Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EDUKASI TERKINI PADA MASYARAKAT GUNA MENINGKATKAN KESADARAN PENTINGNYA VAKSINASI COVID-19 DAN TERHINDAR DARI BERITA HOAX Widyaningrum, Dian Anisia; Haryati, Sagita
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 1 No. 1 (2022): Volume I, Nomor 1, Agustus 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v1i1.204

Abstract

Sejak awal kemunculannya pada akhir tahun 2019 yang lalu, pandemi Covid-19 sampai saat ini telah menjadi permasalahan besar bagi seluruh negara di dunia. Seiring berjalannya pandemi, pemerintah mengadakan program vaksinasi guna memulihkan Indonesia. Namun berita hoaks yang menyebar di media sosial tentang Program vaksinasi COVID-19 dari pemerintah membuat timbulnya berbagai persepsi masyarakat. Namun demikian terbatasnya informasi masyarakat tentang fakta vaksinasi Covid-19 akan mempengaruhi minat dan kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19, maka diperlukan sosialisasi bagi masyarakat tentang vaksinasi Covid-19. Tujuan pengadian masyarakat ini adalah untuk edukasi terkini pada masyarakat guna meningkatkan kesadaran pentingnya vaksinasi Covid-19 dan terhindar dari berita hoax. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Masyarakat sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penduduk Desa Tawangrejo Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan. Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah transfer ilmu pengetahuan tentang vaksinasi covid-19. Pendekatan pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada Bulan Februari 2022. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa sebelum dilaksanakan edukasi tentang vaksinasi Covid-19, tingkat persepsi masyarakat sebagian besar adalah positif sebanyak 22 orang (53,7%), dan setelah dilaksanakan program edukasi tingkat persepsi masyarakat sebagian besar adalah baik sebanyak 27 orang (65,9%). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa sebelum dilaksanakan edukasi tentang vaksinasi Covid-19, minat masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 sebagian besar adalah ragu-ragu sebanyak 20 orang (48,8%), dan setelah dilaksanakan program edukasi minat masyarakat sebagian besar adalah ya atau bersedia sebanyak 32 orang (78%).
SOSIALISASI JUMADU (JUS MENGKUDU DAN MADU) PADA PENDERITA HIPERTENSI Widyaningrum, Dian Anisia; Priyoto, Priyoto; Atmaja, Bayu Purnama
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 3 No. 5 (2024): Volume 3, Nomor 5, Oktober 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v3i5.408

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi medis yang serius dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, otak, ginjal serta penyakit lainnya. Penatalaksaanan hipertensi secara terapi farmakologis ternyata masih menimbulkan keraguan dikalangan individu terutama mengenai biaya tinggi, ketidakpatuhan penderita dalam proses pengobatan ataupun persepsi keamanan suatu obat sehingga terapi komplementer yang menggunakan bahan alam dan herbal salah satunya mengkudu (morinda citrifolia L) merupakan solusi bagi penderita hipertensi. Tujuan pengabdian masayarakat ini adalah untuk Sosialisasi Jumadu (Jus Mengkudu dan Madu) Pada Penderita Hipertensi. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari empat tahap yaitu survey lapangan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring dan evaluasi, dan implementasi. Kegiatan ini diikuti oleh penderita hipertensi saat pelaksanaan posyandu lansia di Desa Winong Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun sejumlah 25 orang Hasil pengabdian masyarakat, tingkat pengetahuan responden pre test sebagian besar adalah kurang sebanyak 11 orang (44 %) dan tingkat pengetahuan responden post test sebagian besar adalah baik sebanyak 14 orang (56 %). Pemeriksaan tekanan darah mengidentifikasi bahwa banyak peserta dengan hipertensi stadium 1, terutama di usia pra-lansia, menggaris bawahi kebutuhan untuk intervensi lebih lanjut selain pemberian jus mengkudu dan madu yang mungkin dapat terwujud dengan kolaborasi Dinas Kesehatan dan pemerintah setempat
HUBUNGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA IBU PENGGUNA KB SUNTIK Pangesti, Anggun Husna; Widyaningrum, Dian Anisia
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v3i1.72

