Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Economic Benefit Analysis of Sorghum Crop Aid for Farmers in Tinondo District, East Kolaka Regency Arya Fadjar Pratama; Surni; Samsul Alam Fyka
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 02 (2025): April - June, International Journal of Technology and Education Research (IJET
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i02.1959

Abstract

This research is based on the fact that there are still many people who have not cultivated sorghum plants. In fact, sorghum plants are among the easiest carbohydrate-producing plants to cultivate.Sorghum has great potential to be developed in Indonesia because it has broad adaptability, especially on dry land and produces quite high productivity. Sorghum has characteristics that are closer to wheat, so it has the potential to replace wheat and can produce sugar.The aim of this research is to find out the reasons why farmers receive sorghum crop assistance from the government in Tinondo District, East Kolaka Regency and to find out the economic benefits of sorghum plants on the income of sorghum farmers in Tinondo District, East Kolaka Regency.The data used was primary data sourced from questionnaires distributed to respondents and secondary data from related agencies, literature and reports or results of previous research. The research method used was a qualitative and quantitative research method used analysis of farming income and the R/C ratio. The research results showed that the reasons why farmers received sorghum plant assistance from the Government in Tinondo District, East Kolaka Regency were that the soil conditions were suitable for planting sorghum, there was a lot of vacant land in the community, farmers did not need to buy sorghum seeds, the quality of the seeds was good, maintenance costs were cheap, and the plants Sorghum is more profitable than corn. The R/C value for total costs is 1.68 and the results of the income analysis of sorghum farming can be said clearly that sorghum farming is very profitable to run
ANALISIS USAHA TERNAK SAPI PADA LAHAN PERKEBUNAN SAWIT DI DESA PUUSULI KECAMATAN ANDOWIA KABUPATEN KONAWE UTARA Roynaldi Saputra Stibis; Muhammad Aswar Limi; Samsul Alam Fyka
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.4744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana pengelolaan usaha ternak sapi pada lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Puusuli Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara, dan (2) Bagaimana kelayakan usaha ternak sapi pada lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Puusuli Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Bulan Januari sampai Maret 2023 di Desa Puusuli Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Peternak sapi dan pemilik usaha ternak yang berintrgrasi di kebun sawit yang ada di Puusuli yang berjumlah 10 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sensus sampling, dimana semua populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukan (1) Hasil analisis pendapatan rata-rata responden peternak sapi sebesar Rp 33.791.270. Rata-rata penerimaan yang diperoleh oleh responden per bulan adalah sebesar Rp 4.050.000. (2) nilai R/C usaha Ternak sapi lebih dari >1 yang menunjukkan bahwa usaha Ternak sapi layak untuk dilanjutkan. Artinya usaha Ternak sapi memiliki keuntungan yang besar, karena semakin besar nilai R/C berarti semakin besar penerimaan yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
STRATEGI PEMASARAN JERUK SIOMPU DI KECAMATAN SIOMPU KABUPATEN BUTON SELATAN Fitriani Albakia; Surni; Samsul Alam Fyka
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran dalam menarik konsumen Jeruk Siompu di Desa Waindawula Kecamatan Siompu. Karena jumlah penduduk kurang dari 100 orang, Desa Waindawula dimekarkan pada tahun 2016, sehingga jumlah petani jeruk manis hanya sedikit, pengambilan sampel dilakukan melalui sensus yang mengambil seluruh populasi sebagai sampel yaitu 20 orang petani jeruk Siompu di Desa Waindawula. Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah dengan menggunakan analisis SWOT, dimana analisis ini dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai faktor yang terbentuk secara sistematis yang digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran Jeruk Siompu. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT pada pemasaran jeruk siompu di Kabupaten Buton Selatan, bahwa penerapan strategi dalam proses pemasaran menggunakan Strategi Berorientasi Pertumbuhan. Hal ini dapat dilihat pada diagram kartesius analisis SWOT yang menunjukkan bahwa total skor tertinggi berada pada kuadran I, dimana kuadran ini merupakan situasi menguntungkan. Pemasaran jeruk siompu juga memiliki banyak peluang dan kekuatan sehingga dapat meraih dan memanfaatkan peluang yang ada sekaligus meminimalisir kelemahan dan mengatasi berbagai ancaman yang datang.
Pelatihan Pembuatan Cocopeat dari Sabut Kelapa Muda untuk Bahan Baku Media Tanam Rahmanpiu, Rahmanpiu; Murni Nia; Samsul Alam Fyka; La Malesi; Wa Ode Mulyana
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Edisi November 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i1.97

