Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Reward Dan Punishment Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Sri Sulasteri; Elsa Triningsih; Ulfiani Rahman; Andi Sriyanti
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 3 No 1 (2019): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami)
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.187 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pemberian reward dan punishment dengan model pembelajaran kooperatif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 13 Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi experimental design dengan desain nonequivalent kontrol group design. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik infrensial. Pengujian hipotesis menggunakan uji Independent Sample t Test dan Mann Whitney Sample U Test. Hasil uji deskriptif menunjukkan besar peningkatan motivasi belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan sebesar Besar peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan sebesar Hasil uji inferensial data motivasi belajar matematika menggunakan uji Mann Whitney Sample U Test, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai peningkatan skor motivasi belajar matematika siswa antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Selanjutnya, hasil uji inferensial data hasil belajar matematika menggunakan uji Mann Whitney Sample U Test, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai peningkatan hasil belajar matematika siswa antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Disimpulkan bahwa penggunaan metode pemberian reward dan punishment dengan model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 13 MakassarPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pemberian reward dan punishment dengan model pembelajaran kooperatif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 13 Makassar.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA A Sriyanti; Rahmatia Rahmatia; Nur Khalisah Latuconsina; Suharti Suharti; Rahmasinar Amin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2021): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v5i2.1229

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan efikasi diri terhadap prestasi belajar matematika semester ganjil peserta didik kelas VII  SMPN 27 Makassar secara individual dan serentak. Metode yang digunakan yaitu ex post facto dengan paradigma ganda. Teknik pengambilan sampel yaitu cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi belajar, angket efikasi diri dan dokumentasi berupa arsip nilai matematika tahun ajaran 2019/2020. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial uji regresi linear berganda. Berdasarkan uji hipotesis secara individual menggunakan uji t-test dengan taraf signifikan =0,05 untuk motivasi belajar diperoleh nilai Sig. 0,036 < 0,05. Untuk efikasi diri diperoleh nilai Sig. 0,00 < 0,05 semua H0 ditolak yang berarti motivasi belajar dan efikasi diri berpengaruh secara individual terhadap prestasi belajar matematika semester ganjil. Berdasarkan uji hipotesis secara serentak menggunakan uji F dengan taraf signifikan = 0,05 diperoleh nilai Sig. 0,00 < 0,05. Dengan demikian motivasi belajar dan efikasi diri berpengaruh secara serentak atau bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika semester ganjil peserta didik kelas VII SMPN 27 Makassar.ABSTRAKThis study aims to determine the effect of learning motivation and self-efficacy on mathematics learning achievement in the odd semester of seventh-grade students of SMPN 27 Makassar individually and simultaneously. The research method used is ex post facto with a dual paradigm design. The sampling technique used was cluster sampling with a total sample of 44 students. The instruments used were a learning motivation questionnaire, a self-efficacy questionnaire, and documentation in the form of an archive of mathematics odd semester grades for the 2019/2020 school year. The data analysis technique used is descriptive statistics and inferential statistics multiple linear regression tests. Based on the individual hypothesis test using a t-test with a significant level = 0.05 for learning motivation, the Sig. 0.036 <0.05. For self-efficacy, the Sig. 0.00 <0.05, all H0 are rejected, which means learning motivation and self-efficacy have an individual effect on mathematics learning achievement in odd semesters. Based on the hypothesis test simultaneously using the F test with a significant level = 0.05, the Sig. 0.00 <0.05. Thus learning motivation and self-efficacy affect simultaneously or together with the mathematics learning achievement of the odd semester students of class VII SMPN 27 Makassar.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN QUESTION CARD DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 1 SANROBONE A. Sriyanti; Ridwan Idris; Rikayanti Rahman
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v1i1.11245

