Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SUHU DAN WAKTU PROSES FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN FUNGSIONAL KOMBUCHA NIRA TEBU (Saccharum officinarum L.) VARIETAS Ps 862 Diah Erika Pangestu; Wahono Hadi Susanto; Feronika Heppy Sriherfyna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
KARAKTERISTIK MINUMAN FUNGSIONAL KOMBUCHA SARI MURBEI (Morus alba L.) DAN MADU (KAJIAN PROPORSI SARI MURBEI : MADU DAN LAMA FERMENTASI) Maulida Alexianingrum; Wahono Hadi Susanto; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
PENGARUH VOLUME MINYAK GORENG DAN BENTUK BIJI EDAMAME (Glycine Max LINN. MERRILL) TERHADAP KARAKTERISTIK PRODUK EDAMAME GORENG METODE PENGGORENGAN VAKUM Umi Nadhiroh; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk edamame goreng komersial memiliki warna yang tidak menarik dan kurang renyah. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki karakteristik edamame goreng dengan mengetahui pengaruh volume minyak : bahan dan bentuk biji edamame. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama, perbandingan volume minyak : bahan (v/b) (24:1, 30:1, dan 36:1) dan faktor kedua bentuk biji edamame (utuh, campuran 50:50, dan pecah). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) atau Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan volume minyak dan bentuk biji edamame berpengaruh terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik edamame goreng. Perlakuan terbaik berdasarkan sifat kimia dan fisik adalah perlakuan perbandingan volume minyak : bahan 30:1 dengan bentuk biji utuh, sedangkan perlakuan terbaik secara organoleptik adalah perlakuan volume minyak : bahan 24:1 dengan bentuk biji pecah. Kata kunci: Biji Edamame, Penggorengan Vakum, Transfer Massa dan Panas
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DAN PROPORSI PENAMBAHAN GULA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK JELLY DRINK MENGANDUNG KARAGINAN Hani Rachmayati; Wahono Hadi Susanto; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah belimbing terbesar di dunia. Buah belimbing masih belum dimanfaatkan dengan baik, umumnya masyarakat hanya mengkonsumsi secara langsung. Jelly drink merupakan pangan inovatif berbentuk minuman berupa jelly. Dalam pembuatan jelly drink tingkat kematangan buah dan proporsi penambahan gula berpengaruh terhadap pembentukan gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah dan proporsi penambahan gula terhadap sifat fisiko-kimia dan organoleptik jelly drink. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari tingkat kematangan buah belimbing muda, setengah matang, matang dan proporsi penambahan gula 10%, 12.50% dan 15%. Data pengamatan dianalisis ANOVA dilanjutkan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan, jelly drink belimbing terbaik berdasarkan parameter fisiko-kimia adalah belimbing setengah matang dengan proporsi gula 10%, dimana nilai kadar air (86.91%), pH (4.43), total asam (0.068%), total gula (7.43%), TPT (15.40°Brix), vitamin C (27.25 mg/100g), antioksidan IC50 (3200 ppm), sineresis (0.12 g/menit), tekstur (0.87 N), kecerahan (43.30), kemerahan (1.30), kekuningan (11.13). Kata Kunci: Buah Belimbing, Jelly Drink, Proporsi Gula, Tingkat Kematangan
PENGARUH VARIETAS APEL (Malus sylvestris Mill) DI KOTA BATU DAN KONSENTRASI GULA TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK APEL Choiriya Tri Wahyuningtias; Wahono Hadi Susanto; Indria Purwantiningrum
