Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementation of the Independent Curriculum in History Education at State Senior High Schools 1 Purbolinggo Miftakhudin, Arif; Hartati, Umi; Afwan, Bahtiar; Sartika, Lianda Dewi
Swarnadwipa Vol 9, No 1 (2025): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v9i1.4073

Abstract

The aim of this research is to analyze the implementation of the Independent Curriculum  (Merdeka) in history learning at State Senior High Schools (SMA Negeri) 1 Purbolinggo. The type of research conducted in this study is field research. Field research is research carried out in real-life settings. The field research in this study specifically refers to research conducted at SMA Negeri 1 Purbolinggo, focusing on the implementation of the Merdeka Curriculum in history learning. The results of the research on the implementation of the Merdeka Curriculum in history learning at SMA Negeri 1 Purbolinggo include planning, execution, evaluation, and challenges in the learning process. The planning phase involves training, guidance, in-house training workshops (IHT), and the preparation of learning tools. The implementation of the Merdeka Curriculum in history learning includes introductory activities, main activities, and closing, with teachers conducting lessons based on the prepared learning tools. The evaluation covers both summative and formative assessments, and evaluations are conducted comprehensively for every school program. The challenges in history learning at SMA Negeri 1 Purbolinggo include low student motivation and a lack of adequate technological facilities, such as LCDs and projectors.
Problematics of Implementing The MBKM (Independent Learning Campus Independent) Curriculum In The History Education Study Program FKIP Unmas Denpasar Anto, Ruli; Ari, Ida Ayu Nyoman Maye Denia; Lasmawan, I Wayan; Suharta, I Gusti Putu; Sartika, Lianda Dewi
International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) Vol. 6 No. 1 (2024): International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan `Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/ijassd.v6i1.9025

Abstract

The aim of this research is to find problems in implementing the MBKM curriculum, which is a new curriculum, implemented by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology to provide students with independence in organizing their study time. However, there are several challenges in its implementation in the History Education Study Program, FKIP, Mahasaraswati University, Denpasar. This type of research is qualitative with a phenomonological approach. The data collection technique in this research went through the stages of observation, source interviews, and documentation collection. Testing the validity of the data by reducing the data, explaining the data, and drawing conclusions. This research produces data related to the problems experienced in implementing MBKM, namely 1) Limited human resources (lecturers and support staff) to guide and accompany students optimally in organizing study time. The ratio of lecturers and students is not appropriate. 2) Limited supporting infrastructure for the Independent Learning program such as laboratories, libraries and other supporting facilities. 3) Student independence is still low in organizing study time effectively and efficiently according to the expected competencies. 4) Lack of flexible curriculum readiness to accommodate various individual student learning needs. 5) The assessment and evaluation system is not yet optimal for measuring the achievement of the expected competencies from the Merdeka Belajar program. Therefore, systemic improvement efforts are needed to optimize the implementation of the MBKM Curriculum in the History Education Study Program, FKIP, Mahasaraswati University, Denpasar.
Membangun Karakter Profil Pelajar Pancasila Berbasis Kearifan Lokal dengan Perspektif Kebudayaan Bali Brata, Ida Bagus; Sartika, Lianda Dewi; Saputra, I Putu Adi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.338

Abstract

Proses pembelajaran sepanjang hayat merupakan salah satu upaya mengembangkan potensi peserta didik berbasis nilai kearifan lokal Bali sangat mendukung terwujudnya profil pelajar Pancasila. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis nilai kearifan lokal perspektif kebudayaan Bali dalam membangun profil pelajar Pancasila sebagai bagian dari kurikulum merdeka belajar untuk mengarahkan peserta didik agar menghargai dan mencintai budayanya sendiri. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur (literature review). Pendekatan studi literatur dilakukan dengan cara membaca, mencatat, dan menelaah bahan penelitian melalui berbagai sumber yang terkait dengan tujuan dan masalah penelitian melalui data pendukung yang bersumber dari buku, hasil lokakarya, prosiding, jurnal penelitian baik nasional maupun internasional dan sumber-sumber lainnya seperti internet. Hasil kajian menemukan bahwa nilai kearifan lokal perspektif kebudayaan Bali dapat dijadikan salah satu strategi untuk menciptakan paradigma baru dalam mewujudkan kompetensi global menuju profil karakter siswa Pancasila. Kearifan lokal merupakan salah satu aspek budaya yang dimiliki daerah-daerah termasuk Bali sangat banyak dan beraneka bentuknya, secara selektif dapat diangkat menjadi aset nasional dan dapat direvitalisasi sehingga dapat difungsikan sebagai wahana untuk membangun profil pelajar Pancasila.
Makna Ngelebur dalam Upacara Ngaben pada Masyarakat Bali Aga di Desa Penglipuran, Bangli Yanti, Kadek Suma; Yanti, Ni Wayan Oka; Saputra, I Putu Adi; Anto, Ruli; Sumarjiana, I Ketut Laba; Sartika, Lianda Dewi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.353