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah melihat efektivitas model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media pembelajaran question card di kelas VIII SMPN 1 Sanrobone dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa di kelas VIII  SMPN 1 Sanrobone. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental) dengan non-equivalent control grup design. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media pembelajaran question card dan kelas kontrol tidak dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media pembelajaran question card dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil uji hipotesis dengan taraf signifikan α = 0,05 menunjukkan bahwa nilai  (2-tailed)  atau  artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media pembelajaran question card dan kelas yang tidak diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media pembelajaran question card. Berdasarkan kesimpulan dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media pembelajaran question card  tidak efektif meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. AbstractThis research aims to examine the effectiveness of Numbered Heads Together (NHT) learning model which is equipped with Question Card learning media in promoting seventh grader’s understanding of mathematical concepts in SMPN 1 Sanrobone. In investigating the issue, this research used quasi experimental research with non-equivalent control group design. The research samples were selected using purposive sampling technique and were divided into two groups. The first group is an experimental class where Numbered Heads Together (NHT) learning model and Question Card learning media are implemented, while the second group is control class where Numbered Heads Together (NHT) learning model and Question Card learning media are not implemented. The results of hypothesis testing with significance rate of α = 0,05 shows that the value of  (2-tailed)  atau  . This further indicates that there is no difference in students’ understanding of mathematical concepts whether or not they are taught using Numbered Heads Together (NHT) learning model and Question Card learning media. Therefore, this research concludes that the implementation of Numbered Heads Together (NHT) learning model and Question Card learning media is not effective in promoting seventh graders’ understanding of mathematical concepts.
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATA KULIAH KALKULUS II BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA A. Sriyanti; Mardhiah Mardhiah; Samriana Samriana; Munirah Munirah
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v1i2.11246

Abstract

The purpose of this study was to determine the types of mistakes made by students in complete matter of course calculus II and to determine the factors that led to student conduct in the matter in the course complete calculus II. This type of research is qualitative research to give matter in the form of diagnostic tests to the subject of research, in this case the second semester students majoring in mathematics education force in 2018 Faculty of Mathematics and Teaching UIN Alauddin Makassar. 5(five) respondents who were selected by the investigator based on the response rate obtained SOLO taxonomy students. Results showed the percentage of student response rates as follows: as much as 25.80% of the students are at prastructural response rate; 43.54% in the response rate unistructural; 24.19% in the response rate multistructural, 6.45% in the relational response rate and 0% of the students who are at the level of abstract extend the response, it was concluded that the second semester students majoring in mathematics education force in 2018 Faculty of Mathematics and Teaching UIN Alauddin Makassar is located the response rate unistructural. The cause of the students made a mistake in answering such questions, namely: the cause of the error to understand the concept is a theorem or formula that does not comply with the conditions precedent of the entry into force formula is not even able to write the right formula; the cause of the error is an error in entering data entering data into a variable and add data that is not needed in responding to a problem; cause misinterpretation of the language was a mistake in interpreting the symbols into the language of mathematics; the cause of the technical error is an error manipulate algebraic operations; as well as the cause of the error inference is inference statements do not correspond to logical reasoning.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menyesaikan soal mata kuliah kalkulus II dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan mahasiwa melakukan dalam menyesaikan soal pada mata kuliah kalkulus II. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan memberikan soal dalam bentuk tes diagnostik kepada subjek penelitian, dalam hal ini mahasiswa semester 2 jurusan pendidikan matematika angkatan 2018 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. 5 (lima) orang responden yang dipilih oleh peneliti berdasarkan tingkat  respon taksonomi SOLO yang diperoleh  mahasiswa. Hasil penelitian diperoleh persentase tingkat respon mahasiswa sebagai berikut: sebanyak 25,80% dari jumlah mahasiswa berada pada tingkat respon prastruktural; 43,54% berada pada tingkat respon unistruktural; 24,19% berada pada tingkat respon multistruktural, 6,45% berada pada tingkat respon relasional serta 0% mahasiswa yang berada pada tingkat respon extend abstract, maka disimpulkan bahwa mahasiswa semester 2 jurusan pendidikan matematika angkatan 2018 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar berada pada tingkat respon unistruktural. Penyebab mahasiswa melakukan kesalahan dalam menjawab soal-soal tersebut, yaitu: penyebab kesalahan memahami konsep adalah teorema atau rumus yang tidak sesuai dengan kondisi prasyarat berlakunya rumus tersebut bahkan tidak mampu menuliskan rumus yang tepat; penyebab kesalahan memasukkan data adalah kesalahan dalam memasukkan data ke variabel dan menambah data yang tidak diperlukan dalam menjawab suatu masalah; penyebab kesalahan interpretasi bahasa adalah kesalahan dalam menginterpretasikan simbol-simbol kedalam bahasa matematika; penyebab kesalahan teknis adalah kesalahan memanipulasi operasi aljabar; serta penyebab kesalahan penarikan kesimpulan adalah melakukan penyimpulan pernyataan yang tidak sesuai dengan penalaran logis.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI BANGUN RUANG Nur Kahfiah Ridwan; Sitti Mania; A. Sriyanti; Munirah Munirah
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2020): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i1.13236

