Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Deep learning to optimize literacy intervention with educational games in elementary schools Ismail Ismail; Rahmat; Muhammad Junaedi Mahyuddin; Ita Sarmita Samad; Suarti Djafar
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/pe.v14i1.21665

Abstract

This study examines the impact of deep learning-supported game-based learning on literacy skills in primary school students in Indonesia. A four-month intervention involving 32 fifth-grade students used adaptive educational games to target phonemic awareness, vocabulary, and reading comprehension. Utilizing a quasi-experimental design with pre-test and post-test assessments, the study found an average literacy score increase of 31.84 points post-intervention. Students from lower socioeconomic backgrounds showed the greatest improvement, indicating the potential of adaptive, technology-assisted education to reduce learning disparities. The use of deep learning models to personalize feedback and adjust content to individual needs was key to enhancing student engagement. The findings suggest that integrating deep learning with game-based learning can significantly boost literacy outcomes, especially in under-resourced settings. Further research is recommended to evaluate these interventions across broader populations and extended timelines
Developing Students’ Entrepreneurship Competencies through Problem and Project Based Learning Model Putriyani S; Suarti Djafar; Sugian Nurwijaya
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.7067

Abstract

Indonesia often faces the problem of a lack of job opportunities which results in high unemployment and fewer opportunities to find work for school graduates. Therefore, teacher innovation is needed in learning to foster student competencies such as creativity, critical thinking, problem-solving, collaboration, communication and so on, in which these competencies can be summarized as entrepreneurship competencies. Entrepreneurship competencies needs to be cultivated in every student to form an entrepreneurial spirit, so that they can realize economic development and open their own jobs. To build entrepreneurship competencies through internalization in life, learning in schools requires a comprehensive study of the potential of the learning model used by teachers in learning mathematics. Student-centred learning models such as Problem-based Learning and Project-based Learning indirectly build and instill entrepreneurship competencies in students, including creativity, problem-solving, critical thinking, collaboration, communication, and independence.
EKSPLORASI KEMAMPUAN REPRESENTASI MAHASISWA CALON GURU DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN PEMAHAMAN MATEMATIKA Lisna; Putriyani S; Nurdin; Suarti Djafar; Hafsyah
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan masalah geometri ditinjau dari tingkat pemahaman matematika. Representasi matematika merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki dalam memahami konsep dan menyelesaikan permasalahan matematika, khususnya pada materi geometri yang selama ini dianggap cukup kompleks. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa program studi pendidikan matematika dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa dengan kategori pemahaman matematika tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan representasi matematika dan wawancara mendalam untuk menggali lebih jauh strategi serta bentuk representasi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat pemahaman matematika tinggi dan sedang cenderung mampu menggunakan multiple representation secara lengkap, yaitu representasi dalam bentuk gambar, visual, kata atau teks tertulis, serta persamaan atau ekspresi matematika. Hal ini mencerminkan adanya pemahaman konsep yang baik dan kemampuan mentransformasikan ide matematika ke dalam berbagai bentuk representasi. Sebaliknya, mahasiswa dengan tingkat pemahaman rendah menunjukkan keterbatasan dalam menggunakan berbagai bentuk representasi, di mana representasi persamaan atau ekspresi matematika cenderung tidak muncul. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat pemahaman matematika sangat berpengaruh terhadap kelengkapan dan keberagaman representasi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah geometri. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan penting dalam proses pembelajaran matematika di perguruan tinggi.
Peningkatan Pemahaman Siswa Terhadap Konsep Volume Balok Melalui Pendekatan Matematika Realistik pada Siswa Kelas V SDN 10 Pinrang Faradillawati Faradillawati; Muh Idham Haliq; Suarti Djafar
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep volume balok melalui pendekatan matematika realistik pada siswa kelas V SDN 10 Pinrang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 37 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes dengan instrumen berupa lembar observasi dan soal tes pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep volume balok dari pra-siklus dengan nilai rata-rata 60, meningkat menjadi 75 pada siklus I, dan mencapai 88 pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan matematika realistik efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa.