Articles
Literasi Keuangan dari Drama Korea: Studi Netnografi Atas Konstruksi Nilai
Widianingsih, Luky Patricia;
Kohardinata, Cliff
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v5i1.844
Gempuran gelombang Korea melalui sajian konten Dramanya berpotensi menghadirkan konstruksi nilai seperti terkait dengan literasi keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami bagaimana Drama Korea mengkonstruksikan literasi keuangan dan bisnis dari masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah netnografi, suatu studi etnografi berbasis internet dengan pengamatan atas realitas digital pada komunitas online. Analisis data dari dokumentasi tangkapan digital melalui tahapan proses kategorisasi tema dan proses iterasi interpretasi sehingga makna nilai yang terkandung dari realitas virtual tersebut dapat ditemukan. Hasil penelitian mengkonstruksikan bahwa literasi keuangan dipahami sebagai suatu koneksi integrasi dari pengetahuan, keterampilan dan keyakinan seseorang dalam keuangan yang secara sadar kemudian memberikan arah pada sikap dan perilaku mereka dalam mengambil keputusan dan mengelola keuangan dalam balutan kesadaran spiritual dan religius. Makna ini memberikan suatu perspektif yang beyond mengindikasikan bahwa tujuan pengelolaan keuangan tidak hanya demi mencapai suatu pemenuhan kebutuhan akan kesejahteraan materialistik saja, namun juga demi mencapai suatu pemenuhan kesadaran akan perannya sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
APAKAH LITERASI KEUANGAN, INKLUSI KEUANGAN, ATAU DANA PIHAK KETIGA PERBANKAN DAPAT MENDUKUNG KREDIT UMKM PERBANKAN?
Kohardinata, Cliff
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25177
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil pengujian secara empiris mengenai pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dana pihak ketiga terhadap kredit UMKM perbankan. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, peneliti menguji secara bertahap dengan menggunakan 3 model, yaitu: model 1 yang mencerminkan pengaruh literasi keuangan terhadap kredit UMKM perbankan; model 2 yang mencerminkan pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan terhadap kredit UMKM perbankan; model 3 merupakan model pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan dana pihak ketiga terhadap kredit UMKM perbankan. Penelitian ini menggunakan data dari OJK pada tahun 2022 di 33 provinsi dengan menggunakan metode penelitian regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil penelitian pada model 1 menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap kredit UMKM perbankan. Hasil penelitian pada model 2 menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap kredit UMKM perbankan, sedangkan inklusi keuangan berpengaruh signifikan positif terhadap kredit UMKM perbankan. Model 3 menunjukkan bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kredit UMKM perbankan, sebaliknya dana pihak ketiga perbankan berpengaruh signifikan positif terhadap kredit UMKM perbankan.
The Role Of Assets In Driving Recurring Revenue In Property And Real Estate
Meliana Kristin Ongkowijoyo;
Cliff Kohardinata
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : UNIVED Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/ekombis.v13i2.7254
This research focuses on empirically testing the influence of fixed assets, cash and leverage have on recurring revenue in the property and real estate sector. The secondary data used comes from the company’s annual financial statements by analyzing quantitatively in this study. The method applied in this study is purposive sampling so that the sample that was successfully collected was 24 property and real estate companies which included the main listing board on the IDX from 2019 to 2022. The data was analyzed by means of multiple linear regression with the help of Stata 13 software. The results of empirical analysis in this research indicate that the fixed assets variable has a positive effect on recurring revenue, cash has a negative effect on recurring revenue. On the other hand, leverage has no effect on recurring revenue. The implications of this study suggest that property and real estate companies should increase fixed assets with strategic plans and low cash forces companies to use strategies that increase recurring revenue growth. Moreover, it is possible that low cash allows increasing fixed assets aimed at increasing recurring revenue.
