Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Membangun Karakter Profil Pelajar Pancasila Berbasis Kearifan Lokal dengan Perspektif Kebudayaan Bali Brata, Ida Bagus; Sartika, Lianda Dewi; Saputra, I Putu Adi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.338

Abstract

Proses pembelajaran sepanjang hayat merupakan salah satu upaya mengembangkan potensi peserta didik berbasis nilai kearifan lokal Bali sangat mendukung terwujudnya profil pelajar Pancasila. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis nilai kearifan lokal perspektif kebudayaan Bali dalam membangun profil pelajar Pancasila sebagai bagian dari kurikulum merdeka belajar untuk mengarahkan peserta didik agar menghargai dan mencintai budayanya sendiri. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur (literature review). Pendekatan studi literatur dilakukan dengan cara membaca, mencatat, dan menelaah bahan penelitian melalui berbagai sumber yang terkait dengan tujuan dan masalah penelitian melalui data pendukung yang bersumber dari buku, hasil lokakarya, prosiding, jurnal penelitian baik nasional maupun internasional dan sumber-sumber lainnya seperti internet. Hasil kajian menemukan bahwa nilai kearifan lokal perspektif kebudayaan Bali dapat dijadikan salah satu strategi untuk menciptakan paradigma baru dalam mewujudkan kompetensi global menuju profil karakter siswa Pancasila. Kearifan lokal merupakan salah satu aspek budaya yang dimiliki daerah-daerah termasuk Bali sangat banyak dan beraneka bentuknya, secara selektif dapat diangkat menjadi aset nasional dan dapat direvitalisasi sehingga dapat difungsikan sebagai wahana untuk membangun profil pelajar Pancasila.
Makna Ngelebur dalam Upacara Ngaben pada Masyarakat Bali Aga di Desa Penglipuran, Bangli Yanti, Kadek Suma; Yanti, Ni Wayan Oka; Saputra, I Putu Adi; Anto, Ruli; Sumarjiana, I Ketut Laba; Sartika, Lianda Dewi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.353

Abstract

Upacara Ngaben atau disebut juga upacara Pelebon merupakan salah satu upacara keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu yang memiliki arti melebur, yaitu kembalinya raga (stula sarira) kepada Panca Maha Bhuta (lima unsur dasar yang menyusun mikrokosmos/manusia). Pelaksanaan upacara Ngaben pada masyarakat Hindu, khususnya di Bali memiliki keunikan tersendiri, sebab masing-masing masyarakat adat memiliki perbedaan dalam memaknai Ngaben, termasuk masyarakat desa adat Penglipuran yang memiliki perspektif tersendiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Terdapat tiga tahapan dalam penelitian ini, yaitu melalui tahap observasi, wawancara, dan studi dokumen. Adapun objek penelitian ini terletak di desa Penglipuran, Bangli. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai fenomena upacara Ngaben yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Penglipuran yang termasuk dalam suku Bali Aga yang dipercaya merupakan suku asli Bali yang mendiami wilayah Bali sebelum kedatangan suku Bali Majapahit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pelaksanaan upacara Ngaben pada masyarakat Bali Majapahit dilakukan melalui tradisi pembakaran jenazah. Sedangkan pada masyarakat Bali Aga, khususnya di desa Penglipuran tidak selalu dilakukan dengan mengadakan prosesi pembakaran jenazah, melainkan dengan melakukan prosesi penguburan mayat. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat adat Penglipuran bahwa melebur atau penduduk lokal menyebutnya dengan istilah ‘ngelebur’ memiliki esensi bahwa melalui prosesi penguburan jenazah, pada akhirnya tetap akan mengembalikan raga kepada Panca Maha Bhuta.
Pelatihan Pembuatan Media Augmented Reality Berbasis Kearifan Lokal Bali untuk Guru SMAN 9 Denpasar Indrawan, Aditya; Rulianto, Rulianto; Datuti, Sri; Persada, Soma Surya; Sartika, Lianda Dewi
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i3.2443

