p-Index From 2021 - 2026
4.478
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia Jurnal JSIKA Jurnal Art Nouveau Tanra : Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar ANDHARUPA E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Panggung Jurnal Sinergitas PkM & CSR Batoboh : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Budaya Nusantara Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN) JEKPEND Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Current : Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini Jurnal Studia Akuntansi dan Bisnis (The Indonesian Journal of Management & Accounting) Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK) INSPIREE: Indonesian Sport Innovation Review FOCUS: Journal of Social Studies Jurnal Sistem Informasi Universitas Dinamika Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Jurnal Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam LLDikti Wilayah 1 (JUMPA) Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Terob : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis (JDAB) Journal of Accounting Research, Organization and Economics (JAROE) Journal Research of Social Science, Economics, and Management Eduvest - Journal of Universal Studies Amkop Management Accounting Review (AMAR) Dharma Ekonomi International Journal of Trends in Accounting Research Journal of Civil Engineering, Planning, and Design (JCEPD) Cakrawala Ekonomi dan Keuangan Jurnal Sistem Informasi, Akuntansi dan Manajemen Panggung
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN FILM FIKSI BERGENRE ADVENTURE TENTANG KEPRIBADIAN INTROVERT BERJUDUL MERINDU SEPI Sudaryanto, Andi; Karsam, Karsam; Adrianto, Novan
Jurnal Art Nouveau Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Art Nouveau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam Tugas Akhir ini adalah menghasilkan Film Fiksi Bergenre Adventure Tentang Kepribadian Introvert Berjudul Merindu Sepi. TA ini akan menggambarkan ciri-ciri kepribadian Introvert, yang dilihat dari sudut pandang orang yang suka berpetualang. Hal ini semakin maraknya trend “solo traveling” atau gaya berpergian secara sendirian. Solo Traveling menjadi gaya hidup baru karena lebih efisien, sekaligus menjadi hal yang disukai orang-orang berkepribadian Introvert. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi literatur, observasi, dan studi eksisting. Dalam film ini akan ditampilkan alur cerita maju mundur. Film ini menampilkan cerita fiksi yang dipadukan dengan drama dan storytelling, serta film ini juga hanya menampilkan tokoh utama sebagai pusat perhatian. Sehingga sepanjang durasi film yang berlangsung sekitar 17 menit, penonton hanya akan difokuskan kepada tokoh utama. Dengan dibuatnya film pendek ini, diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat tentang kepribadian Introvert atau orang yang suka menyendiri dengan sudut pandang petualangan.
Perancangan Buku Komik Kuliner Surabaya Sebagai Upaya Melestarikan Kuliner Tradisional Shabrina, Mira; Karsam, Karsam; Yosep, Sigit Prayitno
Jurnal Art Nouveau Vol 5, No 2 (2016): Membuka Kesadaran Visual untuk Memecahkan Masalah Lingkungan, Budaya, dan Sosia
Publisher : Jurnal Art Nouveau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya, the capital of East Java province make Surabaya as center of business, education, industry, and trade. Many people from outside Surabaya like Madura, Madiun, Kertosono, Kediri, Gresik, Blitar, Ponorogo, and others who seek his fortune in the city of Surabaya, for example by selling food. So Surabaya has a diverse culinary variety. Unfortunately, the negative impact of globalization is such as the collapse of social institutions and the erosion of local culture. Traditions and local culture can become extinct slowly cause abandoned by their own people. This is certainly true for typical culinary Indonesia, which is part of the local culture. so  Therefore, this study aimed to create a culinary Surabaya comic book as an attempt to preserve traditional culinary. The design of this comic book using qualitative data collection methods, by interview, observation, documentation studies, literature, and existing studies are very important to define the concept design study. From the analysis of these data, the theme of the design concept obtained is Friendly. The concept was used for most of the design theme of the comic book, both of the characters, the plot, the color chosen, and so forth. Efforts to interest young people in reading this comic book one with a comic fullcolour more interesting than comic books culinary existing ones, using the drawing style of manga that is familiar among adolescents in the hope the comic book medium can be a medium that can preserve traditional cuisine and attract teenagers to the local culture.Kata Kunci: Buku, Komik, Kuliner, Surabaya, Kuliner Tradisional
Aplikasi Mobile Pengenalan Kebudayaan Indonesia Berbasis Android Cahyadisaputro, Barma; Sutanto, Teguh; Karsam, Karsam
Jurnal Sistem Informasi dan Komputerisasi Akuntansi (JSIKA) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Universitas Dinamika (JSIKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.407 KB)

