Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implikasi Dualisme Status Otorita Ibukota Nusantara dalam Perspektif Hukum Keuangan Negara Anastasius, Yuliawan; Widyaningrum, Widyaningrum
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1275

Abstract

The Nusantara Capital Authority as the organizer of the special capital region of the Nusantara has an institutional dualism, namely as a regional government administrator and as an institution at the ministry level. This institutional dualism has implications for governance, particularly from the perspective of state finance law, including handing over financial management powers, accountability mechanisms, central and regional finance relations, and taxation. This study aims to explain the impact of institutional dualism, especially from the legal aspect of state finances. Different from previous legal studies that conducted studies related to the authority, legal basis, and instruments for the feasibility of moving the capital city, this study focuses more on governance from the legal aspect of state finances. This study uses a legal research method with a statutory approach. The result of this study can be utilized as a consideration for improving governance from the aspect of state finances by the Nusantara Capital Authority.
Regulasi Sebagai Pengontrol dalam Mendukung Investasi Pembangunan Infrastruktur di Indonesia dengan Skema Hak Pengelolaan Terbatas di Atas Barang Milik Negara Widyaningrum, Widyaningrum
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1279

Abstract

Legal certainty is one of the aspects that can attract investors to invest in Indonesia, one of which is investment in infrastructure development. This investment is one form of funding other than the state budget to develop Indonesia. One of the schemes as an alternative funding for infrastructure development is Limited Cooperation for Infrastructure Financing (KETUPI) which until now has not been able to be implemented, one of the obstacles is the covid pandemic, so to attract investors it is necessary to improve regulations and harmonize other regulations in the context of implementing this KETUPI. The role of regulation is very important, one aspect that provides legal certainty is the substance of the law itself, so that existing regulations need to contain the spirit contained in investment, namely equal treatment, openness and one-stop service for various investment pilots.
ANALISIS PERMASALAHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS MENGGUNAKAN METODE PHARMACEUTICAL CARE NETWORK EUROPE DI PUSKESMAS X KOTA PEKALONGAN Kurniawan, Andre; Fatkhiya, Musa Fitri; Oktaviani, Nila; Izzul Haq, M Fahmi; Widyaningrum, Widyaningrum; Zahra, Ani Matuz
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1505

Abstract

Latar Belakang: Kompleksitas terapi diabetes melitus meningkatkan risiko drug related problems (DRPs) yang dapat mempengaruhi keamanan dan efektivitas terapi. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis DRPs pada pasien diabetes melitus menggunakan metode PCNE V9.1 di Puskesmas X Kota Pekalongan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan data rekam medik pasien diabetes melitus di Puskesmas X Kota Pekalongan. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pasien diabetes melitus periode Januari-Maret 2024. Sampel yang didapatkan adalah 140 yang telah memenuuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase untuk mengidentifikasi drug related problems. Hasil: Mayoritas pasien perempuan (68,57%), usia 50-60 tahun (57,14%), dengan 21,43% memiliki penyakit penyerta. Metformin HCl merupakan antidiabetik yang paling banyak diresepkan (63,57%), menunjukkan kepatuhan baik terhadap pedoman PERKENI 2021, sementara Glimipride hanya 0,71%. Namun, dokumentasi komorbiditas sangat rendah (10% memiliki komorbiditas spesifik yang tercatat) dengan peripheral circulatory sebagai yang tersering (4,29%). Penggunaan obat kardiovaskular sangat terbatas (<1%) meskipun prevalensi komorbiditas seharusnya lebih tinggi. Penggunaan NSAID ditemukan pada 2,85% kasus yang perlu mendapat perhatian terkait risiko keamanan. Saran: Puskesmas X perlu meningkatkan skrining dan dokumentasi komorbiditas serta peran apoteker dalam medication review.Kata kunci : Diabetes Melitus, Metformin, PCNE, Pharmaceutical Care, Puskesmas
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dan Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Kardiorespirasi Pada Narapidana Di Lapas Kelas IIB Takalar Tahun 2024 Sam, Aisyah Ekaputri; Syuaib , Miswani Mukani; Amsyah, Ummul Khairi; Widyaningrum, Widyaningrum; Galib, M.
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10499

Abstract

Kebugaran kardiorespirasi VO2max merupakan indikator penting kesehatan jantung dan paru paru. Rendahnya aktivitas fisik dan tingginya indeks massa tubuh IMT berhubungan dengan penurunan VO2max dan meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Data nasional menunjukkan kebugaran masyarakat Indonesia masih rendah. Namun kajian pada populasi narapidana khususnya di Takalar masih terbatas sehingga penelitian ini penting sebagai dasar perencanaan program pembinaan kesehatan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kebugaran kardiorespirasi pada narapidana di Lapas Kelas IIB Takalar tahun 2024 serta untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi pada narapidana di Lapas Kelas IIB Takalar tahun 2024. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh IMT dengan kebugaran kardiorespirasi pada narapidana di Lapas Kelas IIB Takalar dengan nilai p kurang dari 0,005 dimana mayoritas responden memiliki IMT normal sebesar 56,8 persen. Terdapat pula hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi dengan nilai p kurang dari 0,005 dimana sebagian besar narapidana berada pada kategori aktivitas fisik sedang sebesar 52,7 persen. Dapat disimpulkan bahwa indeks massa tubuh dan tingkat aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kebugaran kardiorespirasi pada narapidana. Narapidana dengan IMT normal dan aktivitas fisik yang lebih baik cenderung memiliki kebugaran kardiorespirasi yang lebih optimal. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan status gizi dan peningkatan aktivitas fisik sebagai upaya peningkatan kesehatan dan kebugaran di lingkungan lembaga pemasyarakatan.