Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH NYERI SENDI TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA PENDERITA OSTEOARTRITIS Dian Anisia Widyaningrum; Faqih Nafiul Umam
Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan, Volume XIII, Nomor 2, Juli 2020
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.599 KB)

Abstract

Semakin bertambahnya usia, maka fungsi fisiologis juga akan mengalami penurunan akibat proses penuaan sehingga penyakit tidak menular banyak muncul pada lansia seperti penyakit sendi. Osteoartritis adalah penyakit degeneratif pada persendian terbanyak yang diderita lansia. Osteoartritis merupakan salah satu penyebab utama kegagalan fungsi yang mengganggu kualitas tidur dan mengurangi kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nyeri sendi terhadap kualitas tidur dan kualitas hidup lansia penderita osteoartritis. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 40 orang lansia yang di ambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara nyeri sendi dengan kualitas tidur dan kualitas hidup lansia penderita osteatritis (p < 0,05). Diharapkan perawat untuk tidak hanya menangani gejala dari osteartritis yaitu nyeri sendinya, tapi juga mengatasi gangguan tidur dan meningkatkan kualitas hidup lansia dengan mengambil pendekatan holistik saat merawat lansia
PENGARUH FAMILY PSYCHOEDUCATION TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENURUNAN KECEMASAN KELUARGA DALAM MERAWAT PENDERITA KANKER SERVIKS DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Dian Anisia Widyaningrum* Titin Andri Wihastuti** Tina H.Nasution***
The Indonesian Journal of Health Science Vol 5, No 2 (2015): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v5i2.4

Abstract

Cervical cancer is the cancer most of Indonesia's first and most deadly sufferer. Anxiety often occurs in families who care for patients with cervical cancer because of fear of loss and frustration can not do much business. Lack of knowledge related to the treatment and prognosis of the disease is also a stressor for families. Nurses can reduce the impact of family therapy with psychoeducation. The purpose of this study, wanted to know the effect of family psychoeducation to increase knowledge and decrease family anxiety in treating patients with cervical cancer. This study design is quasi-experimental (Quasy Experiment) with non randomized control group pretest posttest. The population of all families who care for family members with cervical cancer at the Hospital Dr. Moewardi Surakarta. The total sample of 28 respondents, drawn from that meet the inclusion criteria, and methods of non-probability sampling is purposive sampling. The independent variable is the treatment of family psychoeducation and the dependent variable is the level of knowledge and family anxiety. The data collected using questionnaires pretest and posttest on respondents. Then analyzed by Wilcoxon and Man Whitney test and significant when ρ 0.05. Results showed no effect of family psychoeducation to increase knowledge with ρ = 0.002 and decreased anxiety families with ρ = 0.001. Therefore, every nurse souls should implement family psychoeducation in family therapy who have less knowledge and anxiety in the hospital.
HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN FLUOR ALBUS PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN SABILIL MUTTAQIEN KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN Cintika Yorinda Sebtalesy; Dian Anisia Widyaningrum
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v7i1.272

Abstract

Jumlah kejadian fluor albus meningkat setiap tahunnya, salah satu penyebabnya adalah personal hygene yang tidak baik. Pencegah kejadian fluor albus adalah dengan cara berperilaku personal hygiene baik. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan perilaku personal hygiene terhadap kejadian fluor albus pada remaja putri di Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan. Jenis penelitian korelasional dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri (39 orang), dengan teknik Total Sampling didapatkan sampel 39 santri. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji Mann-Whitney (α = 0,05). Hasil penelitian perilaku personal hygiene yang baik 11(78,6%) mengalami fluor albus dan 3(21,4%) tidak mengalami fluor albus, perilaku personal hygienenya kurang baik 12(70,6%) mengalami keputihan dan 5(29,4%) tidak mengalami fluor albus, sedangkan personal hygiene yang tidak baik 7(87%) mengalami fluor albus dan 1(12,5%) tidak mengalami fluor albus. Hasil uji statistik menunjukkan ρ value = 0,004 < α = 0,05, maka ada hubungan perilaku personal hygiene dengan kejadian fluor albus. Perilaku personal hygiene yang tidak baik berdampak terhadap kejadian fluor albus namun beberapa individu yang perilaku personal hygiene baik bisa mengalami fluor albus, karena ada jenis fluor albus fisiologis. Edukasi tentang pentingnya perilaku Personal Hygiene dapat merubah perilaku serta mencegah terjadinya kejadian fluor albus. Kata Kunci : Perilaku Personal Hygiene, Fluor Albus, Remaja Putri
Dukungan Hubungan Positif Orang Tua-Balita untuk Mengurangi Tantrum Balita Dian Anisia Widyaningrum; Cintika Yorinda Sebtalesy; Elvina Elvina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1349

Abstract

Pada periode toddler, temper tantrum hampir dialami oleh semua anak dan emosi terjadi karena kebutuhan atau keinginan yang tidak terpenuhi. Bahkan setiap orangtua hampir menyerah menghadapi temperamen yang muncul pada anak. Orangtua perlu memahami dan memberikan solusi ketika menghadapi anak tantrum dengan cara mendisiplinkan perilaku anak dan tidak menyerang anak secara emosional. Sehingga hubungan yang positif antara orang tua dan anak sangat berpengaruh pada keberhasilan dalam melewati fase temperamen ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hubungan positif orang tua dan anak terhadap kejadian temper tantrum pada anak usia toddler. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan rancangan one group pre-post test design. Populasi penelitian adalah anak temper tantrum di Desa Sobrah Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun 64 orang dan sampel 22 orang. Analisis data menggunakan Uji Statistik Wilcoxon. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh hubungan positif orang tua dan anak terhadap perubahan kejadian temper tantrum pada anak usia toddler. Peneliti menyarankan untuk dilakukan edukasi ataupun psikoterapi lain untuk meningkatkan hubungan positif orang tua dan anak dengan temper tantrum.
Pendampingan “GEMES” (Gerakan Melek Stunting) sebagai Upaya Pencegahan Stunting Anak di Desa Pragak Kecamatan Parang Kabupaten Magetan Dian Anisia Widyaningrum; Cintika Yorinda Sebtalesy; Priyoto
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i1.111

Abstract

Stunting merupakan dampak buruk dari masalah kekurangan gizi kronis pada anak sehingga mempunyai tinggi atau panjang badan yang minim apabila dibandingkan dengan usia. Permasalahan stunting di Kabupaten Magetan memiliki prevalensi 14,9%, dimana angka ini belum mencapai target RJPMN 2024. Program “GEMES” ini merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat di Desa Pragak dalam rangka bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai stunting dan pencegahannya. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari 2023, pada ibu dengan balita di Polindes Desa Pragak. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pengecekan status gizi balita, edukasi terkait stunting dan pencegahannya dengan demonstrasi cara pembuatan dimsum tahu untuk makanan tambahan balita. Hasil kegiatan ini, masyarakat telah memperoleh informasi status gizi balita di Desa Pragak dan peningkatan pengetahuan tentang stunting dan pencegahannya. Pendampingan masyarakat dalam meningkatkan wawasan para ibu dengan balita direkomendasikan untuk dapat dilaksanakan secara berkala di semua posyandu untuk mencegah terjadinya stunting.
Edukasi Upaya Pencegahan Hipertensi Dengan Senam Lansia Dan Relaksasi Otot Progresif Pada Lansia Di Posyandu Lansia Desa Sundul Kecamatan Parang Kabupaten Magetan Devita Anugrah Anggraini; Dian Anisia Widyaningrum
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.2046

Abstract

Hypertension is one of the PTM which is a threat, especially the elderly. Sundul Village is one of the villages in Parang District, Magetan Regency, East Java Province. The problem from the results of the study in Sundul Village is that there are still many people, especially the elderly who have hypertension and a lack of understanding in preventing hypertension, which is 75% or 60 out of 80 elderly. The purpose of community service is to increase knowledge related to efforts to prevent hypertension. The implementation method uses health education in the form of knowledge about hypertension with leaflet media given to the elderly and doing elderly gymnastics and progressive muscle relaxation. Previously, blood pressure was measured. Activities carried out on elderly aged> 40 years as many as 30 elderly. The results of the activity are that the elderly know about hypertension prevention, namely 75% of 30 elderly are able to understand and the elderly are able to do elderly gymnastic activities and progressive muscle relaxation. Seniors play an active role in this activity.
Gerakan Gemar Makan Sayur (“Gemas”) Melalui Olahan Puding Untuk Cegah Stunting Dian Anisia Widyaningrum; Priyoto; Devita Anugrah Anggraini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1075