Abstract

Existing conditions, introduction of information media culture generally use the book, where in it contains names and images of culture and culture is not explicitly about the description of the culture, so that the user understands a little less on the diversity of Indonesian culture. As more and more Android-based smartphone users, it can be used to help introduce Indonesian culture by developing Android based applications. This application is designed to convey information such as name, picture, and description of the traditional house, traditional clothing, traditional dances, musical instruments and traditional weapons area. On the application displays cultural features, these features cultural displays one of five categories of culture, then features the logo of the 33 provinces, this display features 5 categories of culture from one province. Another feature is the search, the user can input the keywords of the culture in this feature. With the construction of the introduction of mobile applications based on android Indonesian culture, can help introduce and visualize the community, especially the students in the study of diverse cultures such as traditional houses, traditional clothing, traditional dances, musical instruments and traditional weapons area of 33 provinces in Indonesia. Where the 24 respondents have high enthusiasm for this application and 6 respondents had low enthusiasm.
Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Penguatan Pemasaran UKM Batik Jombang Melalui Kegiatan PPPUD Nugroho Mardi Wibowo; Yuyun Widiastuti; Siswadi Siswadi; Karsam Karsam
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.4292

Abstract

Batik merupakan salah satu produk berakar dari warisan budaya bangsa Indonesia dan menjadi salah satu produk fashion yang memiliki prospek bisnis menjanjikan. Tidak heran jika banyak daerah di Indonesia mulai mengembangkan motif batik sesuai dengan ciri khas daerah. Jombang salah satu dari sekian banyak kabupaten yang pemerintah daerah mendukung pengembangan produk batik. Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Peraturan Bupati menetapkan Batik Jombang sebagai salah satu produk unggulan daerah. Adapun mitra dalam kegiatan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) ini adalah Batik Tulis New Colet yang berlokasi di Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain kapasitas produksi tidak dapat memenuhi permintaan pasar, produk kurang bermutu dan motif kurang bervariatif, serta segmen pasar masih terbatas pada wilayah Jombang dan sekitar. Tujuan program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi.Kedua, meningkatkan variasi motif dan kualitas produk batik. Ketiga, memperluas segmen pasar. Adapun metode yang digunakan yaitu, pertama difusi iptek melalui pembuatan dan penerapan mesin pelorod kain batik serta pendampingan pengoperasioan mesin pelorod. Kedua, pelatihan dan pendampingan pengembangan motif dan pewarnaan batik. Ketiga, pembuatan dan pemakaian website sebagai media promosi serta pengikutsertaan UKM pada pameran. Kempat, pendampingan dalam perumusan harga. Hasil yang didapat dari pelaksanaan PPPUD ini adalah pertama, kapasitas produksi meningkat sebesar 20%. Kedua, variasi motif dan kualitas produk batik meningkat. Ada 2 motif batik sudah mendapatkan hak cipta. Ketiga, ada tambahan 2 (dua) segmen pasar baru.
PEMBERDAYAAN UKM BATIK MELALUI PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL: UPAYA MEMBANGUN BRAND IMAGE BATIK JOMBANG [EMPOWERMENT OF BATIK SMEs THROUGH DEVELOPMENT OF LOCAL WISDOM BASED MOTIF DESIGN: EFFORTS TO BUILD BRAND IMAGE OF BATIK JOMBANG] Nugroho Mardi Wibowo; Karsam Karsam; Yuyun Widiastuti; Siswadi Siswadi
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 1 (2019): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At present, every region in Indonesia is competing to develop batik in accordance with the local characteristics of their respective regions. One area that has recently developed batik is Jombang Regency. Based on the Roadmap for Strengthening Regional Innovation Systems, Batik Jombang is set as one of the regional superior products. But until now, the batik motifs developed have not described Jombang's local wisdom. We conduct community service of the Regional Superior Product Development Program (PPPUD) in Jatipelem Village, Diwek District, Jombang Regency. The purpose of this program is to improve the quality of products through the development of batik designs based on Jombang’s local wisdom. Second, expanding market segments, not only in Jombang but also in other regions including outside of East Java Province. The method is training in developing batik motifs based on Jombang’s local wisdom, mentoring, monitoring and evaluation. Secondly, assistance is related to promotion strategies and involving SMEs in a national-level exhibition. This program has produced two new batik motifs based on local wisdom, namely “Jombang Beragam” and “Kopi Excelsa”. Second, SMEs already understand and are able to implement promotional strategies in running their business. Third, there is the addition of two new market segments.
Pelestarian Dan Ekspansi Pasar Batik Tulis Gedhog Tuban Di Era Globalisasi Karsam .
Jurnal Budaya Nusantara Vol 1 No 1 (2014): BUDAYA ADILUHUNG
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/b.nusantara.vol1.no1.a283