Impact of tax regulation on the development of financial technology in Indonesia
Jevan Andreas Talahaturusun;
Cliff Kohardinata
Journal of Enterprise and Development (JED) Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Enterprise and Development (JED)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business of Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jed.v6i1.8577
Purpose — The objective of this study is to assess the influence of recently enacted tax legislation in May 2022 on the advancement of fintech in Indonesia.Method — The present study utilizes a quantitative approach to gather empirical data and conduct hypothesis testing. The population under investigation in this study consists of the total count of lender accounts across 34 provinces in Indonesia, classified according to quarterly periods. The methodology employed in this study involved selecting samples from 33 provinces. Data collection spanned from the second quarter to the fourth quarter of the 2021-2022 period, resulting in a total of 192 observations. The process of hypothesis testing was carried out using multiple regression analysis.Result — The research findings suggest that implementing fintech taxes significantly impacts the number of lender accounts in the following year. This implies that introducing taxes on fintech has a substantial influence on the lending sector, potentially leading to changes in the availability of accounts for borrowers and lenders in the year following the tax adoption.Contribution — The contribution of this study based on its novelty is that it provides unique insights into the consequences of the recently enacted fintech taxes, which took effect on May 1, 2022. Before this research, no other investigations had explored this specific topic, making this study the first of its kind to shed light on the implications of the regulatory changes within the fintech industry.
PENGARUH CELEBRITY ENDORSER TERHADAP PURCHASE DECISION DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SKINCARE KOERX GORJES
Tania Adeline Anabella;
Cliff Kohardinata
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31955/mea.v9i3.6277
Sektor kecantikan sedang naik daun dan memiliki basis penggemar yang besar. Sebagai hasilnya, bisnis kecantikan telah melihat pertumbuhan perusahaan baru dan peningkatan tajam dalam daya saing. Oleh karena itu, sangat penting bagi bisnis untuk memiliki kemampuan dan rencana yang kompetitif untuk memastikan kelangsungan hidup mereka. Periklanan adalah salah satu taktik tersebut. Perawatan kulit Koerx Gorjes adalah salah satu merek kosmetik yang bersaing di pasar ini. Untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dari perusahaan lain, perawatan kulit KOERX menggunakan metode pemasaran seperti menggunakan pendukung selebriti. Dengan citra merek sebagai variabel mediasi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari celebrity endorser terhadap keputusan pembelian. Dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS, pendekatan Partial Least Squares digunakan. Kami menggunakan metode Hair untuk menghitung ukuran sampel, dan kami menggunakan purposive sampling untuk melakukan pengambilan sampel. Kuesioner yang menggunakan skala Likert digunakan untuk pengumpulan data. Survei ini disebarkan secara online dengan menggunakan Google Formulir, yang dibagikan melalui saluran media sosial KOERX. Jumlah pasti orang yang membeli produk KOERX Gorjes di masa lalu tidak diketahui, tetapi mereka membentuk populasi dalam penelitian ini. Dua ratus sepuluh partisipan menjadi sampel penelitian ini. Kami menggunakan metode Hair untuk menentukan ukuran sampel, dan kami menggunakan pengambilan sampel yang disengaja. Menurut temuan penelitian ini, terdapat hubungan yang kuat antara celebrity endorser dan citra merek, yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan pembelian. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa celebrity endorser secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian melalui citra merek.
