Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KEBERLANJUTAN “KEJUNG SAMUDRA” DALAM PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA MANGROVE DI PANCER CENGKRONG DAN DAMAS, PANTAI PRIGI, TRENGGALEK Edi Susilo; Pudji Purwanti; Reski Agung Lestariadi
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2015): JUNI 2015
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2091.475 KB) | DOI: 10.15578/jksekp.v5i1.1034

Abstract

Pada awalnya di Teluk Prigi terdapat enam lokasi hutan mangrove, yaitu di Karanggongso,Pancer Ledong, Ngemplak, Pancer Cengkrong, Pancer Bang dan Ngrumpukan. Saat ini tinggal ada tigalokasi saja, yaitu tiga terakhir yang disebutkan. Cofish Project telah meletakkan pondasi pengelolaansumberdaya perikanan di Teluk Prigi. Tujuan riset adalah (1) mendeskripsikan Kelembagaan KejungSamudra dalam melakukan pengelolaan dan pemfaatan sumberdaya mangrove, (2) mengidentifikasikelembagaan lain yang memberikan ancaman atau dukungan terhadap eksistensi Kejung Samudra.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan sampel dipilih secara purposive, melakukanpengamatan lapang dan menggunakan Focus Group Discussion. Kesimpulan riset adalah sebagaiberikut: (1) dari analisis kelembagaan berdasarkan TURF, masalah internal Kejung Samudra adalahbelum adanya kejelasan tentang distribusi pendapatan. (2) Karena Pancer Cengkrong menjadi lokasiwisata maka menjadi “perebutan” beberapa kelembagaan yang ingin memperoleh distribusi pendapatan.(3) Kelembagaan LMDH Argo Lestari dan Perhutani mempunyai peluang untuk memperkuat ataumemperlemah eksistensi Kejung Samudra.Title: Sustainability “Kejung Samudra” in Management and Resource Usein Pancer Cengkrong Mangrove and Damas, Prigi Coast, TrenggalekAt first there were six mangrove forest locations in the Prigi Bay, namely in Karanggongso,Pancer Ledong, Ngemplak, Pancer Cengkrong, Pancer Bang and Ngrumpukan. Currently living thereare three locations, the last three mentioned. Cofish Project has laid the foundation of the fisheriesresources management in that place. The purpose of the research is to (1) describe the institutional ofKejung Samudra to management and utilization of mangrove resources, (2) identify other institutionalgiving threats or support for the existence of the Kejung Samudra. The research method used wasqualitative with the sample were selected purposively, conducting field observations and using focusgroup discussion. The conclusions of research are: (1) from the institutional analysis based on TURF,internal problems Kejung Samudra is the lack of clarity about the distribution of income. (2) BecausePancer Cengkrong become a tourist sites then become a “scramble” some institutions who wish toobtain the distribution of income. (3) LMDH Argo Lestari and Forestry department have the opportunityto strengthen or weaken the existence of the Kejung Samudra.
Komoditas Unggulan Ikan Air Tawar Pulau Kalimantan Mochammad Fattah; Pudji Purwanti; Edi Susilo; Tiwi Nurjannati Utami; Dwi Sofiati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.8

Abstract

Pulau Kalimantan merupakan pulau terbesar kedua di Indonesia yang mempunyai lima provinsi dengan 56 kabupaten/ kota. Produksi perikanan khususnya ikan air tawar mencapai 249.393 ton. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis komoditas unggulan dan kontibusi ikan air tawar dari Pulau Kalimantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research dengan menggunakan data sekunder dari BPS tahun 2021. Analisis data dalam penelitian ini adalah Location Quotient dan kontribusi. Jenis komoditas utama ikan air tawar yang diproduksi adalah gurame, patin, lele, nila dan ikan mas. Komoditas ikan lele merupakan ikan yang menghasilkan nilai LQ lebih besar pada 37 lokasi dan mendominasi dari komoditas sejenis. Wilayah yang berpotensi untuk dilakukan pengembangan ikan lele adalah Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat. Namun, secara keseluruhan komoditas air tawar yang memberikan kontribusi nilai produksi tertinggi adalah Kalimantan Tengah senilai Rp.2.091 milyar atau 5,71% dari nilai produksi sector perikanan pulau Kalimantan.
Tipologi Ekonomi Dan Daya Saing Sektor Perikanan Provinsi Jawa Timur Dwi Sofiati; Mochammad Fattah; Pudji Purwanti; Asyifa Anandya; Diana Aisyah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 2 (2022): JFMR VOL 6 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.1