Abstract

Batik Gedhog is a traditional batik in the District Kerek, Tuban. Fabric of batik gedhog has a rough surface because it is made by hand. Motif batik gedhogtends to follow the flow pat-terned geometric rough cloth. Seeing by this condition, the authors worrybatik gedhog will be expire ev- erlasting. On the basis of this research was conducted by reviewing about, first, how the traditional batik ‘batik gedhog Tuban, both how business should be done to preserve the traditional batik Tuban , namely Batik Gedhog in this era of globalization and to address mar-ket expansion. Objectives is to find strategies or ways for traditional batik preservation, namely batik gedhog Tuban in the present and the future , so batik gedhog Tuban can enterthe market competition in today’s global economy era. To answer these problems the authors conducted research using qualitative descriptive methods. Several attempts to preserve batik gedhog Tuban is to improve the quality of fabric, pattern in the current era motif now, promo-tion, exhibition and increase brand emage. This study is expectedto be useful for the readers and the batik gedhog markers Tuban.
TANTANGAN DALAM PENCIPTAAN SENI RUPA TRADISI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Karsam .
Jurnal Budaya Nusantara Vol 2 No 2 (2019): NUSANTARA & TEKNOLOGI
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/b.nusantara.vol2.no2.a1971

Abstract

The industrial revolution 4.0 was an era where all aspects were made, carried out, carried out with tools and facilities that were all modern including the creation of traditional art. The order of human behavior in work that cannot keep up with changes in the digital age will be marginalized. This condition can marginalize and even destroy the existence of traditional art.This research was carried out by using qualitative method in which data are obained from observation, literature review and direct practice in the field, where the author is the actor of the creation of traditional art.The purpose of this study is to preserve and preserve the existence of traditional fine art on this earth, so the creators (Artists, Masters, Kriyawan, Craftsmen, etc.) must be able to use media, tools, materials, facilities that develop in this time. The author hopes that this research can benefit readers, researchers, reviewers and traditional art actors to continue working in this era of industrial revolution 4.0 without abandoning traditional artistic values.
Penciptaan Keunggulan Bersaing Ukm Batik Melalui Penerapan Teknologi Pengering Batik Dan Digital Marketing Nugroho Mardi Wibowo; Karsam Karsam; Yuyun Widiastuti; Siswadi Siswadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.471 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.759