Peran Representasi Wanita dalam Dewan terhadap Keputusan Leverage pada Industri Maskulin di Indonesia
Caitlyn Naomi Chandra;
Luky Patricia Widianingsih;
Cliff Kohardinata Kohardinata
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 10 No. 3 (2026): Periode Juli 2026
Publisher : Politeknik Ganesha Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33395/owner.v10i3.3486
The development of corporate governance has increased attention toward gender diversity within corporate boards, particularly in masculine industries traditionally dominated by men. This study examines the effect of Women on board of directors and commissioners on leverage policy in Indonesian masculine industry companies during the 2023-2024 period. The population comprised 87 mineral and non-mineral energy sector companies listed on TradingView. After applying purposive sampling criteria, 161 firm-year observations were obtained from 87 companies over a two-year period, following the exclusion of 13 observations due to outlier problem. Secondary data were obtained from companies’ annual reports and a quantitative approach was employed using multiple linear regression analysis. ang was proxied by Debt to Equity Ratio (DER), while Return on Assets (ROA) and firm size were included as control variables. Result shows that female representation on the board of commissioners has a significant negative effect on DER with a significance level of 4.6%, indicating that female commissioners tend to encourage more prudent financing policies and lower debt utilization. In contrast, female representation on the board of directors does not significantly affect DER. In addition, ROA negatively influences DER, while firm size demonstrates a positive relationship with DER. These results suggest that the supervisory role of female commissioners contributes more effectively to conservative leverage decisions than the managerial role of female directors, thereby highlighting the importance of women commissioners in strengthening leverage policies within masculine industries in Indonesia.
The Influence of Capital Market Knowledge, Fundamental Analysis, Technical Analysis, and Locus of Control on Stock Investment Decisions Among Gen Z
Rena Novita;
Wiliam Santoso;
Cliff Kohardinata
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 10 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59188/eduvest.v5i10.51439
Generation Z has emerged as a significant force in capital markets, with their investment participation growing substantially in recent years. However, understanding the factors influencing their investment decisions remains limited, particularly in emerging markets such as Indonesia. This research aims to analyze the influence of capital market knowledge, fundamental analysis, technical analysis, and locus of control on stock investment decisions among Generation Z investors in Jambi Province, Indonesia. The study employed a quantitative approach using purposive sampling with 220 respondents aged 18–30 years who are active stock investors. Data were collected through online questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS 22. The results indicate that all three independent variables—fundamental analysis (β = 0.163, p < 0.05), technical analysis (β = 0.361, p < 0.05), and locus of control (β = 0.205, p < 0.05)—have significant and positive influences on investment decisions. Technical analysis demonstrates the strongest effect, followed by locus of control and fundamental analysis. These findings reveal that Generation Z's investment decisions are shaped by both analytical capabilities (fundamental and technical analysis) and psychological factors (locus of control). The research contributes to financial literacy development by providing insights for the Indonesia Stock Exchange and securities companies to design more effective educational programs tailored to Generation Z’s characteristics, ultimately promoting more informed and rational investment decision-making among young investors.
Financial Technology Peer to Peer dan Kredit Perbankan: Kompetisi atau Kolaborasi?
Stanley, Nicklaus;
Kohardinata, Cliff
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 9 No. 1 (2025): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v9i1.23918
Latar Belakang: Financial Technology Peer to Peer (Fintech P2P) merupakan salah satu inovasi sektor keuangan yang berkembang pesat sehingga berpotensi untuk mengganggu industri perbankan. Industri perbankan memiliki peran penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui perkembangan UMKM dari segi aspek pendanaan. Namun, industri perbankan cenderung memberikan kredit kepada non-UMKM atau perusahaan-perusahaan yang sudah mapan di pasar.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh outstanding P2P terhadap kredit perbankan UMKM dan non-UMKM di pulau Jawa dan di luar pulau Jawa.Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan regresi data panel dimana data sekunder yang digunakan diperoleh dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Januari 2022 hingga Desember 2022 untuk 33 provinsi di Indonesia dengan total 396 observasi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa outstanding P2P tidak berpengaruh signifikan terhadap kredit perbankan non-UMKM di pulau Jawa dan di luar pulau Jawa. Namun, outstanding P2P berpengaruh signifikan positif terhadap kredit perbankan UMKM di pulau Jawa dan di luar pulau Jawa. Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian sebelumnya terkait pinjaman P2P dan kredit perbankan menunjukkan hasil yang beragam sehingga penelitian ini menggunakan jumlah outstanding P2P sebagai variabel independen untuk mendapatkan bukti empiris terbaru.