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total produksi buah apel di Kota Batu pada tahun 2014 yang mencapai 708.438 kwintal/ tahun kurang diimbangi dengan pemanfaatan apel subgrade yang berjumlah sekitar 10% dari total produksi apel. Pengolahan apel menjadi lempok merupakan salah satu teknologi yang tepat untuk mengolah kelebihan apel subgrade. Penambahan gula dengan konsentrasi yang tepat pada varietas apel yang berbeda mampu menghasilkan gel lempok yang kokoh dan tidak lembek. Metode yang digunakan adalah Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan dua faktor. Faktor I adalah 3 varietas buah apel yang berbeda (Anna, Manalagi, Romebeauty), dan faktor II adalah konsentrasi gula pasir yang terdiri dari 3 level (5% ; 7.50% ; 10%). Varietas apel dan konsentrasi gula memiliki pengaruh terhadap kualitas fisik, kimia dan organoleptik lempok apel. Terdapat korelasi positif antara gula dengan tekstur, sedangkan korelasi negatif terjadi antara kadar air dengan total gula, vitamin C, dan tekstur. Lempok apel perlakuan terbaik menurut parameter kimia, fisik dan organoleptik terdapat pada varietas apel Romebeauty perlakuan konsentrasi gula 10%. Kata kunci: Apel, Gula, Lempok Apel, Pengolahan Apel, Varietas Apel
PENGARUH VARIETAS APEL (Malus Sylvestris MILL) DAN KONSENTRASI MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK APEL Gaby Novitalia Putri; Wahono Hadi Susanto; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia memiliki sentra penghasil buah apel, yaitu Kota Batu. Terdapat 3 varietas apel yaitu Anna, Romebeauty dan Manalagi, yang dapat dioptimalkan untuk pembuatan lempok apel. Tujuan penelitian adalah menentukan penambahan konsentrasi maizena pada berbagai varietas apel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan 2 faktor. Faktor I varietas apel terdiri dari 3 level (Anna, Romebeauty dan Manalagi) dan faktor II konsentrasi maizena  terdiri dari 3 level (5%, 7.5% dan 10%. Data hasil pengamatan menggunakan ANOVA dilanjutkan uji BNT 1%. Perlakuan terbaik dengan metode Zeleny yaitu varietas apel Anna dengan penambahan konsentrasi maizena 10%. Hasil perlakuan terbaik, yaitu kadar air 20.23%; vitamin C 10.14 mg/100g; total gula 35.05%; serat kasar 4.19%; kecerahan (L+) 59.22; kemerahan (a+) 4.25; kekuningan (b+)12.99; tekstur 12.55 N. parameter organoleptik warna 3.46 (suka); rasa 3.52 (suka); aroma 3.67 (suka) dan tekstur 3.55 (suka). Kata kunci: Lempok apel, Maizena, Varietas apel.
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DAN KONSENTRASI MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK LEMPOK BELIMBING Anasthasia Ananta Carolina Titi Ola; Wahono Hadi Susanto; Indria Purwantiningrum
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belimbing merupakan komoditas buah yang memiliki produktivitas yang tinggi di Indonesia dan dapat dimanfaatkan menjadi lempok. Pada proses pembuatan lempok tingkat kematangan buah dan konsentrasi penambahan maizena berpengaruh terhadap konsistensi gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi penambahan konsentrasi maizena pada masing-masing tingkat kematangan belimbing terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik lempok belimbing. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari tingkat kematangan buah belimbing mentah, setengah matang, matang dan konsentrasi penambahan maizena 3%, 5%, dan 7%. Tingkat kematangan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, vitamin C, total gula, tekstur, kecerahan, kemerahan, kekuningan, dan organoleptik. Konsentrasi penambahan maizena berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, vitamin C, total gula, tekstur, kecerahan, kekuningan, dan organoleptik. Namun kedua perlakuan tidak memiliki interaksi.  Produk lempok belimbing terbaik adalah belimbing matang dan konsentrasi maizena 3%.Kata Kunci : Belimbing, Lempok, Maizena, Tingkat Kematangan Belimbing