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan lembar kerja peserta didik berbasis penemuan terbimbing pada materi bangun ruang yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah research & development dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE meliputi 5 tahap, yaitu: tahap analisis (analysis), tahap desain (design), tahap pengembangan (development), tahap implementasi (implementation), dan tahap evaluasi (evaluation). Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII.D SMPN 1 Sungguminasa kabupaten Gowa berjumlah 35 orang. Instrumen penelitian berupa lembar validasi LKPD, lembar pengamatan keterlaksanaan LKPD, angket respons siswa dan angket respons guru, lembar pengamatan aktivitas siswa, lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran menggunakan LKPD dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) hasil validasi dari para ahli menyatakan bahwa nilai rata-rata seluruh komponen kelayakan lembar kerja peserta didik sebesar 3,1 dengan kategori valid; 2) rata-rata untuk seluruh aspek pengamatan keterlaksanaan lembar kerja peserta didik sebesar 1,24 dengan kategori terlaksana sebagian dan rata-rata persentase seluruh aspek angket respons peserta didik sebesar 71,85% dengan kategori positif dan angket respons guru sebesar 83,89% dengan kategori positif sehingga dikategorikan praktis; dan 3) rata-rata persentase aktivitas peserta didik untuk keseluruhan pertemuan pembelajaran sebesar 64,80% berada dalam kategori aktivitas baik dan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran sebesar 3,76 dengan kategori baik serta tes hasil belajar matematika diperoleh bahwa terdapat 25 peserta didik (71,43%) dari 35 orang telah memperoleh nilai minimal 75 sehingga dikategorikan efektif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa lembar kerja peserta didik berbasis penemuan terbimbing pada materi bangun ruang pada siswa kelas VIII SMPN 1 Sungguminasa kabupaten Gowa memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. AbstractThe purpose of this research is to develop worksheet based on guided discovery on the solid figure material for class VIII students of SMPN 1 Sungguminasa Gowa regency is valid, practical, and effective. The type of research is research & development with reference to the ADDIE development model which includes 5 stages, namely: the analysis phase, design, development, implementation, evaluation. The subjects in this study were students of class VIII.D SMPN 1 Sungguminasa Kab. Gowa numbered 35 people. The instruments consisted of the worksheet validation sheet, the worksheet practicum observation sheet, the student and teacher response questionnaires, the student and teacher activity observation sheet, and the students' mathematics learning outcomes test. The research results show that 1) the validation results from the experts stated that the average value of all components of worksheet eligibility was 3.1 with a valid category, (2) the average for all aspects of observing the worksheet's implementation was 1.24 with a partially implemented category and the average percentage of all aspects of student questionnaire responses was 71.85% in a positive category and the teacher's questionnaire response was 83.89% in a positive category so it is categorized as practical, (3) the average percentage of student activity for the whole learning meeting was 64.80% are in good category and the activities of teachers in managing the learning amounted to 3.76 in good category and the result of mathematics learning outcomes obtained that there are 25 students (71.43%) out of 35 students have achieved a minimum score of 75. So, it can be concluded that the worksheet based on guided discovery in solid figure material for eighth-grade students of SMPN 1 Sungguminasa Gowa regency has met the criteria of validity, practicality, and effectiveness.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL A. Sriyanti; Destria Rafina Aziz; Ulfiani Rahman; Baharuddin Abbas; Munirah Munirah
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i2.16050

