Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PEMERTAHANAN BAHASA TONTEMBOAN DI KALANGAN REMAJA DAN DEWASA MUDA DESA TONSEWER Pangemanan, Elizabeth Lauren; Palar, Wimsje Revlin; Wengkang, Thelma I. M.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 3 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dvymsa05

Abstract

Bahasa Tontemboan, salah satu bahasa daerah di Sulawesi Utara, menghadapi ancaman kepunahan akibat kurangnya penggunaan di kalangan generasi muda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemertahanan bahasa Tontemboan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa pada bulan September 2024, dengan informan sebanyak 20 orang generasi muda berusia antara 12 hingga 35 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik simak, teknik cakap semuka, teknik catat, dan angket. Data dianalisis menggunakan persentase untuk menghitung frekuensi jawaban. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa generasi muda yang tinggal di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat, lebih banyak menggunakan bahasa Melayu Manado dibandingkan dengan bahasa daerah. Bahkan ditemukan bahwa beberapa generasi muda sudah tidak dapat menggunakan bahasa daerah mereka sendiri. Faktor pendidikan, pernikahan, usia, dan urbanisasi menjadi penyebab yang memengaruhi pemertahanan bahasa Tontemboan di desa tersebut. Selain itu, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mempertahankan bahasa Tontemboan di kalangan generasi muda. Minimnya penggunaan bahasa Tontemboan dalam kehidupan sehari-hari generasi muda berisiko menyebabkan bahasa tersebut tidak dapat dipertahankan dan tergeser oleh bahasa lain.
PENERAPAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKPOSISI: SEBUAH STUDI DI SMA NEGERI 2 TONDANO Mamahi, Yumico Nansi; Meruntu, Oldie S.; Wengkang, Thelma
KOMPETENSI Vol. 5 No. 4 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/hn3v3k18

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan keterampilan menulis teks eksposisi di kalangan siswa SMA, khususnya di kelas XI SMA Negeri 2 Tondano. Permasalahan ini menuntut diterapkannya model pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning (PjBL) dan kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi sesuai struktur dan kaidah kebahasaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Tondano pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Sumber data penelitian adalah 15 siswa kelas XI-A. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap proses pembelajaran dan tes menulis teks eksposisi. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis data hasil observasi secara deskriptif, sementara data hasil tes dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui Microsoft Excel untuk menghitung rata-rata, standar deviasi, dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL mampu meningkatkan minat, keterlibatan aktif, dan kemampuan siswa dalam memahami struktur serta kaidah kebahasaan teks eksposisi. Rata-rata skor kemampuan menulis siswa mencapai 75 dan berada dalam kategori baik menurut KKTP. Pembelajaran berbasis proyek memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kolaboratif. Meskipun hasilnya belum maksimal, model ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran menulis. Implikasi dari penelitian ini adalah model PjBL layak diterapkan secara luas dalam pembelajaran menulis untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Indonesia di tingkat SMA.
NILAI BUDAYA DALAM FILM TARUNG SARUNG KARYA ARCHIE HEKAGERY DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH Oktaverina, Delfi; Wengkang, Thelma I. M.; Senduk, Thomas
KOMPETENSI Vol. 5 No. 5 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/t0mrp669

Abstract

Penelitian ini berfokus pada nilai budaya dalam film Tarung Sarung sebagai sarana penting dalam memahami dan menginternalisasi nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan nilai budaya dalam film Tarung Sarung karya Archie Hekagery dan implikasinya pada pembelajaran sastra di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data utama adalah film Tarung Sarung. Sumber data penelitian adalah data primer berupa analisis langsung terhadap film tersebut, serta data sekunder dari artikel, jurnal dan website resmi. Teknik pengumpulan data melalui menyimak, mencatat, dan studi kepustakaan. Cara analisis data yang digunakan yaitu memutar dan menonton film Tarung Sarung secara berulang-ulang, menyimak setiap adegan dan dialog, mencatat, merekam layar gambar, dan menyajikan temuan dalam bentuk teks narasi, melakukan verifikasi kembali terkait temuan, serta menarik kesimpulan mengenai nilai budaya dalam film Tarung Sarung. Nilai budaya yang ditemukan meliputi nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, yaitu ketakwaan, tawakal serta berdoa. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain yakni keikhlasan, berterimakasih, kepedulian, pengorbanan, bertanggung jawab, cinta kasih. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat ialah keadilan dan gotong royong. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri adalah keberanian, percaya diri, kejujuran dan keteguhan hati. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam yakni cinta alam. Temuan penelitian ini memiliki implikasi signifikan bagi pembelajaran sastra, terutama dalam konteks kurikulum merdeka di mana nilai budaya dalam film memegang peranan penting terhadap pengetahuan siswa dalam pembelajaran sastra.