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DAN PROPORSI PENAMBAHAN GULA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK LEMPOK BELIMBING Abdullah Hafidz Imaduddin; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belimbing manis (Averrhoa carambola L.) merupakan salah satu buah yang populer di Indonesia. Rasanya yang manis, kandungan vitamin A dan vitamin C yang tinggi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan lempok. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktorial yaitu tingkat kematangan buah belimbing dan proporsi penambahan gula, masing-masing terdiri dari 3 level, sehingga didapatkan 9 kombinasi dan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Faktor pertama tingkat kematangan buah belimbing, yaitu buah belimbing mentah, setengah matang dan matang. Faktor kedua proporsi penambahan gula, yaitu 4%, 6% dan 8%. Produk lempok belimbing terbaik (Zeleny) menurut parameter fisikokimia dan organoleptik adalah belimbing matang dengan proporsi penambahan gula 4%, dengan nilai kadar air (18.81%), vitamin C (19.83mg/100g), total gula (42.94%), kadar abu (1.43%), tekstur (19.60N), tingkat kecerahan L* (46.73), tingkat kemerahan a* (10.30), tingkat kekuningan b* (14.87), kesukaan warna (4.10), kesukaan aroma (3.80), kesukaan rasa (4.35) dan kesukaan tekstur (3.68). Kata Kunci: Averrhoa carambola L., Belimbing Manis, Lempok belimbing, Pangan Tradisional
PENGARUH SUHU DAN LAMA PEMASAKAN TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK LABU KUNING (WALUH) Ovrida Wahyu Nilasari; Wahono Hadi Susanto; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labu kuning merupakan tanaman yang mudah tumbuh di berbagai daerah mulai dari dataran tinggi hingga dataran rendah. Ketersediaan labu kuning di Indonesia relatif tinggi, menurut data BPS produksi labu kuning di Indonesia pada tahun 2011 produksinya mencapai 428.197 ton. Labu kuning sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk pangan olahan berbasis pangan lokal yaitu lempok labu kuning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan lama dan suhu pemasakan sehingga menghasilkan produk yang sesuai dengan syarat mutu lempok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I adalah lama waktu pemasakan yang terdiri dari 3 level (90, 120, dan 150 menit). Faktor II adalah suhu pemasakan yang terdiri dari 3 level (70±20C, 80±20C, dan 90±20C). Hasil pengamatan akan dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dilanjutkan uji DMRT 1%. Perlakuan terbaik lempok labu kuning dengan metode Zeleny yaitu lempok labu kuning dengan suhu pemasakan 80±20C selama 120 menit dengan nilai kadar air (27.61%), total gula (43.28%), total karoten 15.39 µg/g, serat kasar (4.53%), tekstur (8.80 N), tingkat kecerahan L+ (46.34), tingkat kemerahan a* (8.55), tingkat kekuningan b* (24.05), nilai warna lempok labu kuning 3.48 (agak menyukai), nilai aroma lempok labu kuning 3.47 (agak menyukai), nilai rasa lempok labu kuning 3.63 (suka), dan nilai tekstur lempok labu kuning 3.75 (suka). Kata Kunci: Labu Kuning, Lempok, Suhu, Lama Pemasakan 