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan bahan ajar berbasis konstruktivisme pada materi sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP Negeri 3 Sungguminasa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahap sesuai namanya yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap pengembangan dan tahap implementasi yang hanya mengukur kevalidan dan tingkat kepraktisan bahan ajar menggunakan lembar validasi dan angket respons guru, tahap selanjutnya tidak dapat dilaksanakan disebabkan adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan peserta didik di rumahkan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respons guru. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa (1) hasil validasi untuk bahan ajar dan RPP adalah 4 dan 4,2 yang berada pada interval 3 ≤ M ≤ 4,5 sehingga dikategorikan valid. (2) Praktis, tahap ini hanya menggunakan angket respons guru. Keseluruhan aspek berada pada kategori sangat positif dengan persentase 85% sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis konstruktivisme pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 3 Sungguminasa memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan. AbstractThe purpose of this study was to determine the process of developing teaching material based on constructivism on linear equation system with two variables in class VIII SMP Negeri 3 Sungguminasa. The type of research is research and development (R&D) by referring to the ADDIE development model which consist of 5 stages as the name implies, namely, Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This research is limited to the development stage and the implementation stage which only measures the validity and practicality of teaching material using validation sheets and teacher response questionnaire, the next stage cannot be carried out due to covid-19 pandemic that requires learners to be sent home. The instruments used in this study were the validation sheet and the teacher response questionnaire. Based on the results of the study, it was found that (1) the validation results for teaching material and lesson plan were 4 and 4.2 which were at intervals of 3 ≤ M ≤ 4.5 so that it is in valid category, (2) practice, this stage only uses teacher response questionnaire. All aspects in the very positive category with a percentage of 85%. So, it can be concluded that teaching material based on constructivism on the linear equation system with two variables for class VIII SMP Negeri 3 Sungguminasa meet the validity and practicality criteria.
PERBANDINGAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TOPICAL REVIEW DAN TIPE JEOPARDY REVIEW TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Baharuddin Abbas; Nursida Nursida; Ulfiani Rahman; A. Sriyanti; Munirah Munirah
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 3 No 1 (2021): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v3i1.20036

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Topical Review (TR) dan yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Jeopardy Review (JR) pada kelas X SMAN 16 Makassar. Pendekatan penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMAN 16 Makassar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui pemahaman konsep peserta didik berupa tes dengan menggunakan soal essay sebanyak 5 nomor untuk pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan uji-t. Dari hasil analisis inferensial diperoleh nilai signifikan 0,614 yang lebih besar dari dari pada α sebesar 0,05 (sig. > α). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran aktif tipe Topical Review dan yang diajar dengan strategi pembelajaran aktif tipe Jeopardy Review di kelas X SMAN 16 Makassar.  AbstractThe purpose of this study was to describe the differences in understanding the mathematical concepts of students who were taught using the Topical Review (TR) type of active learning strategy and those taught using the Jeopardy Review (JR) type of active learning strategy in class X SMAN 16 Makassar. This research approach is a quantitative approach. This type of research is Quasi-Experimental with the research design Nonequivalent Control Group Design. The population of this study was all students of class X MIA SMAN 16 Makassar. The sampling technique used was the purposive sampling technique. The instrument used to determine students' understanding of the concept was a test using 5 numbers essay questions for the pretest and posttest. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis with t-test. From the inferential analysis results obtained a significant value of 0.614 which is greater than α of 0.05 (sig.> Α). Thus it can be concluded that there is no difference in understanding the mathematical concepts of students who are taught with the Topical Review type active learning strategy and those taught with the Jeopardy Review type active learning strategy in class X SMAN 16 Makassar.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI ADVISORY GROUP DAN CURVELBALLS M. Nur Aqram Maulana; Ulfiani Rahman; A. Sriyanti; Baharuddin Abbas; Munirah Munirah
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 3 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v3i2.24474