Bridging The Gap: Peran Platform P2P Dalam Mengatasi Penjatahan Kredit bagi UMKM
Cliff Kohardinata
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.16251
Studi ini bertujuan untuk memperoleh hasil pengujian secara empiris mengenai tantangan yang dihadapi UMKM dalam memperoleh akses pendanaan, terdapat fenomena penjatahan kredit UMKM, serta potensi platform peer-to-peer (P2P) sebagai alternatif pembiayaan bagi UMKM untuk menghadapi penjatahan kredit. Melalui pendekatan Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM), penelitian ini secara empiris mengkaji efek mediasi kredit non-UMKM perbankan dan pinjaman P2P terhadap pengaruh dana pihak ketiga perbankan terhadap kredit UMKM perbankan. Temuan utama dari penelitian ini mengungkapkan bahwa perbankan berperan penting dalam menyalurkan dana pihak ketiga pada kredit UMKM perbankan, tetapi terdapat penjatahan kredit bagi UMKM yang terbukti dari semakin perbankan menyalurkan kredit pada non-UMKM, maka semakin rendah penyaluran kredit pada UMKM, dan sebaliknya. Namun, platform pinjaman P2P muncul sebagai alternatif yang terbukti secara empiris sebagai mediasi yang memfasilitasi aliran dana dari sumber pihak ketiga terhadap kredit UMKM, sehingga mengurangi dampak penjatahan kredit perbankan. Studi ini memberikan wawasan baru mengenai efek mediasi kredit non-UMKM dan pinjaman P2P dalam alokasi dana perbankan bagi debitur UMKM, serta menawarkan pemahaman yang lebih dalam tentang penjatahan kredit perbankan yang memengaruhi pembiayaan UMKM. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan implikasi yang berharga bagi pembuat kebijakan, lembaga keuangan, dan UMKM yang ingin menavigasi lanskap pembiayaan UMKM di Indonesia.
Digital Risk Culture and Cyber Resilience Advantage in Indonesian Data Center Providers: Firm Competitive Performance and the Moderating Effect of Organizational Risk Response Habit
Aditya Dyan Permadi;
Trianggoro Wiradinata;
Cliff Kohardinata
Inkubis : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2026): INKUBIS Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59261/inkubis.v8i1.149
Background: The rapid digitalization of critical infrastructure has increased exposure to cyber threats. While research on cybersecurity governance is growing, the mechanisms linking behavioral cybersecurity culture to sustained resilience, particularly in high-availability digital infrastructure like data centers, are underexplored. This study addresses this gap by exploring how Digital Risk Culture (DRC) drives Sustainable Cybersecurity Transformation (SCT) and generates Cyber Resilience Advantage (CRA), with Organizational Risk Response Habit (ORRH) as a boundary condition. Objective: The study investigates how DRC impacts CRA through SCT and examines the moderating role of ORRH. It uses Resource Advantage Theory to conceptualize DRC as behavioral capital, SCT as an orchestration mechanism aligned with the NIST Cybersecurity Framework, and CRA as a resilience-based outcome. Methods: A quantitative approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) tested the hypotheses with data from 125 cybersecurity decision-makers in Indonesian data centers. PLS-SEM was chosen for its predictive modeling capabilities and ability to handle interaction effects. Results: Findings show DRC significantly influences SCT (beta = 0.499, p < 0.001), and SCT strongly enhances CRA (beta = 0.735, p < 0.001). ORRH negatively moderates the DRC-SCT relationship (beta = -0.120), indicating that excessive routinization can weaken adaptive transformation. The model explains 30.5 percent of the variance in SCT and 54.0 percent in CRA. Conclusion: This study highlights that DRC strengthens SCT, which enhances CRA in Indonesian data centers. The non-significant moderating effect of ORRH suggests formal governance mechanisms may counter routine reactivity, offering insights for CIOs and risk managers in fostering resilience-oriented transformation.