Abstract

KB suntik adalah jenis kontrasepsi yang diberikan dengan cara menyuntikkan hormon ke dalam tubuh. Metode kontrasepsi hormonal memiliki banyak efek samping. Efek samping ini diklasifikasikan berdasarkan pengaruhnya terhadap kualitas hidup pengguna, seperti efek samping yang ringan, sedang dan berat. Efek samping yang dapat ditemukan yaitu efek ringan seperti ketidakteraturan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan KB suntik dengan siklus menstruasi pada ibu pengguna KB Suntik di Puskesmas Patianrowo Kabupaten Nganjuk. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan kuesioner penggunaan KB Suntik dengan siklus menstruasi. Uji statistic menggunakan Chi square. Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan Chi Square di dapatkan nilai p value = 0.035 < 0,05 N = 35 maka dapat di simpulkan secara statistic H1 diterima yang berarti ada hubungan penggunaan KB suntik dengan siklus menstruasi. Bahwasanya penggunaan KB Suntik mempengaruhi siklus menstruasi, dari hasil penelitian yang didapatkan pada ibu yang menggunakan KB suntik banyak yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 32 responden (91.4%). Dengan demikian diharapkan bagi ibu yang menggunakan KB suntik dapat menambah wawasan tentang hubungan KB suntik dengan siklus menstruasi
TRANSFER IPTEK CARA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI MUSIM PENGHUJAN Atmaja, Bayu Purnama; Widyaningrum, Dian Anisia; Diliyana, Yudha Fika
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i3.492

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dengan kasus yang terus berfluktuasi setiap tahun, terutama akibat perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, urbanisasi, serta perubahan iklim yang memperpanjang masa hidup nyamuk Aedes aegypti. Upaya pencegahan utama meliputi PSN 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, plus penggunaan repellent atau larvasida), pemberdayaan kader jumantik, serta inovasi seperti teknologi Wolbachia, namun tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan anggaran, dan resistensi nyamuk terhadap insektisida masih menghambat efektivitas program. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta serta pendekatan edukasi yang kreatif dan berkelanjutan diperlukan untuk menekan angka penularan DBD secara signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat SEMAR DBD dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan lima aksi utama : 1) Serbu Sarang Nyamuk (pemeriksaan rumah dan lingkungan), 2) Eradikasi Jentik Nyamuk (pemberian larvasida dan pembersihan wadah air), 3) Modifikasi Lingkungan Sehat (perbaikan drainase dan penghijauan), 4) Antisipasi Genangan Air (pembagian penutup wadah dan pelatihan pot anti-nyamuk), serta 5) Rutin Melaksanakan PSN (pembentukan kelompok jumantik mandiri). Metode ini didukung dengan pendampingan intensif, pembagian paket PSN (sikat, ember, abate), dan sistem pemantauan berbasis komunitas. Hasilnya, program berhasil meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 65% menjadi 92%, menumbuhkan kesadaran mandiri masyarakat dalam PSN, serta mengurangi kasus DBD di wilayah sasaran, membuktikan efektivitas pendekatan kolaboratif dalam pencegahan DBD berbasis masyarakat. Diperlukan adanya koordinasi serta pendampingan untuk memastikan upaya PSN dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan
Pemberdayaan Siswa dalam Melawan Pandemi COVID-19 dengan Meningkatkan Imunitas Fisik di SMK Ar-Rohman Tegalrejo Kabupaten Magetan Anisia Widyaningrum, Dian; Hartono, Aris; Setiawan, Bagas Wahyu
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari 2021
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v1i1.227

Abstract

Pandemi COVID-19 saat ini telah menjadi perhatian di dunia termasuk di Indonesia. Dimana pandemi COVID-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada kondisi kesehatan fisik dan jiwa setiap orang. Dengan adanya kondisi new normal, maka masyarakat termasuk siswa yang bersekolah sudah dapat beraktifitas kembali. Upaya pencegahan penyebaran infeksi dapat dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan dengan 5M seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan. Selain itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona adalah dengan meningkatkan dan menjaga daya tahan (imunitas) tubuh. Menjaga imunitas atau daya tahan tubuh merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi virus dan penyakit termasuk Covid-19. Namun demikian terbatasnya informasi khususnya dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, maka diperlukan sosialisasi pada siswa akan pentingnya imunitas tubuh di masa pandemi ini. Tujuan pengadian masayarakat ini adalah untuk pemberdayaan siswa dalam meningkatan imunitas fisik di sekolah. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan diberikan edukasi tentang cara meningkatkan imunitas fisik dalam melawan pandemi COVID-19. Hasil pengabdian masyarakat, siswa telah memperoleh pengetahuan yang baik tentang cara meningkatkan imunitas fisik selama pandemi COVID-19. Promosi kesehataan untuk meningkatkan imunitas fisik siswa sekolah direkomendasikan untuk dilakukan sebagai bentuk kerjasama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kebudayaan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di sekolah.
Tingkat Stres Hubungannya dengan Kejadian Obesitas Penderita Hipertensi Dian Anisia Widyaningrum; Kuswanto Kuswanto; Dika Lukitaningtyas
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i3.7378