Abstract

Industri pertanian, kehutanan dan perikanan Provinsi Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar pada posisi urutan ketiga sebesar 12,36% sedangkan sektor perikanan memberikan kontribusi sebesar 2,43%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tipologi ekonomi dan daya saing sektor perikanan Provinsi Jawa Timur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tipologi Klassen dan relative comparative advantage (RCA). Tipologi ekonomi sektor perikanan Provinsi Jawa Timur menghasilkan laju pertumbuhan sebesar 2,42% dan kontribusi sebesar 2,43% menunjukkan bahwa sektor perikanan tergolong industri berkembang. Namun, nilai tersebut mendekati persentase kontribusi Indonesia sebesar 2,63% sehingga mempunyai peluang tergolong industri prima. Ekspor ikan dan udang menghasilkan nilai rata-rata RCA mulai tahun 2014-2021 sebesar 2,1 maka Provinsi Jawa Timur mempunyai daya saing terhadap Provinsi yang lain
Food Security of Small-Scale Fishermen's Households in Prigi Bay, Trenggalek Regency Pudji Purwanti; Mochammad Fattah; Agus Dwi Sulistyono
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 10, No 2 (2023): ECSOFiM April 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2023.010.02.07

Abstract

The dependence of fishermen on obtaining income during the fishing season can cause problems in fulfilling food needs. Therefore, this study aims to analyze the food security of small-scale fishermen's households. The sampling technique was a purposive sampling of 75 small-scale fishing households. The data analysis used was Jonsson and Toole's analysis of food expenditure, energy adequacy and food security. The results showed when it is not fish season or moderate season, some fishing households do productive activities outside of fishing, such as cultivating forest land belonging to the Indonesian Forestry Minister, becoming marine tour guides, and having livestock and a working wife. As a result, household income can meet basic food and non-food expenditures. The average level of energy consumption is 2,772.8 kcal/capita/day, and the average protein consumption is 177.8 grams/capita/day. The calories from grains or rice reach 780 kcal/capita/day, and the highest protein source comes from fish getting 140.7 grams/capita/day. All fisherman household respondents have a proportion of expenditure for food consumption less than sixty per cent and a gonad maturity level of more than eighty per cent. This value indicates that all small-scale fishing households are food insecure. The existence of activities outside of catching fish diversifies business in the household, enabling fishing households to meet the basic needs of food and non-food and food security.
Evaluasi Profit dan Kelayakan Finansial Budidaya Pembesaran Ikan Lele Menggunakan Pakan Pelet pada Pokdakan Mina Tanjung Makmur Kabupaten Tulungagung Susadiana Susadiana; Mochammad Fattah; Pudji Purwanti; Dwi Sofiati; Asyifa Anandya; Diana Aisyah
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 7 No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2023.Vol.7.No.2.299

Abstract

Catfish is an edible fish which is one of the leading commodity in Indonesia. The development of catfish farming techniques is used to meet market demand. The aims of this study are to analyze the profit and feasibility of pellet feeding on catfish farming. Data analysis in this study uses R/C, BEP, revenue, rentability, NPV, B/C, IRR and PBP. Pellet feeding on catfish farming uses concrete ponds, tarpaulin and soil, while it reached 90% for the survival rate. Catfish farming with pellet feeding showed profitable and feasible as it obtained the R/C value of 1.40; BEP of IDR 37,413,242; BEPq of 691 Kg; revenue of IDR 89,505,700; rentability of 40%; NPV of IDR 225,827,167.31; B/C of 1.81; IRR of 29.6% and PBP of 3.13. Farmers can increase their profit through developing the most efficient fish farming techniques for their own to produce the catfish.
Revenue Cost Analysis Pada Usaha Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang Sebagai Evaluasi Profit Dt. Farm Group Jawa Barat Mochammad Fattah; Pudji Purwanti; Dwi Sofiati; Fajar Imam Prasojo; Asyifa Anandya; Diana Aisyah
Jurnal Agriuma Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Agriuma Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agri.v5i2.9305