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika peserta didik yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran Advisory Group dengan yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran Curvelballs. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Alla terdiri dari 4 kelas. Sampel diambil dengan teknik random sampling, yang terpilih menjadi kelas eksperimen I adalah kelas XI IPA3 sebanyak 34 peserta didik dan yang terpilih menjadi kelas eksperimen II adalah kelas XI IPA4 sebanyak 35 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika peserta didik yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran Advisory Group dengan strategi pembelajaran Curvelballs pada peserta didik kelas XI SMAN 1 Alla.  AbstractThis study aims to know the difference between students' mathematics learning outcomes who are taught using the Advisory Group learning strategy and those taught using the Curvelballs learning strategy. This research is a quantitative research that uses an experimental method with a research design of Non-Equivalent Control Group Design. The population in this study were all students of class XI IPA SMAN 1 Alla consisting of 4 classes. The sample was taken by random sampling technique, which was chosen to be the experimental class I was class XI IPA3 as many as 34 students and those selected to be experimental class II were class XI IPA4 as many as 35 students. The instrument used is a student learning outcomes test. Data processing carried out is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The research results show that there was a significant difference between the mathematics learning outcomes of students who were taught using the Advisory Group learning strategy and Curvelballs learning strategy in class XI students of SMAN 1 Alla.
Pengembangan Modul Matematika Materi Perbandingan Berbasis Contextual Teaching Learning (CTL) SMP Baharuddin Abbas; Abdul Jabbar; Andi Halimah; A. Sriyanti
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.16346

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengembangan modul pembelajaran matematika pada materi perbandingan berbasis contextual teaching learning (CTL) kelas VII. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis contextual teaching learning (CTL) yang valid di kelas VII SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau research & development dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu meliputi tahap analiysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (penerapan), evaluation (evaluasi). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil validasi modul adalah 4,3 yang berarti modul berada pada ketegori sangat valid, sehingga dapat disimpulkan bahwa modul matematika materi perbandingan berbasis contextual teaching learning (CTL) untuk kelas VII SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa telah memenuhi kriteria kevalidan.
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Baharuddin Abbas; Risnawati Risnawati; A. Sriyanti; Suharti Suharti; Andi Ulmi Asnita
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 3 No 1 (2021): MAY
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v3i1.20186

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui hasil belajar matematika siswa tanpa menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining (2) Mengetahui hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining (3) Mengetahui apakah penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining efektif terhadap hasil belajar matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarowang, kabupaten Jeneponto yang berjumlah 150 peserta didik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampelnya adalah  kelas VII2 sebagai kelas kontrol dan kelas VII3 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa test essai. Teknik analisis data yang digunakan  adalah  statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif diperoleh rata-rata nilai kedua kelompok tersebut, yaitu kelas kontrol (pretest) sebesar 49,23 dan posttest sebesar 69,43 sedangkan pada kelas eksperimen sebelum perlakuan (pretest) sebesar 50,30  dan setelah perlakuan (posttest) sebesar 79,30. Sedangkan hasil analisis statistik inferensial diperoleh nilai ???????????? = 0,001 < ???? = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar matematika antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining dengan siswa yang diajar tanpa menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining. Model pembelajaran student facilitator and explaining efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarowang Kabupaten Jeneponto yang berdasarkan pada hasil analisis inferensial dengan menggunakan rumus efisiensi relatif diperoleh nilai R < 1 (0,69 < 1).