Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN DENGAN METODE CABINET DRYER TERHADAP KARAKTERISTIK MANISAN KERING APEL VARIETAS ANNA (Malus domestica BORKH) Zerlin Ulfa Shabrina; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apel berhasil dikembangkan dengan baik di Kota Batu, Jawa Timur. Terdapat 3 varietas apel yang dikembangkan yaitu apel Anna, apel Romebeauty dan apel Manalagi. Apel anna kurang disukai untuk dikonsumsi langsung karena memiliki rasa asam, sehingga dapat dioptimalkan untuk pembuatan manisan kering. Tujuan peneltian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap karakteristik manisan kering apel anna, sehingga didapatkan produk yang sesuai dengan syarat mutu produk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I suhu pengeringan terdiri dari 3 level (500C, 600C dan 700C) dan faktor II lama pengeringan terdiri dari 3 level (7 jam, 8 jam dan 9 jam). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan uji DMRT atau BNT 1%. Perlakuan terbaik dengan metode Zeleny yaitu suhu pengeringan 600C selama 7 jam. Hasil perlakuan terbaik, yaitu kadar air 25,08%; total gula 54.98%; vitamin C 6.00 mg/100g; serat kasar 1.28%; kecerahan (L+) 67.10; kemerahan (a+) 10.97; kekuningan (b+) 12.30; tekstur 23.83 N. Parameter organoleptik aroma 3.40 (suka); rasa 4.15 (suka); warna 4.12 (suka) dan tekstur 3.78 (suka). Kata kunci: Apel Varietas Anna, Manisan Kering, Pengeringan
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BUAH DAN PROPORSI GULA:SLURRY TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK LABU KUNING (Cucurbita sp.) Della Putri Arumsari; Wahono Hadi Susanto; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labu kuning merupakan buah yang dapat bertahan lama hingga lebih dari 6 bulan dengan tingkat konsumsi kurang dari 5 kg/kapita/tahun. Pengolahan labu kuning menjadi lempok merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis labu kuning. Lempok dengan konsistensi gel yang baik memerlukan penambahan gula yang tepat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor I adalah lama penyimpanan buah dengan dua level (1 bulan dan 6 bulan), dan faktor II adalah proporsi gula dengan slurry yang terdiri dari 4 level (1:7.5; 1:6; 1:5; dan 1:4.3). Lama penyimpanan buah dan proporsi gula dengan slurry berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik lempok labu kuning. Korelasi positif terdapat pada total gula dengan tekstur. Korelasi negatif terjadi antara kadar air dengan total gula, total karoten dan aktivitas antioksidan, serta kadar air dan tekstur. Lempok labu kuning perlakuan terbaik menurut parameter fisikokimia yaitu perlakuan lama penyimpanan 6 bulan dan proporsi gula dengan slurry 1:4.3. Kata kunci: Gula, Labu Kuning, Lama Penyimpanan Buah, Lempok
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH NANGKA BUBUR (Artocarpus heterophyllus) DAN PROPORSI GULA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK LEMPOK NANGKA BUBUR Rr. Astri Inneke Yunita Wijayanti; Wahono Hadi Susanto; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nangka bubur bersifat mudah busuk tetapi memiliki keunggulan daging lembut, aroma lebih kuat dan rasa  lebih manis sehingga bisa menjadi bahan utama pembuatan lempok. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tingkat kematangan nangka bubur dan penambahan proporsi gula, serta interaksi kedua perlakuan terhadap karakteristik lempok nangka bubur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 2 faktor. Faktor I tingkat kematangan nangka bubur (matang dan kelewat masak) dan faktor II proporsi gula (75 g, 100 g, 125 g dan 150 g dalam 1000 g slurry nangka bubur). Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA dilanjutkan uji DMRT 1% dan BNT 1%. Perlakuan terbaik lempok nangka bubur dengan metode Zeleny yaitu tingkat kematangan matang dengan proporsi gula 100 g dalam 1000 g slurry nangka bubur. Kadar air 18.61%; vitamin C 4.09 mg/100g; total gula 29.34%; serat kasar 6.46%; warna L* 51.00; a* 3.31; b* 32.82; tekstur 9.25 N; dan organoleptik aroma 3.82 (suka); rasa 3.80 (suka); tekstur 3.12 (agak suka) dan warna 4.30 (suka). Kata kunci: Gula, Lempok Nangka Bubur, Tingkat Kematangan Nangka Bubur. 
PENGARUH LAMA PEMANASAN DAN KONSENTRASI MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMA, DAN ORGANOLEPTIK LEMPOK JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) Rudi Gunawan; Wahono Hadi Susanto; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.01.1

Abstract

   Jambu biji merah memiliki produktivitas cukup tinggi dan dapat tersedia sepanjang tahun. Produksi jambu biji di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 187.406 ton. Namun, jambu biji memiliki umur simpan yang pendek sehingga perlu dilakukan pengolahan. Lempok merupakan makanan semi basah yang memiliki tekstur yang liat. Lama pemanasan dan konsentrasi maizena dapat berpengaruh terhadap kualitas lempok yang dihasilkan. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor I adalah lama pemanasan yang terdiri dari 3 level (1 jam; 1,5 jam; dan 2 jam). Faktor II adalah konsentrasi maizena yang terdiri atas 3 level (5%; 7.50%; dan 10%). Tingkat lama pemanasan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, asam askorbat, total gula, serat kasar, tekstur, kecerahan, kekuningan, kemerahan, dan organoleptik. Perlakuan tingkat konsentrasi maizena berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, tekstur, kemerahan, kekuningan, dan organoleptik, sedangkan parameter total gula dan kecerahan berpengaruh nyata. Lempok jambu biji merah terbaik adalah lempok dengan perlakuan lama pemanasan 2 jam dan konsentrasi maizena 7.50%. Kata kunci: Jambu Biji Merah, Lama Pemanasan, Lempok, Maizena
PENGARUH PROPORSI MAIZENA:SLURRY DAN LAMA PEMASAKAN TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK WALUH Aninditya Puspitasari; Wahono Hadi Susanto; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.02.5

Abstract

Salah satu produk olahan waluh yang berpotensi untuk dikembangkan adalah lempok. Lempok yang baik mempunyai konsistensi gel yang baik, yang dapat dipengaruhi oleh kandungan pektin dan asam pada buah maupun penambahan pengental. Pada penelitian ini digunakan maizena sebagai bahan pengental. Selain itu faktor penting yang harus diperhatikan yaitu lama pemasakan yang akan memodifikasi sifat fisik bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi proporsi maizena dan lama pemasakan terhadap karakteristik lempok waluh. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor. Faktor I adalah proporsi maizena dengan slurry (M) yang terdiri tiga level (1:40; 2:40; 3:40), dan faktor II adalah lama waktu pemasakan (L) yang terdiri dari tiga level (120 menit; 150 menit; 180 menit). Lempok waluh terbaik yaitu pada perlakuan proporsi maizena:slurry sebanyak 3:40 dengan lama pemasakan 150 menit. Kata Kunci: lama pemasakan, lempok, maizena, waluh,
PENGARUH KONSENTRASI MAIZENA DAN LAMA PEMASAKAN DENGAN SUHU TETAP TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK APEL MANALAGI Annisa Ayu Pratiwi; Wahono Hadi Susanto; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.9

Abstract

Total produksi apel di Kota Batu mencapai 22.000 ton/tahun. Namun, sekitar 4.000 ton apel belum dimanfaatkan secara optimal. Apel dapat diolah menjadi lempok yang merupakan pangan tradisional berbentuk semi basah. Pada proses pembuatan lempok, lama pemasakan dan konsentrasi penambahan maizena berpengaruh terhadap konsistensi gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi penambahan konsentrasi maizena dan lama pemasakan dengan suhu tetap terhadap karakteristik lempok apel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari tingkat lama pemasakan yaitu 1, 1.5 dan 2 jam serta konsentrasi maizena 5, 7.5 dan 10%. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT dan DMRT. Lama pemasakan dengan suhu tetap dan konsentrasi maizena berpengaruh terhadap karakteristik lempok apel manalagi. Hasil penelitian menunjukkan, lempok apel terbaik berdasarkan parameter kimia dan fisik adalah lempok apel dengan perlakuan lama pemasakan 2 jam dan konsentrasi maizena 10%. Produk terbaik berdasarkan organoleptik adalah lempok apel dengan perlakuan lama pemasakan 1,5 jam dan konsentrasi maizena 7,5%. Kata Kunci : Apel, Lama Pemasakan, Lempok, Maizena
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK JELLY CINCAU HITAM (Mesona palustris Bl) (KAJIAN KONSENTRASI SIMPLISIA CINCAU HITAM DAN KONSENTRASI KARAGENAN) Rositha Adryana Christanti; Wahono Hadi Susanto; Endrika Widyastuti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.01.6

Abstract

Simplisia cincau hitam memiliki banyak manfaat untuk mencegah berbagai penyakit sehingga masyarakat mulai membudidayakannya. Jenis pengolahan produk ini masih sedikit sehingga perlu adanya diversifikasi produk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan interaksi antara konsentrasi simplisia dan konsentrasi karagenan pada pembuatan jelly cincau hitam terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik jelly cincau hitam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi simplisia dan konsentrasi karagenan.Hasil penelitian menunjukan, interaksi antara konsentrasi simplisia dan konsentrasi karagenan berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, tekstur, nilai kecerahan (L*), kemerahan (A*) dan kekuningan (B*). Pada analisis perlakuan terbaik metode Zeleny didapatkan perakuan terbaik pengujian kimia dengan konsentrasi simplisia 1.5% dan konsentrasi karagenan 0.5%, pengujian fisik perlakuan terbaik terletak pada konsentrasi simplisia 1.5% dan konsentrasi karagenan 1%, dan pada uji organoleptik perlakuan terbaik didapatkan dengan konsentrasi simplisia 1% dan konsentrasi karagenaan 1%. Kata kunci: Cincau hitam, Ekstrak cincau, Jelly
Effect of Sesame Flour Type and Percentation on the Physicochemical and Organoleptic Properties of Combro Chips Khoirina, Adhian Dini Khoirina; Susanto, Wahono Hadi
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i2.725