Abstract

Beberapa permasalahan UKM termasuk UKM Batik antara lain proses produksi masih menggunakan cara-cara tradisional dan keterbatasan dalam memasarkan produknya. Berangkat permasalahan tersebut kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat Program Pengembanganan Produk Unggulan Daerah pada mitra “Batik New Colet”, Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kebupaten Jombang. Persoalan yang muncul pada setiap tahunnya terutama musim penghujuan adalah proses penjemuran memerlukan waktu lama bahkan tidak bisa kering karena hujan atau cuaca mendung dalam sehari. Kondisi ini akan memperlambat proses produksi dan menurunkan kualitas produk karena hasil pewarnaan berubah karena proses pengeringan tidak sempurna. Pada sisi pemasaran produk, mitra juga mengalami kendala karena hanya mengandalkan cara getok tular sehingga saat pandemi Covid-19, penjualan merosot tajam. Tujuan program ini adalah meningkatkan dan menjaga konsistensi kapasitas produksi serta mengurangi produk cacat pada proses pengeringan. Kedua, memperluas wilayah pemasaran serta mengembalikan dan meningkatkan trend penjualan seperti saat sebelum pandemi Covid-19. Metode program ini adalah perancangan dan pembuatan rumah oven batik, pelatihan dan pendampingan penggunaan rumah oven batik. Kedua, pelatihan dan pendampingan strategi pemasaran berbasis digital marketing. Program ini menghasilkan: 1) waktu proses pengeringan kain batik menjadi enam kali lebih cepat dan kapasitas produksi meningkat 22,25%; 2) produk tidak cacat meningkat menjadi 98%; 3)penjualan meningkat sebesar 14,66% dibanding tahun sebelumnya.
DEFERENSIASI BATIK MELALUI DESAIN KONTEMPORER BERBASIS ICON LOKAL DAN PENGUATAN MANAJEMEN MUTU Nugroho Mardi Wibowo; Yuyun Widiastuti; Siswadi Siswadi; Karsam Karsam
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.884 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1367

Abstract

Desa Jatipelem Kecamatan Diwek adalah salah satu sentra kerajinan batik di Jombang. Banyak pengrajin sudah mengembangkan motif, namun motif yang dikembangkan hanya terbatas. Desain motif belum mengakomodir selera pasar saat ini terutama segmen masyarakat modern dan anak muda yang berorientasi pada motif batik kontemporer. Permasalahan yang lain adalah masih dijumpai banyaknya produk batik yang cacat karena proses produksi tidak berorientasi pada pengendalian mutu. Pada masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini, UKM batik merasa kesulitan untuk meningkatkan penjualannya. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan omset dan mutu produk melalui pengembangan motif batik kontemporer berbasis icon lokal Jombang serta penguatan manajemen mutu. Adapun metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan brainstorming dengan UKM batik sebagai mitra. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan, sampai dengan akhir tahun 2020 mitra berhasil meningkatkan penjualan sebesar 8% walaupun masih kondisi pandemi Covid-19. Produk mitra yang cacat mengalami penurunan sampai dengan 2%. Dampak kegiatan pengabdian ini adalah mitra dapat memproduksi secara berkelanjutan dan tetap dapat meningkatkan daya saing serta menyejaterahkan masyarakat sekitar pada saat pandemi Covid-19.
Baking Soda as A Fixation of Remasol is an Effective Method for Colouring Batik to Be Combined eith Other Types of Colours Karsam Karsam
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 1, No 1 (2022): Journal of Civil Engineering Planning and Design
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2022.v1i1.3052

Abstract

Batik dyes are made from natural dyes and chemical dyes (rapid, indigosol, naptol, and remasol). Each batik dye requires a fixation material according to the type of colour used. Remasol colour (vinyl sulfone) is one type of reactive colour whose use is the most suitable to smear. Fixation of Remasol colour is using waterglass/sodium (Na2SiO3). Waterglass has a liquid nature, although it hardens easily after being exposed to the sun, it melts quickly when it contacts with water. Therefore, Remasol with waterglass fixation is not suitable when it is used with other colour combinations. For instance, it is combined with naptol. To produce a suitable combination, it is necessary to use baking soda [sodium bicarbonate (NaHCO3)] as a fixation of remasol. In this study, it is explained about the method of baking soda as a fixation of remasol as a baik dye combined with other types of colours. The result of this research is that baking soda as a fixation of remasol requires a ratio 1 : 1 (1 gram of baking soda : 1 gram of remasol). To produce a colour that matches the quidelines, after being applied, 72 hours of drying is required, after that it is blocked (covered with hot wax). This method can be used to colour batik with the dip dye technique which can be combined with naptol, rapid, and indigosol colours. The result of this study is expected to increase the number of colour variations in one sheet of cloth. For example, one sheet of cloth can use naptol, rapid, and indigosol. Because naptol, rapid, and indigosol have different colours, for example, naptol, rapid, and indigosol do not have turquoise blue. Turquoise only exists in remasol, and vise versa. The shortcoming in this research is that the experimental method carried out is still simple and has not used detailed laboratory test.
Co-Authors Abbas, Yeni Elfiza Abdullah Khoir Riqqoh Achmad Yanu Aliffianto Ade Rahmat, Ade Adrianto, Novan Agustin, Dinni Ahmadun, Ahmadun Al-Hakim, Rosyid Alvin, Arya Alam Apriliani, Ika Mega Basyiruddin Nur Bramantijo Bramantijo Budiandru, Budiandru Cahyadisaputro, Barma Cahyadisaputro, Barma Chandra, Cynthia Joanna Darmawanto, Darmawanto Darwin Yuwono Riyanto, Darwin Yuwono Delpiero Siringoringo, Zefanya Ieremia Dewi, Susana Dhika Yuan Yurisma Dinda Masfufah Hasyl Dr. Solihin, Ak.,M.Si.,CA , Dr. Solihin, Ak.,M.Si.,CA Fadilah, Ulil Fenty Fahminnansih, Fenty Firdaus, Gitra Dana Hardman Budiardjo, Hardman Hastuti Indra Sari Hernandi Sukmana Putra, Hernandi Sukmana Hidayah, Hexa Hudin, Norlaile Salleh In Mamal Siin Fara Dewinta Pramanda Khusnul Imad Ksp, Agnes Kurniawan, Eko Pramudya Kusumawardhani, Devi Lanu, Vero Lanu, Veronika M. Fathon M.Sholihah, Siti Mahardika Prasetya Marliana, Thika Matahari, Aneshar Nadira Diona Maya Sova Muh Bahruddin Muhammad Suhairi, Muhammad Noor, Basyiruddin Novan Andrianto Nugroho Mardi Wibowo Nur, Basyirudin Pamungkas, Moch. Haqi Putri aisyha Putri, Agnes Karunia Samesta Putri, Esa R. C. Putro, Dian Permana Rahmadia, Ayu Rahmani, Aam Rainanto, Bambang Hengky Ronald Jeremias Mukin Ruslim, Gunawan Sabar Napitupulu Safrudin Safrudin Sasmita, Djenni Sasmita, Jenny Setiawan, Feri Shabrina, Mira Shasdia, Abadillah Rachmat Sigit Prayitno Yosep Silva, Guilhermino da Siswadi Siswadi SISWADI SISWADI Solihin Solihin Sri Yulianti Stefanus Ariyanto, Stefanus Sudaryanto, Andi Suhartono, Edy Surya Dharma, Anak Agung Gede Syafrudin Syafrudin Tedja, Bambang Teguh Sutanto Thomas Hanandry Dewanto Totok Priyoleksono trilaksono, yunanto Tuahuns, Rizky Machmud Adi Pratama Ulil Fadilah Yunanto Tri Laksono, Yunanto Tri Yuyun Widiastuti Zulmita, Zulmita