Abstract

kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan pelatihan kepada guru-guru di SMAN 9 Denpasar. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para guru agar dapat memanfaatkan kearifan lokal yang ada di sekitar lingkungan sebagai sebuah media pembelajaran. Pemanfaatan kearifan lokal dalam kegiatan pembelajaran merupakan hal yang penting pada era saat ini dikarenakan banyaknya budaya asing yang dapat dengan mudah mempengaruhi para peserta didik. Oleh sebab itu, para guru harus dapat memanfaatkan kearifan lokal dengan menggabungkannya dengan teknologi terkini agar kegiatan pembelajaran lebih optimal dan agar para siswa tertarik dengan kebudayaan mereka sendiri. Kegiatan pelatihan ini dilakukan menggunakan metode pelatihan, dimana para guru akan diberikan pemaparan materi secara teoritik lalu akan dilanjutkan dengan kegiatan simulasi hingga praktik pembuatan media pembelajaran. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat membantu para guru di SMAN 9 Denpasar, para guru juga turut aktif dalam setiap kegiatan pelatihan sehingga dapat berjalan dengan baik dan optimal. Berdasarkan hasil kuisioner pun para guru menilai kegiatan ini sangat membantu mereka dengan presentase Sekitar 10,9% memberikan penilaian kegiatan pelatihan sangat membantu, 70,9% memberikan penilaian kegiatan pelatihan membantu sedangkan 18,2% memberikan penilaian netral.
THE CONSTRUCTION OF THE INDEPENDENCE STRUGGLE NARRATIVE IN SENIOR HIGH SCHOOL HISTORY TEXTBOOKS UNDER THE MERDEKA CURRICULUM: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Sartika, Lianda Dewi; Dewanta, Anak Agung Ngurah Bagus Janitra; Alqadri, Bagdawansyah
Jurnal Historica Vol. 10 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v10i1.60009

Abstract

The narrative of the 1945 independence struggle in history textbooks plays a crucial role in shaping students’ understanding of national identity. However, its presentation does not always reflect the diversity of historical perspectives or meet the demands of critical learning. This study aims to analyze the construction of the 1945 independence narrative in high school history textbooks under the Merdeka Curriculum. The study employs a qualitative approach using a three-dimensional critical discourse analysis framework encompassing textual analysis, social context, and the underlying perspectives of the narrative. Data were drawn from two history textbooks for Grades 11 and 12 published by the Ministry of Education. The units of analysis included narrative texts, illustrations, learning activities, and assessment questions related to the theme of independence. The results indicate that the narrative is predominantly shaped by a nationalist perspective that emphasizes the role of elite figures, while the contributions of other groups are only partially represented. Furthermore, most assessment questions remain focused on factual recall and do not sufficiently promote critical thinking skills. These findings reveal a gap between the intended curriculum and the actual presentation of material in textbooks. Therefore, the development of more inclusive, analytical, and contextualized historical narratives is necessary to support critical history learning.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction Berbantuan Video Animasi Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VII A Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMPN 1 Mataram Amrulloh, Muh Khozin Arif; Basariah; Sartika, Lianda Dewi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/schxmy62

Abstract

Rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila menjadi salah satu kendala utama dalam mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas VII A SMPN 1 Mataram, ditemukan bahwa sebagian besar siswa kurang aktif, kurang perhatian, dan cenderung merasa bosan selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode ceramah yang monoton dan kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran guna meningkatkan keterlibatan dan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction berbantuan video animasi di kelas VII A SMPN 1 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah tercapainya minimal 80% siswa atau sekurang-kurangnya 34 dari 42 siswa berada pada kategori minat belajar tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa secara bertahap, dari 69% pada siklus I pertemuan 1, meningkat menjadi 76% pada siklus I pertemuan 2, kemudian mencapai 86% pada siklus II pertemuan 1, dan tetap berada pada kategori tinggi dengan persentase 83% pada siklus II pertemuan 2. Dengan demikian, penerapan model Direct Instruction berbantuan video animasi terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi, khususnya dalam menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik guna meningkatkan partisipasi serta hasil belajar siswa.