Abstract

Ikan konsumsi air tawar utama di Indonesia yang dibudidayakan adalah gurame, patin, nila dan lele. Peningkatan perrmintaan ikan lele, maka membutuhkan pasokan benih ikan lele. Salah satu jenis ikan lele yang unggul dikembangan BBPBAT Sukabumi tahun 2004 adalah sangkuriang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis revenue cost sebagai evaluasi profit usaha pembenihan DT Farm Group. Analsis yang digunakan adalah analisis revenue cost (R/C, BEP, Profit dan Rentabilitas. Proses produksi pembenihan ikan lele sangkuriang memiliki lima tahap, yaitu persiapan kolam, pemilihan induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva. Rata-rata Survival Rate (SR) atau kelangsungan hidup larva sebesar 97%. DT Farm Group menggunakan usaha pembenihan secara alami selama satu tahun (5 siklus) menghasilkan nilai R/C sebesar 2,05, nilai BEP unit dari 7 jenis ukuran produk sebanyak 529.402 ekor dan nilai BEP sales sebesar Rp 154.471.262, keuntungan senilai Rp 172.524.014, dan rentabilitas usaha sebesar 105,15% sehingga usaha pembenihan ikan lele DT Farm Group dinyatakan menguntungkan karena menghasilkan nilai diatas parameter analisis revenue cost. Pembudidaya dapat mengembangkan teknis pembenihan secara buatan agar menghasilkan produksi secara optimal.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Lele Menjadi Bakso dalam Mewujudkan Pengolahan Pangan Berbasis Zero Waste Asyifa Anandya; Pudji Purwanti; Ahmad Khoirul Umam; Dwi Sofiati; Mochammad Fattah; Lurian Nurnuha; Nadhifatul Khumai Rotuz Zahroh; Dewi Nurhamidatul Hasanah; Fasmadhio Bintang Satryawan; Suryadi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.6619

Abstract

Tingginya kandungan gizi dalam ikan lele menjadikannya sebagai salah satu bahan utama produk olahan perikanan, contohnya abon lele. Permasalahan yang timbul pada mitra Poklahsar Bankid Sejahtera adalah limbah ikan lele dari hasil produksi abon berupa tulang ikan yang belum dimanfaatkan dengan baik dan ketidakmampuan mitra mengolah tulang ikan lele. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan limbah tulang lele menjadi produk olahan bakso ikan. Pelatihan yang dilaksanakan kepada kelompok mitra adalah metode Direct Communication yaitu secara langsung bertatap muka dan berdialog dengan kelompok/masyarakat atau keluarganya. Pelaksanaan pelatihan mengedepankan prinsip persuasif, edukatif, komunikatif, dan akomodatif. Hasil dari pengabdian ini adalah mitra mampu mengolah limbah  tulang ikan lele menjadi produk berupa bakso ikan lele  yang memiliki kandungan tinggi kalsium dan fosfor. Pada akhir kegiatan, pelatihan pembuatan label dan kemasan produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdampak kepada peningkatan rasa percaya diri mitra dalam persiapan untuk memasarkan produk.
Tipologi Ekonomi Dan Daya Saing Sektor Perikanan Provinsi Jawa Timur Sofiati, Dwi; Fattah, Mochammad; Purwanti, Pudji; Anandya, Asyifa; Aisyah, Diana
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 2 (2022): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.1

Abstract

Industri pertanian, kehutanan dan perikanan Provinsi Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar pada posisi urutan ketiga sebesar 12,36% sedangkan sektor perikanan memberikan kontribusi sebesar 2,43%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tipologi ekonomi dan daya saing sektor perikanan Provinsi Jawa Timur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tipologi Klassen dan relative comparative advantage (RCA). Tipologi ekonomi sektor perikanan Provinsi Jawa Timur menghasilkan laju pertumbuhan sebesar 2,42% dan kontribusi sebesar 2,43% menunjukkan bahwa sektor perikanan tergolong industri berkembang. Namun, nilai tersebut mendekati persentase kontribusi Indonesia sebesar 2,63% sehingga mempunyai peluang tergolong industri prima. Ekspor ikan dan udang menghasilkan nilai rata-rata RCA mulai tahun 2014-2021 sebesar 2,1 maka Provinsi Jawa Timur mempunyai daya saing terhadap Provinsi yang lain
IMPLEMENTASI WEB CRAWLING UNTUK MENGUMPULKAN TWEETS TERKAIT PRODUK PERIKANAN OLAHAN YANG DIMINATI MASYARAKAT: IMPLEMENTATION OF WEB CRAWLING TO COLLECT POPULAR TWEETS ABOUT PROCESSED FISHERY PRODUCTS Wardani, Niken Hendrakusma; Edi Susilo; Pudji Purwanti; Agus Dwi Sulistyono; Dicky Wijanarko
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 2 (2023): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.02.3