Abstract

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Lingungan Hidup dan Kehutanan mencanangkan “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Sabut kelapa muda bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk media tanam. Sabut kelapa muda hingga saat ini belum dimanfaatkan. Karena itu, Tim PKM melakukan pelatihan pembuatan cocopeat dari sabut kelapa muda. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendamping kepada mitra untuk ; (1) membuat alat penghancur sabut kelapa dari rantai bekas mesin pemotong kayu,  (2) melakukan fermentasi serbut sabut kelapa muda, dan (3) melakukan uji coba media tanam pada budidaya tanaman kangkong dan sawi. Metode pelaksanaan  menggunakan metode penyuluhan partisipasif dimana mitra terlibat secara langsung dalam kegiatan pengabdian. Hasil yang dicapai adalah mitra dapat (1) mengembangkan Teknologi Tepat Guna mesin slinder penghancur sabut kelapa muda dari rantai bekas mesin pemotong kayu dengan kinerja ± 70 kg/jam. (2) menghasilkan cocopeat yang memiliki tekstur yang sama dengan cocopeat dari sabut kelapa tua. (3) formulasi media tanam untuk uji coba budidaya kangkong dan sawi adalah tanah, cocopeat, kompos dan abu sekam (2:1:1:0,5). Hasil budidaya menunjukkan bahwa budidaya tanaman kangkung dan sawi memberikan hasil baik, berwarna kehijauan, tidak tampak hama, dan panjang kangkung berkisar antara 20 – 40 cm, sedangkan sawi dengan Panjang 15 – 30 cm.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA WOWONGA JAYA KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Edi Karmin; Ine Fausayana; Samsul Alam Fyka
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i1.2055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh petani cabai rawit di Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara dan kelayakan usaha cabai rawit di Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan rumus pendapatan dan kelayakan usaha. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder diperoleh melalui laporan dari instansi terkait. Sampel penelitian untuk petani cabai rait ditentukan secara jenuh (sensus) sebanyak 27 petani cabai rait. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pendapatan usahatani cabai rawit yang diperoleh petani di Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara rata-rata per hektar per musim tanam sebesar Rp2.253.044. (2) Usahatani cabai rawit di Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara layak untuk diusahakan (R-C rasio 6,70).
ANALISIS KONTRIBUSI USAHATANI JAMBU METE (Anacardium Occidentale) TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA WOWONGA JAYA KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Alan Canra; Ilma Sarimustaqiyma Rianse; Samsul Alam Fyka
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i1.2114

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Berapa besar pendapatan petani dari sektor usahatani jambu mete di Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara, dan mengetahui Berapa besar kontribusi usahatani jambu mete terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara pada bulan Januari sampai bulan Februari 2022. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang petani jambu mete. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode sensus dimana peneliti mengambil seluruh populasi petani jambu mete di Kecamatan Kulisusu Utara. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantittatif digunakan untuk mengetahui tingkat pendapatan usahatani jambu mete. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani dari sektor usahatani jambu mete di Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara sebesar Rp497.440.000 dengan jumlah rata-rata mencapai 40.683.870. Kontribusi usahatani jambu mete terhadap tingkat pendapatan rumah tangga petani di Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara sebesar 70.15%. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani jambu mete memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendapatan petani di Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara.