Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Vox Populi

Religion, Education and Power Related During The Government of Andi Sultan Daeng Radja in The Kingdom of Gantarang Bulukumba Muhammad Saleh Tajuddin; Ihwana As’ad; Andi Tenri Yeyeng
Vox Populi Vol 4 No 2 (2021): POLITIK DAN HUKUM
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v4i2.27141

Abstract

This paper discusses the relationship between religion, education and power during the reign of Andi Sultan Daeng Radja in the Gantarang Bulukumba Kingdom. The type of research used is qualitative with a political, historical and theological approach. Primary and secondary data were obtained through observation, interviews, documentation and reference searches in the form of textbooks and scientific journals. The analysis used is the analysis of Miles and Haberman through the following steps: data presentation, data verification and drawing conclusions. The results obtained from the research include: 1) The relationship between religion and power in the Gantarang Bulukumba Kingdom experienced a golden age during the reign of Andi Sultan Daeng Radja, because he was a figure who really cared about religious issues that were integrated with power. 2) Some of Andi Sultan's successes during his reign, including: building a grand mosque, maximizing religious activities, Education and politics at the at-Taqwa Ponre mosque, and establishing a Muhammadiyah organization and a Muhammadiyah Islamic school in Gantarang which other kingdoms participated in.
Aktivisme dan Politik Diaspora La Maddukelleng dalam Merebut Kembali Kekuasaan di Wajo Tajuddin, Muhammad Saleh; Awal Muqsith; Andi Tenri Yeyeng; Ireena Nasiha Ibnu
Vox Populi Vol 6 No 2 (2023): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v6i2.44204

Abstract

Artikel ini membahas tentang aktivisme dan diaspora La Maddukelleng yang berhasil merebut kembali Kerajaan Wajo dari cengkraman Belanda. Keberhasilan usaha La Maddukelleng dianalisis dengan menggunakan falsafah tellu cappae masyarakat Bugis, yang sekaligus menjadi kerangka kerja untuk menelaah aktivisme dalam diaspora La Maddukelleng di Nusantara. Artikel ini dijelaskan dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Sumber data diperoleh dari wawancara, arsip dan dokumen. Hasilnya menemukan bahwa keberhasilan La Maddukelleng dalam merebut kembali kerajaan Wajo, merupakan pengejawantahan dari falsafah tellu cappa, yaitu pernikahan; perang; dan diplomasi. Pernikahan putrinya dengan Raja Kutai, kemenangannya dalam menaklukkan kerajaan Paser dan kelihaian diplomasinya dalam membaca situasi, menjadi kapital politik La Maddukelleng.