Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengetahuan dan Keinginan Pasien pada Sarana Pelayanan Kesehatan Gigi di Kecamatan Padang Utara Melakukan Vaksinasi COVID-19 Safira Aziza; Susi Susi; Harfindo Nismal
Andalas Dental Journal Vol 11 No 2 (2023): Andalas Dental Journal
Publisher : Faculty of Dentistry Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/adj.v11i2.261

Abstract

Background: Vaccination is an action to raise immunity actively by injecting an antigen substance to trigger the formation of antibodies to be immune from the disease or only experience mild symptoms. According to data from the Padang City Health Office, the North Padang sub-district is included in 5 sub-districts with low vaccination coverage. Objective: This study aims to determine the relationship between knowledge and the intention of dental clinic patients to carry out COVID-19 vaccination in the sub-district area of Padang Utara. Methods: This research is an analytical study using a Cross-Sectional design study approach with chii-square test. The sample in this study was 107 respondents using purposive sampling techniqueobtained from research questionnaires filled out by respondents. Data analysis using univariate and bivariate analysis processed by using SPSS.Results: 58.9% of respondents have good knowledge about vaccinating, and 66.4% are willing to vaccinate. 23.8% of respondents who had good knowledge but had a low intention to carry out COVID-19 vaccination, and as many 76.2% of respondents who had good knowledge with a high intention to carry out COVID-19 vaccination and obtained significant results with a p-value = 0.005 (<0.05)..Conclusion: There is a correlation between dental clinic patients’ knowledge of dental health service facilities in the sub-district area of Padang Utara with the intent to conduct COVID-19.
PERILAKU MENYIKAT GIGI DAN KEJADIAN KARIES PADA MURID SEKOLAH DASAR PADUSUNAN KOTA PARIAMAN : TOOTH-BRUSHING BEHAVIOR AND THE OCCURRENCE OF DENTAL CARIES AMONG PRIMARY SCHOOL STUDENTS IN PADUSUNAN, PARIAMAN CITY Susi Susi; Frisnaini Ayuputi Ratnaningtyas; Yarsi Wulandari; Arymbi Pujiastuty; Desy Purnama Sari
GEMA KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v17i2.511

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan utama pada anak-anak, terutama pada usia sekolah dasar. Prevalensinya cukup tinggi pada anak usia sekolah dasar di Sumatera Barat. Karies dapat menyebabkan rasa sakit, gangguan makan dan tidur. Karies dapat dicegah dengan perilaku yang baik dalam menjaga kebersihan gigi. Saat ini hanya 2,8% penduduk Indonesia menyikat gigi pada waktu dan teknik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik dan waktu menyikat gigi dengan kejadian karies pada murid Sekolah Dasar di Padusunan Pariaman. Metode penelitian kuantitatif dengan desain study cross-sectional, pada 104 responden yang dipilih secara acak. Data mengenai kebiasaan menyikat gigi dinilai melalui kuesioner sedangkan karies dinilai melalui pemeriksaan klinis. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan antara perilaku menyikat gigi dengan karies. Hasil penelitian melaporkan terdapat 10,6% siswa mengalami karies. Terdapat hubungan antara kejadian karies dengan waktu menyikat gigi (p-value= 0,00),  tekanan saat menyikat gigi (p-value= 0,03) serta penggunaan benang gigi (p-value= 0,021). Kesimpulan: perilaku menyikat gigi mempengaruhi kejadian karies pada anak sekolah. Saran: tindakan mencegah karies dapat dilakukan dengan memperbaiki waktu, frekuensi, teknik menyikat gigi pada anak-anak. Kata kunci: Anak, Durasi, Karies, Menyikat Gigi, Waktu   Dental caries is a significant public health problem among children, particularly primary school students, with a relatively high prevalence in West Sumatra. Dental caries can cause pain and disrupt eating and sleeping patterns; however, it is largely preventable through appropriate oral hygiene practices. Currently, only 2.8% of the Indonesian population brushes their teeth using the correct timing and technique. This study aimed to analyze the association between tooth-brushing technique and timing and the occurrence of dental caries among primary school students in Padusunan, Pariaman. A quantitative cross-sectional study was conducted involving 104 students selected through random sampling. Data on tooth-brushing behavior were collected using a structured questionnaire, while dental caries status was assessed through clinical examination. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that 10.6% of students had dental caries. Significant associations were found between dental caries and tooth-brushing timing (p < 0.001), brushing pressure (p = 0.03), and the use of interdental cleaning devices (p = 0.021). In conclusion, tooth-brushing behavior significantly influences the occurrence of dental caries among school-aged children. Caries prevention efforts should focus on improving tooth-brushing timing, frequency, and technique in this population. Keywords: Children, Dental Caries, Duration, Timing, Toothbrushing
Pelatihan kader posyandu untuk peningkatkan kesehatan gigi balita di Nagari Batu Hampa, Pesisir Selatan Susi Susi; Arymbi Pujiastity; Yarsi Wulandari
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p128-140

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai kesehatan gigi dan mulut pada balita. Peserta adalah 20 kader Posyandu, hasil pretest menunjukkan bahwa pemahaman mereka masih terbatas, terutama tentang praktik menyikat gigi dan pentingnya kunjungan rutin ke dokter gigi. Pelatihan diadakan selama satu hari dipandu oleh dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas, menggunakan metode presentasi interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi praktik menyikat gigi. Hasil posttest menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan keetrampilan dalam praktik menyikat gigi. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pelatihan. Pelatihan ini merupakan pendidikan berkelanjutan bagi kader posyandu sebagai agen perubahan dalam komunitas dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan menjaga kesehatan gigi.
Analisis Perbandingan Unit Cost dengan Tarif INA-CBGs pada Perawatan Odontektomi di Rumah Sakit Umum Daerah Rasyidin Padang Susi Susi; Rizanda Machmud; Syed Mohamed Aljunid; Tri Erri Astoeti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58172