Abstract

Secara global masih dihadapkan permasalahan serius yaitu 22% anak balita mengalami stunting dan Indonesia menjadi negara kelima dengan proporsi balita tertinggi mengalami stunting sebesar 37%. Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak sangat panjang untuk kehidupan seseorang dan berkontribusi 17% dari seluruh kematian anak. Hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting yaitu perbaikan pola asuh, perbaikan sanitasi dan air bersih, serta pola makan. Sayur-sayuran hijau merupakan salah satu makanan yang mengandung kalsium dan dibutuhkan anak-anak untuk mencegah terjadinya stunting. Dan puding merupakan makanan ringan bertekstur kenyal yang sangat digemari oleh anak-anak, sehingga pemilihan menu puding sayuran sebagai makanan tambahan untuk mencegah stunting dipercaya dapat menarik minat anak-anak untuk mengkonsumsinya. Tujuan pengabdian masayarakat ini adalah untuk edukasi gerakan gemar makan sayur (“gemas”) melalui olahan puding untuk cegah stunting. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pengecekan status gizi balita dan edukasi terkait stunting dan demonstrasi cara pembuatan puding sayur bayam untuk makanan tambahan balita. Hasil pengabdian masyarakat, masyarakat telah memperoleh pengetahuan yang baik tentang stunting dan cara membuat puding sayur. Edukasi masyarakat dalam meningkatkan kegemaran balita mengkonsumsi sayur melalui puding direkomendasikan untuk dapat disebarkan luaskan pada masyarakat sekitar dengan harapan dapat mencegah terjadinya stunting pada balita
PENGARUH PEMBERIAN JUS NANAS DAN SIRSAK TERHADAP PERUBAHAN KADAR ASAM URAT DARAH DI DESA TAWANGREJO KABUPATEN MADIUN priyoto, priyoto; Anisia Widyaningrum, Dian
Jurnal Biogenerasi Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 Nomor 2 Artikel Publish Agustus 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v8i2.3367

Abstract

Tingginya tingkat asam urat dalam sirkulasi darah menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang terus berkembang. Setiap tahun, peningkatan kadar asam urat dalam darah terjadi, tergambar dari populasi Desa Tawangreho di Kabupaten Madiun yang mencapai 223 jiwa pada tahun 2018, 241 jiwa pada tahun 2019, dan 264 jiwa pada tahun 2020. Selain pendekatan pengobatan melalui penggunaan obat-obatan, ada opsi pengobatan alternatif tanpa obat dengan memanfaatkan tanaman tertentu yang dianggap mampu menurunkan tingkat asam urat, seperti coklat merah dan nanas. Kandungan vitamin C dan antioksidan dalam sirsak dan nanas diketahui mampu menghambat produksi Enzim xanthine oksidase memiliki peran dalam terbentuknya Kristal yang terbentuk oleh asam urat dapat menjadi masalah kesehatan. Di samping itu, vitamin C juga dapat meningkatkan proses pengeluaran asam urat melalui urine, yang pada gilirannya dapat mengurangi tingkat asam urat dalam aliran darah. Penelitian ini difokuskan pada pengukuran perubahan tersebut. kadar asam urat dalam masyarakat Desa Tawangrejo, Kabupaten Madiun, melalui pemberian jus sirsak dan jus nanas, sebagaimana dikemukakan oleh Maryati et al. (2013). Desain eksperimen yang digunakan melibatkan pretest dengan dua kelompok dan kelompok postkontrol. Metode pengambilan sampel dilakukan melalui Pemilihan sampel yang dilakukan secara sengaja, melibatkan 36 individu dari total 264 individu dalam populasi. Sampel terdiri dari 18 individu dalam kelompok intervensi dan 18 individu dalam kelompok kontrol. Pengukuran dilakukan menggunakan alat tes asam urat Autocheck GCU. Analisis data dilaksanakan dengan menerapkan uji Wilcoxon. dan uji t independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat Kadar asam urat pada kelompok yang mengonsumsi jus sirsak menunjukkan signifikansi statistik (p=0,000), dengan rata-rata penurunan sekitar 1,60 mg/dL. Sementara itu, perbedaan tingkat asam urat pada kelompok yang mengonsumsi jus nanas juga signifikan (p=0,000), dengan rata-rata penurunan asam urat sekitar 1,16 mg/dl. Dari nilai rata-rata perbedaan kadar asam urat ini, dapat disimpulkan bahwa Efek penurunan tingkat asam urat lebih efektif dicapai dengan mengonsumsi jus sirsak dibandingkan dengan jus nanas Dari hasil penelitian ini, pengetahuan tambahan mengenai langkah-langkah untuk mengurangi tingkat asam urat menjadi sangat penting. Diinginkan agar lebih banyak orang memilih untuk mengadopsi jus sirsak dan jus nanas sebagai alternatif untuk mengurangi Tingkat asam urat.
Penyuluhan Tentang Pencelupan Kelambu Berinsektisida Dalam Upaya Mencegah Malaria di Desa Gemarang Kabupaten Madiun 2024 Priyoto, Priyoto; Widyaningrum, Dian Anisia
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i1.359