PEMBUATAN LEMPOK NANGKA (Artocarpus heterophyllus) (KAJIAN TINGKAT KEMATANGAN BUAH NANGKA BUBUR DAN KONSENTRASI MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, ORGANOLEPTIK) Kiki Diah Amalia; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Nangka merupakan salah satu jenis produk unggulan Kota Malang dengan produktivitas per tahun sebesar 752.32 ton. Budidaya Buah Nangka di Malang berlokasi di Kelurahan Cemoro kandang, Kec Kedungkandang. Jenis nangka yang digunakan adalah nangka bubur karena daging buahnya yang lembek seperti bubur, sehingga diharapkan produk menyerupai tekstur lempok durian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah nangka dan konsentrasi maizena terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik lempok nangka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu faktor 1 tingkat kematangan buah nangka (matang; lewat matang) dan konsentrasi maizena (0%, 2%, 4% dan 6%) dari berat slurry buah. Perlakuan terbaik berdasarkan karakteristik fisik-kimia-organoleptik yaitu pada buah matang konsentrasi maizena 2%. Produk ini memiliki karakteristik kadar air 22,88%; serat 6,94%; total gula 34,02%; kadar pati 7,67%; vitamin C 3,154 (mg/100g); tekstur 8,23; warna L* 54,7; warna a* 0,57; warna b* 34,50. Pada parameter organoleptik memiliki karakteristik warna 4,04; aroma 3,51; rasa 3,69; tekstur 3,62. Kata kunci: Fisik, Kimia, Lempok Nangka, Organoleptik 
Co-Authors Abdullah Hafidz Imaduddin Achmad Fajar Maulana Achmad Fajar Maulana Anasthasia Ananta Carolina Titi Ola Aninditya Puspitasari Annisa Ayu Pratiwi Aprodhyta Christy Kusuma Putri Aprodhyta Christy Kusuma Putri Ardhia Deasy Rosita Dewi Ardhia Deasy Rosita Dewi Atika Yahdiyani Ikhsani Atika Yahdiyani Ikhsani Bagus Rakhmad Setyohadi Cahya Alfiah Cahya Alfiah Chandra Maysasri Trisshanti Chandra Maysasri Trisshanti Choiriya Tri Wahyuningtias Clara Dea Nastasia Sutrisno Clara Dea Nastasia Sutrisno Crysse Zuliana Crysse Zuliana Della Putri Arumsari Dewi Prima Lestari Dewi Prima Lestari Dewinta Ayu Prista Dewinta Ayu Prista, Dewinta Ayu Dhita Aprillia Diah Erika Pangestu Duta Pakerti Darajat Duta Pakerti Darajat Ellen Demi Winata Ellen Demi Winata Elok Waziiroh Endrika Widyastuti Endrika Widyastuti Eni Suryani Eni Suryani Febri Nuron Amanu Febri Nuron Amanu Feby Cahya Feby Cahya Feronika Heppy Sriherfyna Ferry Pratama Ferry Pratama Fredi Eka Permana Fredi Eka Permana, Fredi Eka Fuadiyah Nila Kurniasari Gaby Novitalia Putri Hamita Rahmasari Hamita Rahmasari Hani Rachmayati Herdimas Wuryantoro Herdimas Wuryantoro Illiyin Manistha Yazakka Illiyin Manistha Yazakka Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Kharis Izzul Sulthoni Kharis Izzul Sulthoni, Kharis Izzul Khoirina, Adhian Dini Khoirina Kiki Diah Amalia Lionny Candra Dewi Lionny Candra Dewi M Roekaqo Taufiqul M Roekaqo Taufiqul Maria Pesona Nuansa Maria Pesona Nuansa Maulida Alexianingrum Maya Dwi Erwinda Maya Dwi Erwinda Mentari Febrianti Darma Pertiwi Mentari Febrianti Darma Pertiwi Mita Widyaningtyas Mita Widyaningtyas Moch Agung Puji Saputro Moch Agung Puji Saputro Monica Virganita Puspita Rani Monica Virganita Puspita Rani Muhammad Rajif Achdiatsyah Muhammad Rajif Achdiatsyah, Muhammad Rajif Muhammad Yudda Rahardian Mulyana Mulyana Mulyana Mulyana Novita Wijayanti Novita Wijayanti Novita Wijayanti Nur Ida Panca Nugrahini Ovrida Wahyu Nilasari Panji Prasetyo Panji Prasetyo Priyantini Kurniawati Priyantini Kurniawati Rifqi Thirafi Ramadhana Rizky Febriyanti Rizky Febriyanti Rositha Adryana Christanti Rr. Astri Inneke Yunita Wijayanti Rudi Gunawan Septian Ulul Albab Septian Ulul Albab, Septian Ulul Shinta Rosalia Dewi Siska Tresna Yuliwaty Siska Tresna Yuliwaty Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Ulfah Regiarti Ulfah Regiarti Umi Nadhiroh Wahyu Remadani Wahyu Remadani, Wahyu Wirayani Febri Haloho Wirayani Febri Haloho Yeni Kurniati Yeni Kurniati Yunda Aria Distira Yunda Aria Distira Zerlin Ulfa Shabrina