Abstract

Latar Belakang: Impaksi merupakan kondisi kegagalan erupsi gigi ke posisi normal. Sekitar 65% populasi dunia memiliki satu gigi molar impaksi. Tingginya prevalensi impaksi gigi akan meningkatkan kebutuhan akan tindakan odontektomi. Odontektomi merupakan salah satu prosedur bedah minor yang paling sering dilakukan pada bedah mulut di rumah sakit. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Indonesia menetapkan Indonesian Case-Based Groups (INA-CBGs) sebagai sistem pembayaran di rumah sakit, Tujuan penelitian: adalah untuk melihat apakah ada perbedaan antara unit cost dan tarif INA-CBGs untuk tindakan odontektomi. Metode; sampel adalah rekam medis pasien 2020-2023 dengan diagnosis impaksi dan data keuangan rumah sakit tahun 2023. Step Down Cost Analysis digunakan untuk menghitung unit cost. Analisis data menggunakan uji t-test independen/Mann-Whitney dengan p-value < 0,005. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara unit cost dan tarif INA-CBGs pada tindakan odontektomi di RSUD Rasyidin Padang. Hasil penelitian: lama rawat pasien 3 hari dan pasien perempuan paling banyak, dengan kelompok usia terbesar 12–25 tahun. Unit cost odontektomi Rp. 10.965.879 ± 1.189.147 dan tarif INA CBGs Rp.3.349.600 ± 558.932. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan antara unit cost dan tarif. Kesimpulan: Unit cost yang lebih tinggi dari tarif INA CBGs, menyebabkan rumah sakit berpotensi mengalami kerugian akibat ketidaksesuaian antara unit cost dan tarif yang diterima. Perlu dilakukan evaluasi dan penyesuaian tarif supaya sesuai dengan unit cost.
Aplikasi Fluor Topikal sebagai Upaya Pencegahan Karies pada Murid Sekolah Dasar di SDN 14 Gurun Laweh Padang: Topical Fluoride Application as a Caries Prevention Effort for Elementary School Students Susi Susi; Bertha Aulia; Arymbi Pujiastity; Bobby Bobby; Yoana Zahra Yuzanda; Fadhilah Humaira
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1015

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan mulut paling umum pada anak-anak di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 84,8% pada usia 5–9 tahun. Salah satu langkah preventif yang direkomendasikan WHO adalah penggunaan fluorida topikal. Beberapa penelitian menyatakan Intervensi ini terbukti efektif mencegah progresi karies dini Pengabdian ini bertujuan mencegah karies dengan aplikasi topikal fluor (TAF) pada gigi anak kelas satu SDN 14 Gurun Laweh Padang. Kegiatan dilakukan pada 16 April 2025. Rangkaian kegiatan dimulai dengan edukasi kesehatan gigi praktik sikat gigi bersama, screening karies dan aplikasi fluor pada gigi permanen muda yang sehat. Edukasi dan praktik sikat gigi bersama dan screening diikuti oleh 46 siswa kelas satu. Hasil screening menunjukkan indeks DMF-T (karies pada gigi permanen) sebesar 0,65 (kategori sangat rendah), def-t (karies pada gigi sulung) sebesar 5,71 (kategori tinggi), dan pufa sebesar 2,41, mencerminkan tingkat keparahan karies pada gigi sulung yang tidak dirawat. Aplikasi Topikal Fluor diberikan pada sebelas anak yang bebas karies pada gigi permanen sesuai prosedur klinis.  Edukasi dan tindakan promotif preventif secara berkelanjutan diperlukan untuk menurunkan prevalensi karies pada anak di masa mendatang
Pencegahan Karies Gigi Balita Stunting melalui Program “SKIDUDAM” di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat Desy Purnama Sari; Aria Fransiska; Velya Ary Aditya; Khansa Luthfita Fazlan; Arif Mulya Nurman; Prima Kurniati Hamzah; Susi Susi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.251

Abstract

Prevalensi balita stunting di Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi dari 81 negara di dunia yaitu sebanyak 7.547.000 anak. Prevalensi stunting di Kota Padang juga tercatat tinggi yaitu sebanyak 18.9% dan prevalensi di puskesmas Anak Air sebesar 9.24% yang merupakan peringkat ketiga tertinggi di Kota Padang. Selain itu, permasalahan lainnya adalah tingginya prevalensi karies gigi di Kota Padang yaitu mencapai 36.71%. Stunting dan karies gigi memiliki hubungan yang erat. Tujuan pengabdian yaitu untuk mendeteksi dini, memberikan edukasi dan pendampingan pada orang tua balita  stunting yang memiliki karies gigi di wilayah kerja puskesmas Anak Air, Kota Padang. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Anak Air, Padang, Sumatera Barat pada tanggal 9-18 April 2025 yang mencakup 6 tahap meliputi sosialisasi, skrining stunting, skrining karies gigi, edukasi dan evaluasi, pendampingan dan evaluasi dan keberlanjutan program. Hasil skrining menunjukkan sebanyak 217 balita terindikasi stunting, edukasi dilakukan pada 41 orang tua balita stunting. Pengetahuan orang tua menjadi lebih baik setelah dilakukan edukasi. Selanjutnya dijumpai sebanyak 26 balita stunting menderita karies gigi dan diberi pendampingan mengenai kondisi dan cara memelihara kesehatan gigi dan mulut. Simpulan dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam melakukan pembersihan gigi dan mulut anak dengan baik.