Abstract

This research aimed to evaluate the application of the three types of sesame flour (white sesame flour, black sesame flour, and mixed sesame flour) and the addition of sesame flour at three different percentages (5%, 10% and 15%) on physicochemical and organoleptic characteristics of combro chips. Sesame flour has a potential functional seasoning alternative that could enhance nutritional value and consumer acceptability of traditional cassava-based snacks. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) factorial with 2 factors. All quantitative data were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) with statistical software (?=5%). The study found that the type of sesame flour had no significant effect on the physical and chemical properties of combro chips, while increasing its percentage significantly influenced all attributes except moisture. Higher flour levels raised protein, fat, ash, and breaking force, indicating a firmer texture. Chips with 5% white sesame flour were most preferred for taste, texture, and color, whereas those with black and mixed sesame flour were less favored. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero HungerSDG 3: Good Health and Well-beingSDG 12: Responsible Consumption and Production
Co-Authors Abdullah Hafidz Imaduddin Achmad Fajar Maulana Achmad Fajar Maulana Anasthasia Ananta Carolina Titi Ola Aninditya Puspitasari Annisa Ayu Pratiwi Aprodhyta Christy Kusuma Putri Aprodhyta Christy Kusuma Putri Ardhia Deasy Rosita Dewi Ardhia Deasy Rosita Dewi Atika Yahdiyani Ikhsani Atika Yahdiyani Ikhsani Bagus Rakhmad Setyohadi Cahya Alfiah Cahya Alfiah Chandra Maysasri Trisshanti Chandra Maysasri Trisshanti Choiriya Tri Wahyuningtias Clara Dea Nastasia Sutrisno Clara Dea Nastasia Sutrisno Crysse Zuliana Crysse Zuliana Della Putri Arumsari Dewi Prima Lestari Dewi Prima Lestari Dewinta Ayu Prista Dewinta Ayu Prista, Dewinta Ayu Dhita Aprillia Diah Erika Pangestu Duta Pakerti Darajat Duta Pakerti Darajat Ellen Demi Winata Ellen Demi Winata Elok Waziiroh Endrika Widyastuti Endrika Widyastuti Eni Suryani Eni Suryani Febri Nuron Amanu Febri Nuron Amanu Feby Cahya Feby Cahya Feronika Heppy Sriherfyna Ferry Pratama Ferry Pratama Fredi Eka Permana Fredi Eka Permana, Fredi Eka Fuadiyah Nila Kurniasari Gaby Novitalia Putri Hamita Rahmasari Hamita Rahmasari Hani Rachmayati Herdimas Wuryantoro Herdimas Wuryantoro Illiyin Manistha Yazakka Illiyin Manistha Yazakka Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Kharis Izzul Sulthoni Kharis Izzul Sulthoni, Kharis Izzul Khoirina, Adhian Dini Khoirina Kiki Diah Amalia Lionny Candra Dewi Lionny Candra Dewi M Roekaqo Taufiqul M Roekaqo Taufiqul Maria Pesona Nuansa Maria Pesona Nuansa Maulida Alexianingrum Maya Dwi Erwinda Maya Dwi Erwinda Mentari Febrianti Darma Pertiwi Mentari Febrianti Darma Pertiwi Mita Widyaningtyas Mita Widyaningtyas Moch Agung Puji Saputro Moch Agung Puji Saputro Monica Virganita Puspita Rani Monica Virganita Puspita Rani Muhammad Rajif Achdiatsyah Muhammad Rajif Achdiatsyah, Muhammad Rajif Muhammad Yudda Rahardian Mulyana Mulyana Mulyana Mulyana Novita Wijayanti Novita Wijayanti Novita Wijayanti Nur Ida Panca Nugrahini Ovrida Wahyu Nilasari Panji Prasetyo Panji Prasetyo Priyantini Kurniawati Priyantini Kurniawati Rifqi Thirafi Ramadhana Rizky Febriyanti Rizky Febriyanti Rositha Adryana Christanti Rr. Astri Inneke Yunita Wijayanti Rudi Gunawan Septian Ulul Albab Septian Ulul Albab, Septian Ulul Shinta Rosalia Dewi Siska Tresna Yuliwaty Siska Tresna Yuliwaty Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Ulfah Regiarti Ulfah Regiarti Umi Nadhiroh Wahyu Remadani Wahyu Remadani, Wahyu Wirayani Febri Haloho Wirayani Febri Haloho Yeni Kurniati Yeni Kurniati Yunda Aria Distira Yunda Aria Distira Zerlin Ulfa Shabrina