Abstract

Upacara Ngaben atau disebut juga upacara Pelebon merupakan salah satu upacara keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu yang memiliki arti melebur, yaitu kembalinya raga (stula sarira) kepada Panca Maha Bhuta (lima unsur dasar yang menyusun mikrokosmos/manusia). Pelaksanaan upacara Ngaben pada masyarakat Hindu, khususnya di Bali memiliki keunikan tersendiri, sebab masing-masing masyarakat adat memiliki perbedaan dalam memaknai Ngaben, termasuk masyarakat desa adat Penglipuran yang memiliki perspektif tersendiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Terdapat tiga tahapan dalam penelitian ini, yaitu melalui tahap observasi, wawancara, dan studi dokumen. Adapun objek penelitian ini terletak di desa Penglipuran, Bangli. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai fenomena upacara Ngaben yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Penglipuran yang termasuk dalam suku Bali Aga yang dipercaya merupakan suku asli Bali yang mendiami wilayah Bali sebelum kedatangan suku Bali Majapahit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pelaksanaan upacara Ngaben pada masyarakat Bali Majapahit dilakukan melalui tradisi pembakaran jenazah. Sedangkan pada masyarakat Bali Aga, khususnya di desa Penglipuran tidak selalu dilakukan dengan mengadakan prosesi pembakaran jenazah, melainkan dengan melakukan prosesi penguburan mayat. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat adat Penglipuran bahwa melebur atau penduduk lokal menyebutnya dengan istilah ‘ngelebur’ memiliki esensi bahwa melalui prosesi penguburan jenazah, pada akhirnya tetap akan mengembalikan raga kepada Panca Maha Bhuta.
Pelatihan Pembuatan Media Augmented Reality Berbasis Kearifan Lokal Bali untuk Guru SMAN 9 Denpasar Indrawan, Aditya; Rulianto, Rulianto; Datuti, Sri; Persada, Soma Surya; Sartika, Lianda Dewi
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i3.2443

Abstract

kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan pelatihan kepada guru-guru di SMAN 9 Denpasar. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para guru agar dapat memanfaatkan kearifan lokal yang ada di sekitar lingkungan sebagai sebuah media pembelajaran. Pemanfaatan kearifan lokal dalam kegiatan pembelajaran merupakan hal yang penting pada era saat ini dikarenakan banyaknya budaya asing yang dapat dengan mudah mempengaruhi para peserta didik. Oleh sebab itu, para guru harus dapat memanfaatkan kearifan lokal dengan menggabungkannya dengan teknologi terkini agar kegiatan pembelajaran lebih optimal dan agar para siswa tertarik dengan kebudayaan mereka sendiri. Kegiatan pelatihan ini dilakukan menggunakan metode pelatihan, dimana para guru akan diberikan pemaparan materi secara teoritik lalu akan dilanjutkan dengan kegiatan simulasi hingga praktik pembuatan media pembelajaran. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat membantu para guru di SMAN 9 Denpasar, para guru juga turut aktif dalam setiap kegiatan pelatihan sehingga dapat berjalan dengan baik dan optimal. Berdasarkan hasil kuisioner pun para guru menilai kegiatan ini sangat membantu mereka dengan presentase Sekitar 10,9% memberikan penilaian kegiatan pelatihan sangat membantu, 70,9% memberikan penilaian kegiatan pelatihan membantu sedangkan 18,2% memberikan penilaian netral.