Abstract

Saat ini penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran banyak dilakukan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk perikanan. Penggunaan teknologi informasi yang optimal dapat meningkatkan akses pasar untuk promosi digital. Salah satu cara memprediksi produk yang diminati adalah dengan mengetahui produk perikanan olahan yang banyak diperbincangkan pada media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data produk perikanan olahan yang popular di sosial media Twitter dengan kata kunci ikan. Pengambilan data opini masyarakat menggunakan teknik web crawling melalui Application Programming Interface (API) Twitter yaitu melakukan pencarian data tweets (kicauan) sesuai kata kunci. Selanjutnya metode pre-processing text mining digunakan mengolah data kicauan yang telah didapat dari media sosial twitter. Hasil distribusi frekuensi menunjukkan bahwa kemunculan kata terkait ikan terbanyak yaitu sambel (338 kata), sambal (330 kata), kerupuk (167 kata), krupuk (147 kata), tepung (136 kata), dan minyak (102 kata). Rekomendasi yang diberikan untuk promosi melalui Twitter adalah pihak pemasaran bisa menambahkan kata yang hampir mirip ketika mempromosikan produk misalnya sambal dengan sambel disebutkan bersamaan dalam satu tweet. Penggunaan kata yang sesuai ini terkait branding produk pada pemasaran online yaitu bagaimana penjual membangun citra kepada konsumen agar produknya dikenal masyarakat dengan memperhatikan penggunaan kata kunci produk olahan perikanan yang sering dibahas di Twitter.   Currently, the use of social media as a marketing tool is carried out by Small and Medium-sized enterprises (SMEs) to promote fishery products. Optimal use of information technology can increase market for digital promotion. The products are the most talked means consumers are more interested. This study provides insight of processed fishery product that is popular on Twitter. Collecting public opinion data using a web crawling technique through the Twitter API, which is search for tweets using fish as a keyword. Furthermore, the pre-processing text mining method used to process the tweets that has been obtained from the Twitter. The distribution results shows that the most occurrences of words that relate to fish are sambel (338 words), sambal (330 words), kerupuk (167 words), krupuk (147 words), tepung (136 words), and minyak (102 words). Recommendation for promotion through Twitter is seller can add words that are almost similar when promote their products, such as sambal with sambel together in one tweet. The use of this appropriate word is related to product branding in e-marketing. It is means that the product is known to the public by use of fishery product keywords that are often discussed on Twitter.
PERILAKU EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN PURSE SEINE DAN TINGKAT KESEJAHTERAANNYA DI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO: ECONOMIC BEHAVIOR OF PURSE SEINE FISHERMEN'S HOUSEHOLDS AND THEIR WELFARE LEVEL IN PANARUKAN DISTRICT, SITUBONDO REGENCY Purwanti, Pudji; Mochammad Fattah; Yulia Sekar Suminar; Dwi Sofiati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 1 (2023): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.01.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk perilaku ekonomi rumah tangga nelayan purse seine, baik juragan dan anak buah kapalnya dalam kegiatan melaut dan aktifitas ekonomi lainnya saat tidak musim ikan. Dari perilaku ekonomi rumah tangga yang terdiri dari kegiatan produktif baik kegiatan perikanan maupun kegiatan non perikanan, pendapatan rumah tangga dan pengeluaran pokok tersebut, dilanjutkan dengan pengukuran tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan purse seine. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Pengambilan sample secara purposive sampling, dengan jumlah respoden terpilih sebanyak 13 nelayan juragan dan 41 nelayan ABK. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung keuntungan alat tangkap purse seine. Analisis tikngkat kesejahteraan menggunakan ukuran tingkar kesejahteraan BPS 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku produksi melaut, dalam satu trip melaut nelayan purse seine menghabiskan waktu selama 4-5 hari, atau 4 hingga 5 trip dalam sebulan saat musim puncak. rata – rata nelayan melaut pada musim puncak adalah sebanyak 164 Hari Orang Kerja (HOK). Sedangkan pada musim sedang nelayan purse seine melakukan penangkapan ikan dengan rata – rata waktu yang dibutuhkan pada musim sedang adalah 40 – 50 jam per minggu nya selama 3 bulan. Kegiatan produktif penangkapan ikan dilakukan selama 15 – 22 hari dengan 3 -4 trip. Jenis ikan yang ditangkap antara lain layur, tongkol, tengiri dan ikan teri. Saat musim sedang rata-rata melaut 4 hingga 5 kali dalam seminggu. Hasil tangkapan saat musim sedang adalah cumi cumi dan gurita. Saat tidak musim ikan, beberapa nelayan melakukan kegiatan non perikanan, Dari hasil produksi melaut dan non perikanan rumah tangga mampu memenuhi kebutuhan pokok pangan dan kebutuhan pokok non pangan. Bahkan beberapa responden masih bisa menyisakan pendapatan untuk menabung. Tingkat kesejahteraan nelayan juragan berdasarkan kriteria indikator kesejahteraan Biro Pusat Statistik(BPS) tahun 2014 menunjukkan bahwa rumah tangga nelayan juragan termasuk kategori keluarga sejahtera. Terdapat 6 rumah tangga nelayan buruh yang belum sejahtera.   This study aims to determine the economic behavior of purse seine fisherman’s households, both skipper and crew in fishing activities and other economic activities during non-fishing season. The economic behavior of the household consists of productive activities (fishery and non-fishing activities), household income and basic expenditures, also followed by measuring the welfare level of purse seine fishermen’s households. The results showed that the behavior of fishing production, in one fishing trip, purse seine fishermen spend 4-5 days, or 4 to 5 trips a month during peak season. The average number of fishermen in the peak season fishing is 164 HOK, while the average in the middle season of purse seine fishermen is 40-50 hours per week for 3 months. Productive fishing activities was carried out for 15 – 22 days with 3-4 trips. Types of fish caught include layur, tuna, mackerel and anchovies. During the season, the average is 4 to 5 times a week. The catch during the middle season is squid and octopus and when non-fishing season, fishermen did farming activities. There are only 4 respondents still do fishing activities even though it is not fish season. From the results of fishing and farming, households are able to meet basic food and non-food needs. Even some respondents can still leave income to save. The welfare level of small-scale fishermen based on the 2014 BPS welfare indicator criteria shows that small-scale fishing households in Karanggandu Village are categorized as prosperous families.
Co-Authors Agus Dwi Sulistyono Agus Dwi Sulistyono Agus Tjahjono Ahmad Khoirul Umam Ahmad Khoirul Umam Ahmad, Mirza Gulam Aisyah, Diana Anandya, Asyifa Asyifa Anandya Asyifa Anandya Asyifa Anandya Asyifa Anandya Asyifa Anandya Candra Adi Intyas Candra Adi Intyas, Candra Adi Dewi Nurhamidatul Hasanah Diana Aisyah Diana Aisyah Dicky Wijanarko Dwi Bagus Ramdhan Dwi Setijawati Dwi Sofiati Dwi Sofiati Dwi Sofiati Dwi sofiati Edi - Susilo Edi Susilo Ega Azzahra Erlinda Indrayani Fadhilah, Dinda Rizkina Fadillah, Faizah Ajeng Fajar Imam Prasojo Fasmadhio Bintang Satryawan Fuad, Mochamad Arif Zainul Harsuko Riniwati Hentya Dian Noviana Hidayati, Nurin Ilma Fadhilatul Aulia Intyas, Candra Ledhyane Ika Harlyan Lestariadi, Riski Agung Luchman Hakim Lurian Nurnuha M. Zulkarnain Maftuch Masdian, Nuril Haq Bilqishima Maulana, Fariz Indra Mimit - Primyastanto Mochammad Fattah Mochammad Fattah Mochammad Fattah Mochammad Fattah Mochammad Fattah, Mochammad Nadhifatul Khumai Rotuz Zahroh Nadia Ma’rifatul Mahbubah Niken Hendrakusma Wardani Nugroho, Gama Dian Prasetio, Rachmat Ramadhan Putra, Valeryan Ramana Rahmanissa, Aulia Intan Rahmawati, Andira Reski Agung Lestariadi Rezky Aditya Nugraha Rifaldo, Ismail Sebastian Riski Agung Lestariadi Saiful Rachman Sandra Regina Aisyah Sariffudin Sariffudin Siahaan, Novita Sari Simatupang, Lovely Tzuchi Ester Soemarno Soemarno Sofiati, Dwi Subianto, Yosua Juliano Suryadi Susadiana Susadiana Susadiana Tambunan, Jeny Ernawati Teguh Utomo TIWI NURJANNATI UTAMI Tiwi Nurjannati Utami Yulia Sekar Suminar Yunita Erni Susanti Zainal Abidin