Abstract

Excessive stress and obesity are factors that cause hypertension that are often not realized, poor psychological conditions and lifestyle patterns that are full of stressors will risk the impact of hypertension problems, if left untreated this disease can interfere with the function of other organs, such as the heart and kidneys. This study aims to determine whether stress levels are related to the incidence of obesity in people with hypertension. This study used a cross-sectional bivariate analysis method with a chi-square statistical test (Contingency Coefficient) with a sample of 55 respondents, the sampling technique used purposive sampling with the criteria of respondents who suffered from hypertension. The results showed that the stress level of most respondents experienced moderate stress as many as 28 people (50.9%) and most were obese as many as 34 people (61.8%). There is a relationship between stress levels and the incidence of obesity in people with hypertension with a p-value = 0.003 <α = 0.05. This condition can be followed up with efforts by health workers to provide education to people with hypertension in managing stress, dealing with emotions, and maintaining mental health as well as diet and exercise in achieving sustainable weight control. Thus, when stress and obesity are well managed, it will reduce the risk of hypertension recurrence in respondents.
SOSIALISASI DAN PROMOSI : PENCEGAHAN MASALAH KESEHATAN JIWA MATERNAL GUNA MENCIPTAKAN BUMIL SEHAT DI MASA PANDEMI Anisia Widyaningrum, Dian; Cintika Yorinda Sebtalesy
ABDIMAS Madani Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v4i1.90

Abstract

ABSTRACT The current COVID-19 pandemic has become a worldwide concern, including in Indonesia and has caused several health problems in several vulnerable groups, one of which is pregnant women. The fear of going to a health facility for a pregnancy check causes pregnant women to feel anxious about the condition of their fetus. In an era full of physical distancing restrictions during the COVID-19 pandemic as it is now, the support system that usually promotes mental health during the vulnerable period of transition to becoming a mother from family and loved ones is very likely to be reduced or even lost. Many have reported more anxiety about pregnancy problems amid the pandemic, likely due to concerns about the virus. This makes pregnant women more at risk for mental health problems. The purpose of this community service is to socialize and promote the prevention of maternal mental health problems in order to create healthy pregnant women during the pandemic. The method of implementing this community service consists of three stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. At the implementation stage, socialization and promotion were given to prevent mental health problems during the COVID-19 pandemic. As a result of community service, pregnant women have gained good knowledge about how to prevent maternal mental health problems during the COVID-19 pandemic. Health socialization and promotion to improve mental health of pregnant women is recommended to be carried out as a form of collaboration between the Health Service and the local government as well as with the support of the main family, husband and parents so as to create mentally healthy pregnant women during the COVID-19 pandemic.
LITERATUR REVIEW : FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NON SUICIDAL SELF-INJURY (NSSI) PADA REMAJA Widyaningrum, Dian Anisia; Putri, Mega Arianti
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 1 (2024): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i1.443

Abstract

Perilaku mencederai diri tanpa bertujuan bunuh diri (NSSI) adalah masalah perilaku kejiwaan umum yang mengancam kesehatan remaja. Saat ini, bunuh diri telah menjadi penyebab kematian ketiga di kalangan remaja di seluruh dunia, dan menjadi salah satu prediktor terkuat bunuh diri di masa depan. Sehingga, memahami faktor-faktor yang terkait dengan NSSI sangat penting untuk melakukan penilaian risiko klinis dan intervensi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi non suicidal self-injury (NSSI) pada remaja. Metode dalam penulisan artikel ini adalah literature review yang terdapat dalam database Google Scholar, Pubmed, Science Direct, The Lancet, Artikel yang terpilih berdasarkan free ful text, open acces, berbahasa Inggris dan Indonesia dan terbit tahun 2022 hingga 2023. Hasil studi literatur melalui database dalam jurnal kesehatan menemukan sejumlah 2 Artikel di Lancet Global Health, 14 artikel di Pubmed, 18 artikel di Tandfonline, 17 artikel di Science Direct, dan 14 artikel di Google Schoolar. Perilaku mencederai diri sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor biologis, psikologis, sosial, dan kultural seperti gangguan kepribadian, depresi, penggunaan narkoba, dan masalah hubungan dengan teman sebaya atau keluarga, prestasi sekolah yang buruk, dan kesulitan psikososial serta demografi. Diharapkan kepada petugas kesehatan yang ada di masyarakat, dapat memahami faktor yang mendasari perilaku mencederai diri sendiri pada generasi muda untuk pengembangan program intervensi dan pengobatan yang tepat.
PENGARUH PEMBERIAN JUS NANAS DAN SIRSAK TERHADAP PERUBAHAN KADAR ASAM URAT DARAH DI DESA TAWANGREJO KABUPATEN MADIUN priyoto, priyoto; Anisia Widyaningrum, Dian
Jurnal Biogenerasi Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 Nomor 2 Artikel Publish Agustus 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v8i2.3367

Abstract

Tingginya tingkat asam urat dalam sirkulasi darah menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang terus berkembang. Setiap tahun, peningkatan kadar asam urat dalam darah terjadi, tergambar dari populasi Desa Tawangreho di Kabupaten Madiun yang mencapai 223 jiwa pada tahun 2018, 241 jiwa pada tahun 2019, dan 264 jiwa pada tahun 2020. Selain pendekatan pengobatan melalui penggunaan obat-obatan, ada opsi pengobatan alternatif tanpa obat dengan memanfaatkan tanaman tertentu yang dianggap mampu menurunkan tingkat asam urat, seperti coklat merah dan nanas. Kandungan vitamin C dan antioksidan dalam sirsak dan nanas diketahui mampu menghambat produksi Enzim xanthine oksidase memiliki peran dalam terbentuknya Kristal yang terbentuk oleh asam urat dapat menjadi masalah kesehatan. Di samping itu, vitamin C juga dapat meningkatkan proses pengeluaran asam urat melalui urine, yang pada gilirannya dapat mengurangi tingkat asam urat dalam aliran darah. Penelitian ini difokuskan pada pengukuran perubahan tersebut. kadar asam urat dalam masyarakat Desa Tawangrejo, Kabupaten Madiun, melalui pemberian jus sirsak dan jus nanas, sebagaimana dikemukakan oleh Maryati et al. (2013). Desain eksperimen yang digunakan melibatkan pretest dengan dua kelompok dan kelompok postkontrol. Metode pengambilan sampel dilakukan melalui Pemilihan sampel yang dilakukan secara sengaja, melibatkan 36 individu dari total 264 individu dalam populasi. Sampel terdiri dari 18 individu dalam kelompok intervensi dan 18 individu dalam kelompok kontrol. Pengukuran dilakukan menggunakan alat tes asam urat Autocheck GCU. Analisis data dilaksanakan dengan menerapkan uji Wilcoxon. dan uji t independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat Kadar asam urat pada kelompok yang mengonsumsi jus sirsak menunjukkan signifikansi statistik (p=0,000), dengan rata-rata penurunan sekitar 1,60 mg/dL. Sementara itu, perbedaan tingkat asam urat pada kelompok yang mengonsumsi jus nanas juga signifikan (p=0,000), dengan rata-rata penurunan asam urat sekitar 1,16 mg/dl. Dari nilai rata-rata perbedaan kadar asam urat ini, dapat disimpulkan bahwa Efek penurunan tingkat asam urat lebih efektif dicapai dengan mengonsumsi jus sirsak dibandingkan dengan jus nanas Dari hasil penelitian ini, pengetahuan tambahan mengenai langkah-langkah untuk mengurangi tingkat asam urat menjadi sangat penting. Diinginkan agar lebih banyak orang memilih untuk mengadopsi jus sirsak dan jus nanas sebagai alternatif untuk mengurangi Tingkat asam urat.
RIWAYAT ANEMIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KETANDAN DAGANGAN MADIUN Dian Anisia Widyaningrum; Dhiyah Ayu Romadhoni
MEDICA MAJAPAHIT Vol 10 No 2 (2018): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia kehamilan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat besar di dunia terutama bagi wanita usia reproduksi (WUS). Anemia kehamilan sangat berisiko terhadap bayi yang akan dilahirkan dan akan menyebabkan stunting pada balita. Hal ini dikarenakan asupan gizi yang didapatkan tidak mencukupi. Tujuan penelitian ni untuk mengetahui hubungan riwayat anemia kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ketandan Dagangan Madiun. Desain penelitian yaitu analitik dengan pendekatan case control study. Populasi penelitian yaitu seluruh balita di Desa Ketandan Dagangan Madiun sebanyak 287 balita. Teknik pengambilan sampel yang digunakan simple random sampling, dengan jumlah 82 balita, dengan 27 balita kasus dan 55 balita kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan proporsi riwayat anemia kehamilan pada kelompok kasus adalah 18 (66,7%) dan yang tidak menderita anemia adalah 9 (33%), Sedangkan nilai proporsi riwayat anemia kehamilan pada kelompok kontrol adalah 17 (30,9%) dan yang tidak menderita anemia adalah 38 (69,1%). Analisis Uji statistic dengan menggunakan uji chi square (Ï value= 0,005 < 0,05) dan OR 4,471 yang menunjukkan ada hubungan yang signifikan riwayat anemia kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ketandan Dagangan Madiun. Ibu hamil yang menderita anemia memiliki resiko 4 kali terjadinya anak mengalami stunting dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia. Menurut pembahasan diatas bahwa anemia masih sangat tinggi. Saran untuk ibu hamil di Desa Ketandan Dagangan Maadiun supaya mengkonsumsi tablet Fe saat hamil untuk mencegah terjadinya anemia dan stunting pada balita.