Abstract

Kasus malaria di Pulau Jawa sebagian besar dikarenakan pasien yang putus selama pengobatan dan bertugas ke luar pulau sehingga masih berpotensi kambuh dan menjadi kasus kembali setelah kembali ke daerah asalnya. Malaria merupakan salah satu fokus kritis masalah kesehatan global. Malaria mengancam sekitar 3,2 miliar orang di seluruh dunia, dan 1,2 miliar orang berisiko tinggi. Setiap tahun terdapat 15 juta kasus malaria dengan 38.000 kematian di Indonesia. Tujuan penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terutama dalam membuat kelambu celup insektisida dalam pencegahan dan pengendalian malaria sehingga kasus malaria di Desa Gemarang Kabupaten Madiun dapat menurun. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan dilanjutkan dengan melakukan praktek kerja. Melalui pelatihan pembuatan jaring celup, kader desa memperoleh keterampilan teknis dalam membuat dan memelihara jaring celup. Desa Gemarang merupakan salah satu desa di Kabupaten Madiun yang tahun 2020 juga menjadi peserta pelatihan pembuatan kelambu pengabdian masyarakat. Penggunaan kelambu ini merupakan kelambu yang telah dicelupkan ke dalam insektisida yang telah diluncurkan oleh Puskesmas Gemarang sejak tahun 2008-2016 dan mendapatkan dana anggaran dari lembaga swadaya masyarakat dan bantuan pemerintah. Hasil kegiatan Durlambu telah memberikan hasil yang positif dan signifikan dalam menurunkan malaria, sehingga diharapkan penggunaan Durlambu akan menjadi kebiasaan untuk menekan malaria. Keberlanjutan penggunaan Durlambu ini diharapkan dapat menjadi alasan kemitraan pengabdian masyarakat antara Poltekkes Kemenkes Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Madiun untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat jaring pewarnna.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR SEDUHAN TEH HIJAU (Camellia Sinensis) DAN AIR REBUSAN JAHE PUTIH TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Sulistyani, Anis; Widyaningrum, Dian Anisia
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Volume 3, Nomor 5, Oktober 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i5.399

Abstract

Penatalaksanaan hipertensi pada lansia secara prinsip tidak berbeda dengan hipertensi pada umumnya. Terapi nonfarmakologi menjadi alternatif menurunkan tekanan darah dengan mengonsusi seduhan jahe hijau dan rebusan jahe putih. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektivitas Pemberian Air Seduhan Teh Hijau Dan Air Rebusan Jahe Putih Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan rancangan. Quasy experiment (Two Group Pre Test-Post Test Design) Jumlah sampel 36 dengan tehnik sampling yang di gunakan adalah Purposive Sampling, Dibagi menjadi kelompok seduhan teh hijau dan rebusan jahe putih. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann-Whitney. Hasil uji Wilcoxon pada seduhan teh hijau diperoleh ρ-value 0,000 untuk tekanan sistolik dan tekanan diastolik 0,000 (< 0,05), sedangkan pada rebusan jahe putih diperoleh ρ-value 0,000 dan tekanan diastolik 0,001 (< 0,05), berarti ada pengaruh pemberian air seduhan teh hijau dan air rebusan jahe putih terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Hasil uji Mann-Whitey diperoleh ρ-value tekanan sistolik sebesar 0,095 dan tekanan darah diastolik di peroleh ρ-value 0,106, berarti tidak ada perbedaan efektifitas seduhan teh hijau dan rebusan jahe putih dalam menurunkan tekanan darah sisitolik dan diastolik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pemberian teh hijau dan jahe putih berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah, namun tidak terdapat perbedaan tekanan darah antara kedua kelompok