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1228

Abstract

Digitalisasi administrasi di sekolah dasar menjadi agenda penting untuk meningkatkan efisiensi kerja, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan berbasis data, namun kajian yang secara khusus memetakan faktor kunci keberhasilan implementasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor tersebut melalui Systematic Literature Review (SLR) berpedoman PRISMA terhadap artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang terindeks di Scopus, ERIC, Google Scholar, dan portal jurnal nasional pada rentang 2019–2025 dengan kata kunci terkait digitalisasi administrasi, kepemimpinan digital, dan strategi implementasi di sekolah dasar. Proses seleksi menghasilkan 30 artikel yang dianalisis secara tematik untuk menggali pola faktor keberhasilan yang berulang. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan strategi digitalisasi administrasi sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan suportif, kompetensi serta literasi digital guru dan tenaga administrasi, infrastruktur TIK yang memadai dan andal, budaya organisasi yang kolaboratif serta siap berubah, dan dukungan kebijakan-regulasi yang jelas mengenai tata kelola dan perlindungan data. Temuan ini didiskusikan dengan mengaitkannya pada teori kepemimpinan dan manajemen perubahan, sekaligus menyoroti kesenjangan implementasi di berbagai konteks lokal. SLR ini menyimpulkan bahwa integrasi kelima faktor ke dalam perencanaan strategis, program pelatihan berkelanjutan, dan skema pendampingan merupakan prasyarat bagi transformasi digital administrasi sekolah dasar yang efektif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika kebijakan pendidikan pada level sekolah maupun pemangku kebijakan yang lebih luas.